NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily tak mengingat kejadian yang lalu. Akankah keduanya bersatu lagi merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Dua minggu sudah hubungan keduanya semakin membaik setelah malam panas. Bahkan, mereka pun melakukan hal sama dalam beberapa kali dengan sadar.

Sore ini Leon mengajak istrinya menikmati jalan-jalan ke sebuah mall. Mereka tak hanya berdua, ada 4 orang pengawal yang mengikuti keduanya.

"Kau boleh pilih pakaian dan sepatu sesuka hatimu!" kata Leon ketika mereka memasuki sebuah toko fashion.

"Hmm.. baiklah!" ucap Emily tersenyum senang.

Sejam berlalu, Emily selesai memilih. Dibantu suaminya, ia menyerahkan belanjaannya ke meja kasir.

Setelah itu mereka kembali berkeliling mall, menikmati makan di salah satu restoran cepat saji.

Hampir 3 jam berjalan-jalan mereka akhirnya pulang. Diperjalanan menuju rumah, mobil yang ditumpangi Leon dan Emily mendadak berhenti.

"Kenapa?" tanya Leon yang duduk di belakang.

"Tuan, sepertinya motor yang dari tadi mengikuti kita sengaja menghalangi jalan kita!" jawab sopir.

Ya, memang 2 motor besar di depan sedari tadi selalu memepet jalan mereka. Bahkan, sopir mencoba melaju pelan.

"Cari jalan lain!" titah Leon. "Hubungi di belakang agar tetap berada di lajur yang biasa!" lanjutnya.

Sopir pun menghidupkan mesin mobilnya dan memutar balik lajunya menuju jalan berbeda. Seorang pengawal sebelahnya lalu menghubungi rekannya supaya tetap kembali di jalan yang biasa untuk mengalihkan perhatian.

Akhirnya Leon dan istrinya tiba 1 jam kemudian. Meskipun sangat lama tetapi para penguntit kehilangan jejak.

Emily begitu lega karena sampai dalam keadaan selamat. Ia tak marah atau mengomel kepada Leon sebab suaminya itu sepanjang jalan meminta maaf kepadanya.

Malam harinya, Emily dan Leon sempat berbincang di atas ranjang sebelum tidur. "Emily, sepertinya kita harus pindah rumah!"

"Kenapa?" Apa yang terjadi?"

"Aku ingin memberikan tempat yang nyaman buatmu." Leon dari posisi terlentang, memiringkan tubuhnya menghadap istrinya.

"Aku di sini sudah sangat nyaman!" kata Emily.

"Iya, aku tau. Tapi, keselamatan kamu nomor satu."

"Berhentilah, bisnis yang kau jalani beresiko besar!" nasihat Emily.

"Setelah semuanya beres, aku akan berhenti!" kata Leon berjanji.

Emily mengernyitkan dahinya, ia belum paham arah pembicaraan mereka.

"Aku mengalami kecelakaan satu tahun lalu dan membuat kakiku mengalami kelumpuhan. Pelakunya sampai sekarang tak diketahui. Aku ingin mencarinya, karena kejadian itu aku kehilangan mantan kekasihku. Dia meninggalkan aku dan menolak menikah denganku!" Leon memberikan pengakuan.

Deg..

Leon sebelumnya punya kekasih. Ia ditinggal karena lumpuh.

"Apa kau masih mencintainya?" pertanyaan itu yang lolos dari mulut Emily.

Leon menggelengkan kepalanya.

"Lalu mengapa kau harus mencari pelakunya?" tanya Emily asal.

"Aku hampir kehilangan nyawa juga, Emily. Aku mengalami koma beberapa hari. Aku tidak terlalu merasa sedih ditinggalnya. Tetapi, kedua orang tuaku selalu menangis," jawab Leon.

"Kira-kira kenapa mereka ingin melenyapkan dirimu?" tanya Emily lagi.

"Satu minggu sebelum kejadian itu, aku mencoba mundur dari bisnis ini. Mereka marah dan menyerangku," jawab Leon lagi.

"Ketika kejadian, apa kau sendirian?" Emily kembali bertanya.

Leon mengangguk mengiyakan.

"Ke mana Charles dan para pengawal?" lagi-lagi Emily tanya.

Leon pun menjawab, "Aku meminta mereka tak menemaniku kemanapun. Aku tidak ingin keselamatan mereka menjadi sasaran."

Emily yang dari awal menikah penasaran dengan bisnis suaminya, kembali melemparkan pertanyaan yang sama.

"Bisnis jual beli senjata ilegal dan obat-obatan terlarang!" Leon akui.

Hati Emily mencelos.

"Aku janji, Emily. Aku pasti meninggalkan bisnis ini!" kata Leon yakin.

"Aku percaya padamu, jika kau tak ingin terus tenggelam dalam dosa!" ucap Emily tersenyum.

"Terima kasih!" Leon mengecup singkat bibir istrinya.

***

Tiga hari berselang, Emily dan Leon sedang menikmati makan siang. Karin datang menghampiri keduanya dan berkata, "Tuan, diluar ada ibunya Nona Emily."

"Mau apa dia?" tanya Leon.

"Katanya ingin bertemu dengan Tuan dan Nona," jawab Karin.

"Suruh tunggu sepuluh menit lagi!" kata Leon.

"Baik, Tuan."

Beberapa menit berselang Leon dan Emily menemui Caroline. Keduanya tak menyangka jika Caroline tak datang seorang diri melainkan bersama Jason.

"Kenapa kau ada bersamanya ibunya Emily?" tanya Leon heran.

"Ya. Aku mau membantu Bibi Emily membebaskan mereka!" jawab Jason melirik Emily yang berdiri disamping suaminya.

"Di mana uangnya?" tanya Leon.

Jason lalu menyuruh 2 anak buahnya menyodorkan 1 koper besar berisi uang yang dipinjam keluarga Antonio.

Leon menarik ujung bibirnya.

"Keluarkan suamiku dan putriku sekarang juga!" kata Caroline.

"Hmm.. baiklah. Tapi, aku menghitung uangnya dulu!" ucap Leon sebelum memenuhi permintaan wanita paruh baya yang ada dihadapannya.

Leon lalu menyuruh Charles dan 2 orang anak buahnya membuka koper memastikan isinya adalah uang asli bukan kertas kosong atau palsu.

Setelah melakukan pemeriksaan, Leon lalu meminta Charles agar membebaskan Antonio dan Belinda.

Saat Charles dan beberapa yang lainnya ke ruangan tahanan. Caroline kembali berkata, "Kau harus mengembalikan Emily kepada kami!"

Leon dan Emily saling pandang.

"Kau harus menepati janji, Leon!" kata Jason.

"Aku pasti menepatinya, aku bukan orang yang ingkar. Tapi, aku akan meminta pendapat Emily. Apakah dia bersedia lepas dariku?" Leon menoleh sekilas ke arah istrinya.

Emily kini dalam keadaan bingung. Beberapa waktu lalu ia ingin sekali terbebas dari suaminya. Namun, kenyataannya sekarang dia tak mau jauh darinya.

"Emily, ayo kita pulang!" ajak Caroline.

"Maaf, Ma. Aku tidak bisa kembali!" kata Emily.

Sontak, penolakan Emily membuat Leon, Caroline dan Jason terkejut.

"Aku tetap di sini bersama suamiku!" Emily berkata penuh keyakinan.

"Mama sudah berusaha mencari uangnya, agar kamu terlepas dari pria kejam seperti dia!" kata Caroline membujuk putrinya seraya melirik Leon.

"Tapi, aku tetap tak bisa, Ma!" ucap Emily.

"Apa dia mengancam kamu?" tanya Jason yang juga kecewa mendengar Emily menolak lepas dari Leon.

"Aku tidak diancam atau tertekan. Aku memang tetap ingin menemani Leon. Karena dia adalah suami sah aku!" jawab Emily tegas.

"Apa kamu tidak menghargai perjuangan Mama?" Caroline begitu kecewa.

"Aku minta maaf, Ma!" ucap Emily menyesal.

"Bagaimana ini, Leon? Jika dia menolak kembali maka yang dirugikan di sini adalah kami!" kata Jason.

"Kalau memang Emily menolaknya, maka silahkan kalian ambil uangnya lagi!" ucap Leon.

"Apa?" Caroline dan Jason terkejut.

"Ya. Aku menepati janjiku. Emily tetap di sini dan utang Antonio lunas!" tegas Leon.

"Emily harus lepas darimu!" Caroline berkata lantang.

"Aku tidak memaksa Emily bertahan. Tapi, dia sendiri yang ingin tetap bersamaku!" ucap Leon dengan wajah datar.

Ditengah negosiasi mereka, Charles dan anak buahnya muncul membawa Antonio dan Belinda.

Melihat kehadiran suami dan putrinya, Caroline mendekati keduanya dengan raut wajah penuh kerinduan. Ia memeluk keduanya secara bergantian dengan tangis air mata.

"Akhirnya kalian bebas!" Caroline memegang kedua pipi putrinya dengan tetesan air mata kebahagiaan.

"Kalian boleh pergi tanpa membawa Emily!" kata Leon membuat ketiganya menoleh.

"Aku tetap harus membawa Emily!" sahut Jason yang ingin memiliki istri temannya.

"Kenapa? Bukankah kita sudah membayarnya?" protes Belinda menatap ke arah Leon dengan penuh kebencian.

"Aku mencintai suamiku!" kata Emily datar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!