NovelToon NovelToon
Fucking Boyfriend

Fucking Boyfriend

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lakuna Amerta

Hai ini karya terbaru saya, dukung saya dengan meninggalkan komentar like dan ikuti agar saya lebih semangat membuat cerita tentang hubungan Sashi yang panas dan penuh konflik.

Terimakasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lakuna Amerta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25, Merinding Rasanya

“Sashi…” panggil Agatha.

Melihat Sashi yang makan sambil melamun membuat Agatha bingung. Agatha menyingkirkan piring makannya agar lebih nyaman saat ngobrol.

Sashi yang sadar dari lamunannya, “Eh iya sorry sorry, tiba-tiba kepikiran kerjaan.”

“Eh apa kita udahin aja pertemuan kita, biar kamu bisa balik kerja,” ungkap Agatha memberi usul.

“Eh nggak usah, nggak papa kok,” jawab Sashi. “Lagian capek aja kerja terus, pengen istirahat juga kayak kamu gini.”

“Ya besok kalo dah nikah dan hamil resign aja.”

“Iya paling nanti, ah nggak tau nikah kapan…”

Sashi mulai rilex dan melupakan pikiran-pikiran buruknya tadi. Dia harus mencoba percaya dengan Rio.

“Kok kapan, emang belum ada rencana?”

“Belum sih, kita sama sekali belum ada pembahasan. Toh aku juga masih 22 kok.”

Sashi hanya menjawab apa yang ada di pikirannya, dalam benaknya ia sangat ingin menikah. Agatha yang memahami perasaan Sashi langsung mengangguk paham, lagi-lagi dia mengelus-elus perutnya itu.

“Kalo kamu, ini statusnya gimana? Udah nikah?”

Agatha mulai menghela nafasnya, ia mengangkat kepala dan dagunya. Agatha lalu mengambil es teh yang ia pesan, ia pegang sedotannya dan ia minum itu dengan pelan.

“Pacarku belum tau Sas,” ungkap Agatha.

Sashi keheranan lagi, ia bingung harus merespon apalagi. Dia mencoba mencerna perkataan Agatha, “Maksudnya?”

“Jadi sampai detik ini tu pacarku belum tahu.”

“Itu udah jalan berapa bulan?” tanya Sashi dengan nada sedikit tinggi.

“Sudah 4 bulan jalan 5 bulan.”

Entah apa yang terjadi, dan apa yang dimaksud Agatha, Sashi terus bertanya-tanya dalam hatinya. Sashi mencoba berpindah posisi, ia bangkit dan memundurkan kursinya. Ia beranjak dari duduknya dan memilih pindah di dekat Agatha duduk.

Sashi melihat Agatha bergeming, Bahkan dalam bola matanya terpancar kesedihan dan kekhawatiran.

Agatha menoleh ke arah Sashi, dengan tatapan penuh kegelisahan yang ditujukan ke Sashi. Mendadak Sashi menjadi sedikit gusar, namun ia tarik nafas dalam-dalam lalu memberanikan diri berbicara lagi.

“Trus kapan kamu mau ngomong ke pacar kamu?

Agatha memelas, ia sentuh hidungnya dan menunduk, “Nggak tau Sas.”

“Kenapa?”

“Aku takut bakal di bunuh sama dia.”

“Apa pacarmu sejahat itu?”

Sashi mulai simpatik dengan Agatha, dia tidak menyangka ternyata begini. Dia merapatkan bibirnya dan tangannya mengepal. Yang ia khawatirkan sudah hilang namun kekhawatiran baru pun muncul.

Sashi meraih tangan Agatha, ia menggenggam erat dan mengelus-elusnya. Sesekali juga ia menepuk-nepuknya dengan lembut.

Sashi paham akan posisinya, tidak mudah baginya jika itu terjadi pada dirinya. Keselamatan sang ibu dan anak lah yang utama saat ini. 

Tapi walau bagaimanapun, seharusnya seorang ayah tidak mungkin setega itu menyakiti buah hatinya. Yang berani melakukannya hanya hewan, itu dalam pikiran Sashi.

“Tapi kamu tetep harus ngasih tau pacarmu ya Tha,” ujar Sashi. “Dia harus tau tentang anakmu. Dia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya.”

“Iya sih Sas, aku pikir-pikir lagi ya nanti.”

“Kalo kamu butuh temen atau bantuan, kamu datengin aku aja.”

Senyuman sayu dan tipis Agatha tersimpul di bibirnya. Dia lalu melepaskan genggaman Sashi dan berbalik menyentuh punggung tangan Sashi.

“Ah aku takut mengganggu.”

Sashi membalas senyumannya, “Nggak kok, nggak usah khawatir. Aku selalu free kok. Dateng aja kesini atau ke apartku.”

“Oke deh Sas, thanks ya,” kata Agatha penuh haru. “Tapi jangan bilang Rio dulu ya, aku nggak enak.”

“Oh oke Tha, aku nggak akan bilang Rio. Tapi kamu beneran nggak mau balik kerja? Ini dia belum dapet pengganti lho.”

Di dalam pikiran Agatha terbesit olehnya untuk kembali, namun ia harus mengurungkan niatnya terlebih dahulu demi anaknya.

“Enggak ah, lagian kerja sama Rio tu berat. Aku mau fokus ke bayi dalam perutku aja dulu.”

Dengan hati-hati Sashi beranjak bangun dan memundurkan kursinya, Ia berdiri terlebih dahulu. Setelah itu dia memberikan senyuman termanisnya untuk menenangkan diri Agatha.

Tangan Sashi sigap memegang kedua lengan Agatha ketika wanita itu berusaha berdiri. Perut buncit yang sudah terlihat cukup besar itu terus di peganginya.

Sashi berjalan cepat menuju kasir, dia merogoh jasnya dan mengambil dompet kecil yang sering di sebut card holder. Ia lalu mengeluarkan atm berwarna hitam miliknya untuk membayar, setelah selesai ia kembali ke Agatha yang sudah menunggunya.

“Kok malah kamu yang traktir?” tanya Agatha.

“Ah nggak papa buat si jabang bayi.”

“Ya ampun, makasih banget ya Sas. Kamu udah mau nyempetin waktu dan malah traktir aku begini.”

“Ah nggak papa.”

Mereka menuruni eskalator dan menuju ke lantai 2 dimana store Sashi berada. Suasana Mall tidak begitu ramai meskipun itu hari minggu. Bahkan terlihat sekeliling lantai 2 dan 3 hanya beberapa pengunjung saja yang lalu lalang.

Sambil menuruni eskalator, mata Agatha tertuju ke arah pameran pernikahan yang diadakan di lantai dasar. Cukup padat pengunjung karena mereka mengunjungi wedding expo.

Agatha menoleh ke Sashi, “Kamu nggak nonton wedding expo?”

“Aku? Acara seperti itu sering diadain disini, jadi aku sedikit bosan,” jawabnya sambil memegangi tangan Agatha ketika turun dari eskalator, “Semalem aku sempet liat-liat cincin sih sama Rio, tapi nggak beli.”

“Kenapa?”

Agatha spontan berhenti, membuat Sashi yang lebih maju 2 langkah di depannya ikut menghentikan langkahnya.

“Aku nggak minat, Rio ngotot beliin tapi aku nggak mau.”

Alis Agatha tampak naik 1 begitu pula dengan bibirnya yang menyungging sebelah. Dia maju dan mendekat ke Sashi dan melanjutkan langkah bersama.

“Enak ya jadi kamu, aku pengen jadi kayak kamu,” cetus Agatha. “Rio kayak sayang banget sama kamu, bener-bener beruntung banget kamu disayangi Rio seperti itu.”

“Ah aku doain semoga kamu juga begitu.”

“Harus dong. Aku harus dan berhak mendapatkannya.”

Darah Sashi mengalir deras, dan ia juga merinding mendengarkan perkataan Agatha. Dalam hatinya terus bergeming, apa maksudnya?

Namun Sashi enggan untuk bertanya, dia harus membuang semua pikiran-pikiran buruk yang hanya membuatnya semakin tidak tenang.

Sashi menutup rapat mulutnya dan enggan untuk mengatakan apapun. Agatha melirik Sashi yang diam tak merespon ucapan terakhirnya tadi.

Sashi menghentikan langkahnya saat ia berhenti di depan tempat kerjanya. Sashi menggerakkan tubuhnya menghadap Agatha yang terus menerus memegang dan mengelus-elus perutnya.

“Yaudah kita pisah disini ya Tha,” ujar Sashi sambil mengelus lengan Agatha.

Agatha memberikan senyumannya, “Oh oke. Makasih ya Sas sekali lagi.”

“Oke. Kamu hati-hati dijalan.”

Dengan senyum yang terus teruari, Agatha mengangguk. Sashi masih berdiri menunggu kepergian Agatha. Agatha lalu mengarahkan langkahnya menuju eskalator menuju lantai dasar.

Sashi masih terus melihat punggung Agatha yang semakin menjauh. Bahkan dia memasukan kedua tangannya ke jasnya sambil beberapa kali menghela nafas panjang.

Saat Agatha sudah terlihat menuruni tangga pun, Sashi masih mematung disitu. Ada perasaan yang sedari tadi mengganjal baginya. Bahkan hati dan otaknya susah untuk berpikir lagi.

1
Rika Afrianti
👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
kᥲrmᥲ ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲgᥲ𝗍һᥲ ȷᥙgᥲ...
Hanisah Nisa
itulah.... tragik hukum karma....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
karma untuk Rio.... sebab.... nafsu d dulukan....
LakunaAmerta: terimakasih untuk selalu support kak :)
total 1 replies
Hanisah Nisa
karma untuk Rio dan aga.ta....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
shadow
smoga lanjut jd pasangan halal ya dawa-sashi
LakunaAmerta: selalu dukung karyaku ya kak, jangan lupa follow juga untuk mendukung aku terus menulis 🫶❤️🥰❤️
total 1 replies
Hanisah Nisa
jangan biarkan... Rio dan agama bahagia....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor..
Hanisah Nisa
dawa... sama Sashi saja.... sepertinya dawa adalah lelaki yang baik..... balas dendam kecil kecilan.... harap Rio mendapat karma......
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r.....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor....
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...... semoga ada lelaki.... yang sangat menyintai shashi secara tulus dan apa adanya.....
Hanisah Nisa
lanjut....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Hanisah Nisa
moga ada sinar kebahagiaan untuk shashi.... semangat lanjut upnya Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!