NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Pertama Kultivasi

​Suara ancaman tirani dari luar jurang masih bergema kuat, getarannya menyusup menembus dinding-dinding batu Menara Dewa Kuno.

​"Serahkan warisan itu sekarang juga... atau mati terkubur bersama jurang ini!"

​Shen Yu mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Baru beberapa menit yang lalu ia mengetahui fakta mengejutkan bahwa kedua orang tuanya adalah Tetua Tertinggi Sekte Dewa Kuno. Kini, musuh bebuyutan yang memusnahkan sekte tersebut sudah datang mengepung, siap mencabut nyawanya.

​Shen Yu membalikkan badan, menatap lurus ke arah Roh Menara. "Apa aku bisa mengalahkan orang-orang di luar sana?"

​Roh Menara menggelengkan kepala tanpa ragu sedikit pun. "Sekarang? Untuk ukuranmu yang sekarang, satu hembusan napas meremehkan dari mereka saja sudah cukup untuk menghancurkan tubuh fanamu menjadi abu."

​Jawaban yang teramat jujur itu membuat Shen Yu tersenyum masam. "Setidaknya kau tidak mencoba menghiburku dengan kebohongan, Kakek Tua."

​"Tapi..." Roh Menara menjeda kalimatnya, kilatan misterius melintas di matanya. "...anjing-anjing sekte itu juga tidak akan bisa menembus masuk ke sini selama segel pertahanan tempat ini masih bertahan. Karena itu, hal yang harus kau lakukan sekarang hanya satu."

​"Berkultivasi."

​Roh Menara mengibaskan lengan jubah transparannya ke udara. Wush! Lantai batu kuno di titik tengah aula perlahan bergeser dan terbuka, memunculkan sebuah kolam bundar berukuran besar yang dipenuhi oleh cairan kental berwarna emas murni.

​Uap tipis yang membawa aroma wewangian obat kuno terus mengepul dari permukaan cairan tersebut.

​"Tempat apa itu?" tanya Shen Yu, melangkah mendekat.

​"Itu adalah Kolam Penempa Tubuh. Cairan di dalamnya terbentuk dari tetesan Esensi Langit dan Bumi yang terkondensasi secara murni selama puluhan ribu tahun. Masuklah ke dalam," perintah Roh Menara.

​Shen Yu mengangkat sebelah alisnya, merasakan hawa pekat yang mengintimidasi dari kolam itu. "Kelihatannya kolam ini sama sekali tidak ramah bagi pemula."

​Roh Menara menyunggingkan senyum tipis. "Memang tidak. Tapi bukankah baru saja kau sesumbar bahwa kau sanggup menahan rasa sakit demi menjadi kuat?"

​Shen Yu menghela napas panjang, mencoba merilekskan otot-ototnya yang tegang. "Kalau sekarang aku memilih mundur, kau pasti akan mengejek status warisanku seumur hidup, kan?"

​"Tentu saja. Aku akan mengingatnya sampai puluhan ribu tahun ke depan."

​"Kakek, ternyata selera humormu benar-benar buruk," cibir Shen Yu.

​Roh Menara seketika tertawa keras, suaranya menggema di seluruh langit-langit aula. "Hahaha! Sudah puluhan ribu tahun lamanya tidak ada seorang manusia pun yang berani menggodaku seperti ini!"

​Shen Yu melepaskan busur kayu dan belati pendeknya, meletakkannya dengan rapi di lantai batu. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah mantap menuju tepi kolam.

​Begitu ujung jari kakinya menyentuh permukaan cairan emas tersebut...

​Ssshh!

​Rasa panas yang luar biasa ekstrem langsung menjalar hebat, membakar saraf-saraf di kakinya. Shen Yu tersentak, menggertakkan giginya rapat-rapat.

​"Sialan... Baru ujung kaki saja rasanya sudah seperti diceburkan ke dalam lahar mendidih!" gumamnya menahan perih.

​Namun, tidak ada jalan untuk kembali. Tanpa ragu lagi, Shen Yu menghentakkan kakinya dan langsung menceburkan seluruh tubuhnya ke dalam kolam!

​Byurrr!

​Dalam sekejap mata, cairan emas di dalam kolam mendadak mendidih dengan liar. Seluruh pembuluh darah di sekujur tubuh Shen Yu menonjol keluar seperti urat-urat hijau yang hendak pecah. Kulitnya berubah merah padam, melepuh akibat hantaman energi makro yang luar biasa masif.

​Rasa sakitnya seribu kali lipat lebih hebat daripada luka robek atau gigitan binatang buas apa pun yang pernah ia alami selama berburu di hutan.

​"Aaaaaaaarrrrgghhh!!!"

​Jeritan kesakitan yang teramat sangat meluncur dari tenggorokannya, menggema memantul di seluruh penjuru ruangan menara.

​Roh Menara hanya memperhatikan pemandangan brutal itu dari udara dengan tatapan lempang tanpa emosi. "Jika kau tidak sanggup melewati tahap pembersihan sumsum paling dasar ini, maka kau sama sekali tidak pantas menjadi Pewaris ke-99 Menara Dewa Kuno."

​Di dalam kolam, Shen Yu merasa setiap jengkal tulang di tubuhnya sedang digilas dan diremukkan oleh godam tak kasat mata. Setiap serat ototnya seperti disilet dan disobek paksa. Pandangannya mulai buram, napasnya terasa sangat berat, dan kesadarannya perlahan-lahan mulai memudar menuju kegelapan.

​Namun, tepat pada detik ketika ia hampir menyerah dan membiarkan dirinya tenggelam...

​Di dalam benak bawah sadarnya, mendadak muncul visualisasi samar sepasang wajah pria dan wanita yang menatapnya dengan pandangan hangat—wajah kedua orang tuanya yang bahkan belum pernah ia lihat seumur hidup. Bersamaan dengan itu, makian-makian kejam dari penduduk Desa Qinghe kembali terngiang, membakar telinganya.

​"Anak haram!"

"Sampah pembawa sial!"

"Dia tidak akan pernah menjadi apa-apa selain pemburu miskin!"

​Deg!

​Sepasang mata Shen Yu mendadak terbuka lebar di dalam cairan emas. Kilatan tekad baja yang membara meletus dari sorot matanya.

​"Aku... tidak akan membiarkan diriku mati di tempat sialan ini!!!" raung Shen Yu dalam hati.

​Wuuunng!

​Tiba-tiba, seluruh cairan emas di dalam Kolam Penempa Tubuh bergolak hebat secara tidak wajar. Cairan kental itu berputar dengan kecepatan ekstrem, membentuk sebuah pusaran raksasa yang mengerikan di dalam aula menara.

​Shen Yu berada tepat di titik episentrum pusaran tersebut. Tubuhnya mulai memancarkan pendaran cahaya keemasan yang kian lama kian menyilaukan mata.

​"Aneh... Ini benar-benar tidak masuk akal!" gumam Roh Menara yang melayang di udara, gurat keterkejutan yang teramat sangat menghiasi wajah transparannya.

​"Kitab Dewa Abadi adalah teknik tirani. Seharusnya, energi Kekacauan Purba tidak akan bisa bergerak tanpa dikendalikan secara sadar oleh kultivatornya. Tapi... mengapa tubuh anak ini justru menyerap dan melahap energi itu secara otomatis seolah dia adalah wadah yang lapar?!"

​Pusaran cairan emas bergerak semakin gila.

​Detik berikutnya, siksaan yang dikatakan Roh Menara dimulai. Krek... Krek... Retakan-retakan kecil seperti jaring laba-laba mulai muncul di sekujur kulit Shen Yu. Darah segar berwarna merah pekat merembes keluar dari setiap pori-porinya, menodai cairan emas di sekelilingnya.

​Namun, belum sempat darah itu berlalu, cahaya keemasan dari dantikannya berpendar. Luka robek di kulitnya seketika menutup dan sembuh dalam hitungan milidetik.

​Retak. Darah mengalir. Sembuh.

Retak lagi. Darah mengucur lagi. Sembuh lagi.

​Proses penghancuran dan rekonstruksi sel tubuh itu terus berulang ratusan kali. Shen Yu menggertakkan rahangnya begitu kuat hingga terdengar suara berderit yang mengerikan.

​"Kalau... hanya... rasa sakit selevel ini... jangan harap... aku akan kalah, bangsat!" raung Shen Yu, menolak untuk menundukkan kepalanya.

​BOOOOMMMM!!!

​Sebuah suara ledakan energi yang teramat pekat bergema dari dalam rongga tubuhnya.

​Satu demi satu belenggu meridian tubuh fananya yang sejak lahir tersumbat total, kini mulai dihantam paksa dan terbuka sekaligus oleh energi Kekacauan Purba!

​Delapan meridian... Enam belas... Tiga puluh dua...

​Proses pembukaan itu melesat tanpa tanda-tanda akan berhenti. Hingga akhirnya...

​Blam!

​Seluruh 108 titik meridian di tubuh Shen Yu terbuka sempurna tanpa ada satu pun yang tersisa!

​Sepasang mata Roh Menara membelalak sempurna, rahangnya hampir jatuh ke lantai. "Seratus delapan meridian?! Mustahil! Bahkan Sang Pendiri Agung Sekte Dewa Kuno di zaman kuno dahulu hanya mampu membuka sembilan puluh sembilan meridian saat pertama kali berkultivasi!"

​Tiba-tiba, simbol menara emas di tengah dahi Shen Yu kembali muncul. Kali ini, cahayanya meledak luar biasa terang bak matahari kecil.

​Di ruang udara di belakang punggung Shen Yu, kabut emas memadat dan perlahan memunculkan sesosok bayangan raksasa gaib berjubah perang emas. Tinggi bayangan monster itu seolah-olah menembus langit-langit menara, memancarkan tekanan ilahi yang begitu kolosal.

​Meski kemunculan bayangan itu hanya berlangsung selama beberapa saat, aura superioritas mutlak yang dipancarkannya sanggup membuat seluruh fondasi Menara Dewa Kuno bergetar tunduk.

​Roh Menara mendadak merasakan lutut spiritualnya melemas. Tanpa sadar, ia jatuh berlutut di udara dengan tubuh gemetar hebat.

​"Bayangan manifestasi... Dewa Kuno Sejati!" bisik Roh Menara dengan suara tercekat.

​Pada saat yang sama, di atas jurang dunia luar...

​Kepala Tetua Sekte Mata Surgawi yang semula sedang gencar menyalurkan energi untuk menghancurkan segel, mendadak menghentikan seluruh gerakannya secara instan.

​Sang Kepala Tetua mendongak menatap langit Pegunungan Awan Hitam yang mendadak berubah warna menjadi jingga keemasan dengan wajah pucat pasi tanpa darah.

​"Aura penindasan ini... tidak mungkin... Ini tidak masuk akal!" gila sang Kepala Tetua, tubuhnya gemetar ketakutan.

​"Mustahil masih ada keturunan inti dari Sekte Dewa Kuno yang berhasil bertahan hidup di dunia ini!"

​Sadar akan tingkat bahaya yang sangat ekstrem, Kepala Tetua itu langsung berbalik dan berteriak histeris kepada seluruh murid elit berjubah ungu di belakangnya.

​"Dengar perintah mutlak dariku! Apa pun yang terjadi, cari dan temukan bajingan pemilik aura keemasan di bawah sana! Bawa kepalanya ke hadapanku! Hidup... atau mati!"

​Kembali ke kedalaman terasing Menara Dewa Kuno.

​Pusaran energi di dalam kolam perlahan-lahan mulai mereda dan menghilang, terserap seluruhnya ke dalam tubuh Shen Yu.

​Shen Yu perlahan membuka sepasang kelopak matanya. Manik matanya tidak lagi berwarna hitam pekat fana. Di dalam pupil matanya, kini muncul sebuah struktur lingkaran emas mistis yang memancarkan kilatan cahaya tajam selama beberapa detik, sebelum akhirnya tersembunyi kembali ke dalam kegelapan matanya.

​Ia mengepalkan tangan kanannya. Setiap jengkal otot di tubuhnya kini terasa jauh lebih ringan, namun di balik kulitnya yang tampak bersih, tersimpan ledakan tenaga fisik yang luar biasa masif—sebuah kekuatan terpendam yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

​Roh Menara bangkit dari posisi berlututnya, menyunggingkan senyum kepuasan yang teramat sangat.

​"Selamat, Anak Muda. Kau telah resmi menembus batasan fana dan melangkah ke alam... [Body Tempering] Tingkat Pertama."

​Shen Yu menghela napas pendek, menatap telapak tangannya sendiri dengan dahi berkerut. "Setelah semua siksaan gila yang membuatku hampir mati tadi... aku hanya berada di tingkat pertama?"

​Roh Menara seketika tertawa terbahak-bahak, merasa terhibur dengan ketamakan sang pewaris. "Dasar anak nakal tidak tahu bersyukur! Jika jalan kultivasi itu semudah membalikkan telapak tangan, dunia ini sudah dipenuhi oleh para Dewa Sejati sejak lama!"

​Namun, tawa renyah Roh Menara mendadak terhenti secara paksa.

​Wajahnya kembali berubah menjadi sangat serius dan tegang. Pandangan matanya dengan cepat terarah lurus ke arah gerbang batu tebal di pintu masuk menara.

​KRAAAKKKK!!!

​Suara retakan kali ini terdengar sepuluh kali lipat lebih nyaring dan menggelegar dibanding sebelumnya.

​Tinggg! Daang!

​Salah satu dari puluhan rantai raksasa bermaterai gaib yang melilit erat Menara Dewa Kuno... mendadak putus menjadi dua bagian dan menghantam lantai dengan keras.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!