NovelToon NovelToon
GADIS TARUHAN ALVARO

GADIS TARUHAN ALVARO

Status: tamat
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

Alvaro Genta Prayoga, seorang mahasiswa tajir melintir tak juga menyerah setelah ditolak oleh seorang mahasiswi cantik yang bernama Nurul Aina dan itu berkali-kali. Nurul yang hanya anak panti asuhan itu menolak karena ia ingin menyelesaikan kuliahnya tanpa embel-embel percintaan.

Tiga bulan waktu yang diminta Alvaro untuk menunggu jawaban Nurul dan saat waktu itu tiba akhirnya Nurul bersedia membalas perasaan Alvaro karena ia sudah menyelesaikan skripsinya namun justru yang ia dapatkan adalah kenyataan pahit dimana ia hanyalah gadis yang dijadikan taruhan oleh Alvaro dan teman-temannya.

Setelah kejadian penuh derai air mata, Nurul kembali ke panti asuhan dan tanpa ada yang ditutup-tutupi pada Ibu pantinya, ia menceritakan bahwa ia sudah dinodai dan juga menjadi korban kekerasan fisik.

Seperti apakah nasib Nurul kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Yang Seharusnya

Mobil Alvaro berhenti di depan studio foto tempat dimana Miranda berada. Ia melepas baju toganya yang sedari pagi masih melekat di tubuhnya dan kini ia mengenakan kaos berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Untung saja cowok itu selalu membawa pakaian cadangan dalam mobilnya. Jika tidak, maka ia masih mengenakan baju wisudanya karena saat tadi Miranda meneleponnya, ia masih berada di panti bersama Ikram dan karena mendengar suara Miranda yang menangis, ia langsung pergi dan meninggalkan Ikram sendiri.

Alvaro berjalan masuk ke ruangan dimana Miranda berada sesuai dengan si penunjuk jalan yang memang sedari tadi menunggu Alvaro di depan gedung, Hesti.

Alvaro membuka pintu ruangan dan nampaklah Miranda yang sedang sibuk dengan ponselnya namun wajahnya masih terlihat sedih.

"Randa, kamu kenapa?" tanya Alvaro sambil berjalan mendekati Miranda. "Kamu sakit atau ada yang nyakitin kamu? Tadi aku mendengar kamu nangis lho. Bilang ke aku siapa yang udah bikin kamu nangis," cecar Alvaro. Ia sangat khawatir melihat wajah Miranda.

Miranda melepas ponselnya dan langsung memeluk Alvaro. Ia memeluk cowok itu erat namun tidak membuat Alvaro sesak napas. Alvaro mengelus rambut Miranda yang kini sedang terisak. Hati Alvaro sesak mendengar tangisan Miranda.

"Are you okay, dear?" tanya Alvaro sekali lagi.

Miranda menggeleng kemudian ia melepas pelukannya. Ia menatap wajah Alvaro kemudian ia kembali terisak. Alvaro pun kembali mendekap Miranda.

Hesti yang sadar jika keduanya butuh waktu berdua pun berpamitan.

"Maaf mengganggu, tapi gue izin pamit ya. Tolong jagain Miranda buat gue," ucap Hesti.

"Hes, lu bawa mobil aja. Gue biar balik sama Alvaro," ucap Miranda setelah ia melepaskan pelukannya.

"Iya. Lu baik-baik ya. Kabari gue jika ada apa-apa. Gue selalu ada buat lu. Gue duluan ya," pamit Hesti.

Alvaro menatap wajah Miranda lekat dan tatapan terhenti pada pipi kanan Miranda yang terlihat memerah.

"Jangan bilang ini bekas tamparan," ucap Alvaro geram.

Miranda menyentuh pipinya lalu mengangguk. Hal tersebut membuat Alvaro mengepalkan kedua tangannya.

"Bilang sama aku siapa yang udah nampar kamu," pinta Alvaro, suaranya terdengar berat karena menahan amarahnya.

"Varo, bisa kita bicarakan ini di tempat lain. Aku mau pergi dari sini. Lagipula aku sudah selesai bekerja. Kamu mau 'kan anterin aku pergi?" tanya Miranda dengan suara lirih.

"Tentu saja. Ayo, kita mau kemana?"

. . .

Alvaro menutup pintu kamar hotel Miranda setelah makanan pesanannya datang. Ia melihat Miranda keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian. Kini wajah sedih itu sudah terlihat segar. Alvaro tersenyum kemudian ia mengajak Miranda untuk makan.

"Makanannya dihabisin baru kamu cerita ke aku," ucap Alvaro.

Miranda menuruti Alvaro, ia menikmati makanannya dengan lahap begitupun dengan Alvaro. Sebenarnya dari tadi Alvaro sudah sangat penasaran dengan cerita Miranda namun karena Miranda memintanya untuk jalan-jalan sambil menghilangkan rasa kesalnya, Alvaro pun menurutinya.

"Nah, karena sekarang udah makan, kamu silahkan cerita ke aku. Aku akan jadi pendengar yang baik buat kamu. Kalau kamu ada masalah, aku selalu siap membantu," ucap Alvaro sambil mengelus rambut Miranda.

Miranda merapatkan duduknya di samping Alvaro. Ia kemudian memeluk Alvaro dan kembali terisak.

"Tadi Daddy datang ke studio sama pelakor itu," ucap Miranda lirih.

Alvaro menaikkan sebelah alisnya. Ia cukup tahu tentang rumitnya hubungan antara Miranda dan orang tuanya.

"Lalu?"

Miranda pun menceritakan kejadiannya tanpa ada yang ia lewatkan hanya saja ada beberapa hal yang ia lebihkan.

"Aku nggak nyangka Daddy tega nampar aku karena membela pelakor itu. Bahkan Daddy tega memutus hubungan kami dan memilih wanita ****** itu daripada aku anak kandungnya, darah dagingnya sendiri. Daddy yang dulu nggak seperti ini, Varo. Dia sangat sayang padaku dan tidak pernah bersikap kasar. Ini semua pasti pengaruh dari pelakor itu. Dia udah buat mamiku meninggal dan sekarang dia merebut daddy dan menguasai segalanya. Aku benar-benar membencinya!" histeris Miranda dan Alvaro langsung memeluk Miranda dengan erat.

"Kamu tenang aja, masih ada aku yang selalu bersamamu. Kamu nggak sendirian," hibur Alvaro.

Alvaro marah, ia sangat geram pada sikap Brianto yang berani menampar Miranda dan yang paling tidak ia sangka, pria itu memutus hubungan dengan anaknya sendiri, anak satu-satunya yang ia punya.

"Aku sangat membenci mereka. Aku benar-benar membenci mereka. Mereka membuangku seperti mereka membuang sampah. Apa aku tidak begitu berarti di mata Daddy?" tanya Miranda masih dengan tangisannya.

"Meraka yang buta sayang. Kamu adalah harta yang paling berharga. Mereka pasti akan menyesal nanti," ucap Alvaro.

"Alvaro ...."

Miranda melepaskan pelukannya, ia menatap lekat wajah kekasihnya kemudian ia menggenggam tangan Alvaro.

"Aku pernah melihat mamiku meninggal karena dikhianati. Aku sudah merasakan sakit saat dicampakkan oleh keluargaku. Aku harap kamu nggak ngelakuin itu sama aku. Aku harap dulu, saat ini dan selamanya hanya ada aku di hati kamu. Kamu janji sama aku kalau kamu nggak akan ninggalin aku. Aku nggak mau kamu ninggalin aku dan berjanjilah untuk tidak melakukan itu. Aku harap kamu bisa jaga hati kamu untuk aku saja sampai aku menyelesaikan kontrakku, aku ingin kita segera menikah."

Deeggg ....

Alvaro bingung akan menjawab apa. Ucapan Miranda barusan mengingatkan Alvaro pada Nurul, gadis taruhannya yang kini sudah merebut hatinya bahkan membuat dirinya frustrasi karena gadis yang kini bukan lagi gadis itu menghilang tanpa jejak dari hidupnya.

"Berjanjilah untukku. Kamu nggak akan khianati aku. Nggak bakalan ada cinta yang lainnya. Selamanya hanya ada Miranda Sairah di dalam hidup Alvaro Genta Prayoga," pinta Miranda dengan suara lirih.

Dengan gemetar Alvaro mengangguk. "Aku janji nggak akan main hati sama siapapun kecuali kamu," ucap Alvaro dengan suara bergetar.

Miranda memeluk Alvaro. "Makasih sayang, aku percaya kamu."

Sekarang apa yang harus gue lakukan? Bagaimana dengan Aina? Bagaimana pula dengan Miranda? Gue harus gimana? Aina pasti nungguin gue dan gue juga nggak bisa ninggalin Miranda. Aaarrggghhhh!!!

Beberapa jam yang lalu ...

"Apa yang mau lu ceritain ke gue? Kalau lu pingin cerita tentang perasaan lu ke Aina mending lu pergi dari sini. Gue nggak ada waktu untuk itu," hardik Alvaro dan itu membuat Ikram terkekeh.

"Selain bucin, bego, lebay, gila, lu bahkan negatif thinking ya sama orang. Wah berkat siapa ini ya? Apakah berkat Gadis Taruhan Alvaro itu? Siapa namanya? Ah ya, Nurul Aina," ledek Ikram.

"Udah puas lu ngatain gue? Tapi emang yang lu katakan barusan ada benarnya," kekeh Alvaro yang baru menyadari dirinya sudah menjelma menjadi sosok seperti yang disebutkan Ikram barusan.

"Sebenarnya gue nggak ada perasaan apapun ke Nurul," ucap Ikram yang langsung ditatap oleh Alvaro.

"Maksud lu apa sih?" tanya Alvaro bingung.

"Gue ngelakuin ini semua agar lu sadar. Gue mau lu buka mata, hati dan pikiran lu. Gue yakin dari awal lu ngejar-ngejar Nurul, lu sadar nggak sadar udah jatuh cinta beneran sama dia hanya lu gengsi dan lu nggak mau memahami bahasa tubuh lu sendiri.

"Gue lihat gelagat lu waktu dekat dia dan lu benar-benar alami ke dia. Lu terlihat lebih nyaman dan hidup waktu lu bareng dia. Dan gue lihat Nurul itu gadis baik-baik yang paling pantas dampingin elu dibandingkan Miranda yang lu harapkan itu. Awalnya gue nggak setuju waktu Nandi jadiin dia bahan taruhan karena niat gue, gue pingin lu jadian beneran sama dia bukan sekadar lu mainin dan akhirnya bikin lu main hati sekaligus patah hati.

"Gue nggak benar-benar ingin merebut dia dari lu. Gue cuma mau lu sadar kalau lu itu cinta sama dia. Gue tahu waktu itu lu ngirim orang buat ngikutin gue dengan niat menolong gue dari bokap tapi orang lu malah lihat gue bareng Nurul. Dari situ gue dapat kesempatan buat nguji lu dan gue berhasil. Lu berhasil menyadari perasaan lu ke dia walaupun telat. Orangnya udah nggak disini juga. Gue, Nandi dan Kriss sebenarnya udah lama pingin lu bersatu sama Nurul. Kita bisa maksa Nurul buat jadian sama lu walaupun dia nolak nantinya. Tapi lu udah bertindak buru-buru bahkan lu nyulik gue bro. Dan lu udah hancurin Nurul sekaligus lu hancurin cinta lu ke dia."

Alvaro merasa lemas mendengar penuturan Ikram yang begitu panjang. Ia marah, kesal dan juga berterima kasih karena jika tidak begini, selamanya ia akan terbelenggu dalam gengsinya dan akan kehilangan wanita berharganya walaupun memang kenyataannya seperti itu, ia sudah kehilangan.

"Lu tahu nggak, Nurul itu udah lama naruh perasaan ke elu hanya saja dia nggak mau kalau perasaannya itu mengganggu kuliahnya. Gue nemuin dia sering diam-diam natap lu dengan tatapan penuh cinta. Dan pada saat dia tahu dirinya hanyalah bahan taruhan lu doang, gue bahkan masih melihat cinta itu di matanya. Lu tahu, dia bahkan bilang ke gue kalau dia bakalan nerima lu tapi dia masih menggunakan logikanya. Mengetahui dirinya hanya mainan tidak memudarkan perasaannya ke elu, dia memilih mundur agar hatinya tidak begitu sakit nantinya.

"Cinta lu terbalaskan, bro. Saran gue, lu cari dia dan lu minta maaf. Sekalipun dia nolak lu, lu harus terus berjuang buat dia. Cari dia bro, jangan lu tunda lagi. Gue nggak mau lu datang ke dia diwaktu yang lu udah telat banget buat berjuang. Dan gue nggak mau jika terjadi sesuatu pada Nurul akibat perbuatan lu kemarin, lu bakalan nyesal karena lu udah biarin Nurul mengandung benih lu sendirian. Gue akan selalu ada kalau lu butuh bantuan."

Alvaro tersenyum kemudian ia memeluk Ikram dengan perasaan haru.

"Thanks bro. Lu emang selalu ngertiin gue. Gue bakalan cari Nurul sampai ke ujung dunia pun walaupun gue nggak tahu ujung dunia itu dimana. Gue nggak mau dia mengalami masa sulit sendirian karena perbuatan gue. Dan kalaupun bokap nyokap nggak mau nerima dia, gue bakalan tetap pertahanin dia. Sekali lagi makasih bro. Semua berkat lu," ucap Alvaro dengan tulus.

Ponsel Alvaro berdering dan ia langsung melepaskan dekapannya dari Ikram.

Miranda? Oh ****! Gue lupa ada dia.

Mendengar Miranda yang menangis di telepon, ia langsung berpamitan pada Ikram.

"Dasar ABG labil lu. Kalau lu sampai milih Miranda, cinta nggak cinta pun gue bakalan rebut Nurul dari lu. Bakalan gue nikahin di depan lu," ucap Ikram kesal pada Alvaro.

"Silahkan kalau lu mau pindah alam!" sungut Alvaro. "Gue pamit dulu, gue harus selesaiin hubungan gue dengan Miranda dan ngejar cinta gue yang seharusnya."

Saat ini ...

Gue berniat mengakhiri dan yang ada justru gue yang terikat dalam janji ke Miranda. Aina, lu dimana?

"Sayang," panggil Miranda yang membuyarkan lamunan Alvaro.

"Ya?"

"Bagaimana kalau malam ini ... emmm, mari kita melakukan penyatuan."

1
rahmawaty
nah gtu donk xell km ikhlas aja , kn dirimu sudh ada kandidat yg cantik dan pintar
rahmawaty
suatu saat nnti klo si farah pulg smoga aja dia ga ngerusak hubungan ikram dan tara
rahmawaty
thor bahasa nurul dan varo di ganti donk jangan lu gua lu gua ga enak dngernya🤭
rahmawaty
mau donk direbutin sma cogan cogan🤭
rahmawaty
udhlah cel km ikhlasin aja nurul buat alvaro . lgian ribed nnti klo kau berhubungan sma nurul krna kluargamu tdk ada yg setuju, yg ada nnti mlah bikin sakit si nurul lagi
rahmawaty
tara jodohnya ikram nih smoga aja wkwk biar ga jomblo bae
rahmawaty
lg berantem sempet2 nya ngebayangin pose😂
rahmawaty
yaelah msih pcran aja, lgsug ajak nikah lah hrsnya, udh jd orgtua ge😂
rahmawaty
pacar pala lu peyang
Irma Eripani
Laki-laki pake otak
pempuan pake perasaan
tapi di novel ini kebalikannya.
Rika
bagus
Edwin Akbar
Luar biasa
Lya Fatih Bayan
kita udah baca novel dg0 puluhan judul novel. jadi kita bisa membandingkannya dg novel2 yg lain.. dari segi penempatan bhsnya, alur ceritanya.. jadi kita bisa membedakan mana novel yang bertelur tele nggak.. ada novel yg bikin kita mau baca lagi karena alurnya bagus dari awal cerita sampai akhir..
Lya Fatih Bayan
udah gitu pakai kata loe gw sampe udah mau jadi kakek2.. pinter buat novel tapi penempatan kata2 tidak disesuaikan.. jadi jangan salahkan nitizen protes ya. seharusnnya jadikan pelajaran untuk memperbaikinya..
Lya Fatih Bayan
Thor, berhenti pake kata loe gue.. udah pada mau tua jg.. udah nggak enak didengar.. udah pada nggak remaja lagi.. bagusan pakai kata aku kamu..
Lya Fatih Bayan
jadikan Alvaro seorang CEO dulu Thor baru pertemukan dg Aina..
Lya Fatih Bayan
kayaknya ikram yang chat Nurul..
rahmawaty: iyalahh
total 1 replies
Kikio
Luar biasa
Kikio
semakin seru
ira rodi
genta sama yani kemana.....kok gak ada...apa alvaro sdh tidak tinggal sama orangtuanya lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!