NovelToon NovelToon
Derita Tali Perjodohan

Derita Tali Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:125.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: N.P Sukaryanto

Tentang Anya yang harus menerima perjodohan dan menikah dengan lelaki kasar dan dingin bernama Dante, demi menghujudkan keinginan sang ayah yang sedang kritis di rumah sakit. Luka dan derita mengiringi setiap langkah kakinya setelah pernikahannya berlangsung. Bukan hanya harus menerima perilaku kasar dari sang suami, ia juga harus menerima kenyataan jika suaminya telah tega menghamili wanita lain dan berniat menikahi wanita tersebut.

Juga dendam dimasa lalu, yang menutut pembalasan membuat orang-orang yang Anya sayangi satu persatu jatuh dan terluka. Dapatkan Anya bertahan dengan hidupnya yang malang? Ditengah problema rumah tangga yang begitu rumit, serta kehadiran orang ketiga yang berusaha merusak rumah tangganya.

Akan banyak adegan kekerasan terhadap wanita di beberapa part, juga perkelahian serta umpatan-umpatan kasar mohon bijak untuk membacanya dan memberikan komentar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.P Sukaryanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Setelah kepergian Dante, Rendi pun langsung menujuh ke mobilnya dan meninggalkan apartemen Layla menujuh kantor penerbit tempat Anya bekerja.

Saat tiba di sana, Rendi begitu beruntung karena tidak perlu repot-repot harus masuk ke dalam kantor mencari Anya, karena gadis yang ia cari terlihat sedang berjalan bersama seorang teman yang tidak ia kenal

"Nona Anya..."

Saat Anya dan Arsilla sedang berjalan hendak kembali ke ruang kerja mereka masing-masing sambil mengobrol, suara sergahan seorang pria membuat keduanya reflek menoleh kearah sumber suara.

Anya mendapati seorang pemuda bersetelan jas rapi berdiri tak jauh dari mereka. Pemuda itu tersenyum simpul, sambil membungkukkan tubuhnya sedikit untuk menghormati Anya.

"Siapa ya?" Anya mengeryitkan dahinya binggung menatap pemuda itu.

Pemuda bertubuh jenjang itu berjalan menghampiri Anya, dan kembali tersenyum namun kali ini senyuman merekah, "Saya Rendi, asisten baru tuan Dante. Saya di perintahkan tuan Dante untuk menjemput nona Anya karena ada perihal penting yang ingin di sampaikan oleh beliau."

Sejenak Anya dan Arsilla saling melemparkan pandangan. Berusaha mencerna kata-kata yang baru saja Rendi katakan.

"Dante mencari ku?" tunjuk Anya kepada dirinya sendiri, "untuk apa? bukankah kami bisa bertemu nanti sore sepulang bekerja?"

Suara desis terdengar samar dari mulut Rendi. Walaupun lelaki itu begitu tidak menyukai pekerjaan yang ia jalani, tetapi dia berusaha tetap profesional demi sesuap nasi untuk keluarganya.

"Tuan Dante tidak bicara apapun dengan tujuan dia meminta nona untuk segera menemuinya. Namun, beliau berpesan agar nona menuruti perkataannya karena ada suatu hal yang begitu genting."

"Nya, kok perasaan gue gak enak ya?" Bisik Arsilla tiba-tiba saja di telinga Anya.

Siku tangan Anya menyenggol pinggul Arsilla. Pasalnya gadis itu berbisik di telinganya, namun dengan intonasi suara yang begitu besar. Membuat Rendi sudah pasti mendengarnya.

"Maaf, ya Ren. Dia emang sedikit rada-rada." Anya tersenyum kikuk kepada Rendi, sambil menunjuk kearah Arsilla. Sungguh, Anya sedikit merasa malu dan canggung dengan sikap memalukan dan menyebalkan sahabat itu.

Namun, mau bagaimana lagi. Arsilla tetaplah Arsilla yang suka melakukan segalanya atas kehendak dan keinginan dirinya sendiri.

"Tidak apa-apa, nona."

"Yaudah, aku ambil tas sebentar ya Ren."

Rendi mengganggukan kepalanya paham. Sementara Arsilla masih tetap berdiri disana, sambil menatap Rendi dengan tatapan waspada dan penuh selidik.

"Apa ada yang salah dengan diri saya, nona?"

Arsilla menyilangkan tangannya di dada, berjalan menghampiri Rendi dan memperhatikannya dengan tatapan tajam dari ujung rambut hingga kaki.

"Kamu bersekongkol kan, buat bikin Anya sakit hati sama majikan kamu?"

"Maaf nona, saya tidak mengerti ucapan nona."

Arsilla berdecak, "Dante. Aku tau kalau Dante sedang merencanakan sesuatu kan sama Anya?"

Baru saja Rendi ingin berucap, Anya sudah kembali dengan tas selempangnya dan laptop di dekapannya.

"Gue pergi dulu, ya," ucap Anya menepuk bahu Arsilla.

"Ok. Kabarin gue kalau ada apa-apa."

Anya hanya membalas senyuman dan anggukan kepalanya saja, kemudian dia langsung masuk ke dalam mobil.

Namun, saat Rendi hendak berjalan menujuh bangku pengemudi. Dengan cepat Arsilla mencekal tangannya. Matanya mendelik, kepalanya mendongak, "jawab pertanyaan aku tadi?" bisiknya di telinga Rendi.

Senyuman terukir di wajah tampan Rendi. Lelaki dengan lesung pipi itu, melepaskan cekalan Arsilla dan berucap, "seharusnya pertanyaan itu anda tanyakan kepada mantan kekasih nona, yang juga sahabat tuan Dante."

Tubuh Arsilla membeku di tempat, matanya masih tertuju kepada mobil sedan hitam yang mulai berjalan menjauh dari dari pandangannya. Arsilla tidak tau maksud perkataan asisten baru Dante itu, mengapa ia menyebutkan mantan kekasihnya? apa mantan kekasih yang lelaki itu maksud adalah Danish? Kepala Arsilla mengangguk, ia yakin jika orang yang dimaksud Rendi adalah Danish. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba saja menjadi tidak enak, Arsilla takut akan terjadi sesuatu lagi yang lebih buruk menimpah Anya.

****

Mobil Rolls-Royce hitam milik Dante melaju dengan kecepatan tinggi memasuki sebuah perumahan elite di kawasan kota hujan, Bogor. Mobil hitam buatan Inggris itu berhenti, di salah satu rumah mewah berpilar tinggi dengan penjaga yang super ketat.

Tet... tet... tet

Dengan tidak sabar Dante menekan klakson mobilnya, menyuruh para penjaga gerbang untuk membukakan pintu untuknya. Namun, penjaga gerbang yang berpakaian serba hitam malah menyilangkan tangannya di udara, memberikan isyarat kepada Dante bahwa dia tidak di izinkan masuk.

Rahang tegasnya mengeras, sejurus dengan dia mencengkeram kuat-kuat kemudi mobilnya. Tak tahan lagi, Dante pun turun dari dalam mobil dan langsung melangkahkan kaki besar-besar mendekati dua penjaga tersebut.

"Mana Danish?" tanya Dante kepada kedua penjaga rumah yang tak lain milik Danish.

"Tuan Danish sudah kembali ke Singapura satu bulan lalu."

Mata Dante membulat penuh, tangannya mengepal erat. Keterlaluan setelah melakukan sesuatu kepada Layla, sekarang lelaki sialan itu pergi tanpa dosa kembali ke Singapura. Dante bersumpah akan membalas apa yang dilakukan Danish.

Sementara di dalam mobil, Anya mengeryitkan dahi binggung. Pasalnya, Rendi membawa ia kembali kerumah Dante.

"Ren, kita pulang kerumah?"

"Iya, nona."

"Kalau kaya gitu, tadi aku bisa pulang sendiri naik mobilku. Kamu gak perlu repot-repot menjemput aku."

Rendi mengulum senyum, sambil sekilas melirik kearah Anya melalui spion mobil, "ini sudah menjadi tugas saya, nona."

Anya menyerah. Dia lebih memilih diam dan menikmati perjalanan pulangnya bersama orang yang mengaku asisten pribadi baru suaminya itu.

Hingga mobil berhenti di halaman rumah, manik Anya langsung mendapati Dante tengah berdiri di sebelah mobilnya sambil berkacak pinggang. Anya membuka pintu mobil, setelah mobil itu berhenti. Kemudian menghambur memeluk Dante. Namun, sayangnya Dante tidak membalas pelukan Anya. Lelaki itu, justru melepaskan pelukannya dengan kasar dan langsung mencengkeram kedua bahu Anya dengan kasar.

"Dimana Danish?"

Sedetik Anya tertegun, dirinya merasa begitu terkejut dengan perubahan sikap Dante yang kembali kasar kepadanya. Matanya menatap mata Dante yang terus menatapnya dengan tatapan begitu tajam.

Dia, dia Dante yang aku kenal dulu. Ucap Anya dalam hati.

"Kamu kenapa, si kak? lepasin aku, ini sakit. Kamu melakukan tindakan kekerasan sama aku. Kamu gak malu ada tetangga yang lihat sikap kamu?"

Dante melepaskan cengkeramannya, ia memutar tubuhnya membelakangi Anya dan mengusap wajahnya kasar.

Sementara Anya hanya terdiam membisu, ia mencoba mencerna apa yang sedang terjadi kepada suaminya itu, hingga membuatnya marah seperti ini. Berlahan Anya meraih lengan tangan Dante, tetapi dengan kasar Dante langsung menepisnya.

"Kamu kenapa, si? Jelasin sama aku, biar aku paham kenapa kamu kaya gi..."

"Danish yang menyebabkan Layla menghilangkan, Anya." Dante memotong perkataan Anya, dan berteriak di depan wajah gadis itu, sampai membuatnya sedikit terperanjat kaget, "jika terjadi sesuatu dengan Layla dan calon anak saya, saya pastikan pernikahan kita selesai..." Dante menjeda perkataannya, "Dan satu hal yang harus kamu tau. Saya, tidak pernah mencintai kamu. Perilaku baik saya selama ini hanya kamuflase untuk menutupi rasa iba saya kepada kamu karena cedera otak yang kamu alami. Tapi sekarang, persetan dengan kondisi kesehatan kamu."

Tanpa menunggu jawaban Anya, Dante langsung berjalan begitu saja meninggalkan Anya. Sengaja mendorong tubuh Anya dengan tubuhnya, dan kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Anya.

Mata Anya memanas, selaras dengan tubuhnya yang merosot begitu saja. Rasa sakit langsung memasuki setiap inci relung hatinya kini, begitu sakit hingga terasa sesak sekali didalam sana. Hati Anya amat perih dengan ucapan yang baru saja Dante katakan. Selama satu bulan, semua perilaku manis yang selama ini Anya anggap tulus ternyata palsu. Dia hanya merasa iba dengan kondisi Anya, hatinya bukanlah seutuhnya milik Anya. Hanya Layla, nama wanita itu yang tetap ada di setiap deru napasnya. Bukan Anya.

TO BE COUNTINUE...

1
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
fanny tedjo pramono
ceritanya bagus ditunggu update guys
holipah
lanjut kak bkn si keras kepala nyesel
Jue
Kok ada ya perempuan bodoh begini
Kania adisti Sweet
baru kali ini saya baca novel dengan karakter seperti anya,wanita yg tidak tegas dan terlalu naif
Nabnev
jangan lama lama up ya
Suhaeda
lanjut thor
Sudaryanto
klo kuat dan tangguh pasti terlewati masalah demi masalah dgn baik , yg penting sabar dan ikhlas dalam menjalaninya
dan jgn mengedepankan dendam , serahin saja sama Allah .
jalani lah hidup dgn kerukunan , cinta kasih dan sayang yg tulus serta ikhlas , serta syukuri apapun yg pemberian Allah .
anda akan menang dlm menjalani kehidupan .
hidup Istiqomah dan menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan Husnul khotimah Aamiin
Alanna Th
sehat selalu author n tq critanya, aq nunggu tamat aza deh, baru lnjt baca lagi
Alanna Th
aq jd deg"n stiap prgantian episod, serasa sedang nntn film horror, siap" trkejut 😂🤣🤣
Alanna Th
🤔 . . . aq slh ambil novel, kirain crita roman, trnyt crita krimi 😱😫😰😩
Alanna Th
anya brtahan krn pa"nya sdg skt. smoga anya dberi kekuatan n prtolongan dari Yg Kuasa 🙏😇
Alanna Th
danish tdk mmprhtngkn nasib adiknya stlh mlnypkn layla. shrsnya amankn dulu adiknya baru bls dendam. kl bgn sama aja mngorbankn anya demi dendam thdp dante. celakalh anya, dhbsi dante yg murka 😱😱😫😫
Alanna Th
buruan dante, slmtkn adikmu dr buaya munafik itu sblm adikmu 'dbobol'nya!!!
Alanna Th
anya, jngn trll polos donk! jngn smp dkibulin dante! plg smp dprwnin, jngn mau 😰😫🤮
Nadya
Lama bgt up nya thor
Sulati Cus
bkn arsila aja yg nangis w jg ikutan mewek
Sulati Cus
pergi yg jauuh aja Anya mumpung blm terlambat
Nengk Dde Tunggal
Waw sru lnjut dong kk
Cherry Ria
mana lanjutnya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!