Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Langsung sayang
sore hari freya bergegas pulang dari kantor berharap masih bisa bertemu dengan evelin, karena arka masih ada urusan dan tidak bisa langsung pulang hari ini.
"bu kerjaan masih numpuk loh" mila tak bisa lagi menahan freya yang tak mau diganggu dengan pekerjaannya. dia ingin segera menggendong evelin saat tiba di rumahnya nanti
"sst! nanti malam saya kita lembur" ucap freya tanpa merasa berdosa pada mila
saat ini hanya membeku menatap bosnya melenggangkan kakinya pulang ke rumah dan malamnya nanti akan membuat mila begadang untuk melembur pekerjaan yang belum terselesaikan.
sesampainya di rumah apa yang dibayangkannya sepanjang jalan benar terjadi. freya melihat suster menggendong evelin di halaman rumah yang udaranya sangat sejuk sore hari
"hai cantik ku" freya turun dari mobil dan ingin mencium evelin
"kak, mandi dulu!" acha melihat kakaknya sembarangan ingin mencium bayi tanpa membersihkan diri langsung menegur. untung saja acha ada didekat evelin karena sedang bermain tenis dengan papinya
"oh iya maaf lupa, udah kangen berat" freya hampir saja lupa itu anak orang lain " maaf ya evelin, tanpa khilaf" freya masuk ke kamar dengan cepat langsung membersihkan diri dengan air hangat dan langsung menyusul evelin yang masih ada ditaman
"pada kemana kok sepi dek?" sebelum mendekati evelin freya bertanya pada acha lebih dulu karena sejak pulang tadi tak melihat sasmita dan juga ria
"mami sama tante lagi pergi cari susu yang cocok untuk evelin, karena besok pagi mereka harus pulang" acha berhenti bermain karena sudah lelah "pi sudah capek"
"baru juga sebentar" nugroho masih sangat bugar dan senang berolah raga
"sama mami saja nanti lanjut olahraganya" acha ngos-ngosan melawan papinya yang tenaganya kuat
"kalau papi lanjut sama mami olahraganya, kamu bisa jadi kakak cha" nugroho menggoda acha
"papi udah tua ih malu tuh suster evelin sampai tertawa" acha memukul nugroho dengan raket
"maaf bu" suster evelin meminta maaf karena kelepasan tertawa
acha malah makin tertawa, "santai sus, keluarga kita memang somplak" ucap acha yang memang senang becanda seperti papinya, beda dengan freya dan maminya yang tegas juga terlalu serius jadi kaku
freya tak menggubris candaan adiknya, begitu menggendong evelin langsung energinya bertambah setelah lelah bekerja "coba aja kamu deket sini tinggalnya, tante mau kasih asi tiap hari buat kamu" freya mengusap lembut bayi yang baru berusia satu bulan itu. namun freya juga berfikir kemana ibu evelin kenapa harus beli susu sebanyak itu
freya tak berani bertanya karena hal sensitif mungkin saja terjadi, banyak kasus yang ibunya tak bisa keluar asi jadi harus memberikan anaknya susu formula. freya tak mau banyak berfikir tapi hatinya merasa dekat dengan evelin
"tumben anteng sore-sore gini"
arka mengejutkan freya yang duduk sambil memangku evelin dan terus memandanginya dengan hangat, setelah memberikan asinya
"biasanya rewel?" tanya freya pada arka. meski dulu sempat bahkan hampir benci dengan sikap arka tapi freya merasa arka adalah ayah yang baik untuk anaknya "sebentar lagi boleh ngga?"
"apanya?" arka tak mengerti yang dikatakan oleh freya
"evelin, sama saya dulu" freya memasang wajah manis agar diperbolehkan bersama evelin sampe puas karena tak tahu kapan lagi akan ketemu
"oh, boleh asal kamu ngga repot" arka juga sedikit lembut tak seperti dulu yang menjengkelkan bagi freya. arka duduk disamping freya dan melihat anaknya sangat tenang terlihat sekali dalam pangkuan freya. hatinya pun ikut tenang
"maaf boleh rekomendasi susu anak yang bagus ngga?" arka bingung karena belum menemukan susu yang benar-benar cocok untuk anaknya dan kasihan jika harus terus mencoba
"menurutku minta saran dokter aja deh, atau kalau memang asi ibunya ngga keluar dulu saya juga gitu sebentar saya kasih liat vitamin untuk busui" freya mengambil ponselnya dan mencari vitamin yang dulu dia minum saat asinya belum keluar dan hanya keluar sedikit
"busui apa?" arka baru mendengar kata-kata freya barusan
"ibu menyusui!"
"uhuk...uhuk"
jawaban freya membuat arka seketika tersedak
dan hampir membuat evelin terbangun " kenapa? hampir saja evelin terbangun" freya mengusap-usap evelin lagi tak jadi bangun
"maaf, saya masuk dulu" arka meninggalkan freya dan anaknya
"papimu aneh ev" freya melihat senja sudah mulai tenggelam dan membawa masuk bayi mungil itu ke dalam rumah.
tak lama sasmita dan ria pun pulang dengan banyak sekali barang belanjaan. mulai dari pakaian bayi, susu bayi dan juga makanan untuk makan malam. keduanya nampak sangat lelah namun terlihat rona bahagia nampak sangat jelas
"ya ampun mi, tante. kalian mau buka toko di rumah?" acha sampai terkejut dengan belanjaan dua wanita sosialita yang bersahabat sejak dulu
"papi sudah pulang" sasmita baru sadar bahwa suaminya sudah ada di rumah. sejak tadi repot belanja dan tak sempat melihat ponsel "maaf ya papi sayang" sasmita menghampiri nugroho yang sudah lama tak bertemu hampir satu minggu ini keluar kota
"inget umur mi!" freya menegur maminya. merasa malu dilihat ria dan ada arka juga, jika hanya keluarga inti sudah biasa melihat hal begitu, meski tegas dalam bekerja tapi kalau sama suami selalu manja
"bik siapin makan malam ya. itu tinggal dipanaskan saja" sasmita meminta art nya menyiapkan makan malam "mami mandi dulu ya" sasmita menarik suaminya dan mengajaknya ke kamar tentunya untuk melepaskan rindu yang telah lama tak bertemu
"tante juga mau membersihkan badan dulu" ria meninggalkan para anak muda di ruang keluarga
"suster, kamu boleh makan dulu nanti gantian jaga evelin ya saya masih ada kerjaan" freya meminta suster evelin untuk makan lebih dulu. freya yakin saat ini ponselnya sudah banyak pesan masuk ataupun email dari mila
"nanti saja bu, biar saya saja yang jaga evelin"
"nanti kamu lapar loh, ini udah malam" freya tak mau menyiksa orang lain yang sedang bekerja
"engga bu, terima kasih saya masih kenyang" suster terlihat sungkan
"biar saya saja yang gendong, kalau ada pekerjaan silahkan dilanjut" ucap arka yang merasa tak enak sampai membuat freya menunda pekerjaannya " sini sama saya aja" arka meminta evelin dari freya
"ya sudah nanti kalau nangis atau haus bisa ketuk kamar saya aja" freya menyerahkan evelin dengan berat hati tapi pekerjaannya juga tak bisa menunggu lagi
"iya"
freya langsung berlari ke kamarnya dan mengecek ponselnya yang sejak sore sengaja ditinggalkan di kamar agar tak diteror oleh asistennya
"iya maaf, ayo lanjut" freya langsung menyalakan laptopnya dan mulai video call dengan mila untuk memulai pekerjaannya. tanpa banyak basa-basi mengingat waktunya terbatas dan besok hari libur jadi mau tak mau harus begadang
"bu, capek" mila mulai mengeluh setelah dua jam tanpa henti mengerjakan tugas masing-masing
"bulan depan cuti plus bonus diluar lembur" ucap freya mengiming-imingi mila agar tetap semangat. " lanjut ga?"
"tapi bikin kopi dulu buk, mulai ngantuk nih" mila ingin jeda sebentar lalu membuat es kopi kesukaannya
"tunggu saya juga mau buat kopi" freya membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat sosok yang ada di depan pintu kamarnya
"astaga, mas kamu ngapain disini!" freya hampir saja jantungan
"maaf, saya hanya mau mengantarkan kopi ini dari tante sasmita" ucap arka yang sekalian mau ke kamarnya yang berada tepat disamping kamar freya
"ehem" acha lewat melihat arka dan freya saling terdiam sejenak
"apaan sih dek" freya mengambil gelas berisi es kopi favoritnya dari tangan arka " makasih" lalu menutup pintu kamarnya segera karena acha masih memantaunya dan pasti akan menggoda kakaknya
arka hanya mengangguk dan masuk ke kamarnya yang ada disamping, arka inisiatif bertanya pada sasmita apa kesukaan freya saat bekerja sebagai ucapan terima kasih dua hari ini anaknya telah mendapatkan asupan yang cukup. sayangnya besok sudah harus pergi
"mil, pindah ke balkon aja ya biar segar" mata mulai mengantuk dan freya ingin berpindah tempat agar kembali fokus, tak disangka arka juga berdiri di balkon samping sedang duduk santai sambil bermain ponsel
"orang aneh, pergi tapi istrinya ngga diajak" freya menggosipkan orang yang ada disampingnya. tak sadar suaranya keras sampai ketelinga arka. karena memakai ear phohe jadi berasa ngomong pelan