Alia dipecat secara tidak terhormat oleh direktur perusahaan tempat dia bekerja. Di fitnah mendapatkan posisi tinggi melakukan pendekatan genit dengan anak direktur perusahaan. Rekan kerjanya tidak ada yang mau membantu atau menolong sehingga itu semua menyakitkan hatinya sampai tengah malam akan kesedihannya itu datang empat pria asing ingin memanfaatkan kondisi Alia yang sedang putus asa tapi seorang pria datang untuk menolongnya. Namun, siapa sangka pria yang menolongnya itu adalah mantan pacar dan sudah mempunyai anak dari mantan istrinya lalu anak mantan pacarnya itu tiba-tiba ingin Alia menjadi pengasuhnya!
Dukung Author dengan memberikan dukungan komentar dan like-nya biar semangat update hehe
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Mochi memacu empat kakinya untuk bergerak cepat dalam air sedangkan Aileen mendorong kedua kakinya dengan memeluk erat tubuh Alia. Beruntungnya bisa mencapai daratan tapi Alia masih dalam bahaya tiba-tiba Reza datang dengan cepat langsung memeriksa kondisi Alia kemudian melakukan CPR.
"Alia bertahanlah!" teriak Reza dengan ekspresi cemas serta khawatir
Reza berhasil melakukan CPR seketika air kolam dalam tubuh Alia langsung keluar tapi tidak ada tanda-tanda Alia bangun. Memeriksa pernapasan lalu memberikan napas buatan sebanyak lima kali sampai Aileen terkejut melihat Papanya mencium Tante Alia.
Ternyata air kolam terakhir masih ada dalam tubuhnya seketika Reza miringkan tubuh Alia dan berhasil menyelamatkannya seketika perasaan lega sampai memeluk Alia sangat erat membuat Reza kembali tenang tapi kemarahannya masih berlanjut saat melihat David berada di kontrol ombak buatan.
"Sialan!" ucap David dengan nada kesal karena rencananya gagal
David langsung melarikan diri dengan Reza mengejarnya tapi dua bawahan David menghalanginya seketika terjadi baku hantam antara mereka bertiga. Dua bawahan David tidak main-main saat melayangkan pukulannya bahkan satu pukulan ketika Reza menghindarinya malah mengenai kursi kayu lalu hancur.
"Papa!" teriak Aileen sangat khawatir melihat Papanya diserang dua orang asing
Dua orang itu memiliki keterampilan petinju sehingga menyulitkan Reza yang sudah sangat fokus untuk mengejar David tapi tidak berhasil karena satu pukulan berhasil mendarat mengenai pipi kiri sampai tubuhnya terlempar. Siapa pun tidak ada yang mau menolong Reza karena dua bawahan David memiliki bentuk tubuh sangat berotot sehingga mereka menunggu polisi datang.
Aileen tidak mau diam saat melihat Papanya tergeletak di lantai, dia langsung berlari menghampirinya dengan berani melindungi Papanya memakai tubuhnya yang kecil itu sebagai perisai. Salah satu dari bawahan David tidak segan-segan melayangkan pukulan untuk menghajar anak kecil sontak kepribadian ganda dalam dirinya Reza langsung merespon dengan menahan tinju.
Cengkeraman kuat meremukkan jari-jemari bawahan David yang ingin menghajar Aileen seketika menjerit kesakitan langsung Reza manfaatkan kondisi tersebut dengan menarik tangan musuhnya lalu menghantamkan telapak tangan kirinya ke tengkorak kepala musuh sambil mendorong kuat sampai kepala musuhnya menghantam kuat ke lantai.
Menyeringai dengan tangan kanan mengepal kuat langsung menghajar kepala musuhnya sampai lantai keramik kolam renang hancur. Darah mengalir mengikuti pola keramik menuju kolam renang sampai air berubah warna semuanya terdiam melihat satu pukulan kuat itu membuat musuhnya tidak bergerak.
"Pa...pa." ucap Aileen melotot melihat tangan kanan Papanya meneteskan darah orang yang dia pukul
Tersisa satu bawahan David langsung mode petinju untuk melawan Reza tapi setiap pukulan yang dilancarkannya hanya memukul angin. Saat pukulan lurus dilayangkan seketika Reza menghindarinya dengan menyampingkan tubuh lalu memegang lengan musuhnya memakai dua tangan dengan jarak sedikit jauh mirip seperti memegang tongkat.
Reza menaikkan pahanya kemudian mematahkan siku tangan musuhnya sampai menjerit kesakitan, belum berhenti di situ karena Reza memukul wajah musuhnya sampai terbaring di lantai kemudian melancarkan pukulan berkali-kali hingga bawahan David itu berhenti bergerak dengan darah mengalir mirip seperti rekannya.
"Reza." ucap Alia dengan nada pelan melihat sadisnya Reza
Tatapan dingin tanpa peduli tatapan semua orang di sekitarnya sedang ketakutan karena Reza masih menghantam wajah bawahan David sampai datang Abbay menahan tangan Kakaknya. Menyeringai tanpa menunjukkan belas kasihan membuat Reza tertelan kemarahannya bahkan Abbay sangat tidak mengenali Kakaknya.
"Kak Reza hentikan!" ucap Abbay dengan wajah babak belur
"Ha?" tanya Reza melirik Abbay dengan tatapan melotot
Aileen tidak mau melihat Papanya menjadi pembunuh dengan berani melawan rasa takut lalu berteriak nyaring memanggil Papanya sampai Reza kembali sadar. Kepribadian ganda dalam dirinya langsung menghilang saat mendengar teriakan Aileen ketika melihat tangannya penuh darah sontak Reza sadar akan perbuatannya.
Dua bawahan David dalam keadaan sekarat tiba-tiba datang polisi bersama medis langsung mengambil ahli semuanya. Reza tidak berani melihat putrinya karena tangannya berlumuran darah tapi Aileen berlari kemudian memeluk Papanya seakan-akan tidak takut.
"Papa, Papa, Papa!" ucap Aileen sambil menangis memanggil Papanya
Reza tidak berani membalas pelukan putrinya karena akan kotor terkena darah karena Alia tidak ingin Reza dilihat dalam kondisi seperti itu pada akhirnya Aileen dibawa pergi untuk sementara menjauhi Papanya. Abbay akan mengatasi permasalahan ini dengan polisi memakai nama ayah agar semua masalah selesai.
"Semua akan baik-baik saja, Kak!" ucap Abbay sudah mengatasi polisi yang ingin menangkap Reza
"Bayy, kita sudah lama hidup mengotori kedua tangan tapi hari ini seperti pertama kalinya aku melihat kedua tanganku berlumuran tangan padahal dulu ini adalah hal biasa. Namun, aku tidak mau putriku melihat Papanya seperti ini! Sialan David ternyata dia serius ingin mencelakai keluargaku maka aku tidak akan segan-segan membunuh adikku sendiri!" ucap Reza dengan tatapan penuh kemarahan melihat telapak tangannya telah siap kembali seperti dulu
"Kita sudah tidak mempunyai pilihan lain dari dua bawahan itu saja pasti Kak Reza mengetahuinya kalau keduanya adalah elit penjaga ayah yang sudah terlatih untuk menghajar siapa pun tanpa pandang bulu. Kak David dibantu sepenuhnya oleh ayah sehingga sedikit perlawanan tidak akan menghentikan mereka malah harus melawan dengan sekuat tenaga. Kak Reza, aku akan membantumu!" ucap Abbay ikut geram melihat perilaku Kak David sudah menyakiti Alia dan keponakannya
Abbay memberikan ponsel lama Kakaknya yang sudah lama di simpan untuk saat-saat dibutuhkan kemudian Reza menelepon salah satu bawahannya.
"Ini perintah! Suruh semua anggotamu untuk memantau, lindungi, awasi dan jaga dengan nyawamu sebagai taruhannya untuk keluargaku. Aku, Reza Markel sebagai pemimpin kalian semua jangan belas kasih sama bawahan David Markel!" ucap Reza dengan nada serius
"Sudah lama kita tidur menunggu perintah darimu. Kami semua siap menjalankan tugas anda!" balas bawahannya Reza dengan setia menunggu bosnya menunjukkan taringnya kembali
Abbay juga tidak tinggal diam, dia mengirim pesan suara untuk David.
"Kak David taruhan nyawa atau tunduk? Memilih nyawa berarti melawan satu pasukan Kak Reza bersama pasukanku walaupun kamu mendapatkan bantuan ayah tapi jangan harap bisa menang! Memilih tunduk akan kami pikirkan untuk tidak membunuh Kakak karena kita bersaudara pasti ada jalannya agar tidak ada pertumpahan darah tapi Kakak harus membelot ayah! Persiapkan dirimu, Kak Reza yang ingin kamu lihat akhirnya menunjukkan dirinya jangan menyesal Kak David." ucap Abbay lalu mengirim pesan suaranya
Di sisi lain, David meninggalkan Water Park memakai mobilnya ketika mendengarkan pesan suara dari Abbay sontak senyuman puas dengan ekspresi senang tidak sabar ingin melawan Kakaknya.
"Akhirnya, akhirnya, akhirnya, akhirnya! Kak Reza yang sangat aku kagumi akhirnya menunjukkan taringnya kembali. Baiklah, aku memilih nyawa untuk melawan kembali Kak Reza dan kali ini aku tidak akan kalah seperti dulu! Mari kita mulai pertengkaran saudara ini!" balas David sambil mengirim pesan suara ke Abbay dengan nada senang
Bersambung....
Like👍 dan Coment semangat yahh ✍️ ❤️❤️❤️