Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.
Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjara
Vanessa berhasil membujuk kedua orangtuanya untuk memasukkan Aldi ke perusahaan dan juga menempatkan Aldi di bidang yang sama dengan Riki agar bisa menjalankan rencana dengan baik, segala harapan kini ada di tangan Riki agar bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan perintah.
Kini sudah 3 bulan lamanya semenjak Aldi di tempatkan di perusahaan tempatnya juga tempat Riki bekerja, dan selama itu Aldi kerap kali melaporkan apa yang ia ketahui kepada Vanessa juga mas Arya. Seperti halnya saat ini dimana mereka kembali bertemu dengan sembunyi-sembunyi agar tak ketahuan orang.
"Apa informasi terbaru yang berhasil kau dapat ?". Setelah mereka bertiga duduk, mas Arya sudah tak sabar dan langsung menanyakan bagaimana kelanjutan rencana ini kepada Riki, bahkan nampaknya mas Arya lebih antusias dibandingkan dengan Vanessa.
"Seperti yang kucurigai sebelumnya, ternyata memang Riki korupsi dan menyalahgunakan wewenang yang ia punyai, jadi kita tidak perlu repot memfitnahnya". Jelasnya.
Senyuman mengembang di bibir Mas Arya sekaligus Vanessa, namun ia masih mempunyai pertanyaan akan informasi yang Aldi baru saja sampaikan. "Tapi kenapa Riki korupsi namun tidak ada yang menyadarinya ?".
"Karena Riki korupsi tidak sendirian, ada 2 nama lagi yang bekerjasama denga Riki sehingga pembukuan bisa diubah tanpa ada yang curiga". Jelasnya lagi, membuat Vanessa geram lantaran tak hanya Rik tapi juga ada tikus berdasi lain yang yang menggerogoti uang perusahaan.
Memang itu bukanlah perusahaan miliknya, tapi ia sudah memperlakukan mama dan papa Vanessa yang asli sebagai keluarga dan akan menjaga apa yang sedang ia miliki saat ini, apalagi jika orang jahat seperti Riki turut menghancurkan kebahagiannya.
"Memang benar, yang namanya korupsi tidak bisa di lakukan oleh satu orang saja, karena pasti akan cepat ketahuan, Aldi segera laksanakan rencana selanjutnya kirim Riki ke penjara". Perintah mas Arya untuk menjalankan rencana selanjutnya, ia tak ingin membuang waktu, apalagi jika sudah menemukan titik lemah Riki hingga bisa mengirim lelaki itu ke penjara.
"Baik tuan segera saya laksanakan".
******
Satu perusahaan telah di hebohkan dengan kedatangan beberapa polisi yang telah memborgol 3 orang koruptor di sana. Bahkan salah satu diantaranya adalah seorang direktur keuangan yang harusnya mengemban tugas dengan baik, tapi nyatanya malah sebaliknya.
"Kalian salah sangka, aku tidak pernah melakukan tindak kriminal". Sangkal Riki begitu juga yang lainnya saat tangan mereka di borgol dengan paksa akibat berusaha melawan.
Bahkan mereka sudah menjadi tontonan karyawan yang lain hingga aktivitas berhenti untuk melihat pemandangan layaknya acara berita kriminalitas secara lansung, bahkan ada beberapa yang memfoto dan mempostingnya di akun media sosial masing-masing.
"Saya harap jangan ada yang mempublikasikan ini di internet, jika ada maka saya tak akan segan memberikan sanksi". Papanya Vanessa memberikan ancaman, karena kalau sampai berita buruk kantor mempengaruhi opini publik maka akan berisiko terhadap perusahaan dan juga harga saham.
Setelah ancaman itu di berikan maka tak ada yang berani lagi mengeluarkan hp dan beberapa diantanya malah menunduk, takut akan mendapatkan sanksi paling berat yaitu pemecatan.
Seperti halnya yang lain, Vanessa juga tak mau ketinggalan melihat penderitaan Riki yang tengah di borgol oleh polisi bahkan ia sangat menikmati adegan itu dan tersenyum puas dalam hati. "Sekarang pergilah ke tempatmu yang seharusnya, semoga kau menderita di penjara Riki". Gumamnya dalam hati.
Riki tak sengaja melihat Vanesa yang berdiri di sana sama seperti yang lainnya sedang melihat keadaan disini. Ia pun mendekat hendak meminta bantuan agar Vanesaa mau membantunya walau polisi masih menahannya agar tak kabur. "Vanessa sayang tolong aku mereka salah faham, dan salah menangkap orang tolong bantu dan bebaskan aku".
Vanessa tersenyum dalam hati akan sifat Riki yang terdengar naif meminta bantuannya, andaikan Riki tau jika dirinya adalah Adelia tentu saja Riki pasti tak akan mau meminta bantuannya dan malah akan lari ketakutan karena orang yang ia bunuh masih hidup.
"Maaf tapi apa kita kenal ? Karena aku merasa kita tidak pernah kenal sebelumnya". Ujarnya dengan santai seolah ia benar-benar lupa ingatan.
Perkataan Vanessa layaknya pukulan telak bagi Riki, bahkan bahunya serasa merosot mendengar itu semua. Ia berkali-kali berusaha lepas namun semakin ia melawan maka polisi akan semakin keras juga menahannya.
"Lepaskan aku lepaskan". Itulah penggalan teriakan Riki sebelum lelaki itu masuk ke dalam mobil polisi dan di giring ke penjara bersama dengan 2 orang lainnya yang bekerja sama dengan Riki mengambil uang perusahaan yang harusnya bukan hak mereka.
Keserakahan dan juga nafsu telah membutakan hati dan juga fikiran orang hingga menbuat mereka lupa akan kenikmatan dan juga kebahagiaan yang seharusnya mereka dapatnya. Semakin mereka menginginkan untuk mempunyai lebih maka keinginan dan nafsu itu akan menjerumuskan ke dalam lubang kejahatan.
Vanessa yang melihat Aldi dari kejauhan hanya bisa mengucapkan terima kasih tanpa suara, jika bukan karena Aldi maka ia pasti akan sulit mengirim Riki ke penjara, meskipun kasus pembunuhannya telah sulit untuk di gali dengan bukti yang semakin lama semakin lemah.
******
Vanessa senang sekali karena salah satu musuh yang selama ini selalu menganggu hidupnya telah hilang satu, dan tinggal satu lagi yaitu kakanya. Memang kali ini akan sulit mengingat kakanya adalah salah satu dari bagian keluarganya.
Namun ia masih sulit menyangka kalau kakanya sendiri akan berbuat hal tega kepadanya. Vanessa buru-buru menyingkirkan rasa sedih karena hari ini ia ingin berbahagia dan mengajak mas Arya turut dalam kebahagiannya.
Vanessa telah sampai di depan sebuah kafe yang tak terlau besar namun cukup ramai karena terkenal dengan menunya yang enak dan pastinya tak mengecewakan, ia berfikir untuk mentraktir mas Arya.
Namun saat hendak menanyakan di mana keberadaan mas Arya agar bisa mengetahui lokasi lelaki itu, Vanessa dikejutkan dengan Aldi yang tengah berjalan saling merangkul dengan seorang wanita yang amat ia kenali.
"Tidak itu pasti bukan Aldi". Vanessa menepis semua kenyataan yang tak ingin ia percayai karena semua terlalu menyakitkan apabila terulang hal yang sama, ia tak sanggup lagi di hianati dan juga tak sanggup lagi melihat ini semua.
Saat mereka bergandengan tangan dan kini malah semakin merangkul rasanya Vanesa ingin kesana dan melemparkan batu bata agar tautan gangan itu segera terlepas. Bagaimana bisa lelaki yang ia percayai malah menghianatinya seperti ini.
Karena yang saat ini Vaness lihat adalah Aldi dan juga Alena kakanya Adelia.
aldikn gak tau
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi