Yah, ganteng sih... tapppiiii pekerjaan pacar kamu kan Office Boy. Memangnya kamu ngga bisa cari yang lebih baik?
Disaat yang sama Boss Besar mengirimkan rangkaian bunga dan kalung berlian sebagai apresiasi pekerjaannya sebagai sekretaris.
Jadi, siapa yang harus dipilihnya?
Si Tampan Office Boy, atau si Milyuner Big Boss?
Gals, Yuhuuu..
Novel ini secara teknis sebenarnya sudah tamat di Bab 47, tapiiiiiii karena kesalahan teknis yangvtidak bisa dihapus, tampilannya jadi berantakan. Jdi diriku usahakan membuat cerita extra sampai Bab 65 yaaaa.
Terimakasih Yang Sudah Vote!!
Cup Cup Muahh deh, semoga semua yang Vote dan memberi diriku tips (hehe) hidupnya makin sukses dan selalu bahagia.
Aamiin...
hihi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fired
Aku membuka lokerku di pantry lantai 10. Hari ini sama sekali tidak bersemangat. Badanku pegal semua karena tadi malam kurang tidur.
Lucas pergi begitu saja hari Sabtu kemarin dan sama sekali tidak membalas pesanku.
Bukannya aku sekesepian itu sih, tapi entah bagaimana aku sudah terbiasa menceritakan apapun ke Lucas. Kalau begini terasa ada yang mengganjal.
Aku menatap cermin kecil yang biasa kugantungkan di pintu loker.
Astaga...kantung mataku...
Ini yah penyakit wanita menjelang kepala 3... Kulit mudah kusam.
Akhirnya setengah jam kedepan kuhabiskan dengan mengaplikasikan skin care dan makeup.
"Ehm... permisi, mbak Six?"
Aku menoleh ke pintu pantry. Jepri, OB lantai 15 ada disitu.
"Ya, bisa dibantu...?"
"Saya mau siapkan sarapan dan snack sekalian mbak, permisi ya mbak."
"Loh? kok kamu yang siapin? Lucas dimana?"
"Dia cuti mbak, hari ini dan besok."
Tumben..
Kenapa aku jadi langsung ngga bersemangat yah...
Aku memeriksa email di posku dengan perlahan.
Kenapa dari tadi sepertinya sulit sekali mengerti isi email yang datang yah?
Rasanya otakku susah sekali untuk connect.
"Morning Six. Any news from top?"
"Morning Sir... Big Boss has send the contract draft from HaidarTechno. I will send to you and Pak Bima, Immediately."
Number Eight dan Nine sudah bersiap di posnya, dan Number Ten masih dipantry membuat kopi.
Aku melirik meja disampingku.
Kemana Number Seven? Ngga biasanya dia terlambat, dan belum ada kabar kepadaku. Seingatku dia tidak mengajukan cuti.
"Six... Tolong ke ruangan saya." Sahut Pak Wisnu saat dia tiba.
Aku meninggalkan posku dan mengikutinya.
"Kamu handle pekerjaan Farah dulu yah sampai saya bisa rekrut seven yang lain."
Kata Pak Wisnu.
"Ya? Seven yang lain ?!" Tanyaku.
Pikiranku beneran bercabang, antara memikirkan Lucas dan pekerjaan.
Pak Wisnu menatapku.
Aku balas tatapannya dengan pandangan bertanya.
Pria itu menengadahkan tangannya.
"Maksudnya apa pak?" Tanyaku lagi.
"Kamu... Sudah terkumpul belum nyawanya? Kamu bergadang yah semalam?!"
Yah dia memang benar sih, tapi aku tidak berniat menjawab.
"Did I Missed something?" Tanyaku kemudian.
Pak Wisnu seperti berpikir. Lalu mengangkat alisnya dan memonyongkan bibirnya.
"Iya yah kamu kan ijin pulang cepat yah Jumat kemarin..." Gumamnya.
"Jadi begini, Six... Bima sudah ngga mau pakai Farah lagi untuk menjadi sekretarisnya. Mengenai konfliknya saya ngga bisa ngomong lah disini, kamu cari saja info dari tempat lain. Jadi sementara saya cari pengganti Farah, kamu tolong handle pekerjaan sekretaris untuk Pos Seven juga."
Aku baru mengerti maksud perkataannya.
Menyedihkan.
Terkadang orang menganggap pekerjaan kami enak, santai, glamor...
Enak yah bisa dekat dengan Direksi...
Enak yah bisa ikut ke pesta bareng cowok ganteng...
Enak yah gampang kalau mau minta gaji besar...
Namun mereka tidak memikirkan bahwa pekerjaan ini menggerogoti tubuh dan pikiran kami sekaligus.
Kami harus selalu berpenampilan baik, walaupun sedang sedih.
Kadang stress kami lampiaskan dengan cara salah, saking merasa menyesalnya.
Kami juga harus mengusir-usir orang yang tidak diinginkan atasan kami.
Dilain pihak segala kebutuhan orang lain baik pribadi maupun pekerjaan kami tangani sekaligus.
"Dia di pindah kemana?"
"Dia dipecat, Six."
"Tidak ada unit lain yang mau menerimanya?"
"Resiko untuk ketemu lagi sama Bima akan ada kalau ia masih bekerja di Beaufort."
"Jadi sekarang, Farah sudah dianggap sampah yah pak." Aku mengucapkan hal itu tanpa ekspresi.
Pak Wisnu menatapku kaget.
"Kok kamu ngomong begitu?"
Aku mendekati Pak Wisnu, rasa emosi langsung menderaku. Rasanya wajahku panas sampai aku harus memicingkan mata untuk menahan uapnya.
Pak Wisnu mundur selangkah.
Memang tampangku semenyeramkan apa sih sampai Direktur Personalia macam dia takut padaku?
"Coba ngomong ke saya alasan Pak Wisnu memecat Farah. Saya akan coba pikirkan dengan logika."
"Six, itu bukan urusan kamu, itu urusan personalia."
"Itu urusan saya karena saya atasannya, dan mereka sesuai SOP bertanggung jawab ke saya. Pak Wisnu sendiri yang membuat SOPnya kan? Masih ingat Pak? Belum dirubah kan?!"
Ini yang kutakutkan apabila mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan.
Usahamu mencapai jabatan ini bertahun-tahun, hancur hanya karena masalah personal, masalah nafsu.
Dan semua kesalahan dilimpahkan ke kami, selain dianggap orang ketiga dalam suatu hubungan, juga dianggap sebagai tempat sampah bagi birahi atasan.
Ngga mau nurut, pecat, atau kucilkan.
Memangnya melayani kaum pria ngga pakai tenaga? Memangnya ngga pakai resiko?!
"Terus terang yah pak, pekerjaan Farah lumayan bagus, ia sistematis dan terperinci. Ia juga on schedule. Penampilannya baik. Masalah seperti apa yang membuat dia dipecat?"
Aku mendekat lagi.
"Masalah ‘Siapa’ yang membuat dia sampai dipecat?"
Dari raut wajah Pak Wisnu, aku sebenarnya mengerti kenapa Farah dipecat, aku akui sedikit banyak aku ikut andil di situ. Tapi aku tidak sampai mengharapkan ada yang dipecat. Aku tahu Farah memang agak keterlaluan akhir-akhir ini. Tapi aku kan tidak tahu apa yang Bima janjikan kepadanya.
"Kamu... Mau ketemu Bima dulu untuk diskusi?"
"Pak Wisnu... Masih menjabat Direktur Personalia atau sudah tidak, Pak? Kalau saya berdiskusi dengan Pak Bima, apa gunanya bapak? Kacungnya Pak Bima? Mau aja disuruh-suruh?"
Pak Wisnu menatapku tajam.
Wajah tampannya mulai menunjukkan sisi lain kehidupan lampaunya.
Seingatku ia memperoleh jabatan personalia karena kemampuannya menilai orang lain. Kemampuan yang sudah ada sejak ia lahir.
Kenapa sekarang ia malah lemah begini.
"Saya menangkap maksud kamu Six. Tapi tidak perlu mengungkapkan dengan kalimat sarkasme kepada saya."
"Bukan tipe saya menye-menye..." Dengusku.
Pak Wisnu menghela napas sambil tersenyum tipis.
"Sejujurnya, saya memang kesulitan kalau Farah tidak ada. Seharusnya saya memang bersikap lebih objektif yah. Dalam hal ini, diluar masalah pribadinya, pekerjaannya beres semua yah."
"Kalau boleh, saya ingin berbicara dengannya hari ini, setidaknya kalau keluar dari sini itu atas keinginannya. Kalau Pak Bima, itu urusan Pak Wisnu." Pintaku.
"Oke Six, dismis..." Desisnya.
DOA TAHTIM/KHATAMAN SETIAP MALAM JUMAT
_Juz_
1. Ali. M🚣🏻🎣
2. Ali. F💫
3. Yazid🤲🤲🤲
4. Imam/ Diryono🕋
5. Fitri 🕋
6. Amel/ Umami
7. Elya 🕋❤️
8. Yoyok/Afifah🕋🫰
9. Ipeh🕋
10. Zainu🕋
11. Tri' 🥰🕋
12. Jarot😎😎😎
13. Indarti /Inayah
14. Tarom/Anik🌻
15. Asfurin🇲🇨🇲🇨🇲🇨
16. Mawar 🕋
17. Khuzaenal🕋
18. Karwati/Yossy🕋
19. Wahyudin🎓
20. Iftah🕋
21. Taufiqi 💯
22. Zaenal 🕋
23. Tutik 🕋
24. Rofi'i🌽
25. Zaini/Samsul
26. Umi Hanik✅
27. Suryanti🕋
28. Haris🕋
29. Dewi/ Kodriyah 🕋
30. Qoif 🕋🕋
*Bagi yang berhalangan bisa menghubungi yg belum dapat juz atau segera mencari yg badali terima kasih*🙏
*Mohon dibaca sesuai waktunya, kalau memang tidak bisa segera laporan biar bisa digantikan yang lain, terima kasih 🙏*
malah mantan😉
kalo stag gak nemu novel baliknya kesini lagi kesimu lagi..
kayak kisah Jihan pacarnya baratadhika , ada di dunia nyata habis diperawanin pacar digilir temen²nya bedanya di dunia nyata sampai meninggal si cewe. sekarang juga lagi viral fantasi cinta sed4rah seperti di novel nya bang Sena. atau seperti kisah Kayla nya Zaki.
aku sabar madam menanti update nya novel ongoing... mungkin madam lagi cari inspirasi, sukses dan sehat selalu madam Septira ♥️
balek lagi ke Andre....
grusah grusuh Andre kiii😔 bawa Dimas yg pinter siasat kek , apa Alex atau pak Sebastian yg kolega nya banyak , apa minta bantuan nenek nya Gerald bagaswirya yg punya bolosewu . pasti dah gengster tanpa disentuh pun mati.