NovelToon NovelToon
JIWA MAFIA DI TUBUH GADIS TERHINA

JIWA MAFIA DI TUBUH GADIS TERHINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25

Zerrin Atalea Felix seorang gadis mafia yang meninggal dunia lalu berpindah jiwa atau biasa di sebut bertransmigrasi ke tubuh Claudia Ramirez seorang gadis kaya tapi begitu di benci oleh saudara kandung nya sendiri, hanya kedua orang tua nya lah yang menyayangi nya.. Claudia yang selalu di anggap sebagai pembully di sekolah nya, padahal kenyataan nya selama ini dia hanya selalu di jadikan kambing hitam oleh seorang yang iri pada nya. Kesalahan pahaman ini lah yang membuat Claudia akhir nya di benci secara berlebihan oleh kedua abang dan lelaki yang sudah dia cintai sejak lama beserta anggota genk nya yang merupakan anggota most wanted di kampus. Kelompok para cowok-cowok kaya, keren dan populer di kawasan sekolah.
Bagaimana kisah jiwa Zerin yang berada di tubuh Claudia selanjutnya, ikuti terus kisahnya ya 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Penangkapan dan Rahasia di Balik Pengkhianatan

Semakin Marco merasa terancam, semakin ia bertindak ceroboh. Rasa curiganya yang memuncak membuatnya tidak lagi berpikir panjang, dan justru membuka celah yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Zerrin dan sekutunya.

Melalui jaringan yang telah disusun diam-diam, Zerrin mendapatkan informasi bahwa Marco akan bertemu dengan pemimpin klan saingan , Klan Garuda , di sebuah vila terpencil di tepi pantai, dua malam ke depan. Pertemuan itu akan membahas perjanjian kerjasama yang sangat merugikan: Marco akan menyerahkan kendali atas tiga pelabuhan utama milik Klan Felix, sebagai ganti dukungan militer dan uang untuk memperkuat posisinya melawan ancaman dalam klan sendiri.

“Dia benar-benar berani menjual aset yang telah dibangun selama tiga generasi hanya untuk menyelamatkan kulitnya sendiri,” gumam Zerrin dengan nada dingin saat membaca laporan itu. “Ini adalah kesempatan terbaik untuk menjebaknya sekaligus membuktikan kepada semua orang betapa rendahnya dia sebenarnya.”

Ia segera menyusun rencana yang terperinci. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Jika gagal, Marco akan semakin berhati-hati dan bahkan bisa membunuh semua orang yang dicurigainya.

“Tuan Han, Karim, dan yang lainnya dengarkan baik-baik perintahku,” kata Zerrin saat pertemuan rahasia. “Kita tidak akan menyerang secara membabi buta. Kita akan membuatnya terjebak dalam perbuatannya sendiri, sehingga saat dia tertangkap, tidak ada satu pun yang bisa membela atau meragukan kesalahannya.”

Malam yang ditunggu pun tiba. Langit gelap tanpa cahaya bulan, hanya suara ombak yang memecah di bibir pantai. Di dalam vila yang dijaga ketat oleh pasukan pribadi Marco, suasana terasa tegang namun tenang. Marco duduk di ruang tengah, menunggu kedatangan tamunya dengan segelas minuman keras di tangan. Wajahnya terlihat lelah, matanya selalu melirik ke sekeliling seolah takut ada mata yang mengawasi.

“Tenang saja, Tuan Marco. Tempat ini aman. Tidak ada yang tahu kita ada di sini,” ujar salah satu pengawalnya mencoba menenangkan.

Namun Marco hanya menggeleng. “Aku merasa ada yang salah. Seolah ada sesuatu yang mengawasiku dari kegelapan… sama seperti perasaan yang aku rasakan malam itu, saat aku membunuh Zerrin.”

Belum sempat ia melanjutkan, suara mobil terdengar mendekat. Pemimpin Klan Garuda beserta pengawalnya tiba. Pertemuan pun dimulai, dan pembicaraan segera beralih ke isi perjanjian.

“Kau menyerahkan pelabuhan Utara, Barat, dan Tengah kepadaku, maka aku akan mengirimkan lima puluh orang pasukan terbaik untuk menjaga wilayahmu dan menekan mereka yang berani memberontak,” kata pemimpin klan saingan itu dengan nada percaya diri. “Selain itu, aku akan memberimu sejumlah uang yang cukup untuk memperkuat posisimu di dalam klan.”

Marco tersenyum tipis, lalu mengangguk setuju. “Baiklah. Kita tandatangani perjanjian ini malam ini juga. Dengan begitu, aku tidak perlu lagi merasa terancam oleh bayang-bayang masa lalu dan orang-orang yang tidak puas.”

Namun tepat saat mereka akan menandatangani dokumen itu, lampu di seluruh ruangan tiba-tiba padam seketika, digantikan oleh cahaya sorot yang menyilaukan dari luar jendela. Suara langkah kaki yang banyak terdengar mendekat dengan cepat, disertai teriakan peringatan dari penjaga di luar.

“Serangan! Ada orang yang masuk!”

Dalam hitungan menit, seluruh vila dikepung. Pasukan yang setia kepada Zerrin, yang menyamar sebagai kelompok keamanan biasa, telah masuk tanpa perlawanan berkat bantuan dari dalam yang membuka jalan masuk.

Pintu ruang pertemuan terbuka lebar, dan di ambang pintu berdiri sosok Claudia , Zerrin dengan tatapan yang sedingin es, diikuti oleh Tuan Han, Karim, dan para kepala kelompok lainnya yang kini sudah mengakui kepemimpinannya.

Melihat kedatangan mereka, wajah Marco berubah pucat pasi. Ia berdiri tergesa-gesa, mencoba meraih senjata yang tersembunyi di pinggangnya, namun dua orang sudah lebih dulu melangkah dan menahannya dengan kuat.

“Lepaskan aku! Siapa yang berani melakukan ini?!” teriak Marco dengan suara gemetar, berusaha tetap terlihat berwibawa meski tubuhnya sudah terguncang. “Ini adalah urusan internal klan! Kalian tidak punya hak untuk mengganggu!”

Zerrin melangkah masuk perlahan, matanya tidak lepas menatap wajah pria yang pernah menjadi tangan kanannya terpercaya itu. Ia berhenti tepat di hadapan Marco, menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan yang membuat Marco merasa seolah sedang dihadapi oleh hantu dari masa lalunya.

“Tidak punya hak?” tanya Zerrin dengan suara rendah namun menggema ke seluruh ruangan. “Siapa yang lebih berhak selain pemimpin yang sebenarnya? Marco Vareza, kau telah mencuri takhta, membunuh pemimpinmu sendiri, dan sekarang berani menjual harta warisan klan ini kepada musuh kita sendiri. Apakah menurutmu hal itu masih berhak kau sebut urusan internal?”

Mendengar kata-kata itu, Marco tertegun. Ia menatap gadis muda di depannya dengan pandangan bingung dan ketakutan yang semakin besar. “Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau tahu semua ini? Dan kenapa… kenapa tatapanmu persis seperti dia?”

“Karena aku adalah dia,” jawab Zerrin tegas. “Aku adalah Zerrin Atalea Felix , orang yang kau tusuk dari belakang dua tahun lalu, orang yang kau kira sudah mati dan dikuburkan di dalam tanah. Jiwaku tidak mati, Marco. Aku hanya terbangun dalam tubuh yang berbeda, dan kini kembali untuk menuntut apa yang telah kau rampas, serta jawaban atas pengkhianatanmu.”

Pengakuan itu membuat semua orang di ruangan itu tertegun, termasuk pemimpin klan saingan yang kini hanya diam melihat kejadian yang tidak terduga. Namun Marco hanya tertawa hambar, meski suaranya terdengar penuh kepanikan.

“Omong kosong! Itu hanya cerita gila! Zerrin sudah mati, dan tidak ada yang bisa membuktikan hal mengada-ada seperti itu!”

“Apakah kau yakin?” tanya Zerrin sambil mengangkat tangannya sedikit. “Kita tidak perlu membuktikannya lagi saat ini. Yang jelas, semua bukti perjanjian pengkhianatan ini sudah ada, dan semua orang yang hadir di sini melihatnya dengan mata kepala sendiri. Tapi sebelum kau dihukum sesuai hukum klan, aku ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri , mengapa kau melakukannya? Apa alasanmu membunuh orang yang memberimu segalanya?”

Marco terdiam sejenak, napasnya memburu. Ia melihat sekeliling, menyadari bahwa ia sudah terjebak dan tidak ada jalan keluar lagi. Semua pasukannya sudah dikalahkan atau menyerah, dan tidak ada satu pun yang berani membela dirinya. Akhirnya, rasa takut berubah menjadi kemarahan yang meledak-ledak, dan ia berteriak lantang, mengungkapkan semuanya tanpa lagi menahan diri.

“Baiklah! Jika kau ingin tahu alasannya, maka dengarkanlah!” teriak Marco dengan mata melotot. “Aku membencimu! Sejak hari pertama kau menjadi pemimpin, aku selalu berada di bawah bayang-bayangmu! Aku bekerja keras selama puluhan tahun, melakukan tugas kotor, mempertaruhkan nyawa, dan apa yang aku dapatkan? Hanya pujian dan posisi yang terbatas! Kau selalu memandangku sebagai bawahan, bukan sebagai rekan yang setara!”

Ia menelan ludah, lalu melanjutkan dengan suara yang semakin tinggi, penuh dendam yang terpendam selama bertahun-tahun.

“Kau terlalu adil, terlalu lembut, terlalu berpikir panjang! Dunia ini berjalan dengan kekuasaan dan uang, bukan dengan aturan dan keadilan yang kau buat! Saat aku melihat bahwa posisimu tidak akan pernah tergoyahkan, saat aku sadar bahwa aku tidak akan pernah bisa melampauimu selama kau masih hidup… maka aku memutuskan untuk mengambilnya sendiri! Aku bekerja sama dengan klan saingan, menyusun rencana, dan pada malam itu… aku menusukmu tepat di jantung, memastikan kau tidak bisa bangkit lagi!”

Marco tertawa sinis, namun air mata ketakutan mulai mengalir di wajahnya. “Aku pikir dengan membunuhmu, aku bisa menjadi pemimpin yang lebih kuat, yang bisa menguasai segalanya tanpa aturan yang membatasi. Tapi ternyata… aku salah. Setiap hari aku duduk di kursi itu, aku selalu merasa takut, selalu merasa diawasi. Kekuasaan yang aku dapatkan dengan cara mencuri itu terasa seperti beban yang semakin berat, bukan kebahagiaan!”

Setiap kata yang keluar dari mulutnya menjadi bukti yang paling kuat. Semua orang yang hadir mendengarnya dengan jelas , pengakuan langsung bahwa ia telah membunuh Zerrin, mengkhianati klan, dan menjalin kerjasama dengan musuh.

Suasana menjadi hening seketika. Tidak ada yang berbicara, namun pandangan mata semua orang kini penuh rasa jijik dan marah. Mereka akhirnya tahu alasan sesungguhnya di balik perubahan kepemimpinan dan kekacauan yang terjadi selama dua tahun terakhir.

Zerrin menatapnya dengan pandangan datar, tanpa rasa marah yang meledak-ledak, namun justru ketenangan itulah yang membuat Marco semakin merasa kecil dan hancur.

“Jadi semua itu hanya karena rasa iri dan ambisi yang tidak terkontrol,” ujar Zerrin pelan. “Kau salah mengira bahwa keadilan adalah kelemahan, dan aturan adalah pembatas. Kau tidak mengerti bahwa kekuasaan sejati bukanlah tentang menindas atau mengambil apa yang bukan milikmu, melainkan tentang menjaga dan melindungi mereka yang berada di bawah naunganmu.”

Ia memberi isyarat, dan dua orang yang menahan Marco segera membawanya berlutut di lantai. “Sesuai hukum klan, pengkhianatan dan pembunuhan terhadap pemimpin dihukum dengan pencabutan segala hak dan pengasingan seumur hidup, atau kematian jika dianggap perlu. Namun karena kau telah menjual aset klan kepada musuh, hukumannya tidak bisa ditawar lagi.”

Sementara itu, pemimpin Klan Garuda yang melihat semuanya menyadari bahwa posisinya sudah tidak menguntungkan lagi. Ia segera mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. “Ini urusan internal kalian. Aku tidak ada hubungannya lagi. Kami akan pergi sekarang dan tidak akan mengganggu wilayah kalian lagi.”

Zerrin menatapnya sekilas, lalu mengangguk singkat. “Katakan pada klanmu bahwa Klan Felix kini kembali ke tangan pemimpin sejatinya. Jika kalian berani melanggar batas lagi, maka tidak akan ada perjanjian damai selanjutnya. Pergilah.”

Setelah mereka pergi, perhatian kembali tertuju pada Marco. Ia menoleh ke sekeliling, melihat tatapan penuh kebencian dari orang-orang yang dulu ia anggap sebagai bawahannya sendiri. Ia tahu, nasibnya sudah ditentukan.

Sebelum dibawa pergi, ia menoleh lagi ke arah Zerrin, dan bertanya dengan suara parau terakhirnya. “Jika benar kau adalah dia… apa yang akan kau lakukan sekarang? Membangun kembali semuanya seperti dulu?”

Zerrin mengangguk mantap. “Ya. Aku akan memperbaiki kerusakan yang kau buat, mengembalikan kepercayaan yang hilang, dan memimpin klan ini seperti yang seharusnya. Perjalanan tidak akan mudah, tapi setidaknya aku melakukannya dengan cara yang benar, bukan dengan darah dan kebohongan.”

Malam itu, keadilan akhirnya ditegakkan. Marco dibawa ke tempat pengasingan yang dijaga ketat, tidak akan pernah bisa keluar lagi selamanya. Rahasia yang terpendam selama dua tahun akhirnya terbongkar, dan kebenaran terungkap di hadapan semua orang yang berhak mengetahuinya.

Keesokan harinya, pertemuan besar diadakan di markas utama Klan Felix. Seluruh kepala kelompok dan anggota inti berkumpul, dan Tuan Han bersama para pemimpin yang telah mengakui Zerrin menyampaikan seluruh kejadian, bukti-bukti yang ada, serta pengakuan Marco sendiri.

Meskipun masih terasa mustahil bagi sebagian orang bahwa jiwa pemimpin mereka yang lama kini berada dalam tubuh gadis muda, namun bukti tindakan, kebijaksanaan, cara berpikir, serta pengakuan dari orang-orang yang paling dipercaya membuat mereka akhirnya menerima kenyataan itu.

“Tubuh bisa berubah, tapi jiwa dan kebenaran tidak akan pernah hilang,” ujar Tuan Han dengan suara lantang di hadapan ratusan orang. “Kita telah melihat sendiri bagaimana dia memecahkan masalah yang buntu, bagaimana dia menjebak pengkhianat, dan bagaimana dia bertindak demi kebaikan klan, bukan untuk kepentingan pribadi. Inilah pemimpin yang sesungguhnya.”

Satu per satu, semua orang di ruangan itu akhirnya menundukkan kepala, memberikan penghormatan tertinggi dan pengakuan resmi.

“Kami mengakui Queen Zerrin Atalea Felix sebagai pemimpin Klan Felix kembali!”

Suara itu bergema ke seluruh ruangan, menandakan berakhirnya masa kekacauan dan dimulainya babak baru. Zerrin , yang kini tetap menggunakan identitas ganda sebagai Claudia Ramirez dalam kehidupan sehari-hari ,telah berhasil merebut kembali apa yang menjadi haknya, membalas pengkhianatan, dan mengembalikan stabilitas pada klan yang sangat ia cintai.

Namun ia tahu, ini bukan akhir dari perjalanan. Ia masih harus membagi waktunya antara dua dunia yang berbeda , kehidupan sekolah dan keluarga yang damai, serta tanggung jawab besar sebagai pemimpin klan yang harus dipimpin dengan bijaksana.

Malam itu, saat ia berdiri di balkon rumahnya memandang langit malam, senyum tenang terukir di bibirnya. Beban yang selama ini terasa berat kini terangkat. Kebenaran telah menang, dan ia siap menghadapi apa pun yang akan datang selanjutnya.

“Dua kehidupan dalam satu tubuh… tantangan yang tidak biasa. Tapi selama aku tahu siapa diriku dan apa tujuanku, aku akan tetap berdiri tegak dan melangkah maju.”

**✿❀ ❀✿** To be continued **✿❀ ❀✿**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!