Hidup Aina seperti diselimuti kabut yang tebal saat menemukan kenyataan kalau Fatar, lelaki yang dicintainya selama 7 tahun ini meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Namun Fatar tak sendiri, ada seorang wanita bersamanya. Wanita tanpa identitas namun menggunakan anting-anting yang sama persis dengan yang diberikan Fatar padanya. Aina tak terima Fatar pergi tanpa penjelasan.
Sampai akhirnya, Bian muncul sebagai lelaki yang misterius. Yang mengejar Aina dengan sejuta pesonanya. Aina yang rapuh mencoba menerima Bian. Sampai akhirnya ia tahu siapa Bian yang sebenarnya. Aina menyesal karena Bian adalah penyebab hidupnya berada dalam kabut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Mungkin
Penampilan Emir yang lain dari biasanya. Setelan jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja berwarna merah maroon. Sangat serasi dengan gaun yang dipakai Terre yang juga berwarna merah maroon.
Aina pun menunduk. Menatap gaun yang dibelikan Emir untuknya. Ternyata berwarna merah maroon juga.
Tangan Aina meremas gaun itu dengan emosi yang berusaha ditahannya.
"Mereka pasangan yang serasi kan? Sayangnya setelah 3 tahun menikah, tak juga mendapatkan buah hati. Atau mungkin juga sengaja menundanya. Banyak kan pasangan sukses yang sibuk mengejar karir sengaja menunda memiliki momongan."
Anita terus berbicara tentang pasangan itu namun Aina tak bisa lagi konsentrasi mendengarnya.
Saat namanya dipanggil sebagai penerima penghargaan pegawai terbaik tahun ini, Aina pun berjalan perlahan menuju ke panggung. Saat ia bertatapan dengan Emir, lelaki itu nampak hanya menatap Aina sekilas lalu kembali bercerita dengan seorang pria lain yang ada di sampingnya.
Gaun yang dipakai oleh Aina adalah gaun yang sangat pas di tubuhnya, dengan panjang selutut. Bagian belakangnya sedikit terbuka. Rambut Aina di sanggul modern dengan sebuah jepitan yang menghiasi rambutnya. Sepatunya sangat cocok dengan gaunnya. Banyak yang menatap Aina dengan penuh kekaguman. Ia menerima penghargaan sebagai pegawai baru terbaik.
Sekalipun hatinya sakit bagaikan ditusuk-tusuk oleh ribuan pisau yang sangat dalam, Aina masih bisa tersenyum.
"Ibu Aina hebat. Baru setahun bekerja namun sudah bisa mendapatkan penghargaan sebagai pegawai teladan. Biasanya orang akan butuh 5 tahun." puji Anita.
"Berkat dari Allah." ujar Aina sambil terus tersenyum.
Saat acara selesai dan acara dilanjutkan dengan makan bersama, Aina bermaksud akan pergi namun Terre menghadang langkahnya.
"Selamat ya, Aina. Keterpilihan mu sebagai pegawai teladan atas penilaian ku pada dirimu." kata Terre dengan begitu sombongnya.
"Terima kasih ibu, Terre."
"Di mana suamimu? Bukankah undangannya adalah pasangan? Pihak perusahaan perlu tahu siapa keluarga dari semua karyawan nya."
Aina akan bicara namun Emir tiba-tiba datang. "Di cari wartawan. Ayo!" Emir tak mau menatap Aina.
"Sayang, sebentar!" Terre memegang tangan Emir. "Ini Aina, salah satu analisis keuangan terbaik di anak perusahaan tempatku menjadi pimpinan di sana. Kamu tidak mengenalnya?"
Emir tersenyum lalu kemudian menggeleng. "Tidak!"
"Mana mungkin tuan yang terhormat ini mengenal karyawan biasa seperti aku yang hanya istri seorang satpam?" Aina tersenyum. Ia menunduk hormat sebelum akhirnya melangkah pergi.
"Aina, aku mencari mu ke mana-mana." Arya langsung memegang tangan Aina saat menemukan gadis itu yang akan pergi. Emir menatap ke arah mereka. Aina memalingkan wajahnya dan langsung mengikuti langkah Emir.
"Ada apa kak?" tanya Aina saat keduanya sudah berada di dalam mobil Arya.
Polisi tampan itu menyalakan lampu di kabin mobilnya. "Semua orang yang ada di sekitarmu ada hubungannya Wilma Gunawan. Ini adalah foto keluarga Erdogan Badem. Bos mu Terre dan satpam Emir ternyata adalah bagian dari keluarga itu. Kamu harus berhati-hati, Ai. Karena keluarga Badem bukanlah keluarga sembarangan. Mereka punya banyak perusahaan termasuk tempatmu bekerja. Kami belum bisa menangkap Erdogan Badem karena tak ada bukti lain selain cerita istri sopir truk itu. Tak ada bukti percakapan SMS, ada foto yang merekam kebersamaan mereka jadi kami sedang bekerja keras untuk itu."
Aina memejamkan matanya sejenak untuk mencoba menetralkan suasana hatinya yang galau. "Kak Arya, tolong antar aku pulang."
"Baiklah."
Arya pun menjalankan mobilnya menuju ke tempat kost Aina.
"Terima kasih, kak." Aina membuka sabuk pengamannya.
"Ai, kamu baik-baik saja?" tanya Arya.
Aina mengangguk. Ia pun segera turun.
"Selamat malam, kak."
Arya sebenarnya tak mau meninggalkan Aina yang nampak sedang tertekan namun ia juga harus segera ke markas tempat kerjanya karena ada pengamanan penting yang harus mereka kawal malam ini.
Sedangkan Aina, segera meninggalkan tempat kos itu dan menuju ke rumah ibu Tita.
Ia menatap motor Emir yang ada di sana. Namun rumah nampak sangat sepi.
Aina menemukan ponselnya ada di atas meja nakas di kamar tidur. Ternyata ponselnya kehabisan daya dan Aina kembali mengisi baterai nya.
Aina tiba-tiba merasa kepalanya pusing. Mungkin karena ia belum makan dan semalam ia hanya tidur selama 3 jam karena menjaga Emir yang sakit.
Perlahan Aina membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tangisnya pun pecah. Kejadian ini rasanya seperti mimpi. Mimpi yang tak pernah Aina harapkan. Ia berusaha untuk menyangkalnya namun bukti begitu kuat mengalahkan semua sanggahan yang ingin Aina lakukan.
Rumah ini tiba-tiba terasa asing bagi Aina. Tak ada lagi tawa kebahagiaan yang pernah tercipta dulu.
Begitu lelahnya Aina baik secara lahir maupun batin , Ia pun tertidur.
*************.
Aina terbangun saat pagi sudah menjelang. Ia pun perlahan bangun dengan kondisi kepala yang masih sakit. Aina ke dapur, tak ada ibu Tita. Ia bahkan masuk ke kamar ibu Tita namun wanita itu tak ada di sana. Hari masih terlalu pagi seandainya ibunya Tita sudah pergi ke pasar.
Aina teringat dengan ponselnya. Ia kembali masuk ke kamar dan memeriksa ponselnya. Ada 40 kali dari kakaknya, 10 kali panggilan dari Arya.
Sebuah pesan masuk. "Ai, datang ke rumah sakit. Papa koma." pesan itu dikirimkan oleh kakaknya.
Aina terkejut membacanya. Ia pun bergegas ke kamar mandi, mencuci wajah dan bersikat gigi lalu kembali ke kamar untuk ganti pakaian.
Aina memesan taxi online sementara Aina mengeluarkan koper, mengisi semua pakaian yang pernah dibawahnya ke rumah ini pertama kali dan meninggalkan semua pakaian yang pernah dibelikan ibu Tita dan Emir. Aina berpikir untuk menjemput koper ini dan beberapa barang pribadinya setelah dari rumah sakit.
**********
Aina tiba di rumah sakit 1 jam kemudian. Ia melihat Aira sedang duduk sendiri di depan ruangan ICCU khusus penderita jantung.
"Kak....!" panggil Aina.
Aira sangat senang melihat adiknya. Ia berlari dan langsung memeluk Aina. "Ya Allah, Ai. Alhamdulillah kamu baik-baik saja. Aku sangat khawatir memikirkan keberadaan mu."
"Papa kenapa, kak?"
"Papa kenapa serangan jantung saat saham perusahaan papa secara mendadak jatuh dan banyak investor yang mengundurkan diri. Perusahaan papa kehilangan uangan triliun rupiah hanya sama dalam waktu 2 hari."
Aina menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Nggak mungkin. Papa membangun perusahaan ini dari nol hingga bisa sebesar ini dan langsung hancur hanya jangka waktu 2 hari?
"Itulah yang membuat papa sock."
"Masalahnya karena apa?"
"Perusahaan tempat mu bekerja secara tiba-tiba memutuskan kontrak kerja pada hal proyek sudah setengah jalan. Papa sudah mengeluarkan uang yang sangat banyak."
Aina menatap kakaknya yang kembali terbaring lemah dan tak berdaya. "Papa, cepat sembuh ya."
"Ai, kamu menikah dengan Bian?" tanya Aira.
"Bian?"
"Ya, Emir itu adalah Bian. Suami dari Terre. Namanya Fabian. Bukan Emir."
Aina tiba-tiba pusing tak sadarkan diri.
**********
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
selalu suka sama karya nya,,
dari awal emang udah sreg Aina sama Emir..
ya walaupun ternyata kaget jg waktu tau kenyataan yg sebenarnya kalo Emir itu suaminya Terre..
selama baca bab per bab, masih berharap kalo Emir itu cuma saudaranya Terre..
tapi ternyata emang beneran suaminya..
trus pas Emir dinyatakan meninggal, wah syok banget, rasanya gak percaya dan berharap mak othor cuma ngeprank..
terus baca, akhirnya sampai Aina mau nikah sama Arya..
masih berharap Emir tetap hidup, secara kan ciri khas mak othor tokoh utama prianya mesti ada bau2 bulenya..
tapi sampai Aina dan Arya melakukan penyatuan, pupus sudah harapan..
ternyata eh ternyata, emang mak othor beneran ngeprank..
Alhamdulillah Emir masih hidup walopun harus banyak drama demi mengelabui Terre waktu itu dan wajahnya jg sedikit berubah..
dan syukur alhamdulillah akhirnya semua tokoh mendapatkan kebahagiaannya masing2..
pasangan paling fenomenal benernya Putri dan Paman Bara..
dari yg gak mau berkomitmen berubah jadi bucin abis.. wkwkwk..
mak othor keren banget deh ceritanya..
alurnya bener2 gak bisa ketebak langsung..
semoga sehat selalu ya mak..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
💪🏻😘🥰😍🤩🙏🏻💕
Terima kasih atas suguhan karya mami yg selalu bikin emosi naik turun.... selalu bikin penasaran pembaca... sekali lg Terima kasih mami... love sekebon🥰🥰🥰🥰🥰
meski penuh misteri tapi ceritanya bagus banget.demgan tatabahasa yg epik dan 3nak dibacanya...
terus semangat berkarya thor ❤️ ❤️ ❤️
happy ending nya aina & emir beserta anak2 mereka..
karya2 mu sll end dng baik & sempurna..
sll di runggu dng cerita2 yg sngat sll menarik 🥰😘