NovelToon NovelToon
Nyai Arum (Pembalasan Di Kehidupan Kedua)

Nyai Arum (Pembalasan Di Kehidupan Kedua)

Status: tamat
Genre:Era Kolonial / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Nyai / Tamat
Popularitas:332.6k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Siapa yang menyangka permohonan yang berada di ujung nyawanya terkabulkan. Arum, gadis cantik yang merupakan salah satu gundik gubernur jenderal Belanda kembali ke masa lalu.

"Aku tidak mau mati dalam keadaan mengenaskan! Dicampakkan dan kehilangan anakku! Terlebih, kepada mereka!"

Mampukah Arum merubah masa depan nya? Apakah semuanya berjalan seperti yang diharapkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiket masuk

Arum melanjutkan langkahnya, pembicaraan itu semakin terdengar jelas di telinganya. Keadaan toko terlihat cukup ramai. Ya, bisa dibilang kalau toko itu di dominasi oleh pelayan putri asisten residen itu.

"Bagaimana nona? Bagus kan?" Jelas suara itu lagi.

Arum perlahan mendekat, dia menjaga jarak agar tidak terlalu kentara. Karena bagaimanapun, status sosial mendominasi disini.

"Iya, bagus......" Tangan itu memegang mutiara yang mengelilingi lehernya.

"Ini lebih bagus saat aku yang menggunakan nya!" Tanpa diduga sebuah tangan bergerak cepat mengambil kalung yang tidak sepenuhnya melingkar di leher nya.

"Nah! Ini baru sempurna!" Wajah putih dengan hidung mancung itu tersenyum puas saat kalung itu melingkar sempurna di leher nya.

"Maria ...... Tapi itu kalungku!" Jelasnya tidak terima.

"Lalu? Kau mau apa, pilih saja yang lain. Yang jelas, kalung ini jadi milikku! Ini sangat cocok sekali dengan gaun ku saat pesta ulang tahun nanti." Jelasnya tanpa rasa bersalah.

"Tapi kau sudah punya kalung kan? Semalam kau memilih kalung dari desainer." Ucapnya lagi.

"Terserah aku! Pokoknya ini menjadi milikku! Kau cari saja yang lain. Tidak masalah bukan saudari ku?"

"Atau uang mu tidak cukup? Mia...."

"Tidak, bukan....."

"Kalau begitu bagus! Aku akan pulang lebih dulu. Sampai jumpa adikku!" Dengan senyuman, dia melambaikan tangan. Dan perlahan diikuti oleh pelayan nya meninggalkan toko itu.

"Nona Mia......" Sapa lembut wanita itu.

"Nona, kenapa tidak mempertahankan nya? Itu milik nona. Bukan nona Maria."

"Tidak apa, sudahlah.... Lagipula, masih ada banyak perhiasan lagi. Aku bisa pilih."

"Nona, seharusnya memang sangat aneh saat nona Maria ingin ikut bersama kita. Pergi belanja, ke pasar lagi. Padahal nona Maria sudah memiliki hal untuk persiapan di pesta ulang tahun nantinya."

"Sudahlah, tidak apa. Aku akan pilih lagi. Masih ada waktu kan."

"Iya nona, setidaknya." Arum melihat kejadian itu, dia hanya menggelengkan kepala melihat kebaikan hati atau terlalu b0doh yang melekat pada putri bungsu asisten residen itu.

"Tidak apa, k3bodohannya itu akan menjadi tiket masuk ku." Arum memulai peran nya, sebagai penyelamat dari gadis eropa itu.

"Bagaimana dengan yang ini nona?" Tapi sorot mata itu tidak lagi sama. Dia menatap biasa perhiasan yang disodorkan kepadanya.

"Bagus, tapi....." Dia terlihat tidak berg@irah lagi.

"Nona tidak suka. Baiklah, saya akan carikan yang lain. Ini ....." Tapi Mia menggeleng.

"Untuk nona yang berpenampilan sederhana dan anggun, tentunya akan lebih cantik menggunakan perhiasan seperti ini." Suara itu membuat nya menoleh bersamaan, tentunya dengan kewaspadaan.

"Kau siapa?" Tanya Mia.

"Hanya seorang wanita yang lewat, dan ingin sedikit membantu untuk nona yang tampak kesulitan." ujar Arum tersenyum tipis

"Jangan khawatir, aku tidak berbahaya ataupun berniat menyakiti maupun mencuri." Jelas Arum dengan tetap di posisinya.

"Nona, dia pribumi. Jangan mendekatinya." Jelas wanita di sampingnya, tatapan curiganya masih tertuju pada Arum.

"Bagaimana dengan yang ini? Terlihat mungil, tidak banyak dihiasi oleh mutiara. Tapi terlihat indah, bagaimana kalau dicoba?" Arum hanya memainkan matanya dan senyuman yang masih bertahta di bibirnya.

"Lihatlah, aku hanya mencoba membantu." Lanjut Arum dengan ramah.

"Nona....." Wanita itu ingin menghentikan tangan sang nona. Manik hijau itu menatap perhiasan yang dibicarakan oleh wanita pribumi yang tidak dikenalnya.

Arum tersenyum tipis, dia tau, gadis itu tertarik dengan kalung itu. "Kalau tidak suka tidak apa, letakkan saja. Terimakasih sudah mendengarkan ku." Arum berbalik dan ingin pergi.

"Tunggu!" Akhirnya, inilah yang ditunggu Arum.

"Kalung nya bagus. Terlihat cocok dengan gaun ku. Aku berterimakasih, bagaimana kalau kau datang ke pesta ku?"

"Nona!" Ujar pelayan nya.

"Aku mengundang mu khusus." Lanjut Mia.

"Aku merasa senang dan tidak menyangka. Tapi, aku hanya seorang pribumi. Status kita begitu kentara, semuanya juga tau." Jelas Arum.

"Tidak apa, aku sangat berterimakasih. Lagipula, aku yakin. Kau bukan orang yang jahat. Ambil ini, jika ada yang bertanya tentang kedatangan mu, perlihatkan ini, aku akan mengatakan pada penjaga rumah ku saat kau datang."

"Aku harus pergi!" jelasnya, yang mulai terburu-buru.

"Sampai jumpa di pesta ulang tahun ku." jelas Mia meninggalkan Arum.

Arum memandangi kepergian nona eropa itu. Tangannya menggenggam erat jam itu. "Akhirnya, tiket masuk ku."

Bersambung......

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏

1
XXAURORA
permisi maaf izin pm karyaku
judulnya : PLEASURE AND PUNISHMENT
atau klik profil aku, mampir yaaa. thanksss🤍
Karo Karo
bagus aku suka
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Kustri
eh, zaman dulu apa udh ada kata 'ups'🤭🤔
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Erna Masliana
sudah cukup mendengar saja.. jangan lihat.. jangan dekati..jaga bayimu..kalo kau muncul sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi
Erna Masliana
euweuh nu bener
Erna Masliana
dendam mu berjalan tanpa harus turun tangan.. tapi kau belum tahu
Erna Masliana
jangan jadi penghalang Kolonel.. jangan menghancurkan rencana Arum.. cinta jangan maksa
Erna Masliana
Arum itu pengen bales dendam..kau belum mengerti Van der.. tapi entahlah kedepannya tergantung keputusan Arum
Erna Masliana
sadar kamu bukan siapa siapa Arum.. hanya cinta sepihak
Erna Masliana
wadidaw tambah ngamok tuh Caroline
Erna Masliana
jeng jeng 🤣🤣
Erna Masliana
jangan jadi halangan kolonel biar Arum membalas dendam..kalo bisa jadi pendukung 😁✌️
Erna Masliana
Frans kena obat langsung tolil.. nafsunya terlalu mendominasi gak ada mikirnya sedikit pun ✌️
Erna Masliana
tahan Rum kendalikan perasaan bales dendam belum tuntas
Erna Masliana
oh tidak mau keturunan gundik.. kirain gpp
Erna Masliana
hah lama amat
Erna Masliana
Arum tidak mungkin dia masih baru kalau pun hamil jelas anaknya meneer
Meliandriyani Sumardi
salam kenal kak
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
Aifa 2 Jeddah
Misi Arum hampir berhasil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!