NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Topeng Asura dan Langkah Pertama di Arena

​Distrik Glodok Bawah Tanah di tahun 2042 adalah sebuah labirin raksasa yang tidak pernah tidur. Tiga puluh meter di bawah permukaan aspal Jakarta Barat, deretan papan reklame holografik murahan memancarkan cahaya neon merah dan ungu yang berkedip-kedip, menawarkan segala hal mulai dari modifikasi siber ilegal, pasokan ramuan stimulan saraf, hingga perdagangan data curian. Udara di tempat ini terasa berat, dipenuhi bau oli mesin, uap belerang, dan aroma masakan kaki lima yang bercampur baur.

​Di tengah hiruk-pikuk manusia yang sebagian besar tubuhnya telah digantikan oleh logam dan kabel siber, sesosok pria jangkung berjalan dengan langkah konstan. Arkana Wijaya kini telah menanggalkan identitas mahasiswanya. Ia mengenakan jubah hitam panjang berkerudung longgar, dengan sebuah topeng metalik kelam berukir wajah iblis mitologi—Topeng Asura—yang menutupi seluruh wajahnya.

​Di jarinya, Cincin Kaisar Abadi disembunyikan di balik sarung tangan taktis berbahan serat karbon. Namun, pendaran energi batin di dalamnya tetap terhubung erat dengan indra spiritual Arkana yang kini telah menyebar, memetakan seluruh struktur bangunan koloseum bawah tanah di hadapannya.

​"Arka, gua udah sinkronisasi jalur video lokal," suara Dani berdengung pelan di saluran pendengaran dalam Arkana. "Lo udah resmi terdaftar di database bursa taruhan dengan nama Asura. Status: Manusia Murni tanpa modifikasi biologis. Rasio taruhan lo sekarang satu banding lima puluh. Hampir semua penonton di sini bertaruh lo bakal mati dalam waktu kurang dari dua menit di ronde pertama."

​Arkana hanya tersenyum tipis di balik topengnya. "Bagus. Biarkan bandar judi bersenang-senang malam ini sebelum gua menguras brankas mereka."

​Atmosfer Koloseum Besi

​Pintu gerbang menuju Arena Naga Besi terbuka dengan suara hidrolik yang mendesis keras. Arkana melangkah masuk ke dalam ruang tunggu petarung yang langsung menghadap ke arah ring utama. Ring tersebut berbentuk oktagon raksasa berdiameter tiga puluh meter, dikelilingi oleh pagar kawat berduri yang dialiri listrik tegangan tinggi dan dilindungi oleh dinding energi plasma transparan untuk mencegah percikan darah atau serpihan logam mengenai penonton.

​Ribuan penonton bersorak histeris di tribun yang melingkar ke atas. Mayoritas dari mereka adalah para elit korporat, kolektor teknologi ilegal, dan beberapa perwakilan klan mafia lokal yang mengenakan setelan siber mewah.

​Namun, perhatian Arkana tidak tertuju pada kerumunan penonton fana tersebut. Sepasang mata peraknya yang tersembunyi di balik topeng melirik ke arah balkon VIP yang berada di posisi tertinggi arena. Di sana, di balik kaca satu arah yang dilapisi formasi peredam energi, ia merasakan sebuah getaran Qi yang sangat familiar.

​Itu adalah aura yang sama dengan burung intai yang dihancurkan Lisa di Gunung Salak kemarin malam.

​"Dani, siapa yang berada di ruangan VIP sayap utara?" tanya Arkana secara mental.

​"Bentar... gua retas kamera internal mereka," jeda sejenak sebelum Dani kembali berbicara dengan nada ketakutan yang tertahan. "Arka, tebakan lo gak meleset. Di dalam ruangan itu ada Raden Arya, jenius muda dari Klan Kuno Kamandaka. Dia dikawal oleh dua orang paruh baya dengan fluktuasi energi batin yang gak masuk akal di sistem pemindai gua. Mereka duduk tepat di samping kotak pengaman titanium tempat Kristal Darah Bumi dipajang!"

​Arkana mengangguk pelan. Targetnya sudah berada di tempat yang tepat.

​Ronde Pertama: Asura vs. Si Penghancur Hidrolik

​"Dan sekarang, mari kita sambut petarung pembuka kita malam ini!" suara komentator bionik menggema melalui pengeras suara berkekuatan ribuan watt. "Di sudut biru, seorang pendatang baru yang nekat menantang maut tanpa sepotong logam pun di tubuhnya! Sambutlah... ASURA!"

​Sorakan cemoohan dan tawa mengejek langsung membahana dari seluruh penjuru tribun. Bagi masyarakat tahun 2042 yang mendewakan teknologi modifikasi siber, bertarung dengan tubuh daging murni adalah tindakan bunuh diri yang paling konyol.

​"Dan lawan badut kita malam ini," komentator sengaja menjeda kalimatnya untuk membangun ketegangan. "Sang veteran dengan rekor lima belas kemenangan KO beruntun! Dengan delapan puluh persen tubuh mekanis tingkat militer... GOLIATH, SI PENGHANCUR HIDROLIK!"

​BOOM!

​Sesosok raksasa setinggi dua setengah meter melompat masuk ke dalam ring dari koridor seberang, membuat lantai beton oktagon bergetar hebat. Goliath hampir tidak tampak seperti manusia lagi. Kedua lengannya adalah silinder hidrolik baja padat berukuran raksasa, sementara matanya telah digantikan oleh lensa optik siber berwarna merah darah yang terus melakukan kalkulasi jarak. Di punggungnya, sebuah generator mini mendengung konstan, mengalirkan daya listrik langsung ke arah kepalan tinjunya yang dilapisi energi plasma biru.

​Goliath menatap Arkana dengan lensa optiknya yang berputar cepat, lalu meludahkan cairan pelumas mekanis ke lantai. "Hei, bocah bertopeng. Lo salah tempat. Ini arena pembantaian, bukan panggung teater topeng monyet. Menyerah sekarang, atau gua bakal remukin tulang iga lo buat jadi hiasan dinding!"

​Arkana tetap berdiri diam dengan posisi tegak, kedua tangannya dibiarkan tergantung rileks di sisi tubuhnya. Ia bahkan tidak memasang kuda-kuda bertarung batin sedikit pun.

​TING!

​Bel tanda dimulainya pertandingan berbunyi nyaring.

​Kehancuran Baja Mutlak

​Wuuusss!

​Goliath bergerak dengan kecepatan yang sangat kontras dengan ukuran tubuh raksasanya. Propeler pendorong di tumit mekanisnya menyemburkan api biru, mendorong tubuhnya melesat maju bagaikan kereta ekspres yang lepas kendali. Lengan kanan hidroliknya ditarik ke belakang, mengumpulkan energi plasma berdensitas tinggi hingga udara di sekitar tinjunya tampak terdistorsi secara visual.

​"Mati lo, kecoa!" teriak Goliath, melepaskan pukulan Plasma Piston ke arah dada Arkana.

​Pukulan itu membawa tekanan angin yang sangat kuat, cukup untuk meremukkan sebuah mobil lapis baja dalam sekali hantam. Namun, tepat ketika tinju plasma itu berada hanya berjarak lima sentimeter dari permukaan topengnya, Arkana akhirnya bergerak.

​Ia tidak menghindar. Tangan kanan Arkana yang terbungkus sarung tangan taktis hitam bergerak maju dengan dorongan telapak tangan yang tampak sangat lambat dan lembut—sebuah teknik batin dasar kaisar purba: Telapak Pembalik Arus Langit.

​Bzzzt... CRACK!

​Saat telapak tangan daging Arkana bersentuhan dengan kepalan tinju plasma Goliath, tidak ada ledakan darah yang diharapkan penonton. Sebaliknya, seluruh energi plasma biru di tangan Goliath mendadak membeku, sebelum membalik arah alirannya secara ekstrem dalam hitungan mikrodetik.

​Energi Qi Primordial ranah Spirit Gathering Tingkat Tiga milik Arkana mengalir masuk seperti jarum-jarum mikro tak kasat mata, menembus celah-celah terkecil dari sambungan baja siber Goliath, lalu menghancurkan seluruh sirkuit kuantum dan menekan cairan hidrolik di dalam lengan mekanis tersebut hingga melewati batas beban maksimal.

​BOOOOOOM!!!

​Suara ledakan logam yang mengerikan menggema di seluruh penjuru koloseum. Lengan kanan baja milik Goliath meledak hancur menjadi ratusan serpihan baut dan lempengan besi yang beterbangan ke segala arah. Sistem pendorong di tubuhnya mengalami korsleting massal, menyemburkan bunga api listrik berwarna kuning pekat yang membakar sistem saraf biologisnya yang masih tersisa.

​"ARGHHHHH!"

​Goliath menjerit histeris saat tubuh raksasanya terlempar ke belakang, menghantam dinding pembatas plasma dengan keras sebelum akhirnya ambruk ke atas tanah dalam posisi berlutut. Lensa optik merah di matanya pecah, menyisakan kepulan asap hitam yang keluar dari sela-sela kepala mekanisnya. Hanya dalam satu serangan tunggal, sang juara bertahan telah dilumpuhkan total tanpa mampu memberikan perlawanan berarti.

​Seluruh penonton di tribun mendadak terdiam. Suasana koloseum bawah tanah yang semula bising seketika berubah menjadi keheningan yang mencekam dan mati kutu. Mereka menatap tidak percaya ke arah tengah ring, di mana sang petarung bertopeng—Asura—masih berdiri di posisi semula tanpa menggeser kakinya satu inci pun, seolah-olah ledakan barusan hanyalah tiupan angin malam yang lewat begitu saja.

​Di dalam ruang VIP sayap utara, Raden Arya yang semula duduk santai sambil meminum anggur spiritual mendadak bangkit dari kursi mewahnya. Matanya menatap tajam ke arah sosok Arkana melalui kaca transparan, napasnya memburu saat mendeteksi sisa-sisa fluktuasi energi murni yang tertinggal di udara arena.

​"Itu... bukan energi mesin!" desis Raden Arya, mengepalkan tangannya hingga urat-urat di dahinya menonjol. "Itu adalah manipulasi Qi murni tingkat tinggi! Siapa bajingan bertopeng itu?!"

​Di tengah keheningan massal tersebut, Arkana perlahan mendongakkan kepalanya, mengarahkan tatapan mata peraknya yang dingin tepat ke arah jendela ruang VIP tempat Raden Arya berada—sebuah deklarasi tantangan terbuka yang siap membakar seluruh tatanan dunia bawah tanah Jakarta.

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!