Menjadi ibu tunggal bukanlah hal yang mudah bagi Aluna, karena terlalu percaya dengan bujuk rayuan sang kekasih Aluna menyerahkan mahkotanya pada Abizar lelaki yang baru 6 bulan menjalin hubungan dengannya. Akibat perbuatan itu Aluna positif hamil di usianya yang masih 17 tahun, Aluna meminta pertanggung jawaban dari kekasihnya Abizar tapi bukan kabar baik yang Aluna dapatkan, Abizar malah tidak mau bertanggung jawab dan berkata bahwa dia belum siap jadi seorang ayah. Aluna yang sedang bingung dan kalut memutuskan untuk kembali ke rumahnya tapi sayang saat masuk ke dalam rumah Aluna malah disambut oleh tamparan dari sang ayah. Ayahnya yang murka langsung mengusir Aluna saat itu juga tapi nasib sial masih setia mengikuti Aluna diusir dari rumah, selalu berpindah tempat tinggal karena ketahuan hamil diluar nikah, belum lagi cacian dan hinaan dari masyarakat sekitar yang mengetahui Aluna hamil sebelum menikah.
Bagaimana nasib Aluna selanjutnya?
Yang penasaran terus pantengin dan baca ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Kotak bekal
Di hari keduanya bekerja Aluna masih terus berpura pura tidak mengenali Abizar dan di hari keduanya ini pula Abizar lagi lagi datang pagi pagi sekali sambil membawa bekal nasi goreng buatan tangannya sendiri
" Hai Aluna! " sapa Abizar yang sudah berdiri di depan Aluna sambil tersenyum manis
" Eh pak Abi hmm maksud Aluna pak Abizar sudah datang! ' sapa Aluna yang keceplosan memanggilnya dengan sebutan Abi
" Bodoh Aluna bodoh kenapa bisa keceplosan sih! " batin Aluna merutuki kebodohannya sendiri
" Nah tuh kan kamu mengenalku, hanya orang orang terdekatku saja yang memanggilku Abi, sedangkan orang yang baru mengenalku pasti memanggilku Abizar! "
" Aluna hanya salah bicara saja pak, lagi pula Aluna pernah mendengar pak Baizan memanggil anda dengan sebutan Abi! " sahut Aluna berbohong
" Kapan kamu mendengarnya? " Tanya Abizar yang semakin membuat Aluna merasa terpojok
" Hmm semalam pak, tapi Aluna lupa jamnya jam berapa! " jawab Aluna sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal
" Kamu masih sama seperti dulu Aluna, selalu menggaruk leher kalau sedang berbohong! " sahut Abizar lagi yang membuat Aluna semakin merutuki segala kebodohannya
" Bodoh sekali Aluna bodoh bodoh! " batin Aluna
" Ini aku bawakan kamu nasi goreng kesukaan kamu Aluna, nasi goreng pedas plus telur mata sapi buatanku sendiri dan insyaallah rasanya masih sama seperti saat kita sekolah dahulu! " ucap Abizar seraya mengeluarkan kotak bekal dari dalam tas kerjanya! "
Dahulu semasa mereka masih menjalin kasih Abizar sering sekali membawakan Aluna bekal nasi goreng pedas plus telur mata sapi buatannya sendiri dan dahulu Aluna selalu suka dan selalu memuji rasa nasi goreng buatannya
" Maaf pak tapi Aluna sudah punya bekal sendiri! " sahut Aluna menolak bekal pemberian Abizar
" Maaf pak Abizar Aluna sudah selesai dan Aluna pamit permisi dulu! " pamit Aluna lalu keluar dari ruangan Abizar sambil membawa alat kebersihannya
Tak kehabisan akal Abizar langsung saja menghubungi bagian cleaning service
" Halo selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu! " sapa bu Ira menjawab panggilan khusus dari bosnya
" Tolong kamu ke ruangan saya sekarang! " titah Abizar yang langsung memutuskan sambungan telfonnya
Tidak lama dari itu pintu ruangan kerja miliknya di ketuk dati luar
" tok. "
" tok. "
" tok. "
" Masuk! " jawab Abizar dingin dan bu Ira pun segera masuk ke dalam ruangan bosnya
" Ada yang bisa saya bantu pak? " tanya butuh Ira sopan
" Saya minta bu Ira tukar kotak bekal makanan ini dengan milik Aluna dan bawa kotak bekal Aluna kesini dan ingat jangan sampai Aluna tau" titah Abizar
Ada tanda tanya besar yang muncul di dalam pikiran bu Ira tapi bu Ira tidak berani bertanya dan hanya bisa mematuhi ucapan Abizar
" Baik pak! " kalau begitu saya permisi! " pamit bu Ira sambil membawa kotak bekal milik bosnya
Bu Ira pun segera menjalankan perintah bosnya dengan sangat hati hati dan tanpa diketahui siapapun, bu Ira berhasil menukar kotak bekalnya dan membawa kotak bekal milik Aluna ke ruangan bosnya
" tok. "
" tok. "
" tok. "
" Masuk! " sahut Abizar lagi dari dalam ruangannya
" Ini pak kotak bekal milik Aluna! " ucap bu Ira sambil menyerahkan kotak bekal Aluna
" Terimakasih bu Ira, kamu boleh pergi dan lanjutkan pekerjaanmu! "
" Baik Pak saya permisi! " pamit bu Ira sedangkan Abizar hanya diam dan tidak menjawab
Setelah bu Ira pergi Abizar segera membuka kotak bekal milik Aluna dan terlihatlah nasi putih dengan lauk Ayam goreng dan sayur capcay, karena perutnya yang keroncongan belum diisi apapun Abizar langsung memakan isi kotak bekal Aluna, dan saat suapan pertama masuk ke dalam mulutnya kedua mata Abizar lalu berbinar bahagia karena lidahnya sudah di manjakan oleh rasa nikmat dari masakan milik Aluna
" Aku gak nyangka ternyata masakan kamu bisa seenak ini Aluna! " ucap Abizar pelan lalu melanjutkan makannya hingga selesai
Selesai makan Abizar langsung menyimpan kotak bekal Aluna ke dalam tas kerjanya dan memulai harinya dengan pekerjaan yang sangat menggunung tinggi.
Saat istirahat jam makan siang Aluna dibuat kebingungan karena tidak menemukan kotak bekal miliknya di dalam tas, tapi dia malah menemukan kotak bekal lain di dalam tas miliknya, karena sudah sangat lapar Aluna langsung membawa kotak bekal itu menuju taman kantor untuk mulai menyantap makan siangnya
Saat di buka tercium aroma nasi goreng yang sangat lezat membuat perut Aluna semakin keroncongan. Aluna sudah bisa menduga ini semua pasti ulah Abizar yang sudah menukar kotak bekal miliknya
Aluna ingin mengembalikan kotak bekal itu tapi perutnya yang sudah sangat lapar tidak bisa lagi di ajak kerjasama. Akhirnya Aluna pun menyantap nasi goreng tersebut dan memori indah saat bersama Abizar dulu secara lancang langsung berputar kembali di dalam ingatannya, ingin berhenti makan tapi rasa lezat dan pedas dari nasi goreng tersebut sangat susah untuk di tolak dan rasanya masih sama seperti dulu tetap enak malah semakin bertambah enak. Aluna terus makan dan makan hingga tak terasa nasi goreng itu pun habis tak bersisa,
Sore harinya Abizar tidak ke rumah sakit karena dia sudah ada janji dengan mamanya yang bernama Widya
" Assalamu'alaikum ma! " sapa Abizar saat sudah masuk ke dalam rumah mewahnya
" Wa'alaikumsalam kamu sudah pulang Abi! " jawab Widya mamanya Abizar
" Iya ma, tumben mama meminta aku untuk pulang cepat cepat memangnya ada apa ma? " Tanya Abizar penasaran
" Mama sama papa mau mengenalkan kamu sama anak temen bisnisnya papa dia cantik loh bi! " papar Widya
" Ma harus berapa kali sih ma aku bilang, aku gak mau di jodoh jodohkan ma, aku bisa dan aku mampu memilih calon istriku sendiri gak perlu lah pake acara kayak gini segala! " ucap Abizar menolak mentah mentah keinginan orangtuanya
" Tapi mau sampai kapan kamu mencari Abi, sudah berapa tahun ini kamu selalu menolak setiap mama dan papa ingin mengenalkan seorang wanita padamu! "
" Santai dong ma, usiaku aja belum ada 25 tahun ma, aku masih muda jadi aku masih bisa santai dalam memilih calon istriku sendiri ma! "
" Tapi papa dan mama sudah tua Abi, mama dan papa sudah ingin menggendong cucu, kamu anak kami satu satunya jadi harapan papa dan mama hanya kamu Abi! " papar Widya mama Abizar
" Bahkan saat ini mama sudah memiliki cucu ma! " Batin Abizar yang masih merahasiakan tentang Aluna dan Kiara
" Ayo lah ma kasih Abi waktu satu tahun lagi saja untuk bisa mencari jodoh Abi sendiri, tapi Abi minta siapa pun nanti wanita yang akan Abi pilih mama dan papa gak boleh protes dan harus merestuinya! " pinta Abizar
"Oke mama setuju tapi kamu kamu gagal, kamu harus siap bukan hanya mama kenalkan tapi kamu harus siap mama nikahkan dengan Wanita pilihan mama dan papa! " sahut Widya mama Abizar yang sedang memberi kesepakatan
"Bagaimana deal? " Tanya Widya mengulurkan tangannya ke Abizar
" Deal! " jawab Abizar mantap menjabat ukuran tangan mamanya