NovelToon NovelToon
Disenchanted

Disenchanted

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Teen School/College / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Jeehan tak menyangka bahwa akhir persahabatannya dengan Harris harus berubah menjadi perasaan cinta dalam munajat panjang. Dengan rangkaian doa dan pinta, ia mencoba mengetuk pintu langit bersama nama Harris di hatinya. Berharap laki-laki itu jadi kekasih halalnya kelak.

Namun, ia tak menyangka bahwa perhatian yang sahabatnya berikan hanyalah wujud dari rasa simpati sebagai teman. Yang Harris cintai sebenarnya ialah seorang perempuan di masa lalunya yang tanpa sengaja kembali hadir.

Rasa cinta yang semula Jeehan miliki harus terpaksa ia hapus saat Harris menyatakan cintanya pada Alisha. Mau tak mau Jeehan harus menelan pahitnya kecewa sendirian, sebab setelah sekian lama bersahabat, Harris masih tak memahami diri juga perasaannya.

Sejak saat itu, Jeehan memilih untuk menutup rapat hatinya sebab kecewa bukanlah episode yang ingin ia ulang, apapun alasannya. Lalu, bagaimanakah perjalanan cinta mereka? Akankah Jeehan berhasil menghapus Harris dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disenchanted 25 — Simpuh Pasrah

Sejuknya air wudhu seolah melepas senua rasa penat yang dirasakan Jeehan. Usai mengambil wudhu, gadis itu langsung mengenakan mukena yang selalu ia bawa ke mana pun. Memakainya lalu mulai bertakbir, menunaikan rukun-rukun shalat yang wajib ia tunaikan.

Jeehan bersimpuh, bersujud memohon ampun dalam heningnya malam, memasrahkan segenap jiwanya ke hadapan Sang Khaliq. Usai salam, Jeehan menengadahkan kedua tangannya, berdoa dan memohon kekuatan agar bisa menghadapi segala sesuatu.

Tak ada yang lebih melegakan bagi Jee selain mengurai tangisnya di atas sajadah. Dinding-dinding masjid itu menjadi saksi, betapa rapuhnya Jee saat ini. Air mata mengucur bak mata air yang tumpah dari ketinggian. Jeehan terisak sejadi-jadinya. Hanya kepada Rabb-nya sajalah Jee berani meluapkan segala emosinya.

Sedangkan di luar masjid, dengan sabar Harris menunggu. Ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Jee, tapi sebisa mungkin, ia akan memberi gadis itu waktu. Harris cukup mengenal Jeehan, saat gadis itu merasa sedih atau kecewa, ia akan berlama-lama bersimpuh.

"Kalau saja kamu mau ceritakan semua kesedihanmu, Jee. Aku bersedia menjadi bahu tempatmu bersandar," keluh Harris begitu saja.

Tak lama dari itu, Jeehan tampak keluar dari dalam masjid dengan mata yang cukup sembab. Harris tahu bahwa gadis itu pasti habis menangis, tetapi ia memilih diam. Kemudian, Harris tersenyum, "Udah Jee? Kita pulang?" tanyanya yang langsung diangguki oleh Jee.

Hening. Sunyi. Dingin.

Harris sungguh tak menyukai keheningan, ia lebih suka saat Jee berceloteh tentang hal-hal sepele atau bahkan memarahinya di jalan lantaran ia yang terlalu kencang melajukan motornya.

"Jee?" panggilnya kemudian, berusaha memutus hening yang tercipta di antara mereka.

Jeehan menggumam. Dalam hati ia memohon agar Harris tak menanyainya tentang apapun.

"Gak jadi, deh."

"Kenapa gak jadi?"

"Gak apa-apa, aku mau tanya sesuatu, tapi besok aja."

Sikap Harris itu, sukses membuat Jee penasaran. Tapi alih-alih bertanya lagi, Jeehan memilih diam sampai mereka tiba di depan rumah Jee. Gadis itu turun dengan hati-hati, mengulas senyum tipis lalu berterima kasih pada Harris.

"Iya, sama-sama. Kalau gitu aku langsung pulang, ya. Salam sama Tante Maura. Kamu langsung istirahat ya Jee, jangan begadang buat baca-baca buku. Sama satu lagi, jangan overthinking. Jangan memaksa kepalamu untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar kendalimu, okay?" ucap Harris yang lebih terkesan menasihati Jee. Setelahnya, ia langsung melaju tanpa mendengar balasan dari Jeehan yang mematung di tempat.

Prang!

Baru saja Jeehan menutup gerbang sebelum ia mendengar suara barang yang pecah. Cepat-cepat ia masuk ke dalam. Pelan sekali Jeehan membuka pintu dan alangkah terkejutnya ia melihat seisi rumah yang berantakan. Sofa bergeser tam tentu arah, kepingan vas bunga yang berserakan di lantai dan makan malam yang hancur tak berbekas makanan apa itu.

Di depannya, sang ayah nampak hendak memukul sang ibu, namun tangannya mengambang di atas. Agaknya Hasya tak jadi memukul Maura lantaran Jeehan muncul tak diduga.

"A-ayah? Ap-apa semua ini?" Jeehan tergagap. Air matanya sudah luruh lagi sebelum Hasya mengatakan sesuatu. Ditatapnya sang ibu yang wajah dan tangannya sudah lebam membiru.

Hancur.

Kecewa.

Marah.

Jeehan tak tahu harus mendeskripsikan perasaannya sebagai apa, ia bingung dengan apa yang dilihatnya sekarang. Apa yang terjadi saat ia tak ada di rumah? Mungkinkah ayahnya melakukan kekerasan terhadap ibunya? Pikiran Jee berkecamuk.

Pandangannya silih berganti, menatap sang ayah yang tampak sangat marah dan sang ibu yang sudah terduduk lemah di lantai. Jeehan tak kuasa lagi, ia berlari memeluk ibunya dengan erat. Lirih sekali, Jeehan mengucap maaf berkali-kali.

Ia pandangi wajah ibunya lekat-lekat, ada beberapa lebam di sekitar kening, pelipis hingga sudut bibirnya. Rambutnya berantakan, matanya sembab oleh tangis. Begitu juga tangannya yang tampak memar di beberapa tempat. Jeehan menjerit dalam hati. Tak kuasa melihat ibunya.

"Apa yang terjadi, Yah?!" tanya Jeehan dengan nada tinggi. Bisa ia pastikan, itulah kali pertama Jeehan meninggikan suara pada ayahnya. Ayah yang sangat ia hormati. Ayah yang sangat ia sayangi.

"Ayah ... Ayah bisa jelaskan."

1
falea sezi
terusan jee mana jangan bkin gantung donk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
fokus saja pada kebahagiaanmu Jee
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
salah orang woy 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bastian udah kabur 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Setuju,
Semangaaat Jee 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Surprise 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Hadeuh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kan bener,ngapain marah" 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih ternyata numpang dirumah istrinya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jangan pas seneng" aja, noh urus suamimu yg lagi sakit 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Emang bukan madu tapi racuun 🤬
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Salah sendiri kenapa harus ada perempuan" padahal cukup 1 perempuan 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
alasannya karena ayahmu punya istri baru 😏
falea sezi
kok end thor
Mukmini Salasiyanti
udah End ajaa.... ??
hiks.. hiks...

Gk usah buat sequelnya kk Hern..
sedih&kecewaku sdh Habis disini..
ikut Terbang bersama Jee
(eaaaaaaa lebay....)
wkwkwk

tp kl kk berazzam tuk itu..
yaahh dgn Terpaksa la aqu read
dgn syarat Jee hidup bahagia dgn pria lain.. NO HARRIS!!!!
(eh.. situ Siapa ya, kok ngatur Author..
hihiiiiiiiii)
HK: Entah harus berakhir di sini atau tetap lanjut, kita pikirkan idenya dulu Kak Min. Thanks ya udah baca karya recehan author ini. 🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kebangetan nih masa ayahnya gak tau kl anaknya sekolah disitu😏
falea sezi
hahahah mampus kau azab tuh buat pelakor ma anak nya nunggu karma bapaknya stroke aja q
Mukmini Salasiyanti
tell the truth..
walaupun itu sgt pahit.....
Mukmini Salasiyanti
aihhhhh
ternyata, thor..
begini jg alurnya???
HK: Tunggu kelanjutannya /Chuckle/
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Bagus laaa kl ingat Bastian..
kukira kyk drama di novel2,
bakal Harris yg kena getahnya

wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!