NovelToon NovelToon
Korban Dua Cinta

Korban Dua Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Teen / Cintapertama
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bp. Juenk

Alya yang baru tamat SMA harus menerima takdir perjodohan kakak kandungnya yang mengakibatkan Alya harus mengubur mimpi dan menerima perlakuan kasar dari Suaminya sendiri yang merupakan Pacar kakak kandungnya.
Namun takdir membawa Alya bertemu dengan Trainer Aerobik yang memiliki kepedulian melebihi kakak kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bp. Juenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak di Balik Sangkar

Hawa dingin AC kamar utama lantai dua seolah menguap, digantikan oleh kepungan hawa panas yang membakar raga dua orang manusia di atas ranjang king-size itu.

Selimut krem yang semula menutupi tubuh mereka kini telah melorot sepenuhnya, teronggok tak berdaya di ujung kasur, membiarkan kulit pualam Alya terekspos sepenuhnya di bawah temaram lampu tidur sudut ruangan.

Reza tidak lagi menahan diri. Ketika ia menyadari bahwa Alya tidak memberikan penolakan fisik dan membiarkan penyatuan itu tetap utuh, sisa-sisa keraguan di dalam kepalanya lenyap tak berbekas.

Permainan lembut yang semula terukur kini perlahan-lahan beralih ke dalam ritme yang semakin cepat, semakin dalam, dan semakin menuntut.

Setiap sentakan pinggul Reza yang kokoh mengirimkan gelombang daya dorong yang kuat, membuat tubuh mungil Alya terdorong maju dan bergoyang-goyang di atas matras empuk.

Rambut hitam panjang Alya yang tergerai berantakan ikut bergoyang seirama dengan gerakan tubuhnya, menyapu permukaan bantal putih yang mulai lembap oleh peluh halus.

Seiring dengan peningkatan tempo tersebut, tangan kanan Reza yang besar merayap maju ke bawah dada Alya, melingkari tubuh ramping istrinya dari belakang untuk mencengkeram dan memainkan bukit kembar Alya dengan remasan yang intim namun penuh kelembutan.

Alya benar-benar terpaku dalam diam. Seluruh sistem saraf di tubuhnya seolah mengalami korsleting masif.

Otaknya yang semula dipenuhi oleh strategi taktis kuliah malam dan dendam kepada Gita, kini lumpuh total oleh dominasi stimulus biologis yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

Ini adalah sensasi yang sama sekali berbeda dan baru kali ini ia rasakan di dalam hidupnya.

Tidak ada rasa sakit yang menyayat seperti malam pertama, tidak ada kehampaan yang mencekik. Yang ada hanyalah aliran rasa hangat yang sangat pekat, yang merayap dari pusat keintimannya, naik memenuhi rongga perut, hingga membuat seluruh persendiannya melunak tanpa daya.

Kenikmatan purba itu melumpuhkan benteng pertahanan mentalnya. Secara tak sadar, tangan kanan Alya yang semula menutup mulutnya rapat-rapat perlahan-lahan merenggang.

Jemarinya lemas, jatuh terkulai di atas seprai sutra. Bibirnya yang mungil dan sedikit membengkak terbuka, tidak lagi mampu membendung gemuruh di dalam dadanya.

"Mhh... ahh... Mas... Rez... ahh..."

Alya mengeluarkan suara itu. Suara lenguhan yang lirih, parau, namun sarat akan kepasrahan yang mendalam. Ia tidak lagi menolak.

Di bawah kendali insting tubuhnya yang baru terbangun, Alya mulai menikmati setiap goyangan suaminya. Tubuhnya secara otomatis mulai mengikuti ritme kenikmatan yang ia rasakan, sedikit memundurkan pinggulnya untuk menyambut setiap hunjaman lembut yang diberikan Reza, membiarkan dirinya hanyut ke dalam arus berahi yang mengalir deras di antara mereka berdua.

Permainan lembut namun intens itu berlangsung lama di dalam kesunyian fajar. Reza seolah ingin memuaskan seluruh dahaga fisiknya yang terkunci selama berminggu-minggu, mengeksplorasi setiap jengkal raga istrinya yang ranum dengan ketelatenan yang luar biasa.

Gesekan demi gesekan yang konstan dan presisi akhirnya mengantar Alya ke ambang batas daya tahan tubuhnya. Aliran hangat di perutnya mendadak bergolak hebat, meledak menjadi ribuan jarum kenikmatan yang menyengat seluruh tubuhnya.

Alya mengalami kejang-kejang kecil. Seluruh otot tubuhnya menegang kaku, jari-jari kakinya melengkung kuat di bawah kain, dan lenguhannya pecah menjadi desahan panjang yang tersendat di tenggorokan.

Ia mencapai klimaksnya yang pertama—sebuah puncak pelepasan biologis yang membuatnya lemas tak bertenaga, seolah seluruh jiwanya baru saja dicabut dari raganya.

Namun, Reza masih belum selesai. Hasratnya sendiri masih berada di titik didih, menuntut lebih banyak dari raga yang pasrah di bawahnya.

Dengan gerakan yang halus namun bertenaga, Reza membalikkan tubuh Alya hingga kini terbaring telentang di tengah ranjang.

Posisinya berubah total. Alya memejamkan matanya rapat-rapat, menolak untuk menatap langsung ke dalam manik mata suaminya. Ia memalingkan wajahnya, melihat ke arah samping, ke kegelapan sudut kamar yang mulai memudar oleh cahaya pagi yang samar.

Namun, tidak ada penolakan sama sekali dari dirinya. Kedua tangannya terhampar pasrah, terkulai lemas di samping tubuhnya di atas kasur tanpa ada niat sedikit pun untuk mendorong dada bidang Reza pergi.

Tubuhnya sepenuhnya terbuka, pasrah menerima apa pun yang akan dilakukan oleh pria yang secara sah menguasai raganya malam ini.

Reza kembali memainkan perannya dengan sangat matang. Ia menatap keindahan tubuh istrinya yang telanjang bulat di bawah temaram lampu—dada yang naik turun dengan napas memburu, perut yang rata, dan paha yang mulus.

Ia kembali menyatukan tubuh mereka, memposisikan dirinya di antara kedua kaki Alya yang terbuka lebar. Sentuhan baru dari posisi depan ini mengirimkan sensasi yang jauh lebih intens ke dalam saraf Alya.

Meskipun matanya terpejam, Alya merasakan lagi kenikmatan hebat itu merayap masuk, menggilas akal sehatnya untuk kedua kali.

Goyangan Reza yang konstan, diiringi oleh kecupan-kecupan hangat yang mendarat di ceruk leher dan tulang selangkanya, membuat Alya kembali terhanyut.

Hanya butuh waktu beberapa menit dalam posisi itu hingga tubuh Alya kembali melengkung ke atas, bergetar hebat di bawah tekanan raga Reza yang besar.

Ia kejang-kejang kembali, mencapai klimaks keduanya dengan air mata yang meleleh pelan melewati pelipisnya, menyatu dengan peluh yang membasahi bantal.

Reza, yang merasakan jepitan luar biasa dari raga istrinya yang sedang klimaks, mendadak mencapai batas pertahanannya sendiri.

Gejolak di dalam dadanya sudah tidak bisa ditahan lagi. Dengan sisa tenaga dan hasrat yang memuncak, ia merubah posisi Alya sekali lagi.

Ia membalikkan tubuh Alya hingga dalam posisi tengkurap, menunggingkan pinggul gadis itu ke atas.

Posisi ini membuat Reza benar-benar mulai memuncak di titik tertinggi. Berahinya meledak total. Dengan ritme yang sangat cepat, kasar, dan beruntun, ia menghantam bagian belakang Alya tanpa ampun.

Tangan kanannya bergerak ke depan, mencengkeram erat sekumpulan rambut hitam panjang Alya dekat pangkal kepala, lalu menariknya sedikit ke belakang untuk menstabilkan dominasinya.

Tarikan rambut itu menimbulkan rasa perih yang nyata, namun anehnya, Alya sudah tidak merasakan sakit fisik itu lagi. Rasa sakit itu telah sepenuhnya terbakar habis oleh intensitas kenikmatan yang terlalu masif yang menguasai seluruh tubuhnya.

Yang ia rasakan hanyalah pusaran berahi yang sangat pekat, sebuah candu biologis yang membuatnya justru mendambakan lebih banyak hantaman.

Seakan-akan ada rasa lapar baru yang bangkit di dalam dirinya, membuat ia ingin mendapatkan kembali klimaks yang ketiga kalinya sebelum malam ini benar-benar berakhir.

Alya mencengkeram seprai putih di bawah dadanya kuat-kuat, membiarkan suaranya keluar bebas tanpa ada lagi yang disembunyikan di dalam kamar mandi atau di bawah bantal.

Rumah besar itu saksinya, fajar yang menyembul di balik tirai saksinya, bahwa raga mereka telah melebur sepenuhnya dalam sebuah hubungan yang paling primitif.

"Ahhh... Mas Reza... cepat... ahhh... lebih... mhh..."

Hantaman Reza semakin memburu, mencapai puncaknya yang paling liar. Hingga akhirnya, dengan satu erangan dalam yang keluar dari tenggorokannya, Reza mengeluarkan semuanya.

Seluruh benih dan hasrat yang tertahan selama seminggu lebih itu ia tumpahkan sepenuhnya ke dalam rahim Alya, membiarkan denyutan pelepasan itu mengunci penyatuan mereka selama beberapa detik yang panjang di tengah keheningan pagi yang baru lahir.

Tubuh besar Reza seketika lemas, kehilangan seluruh energinya dalam sekejap. Tanpa menarik dirinya kembali dan tanpa berkata apa pun, Reza menjatuhkan tubuhnya ke depan.

Ia terkulai lemas tepat di atas punggung mulus Alya, membiarkan dada bidangnya menindih punggung istrinya yang masih gemetar sisa klimaks. Berat tubuhnya yang hangat menekan Alya, namun terasa menenangkan di tengah kelelahan yang luar biasa.

Napas mereka berdua perlahan-lahan mulai melambat, berkejaran di dalam kesunyian kamar utama. Reza memejamkan matanya yang berat, membenamkan wajahnya di antara helai rambut basah Alya di tengkuk gadis itu, dan dalam waktu kurang dari dua menit, rasa lelah yang teramat sangat membuatnya tertidur pulas dengan posisi menindih punggung istrinya seperti itu.

Alya tetap diam di bawah beban tubuh suaminya. Matanya yang bulat perlahan terbuka, menatap lurus ke arah lantai marmer di bawah ranjang tempat sobekan bajunya dulu pernah berserakan.

Cairan hangat sisa penyatuan mereka terasa meleleh pelan di pahanya, sebuah pengingat yang nyata akan apa yang baru saja terjadi.

Ia tidak menangis histeris lagi. Hatinya masih terasa hancur oleh pengkhianatan Gita dan status dirinya sebagai tumbal, namun di pagi yang remang ini, ada sebuah pemahaman baru yang dingin yang merayap di kepalanya.

Raganya mungkin telah dikuasai oleh Reza, namun jiwanya tetap menjadi miliknya sendiri.

Dengan napas yang teratur di bawah pelukan tidur suaminya, Alya memejamkan mata kembali, membiarkan dirinya ikut tertidur di dalam sangkar emas yang kini jalinan benang-benangnya mulai terasa berbeda.

1
falea sezi
cerai alya😒 ngapain sakit sendiri
La Rue
Alya mesti waspada dengan Diana ni, bahaya sepertinya.
falea sezi
kpn cerai
falea sezi
cpet buat cerai thor najis amat ampe Gita berbagi batangan reza😒
falea sezi
alya goblok🤣mending cerai sekarang lah bloon amat lu di jadiin serep cerai pergi jauh bego
Nihayatuz Zain
🦾
La Rue
ehm mencari celah dari Reza malah ketemu Diana. Tapi ini asumsiku saja, semoga saja tidak seperti apa yang terganbar diotakku 🤔🤭
uhen: mampir kk hehe ke chat story aku 😭
total 1 replies
Halwah 4g
wahhhhh...🤣🤣🤣 kecolongan q
Bp. Juenk: selamat menikmati kk
total 1 replies
M. T🌻
keren banget thor.
jangan lupa mampir yaa🤭
Bp. Juenk: siap. terimakasih
total 1 replies
Key Kastara
😍🔥✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!