Cinta pertama seharusnya indah.
Tapi milik Lay Amelty Ranza berubah jadi neraka.
Ahber Mazchar, ketua OSIS paling dingin, bilang dia cinta Lay.
Andkay, si badboy posesif, berteriak "LO HANYA MILIK GUE!"
Eskay, sahabat terbaik Ahber, tiba-tiba mendekati Lay diam-diam.
Tapi di balik senyum mereka... ada darah.
15 tahun lalu, keluarga Ahber membantai satu keluarga di Gudang B-09.
Sekarang balas dendam itu datang. Melalui cincin perak bergambar burung.
Cincin pertama: Milik Burung, si pembunuh.
Cincin kedua: Milik Nayla, adik yang pura-pura mati.
Cincin ketiga: Sekarang ada di tangan Ahber.
Di dalamnya tersimpan 3 Triliun dan rahasia yang bisa menghancurkan 2 keluarga besar.
Keluarga Mahesa dan Keluarga Dirga mengincar mereka.
Dan ada "A"... dalang yang mempermainkan semuanya dari awal.
Lay diculik. Dikhianati. Dipaksa memilih.
Sampai pesan terakhir itu masuk ke HP Ahber:
"Maaf gue salah."
Salah mencintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nila edrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 : MASA LALU
05:37 SORE
" lay maaf yah gue gak bisa antar lo pulang ortu gue nyuruh gue pulang cepat "
kata fanya kepada lay.
Lay yang dari tadi memainkan ponselnya kemudian menoleh.
" ooh iya fan gak apa-apa kok lo pulang aja duluan "
" oke gue duluan yah dadah "
Kini fanya berlari ke arah motornya sambil melambaikan tangannya ke arah lay.
Dengan sedikit kecewa lay ikut melambaikan tanganya.
" dadah.."
Saat fanya sudah pergi, lay kemudian berjalan pelan ke arah gerbang universitasnya sambil memainkan ponsel ditangannya.
" siapa yah? Bunda bisak gak yah? Tapi keknya sibuk dehh.." kata lay
" ah es batu aja kali yah? Tapi..nonya? Namanya? "
Dengan kebigunang lay menelfon bundanya.
" halo "
ucap bunda di telfon
" bunda..bunda bisa jemput lay gak? Di kampus? "
tanya lay kepada bunda.
" aduh sayang..maaf yah bunda gak bisa ini bunda kasi no nya arkanza aja yahh " ucap bunda.
" hah? Arkanza? Siapa bunda? " tanya lay
" ya ampun..nama suami aja gak tau lay,lay lay, bunda udah kirim yah no nya oke dulu sayang bunda sibuk "
kata bunda dan lansung menutup telfonnya.
" oouh namanya arkanza yah.." ucap lay
" gue telfon aja kali yah..eeh chat aja deh " ucap lay
DISISI LAIN
KANTOR ARKANZA SEDANG RAPAT PENTING
disebuah ruangan estetik dan mewah terdapat beberapa orang yang penting yang sedang rapat termasuk arkanza.
Layar besar yang menunjukkan proyek-proyek penting dari arkanza lewat laptopnya.
" nah disini kita bisa lihat bahwa tanah di prancis itu sangat luas "
Arkanza yang sibuk menjelaskan sambil memperlihatkan gambar-gambar di laptopnya serta orang-orang penting yang fokus memperhatikan tiba-tiba dikagetkan dengan notif pesan masuk di layar besar.
>no tidak dikenal
~pa arkan lo jemput gue dong di kampus
~woii ini udah mau malam loo
~arkan!
Membuat semua orang kebingunang dan bertanya-tanya.
" tuan? "
Beberapa klien penting bertanya.
Arkanza seketika benutup keras laptopnya dan berkata
" huh..kita batalkan rapat hari ini! "
" tapi tuan ini rapat miliyaran "
" saya bilang raoat di batalkan! "
Arkanza kemudian berjalan dengan penuh amarah keluar dari ruangan membuat semua orang terdiam kaku dan tidak bisa berkata apa-apa.
15 MENIT KEMUDIAN
" ya ampun..kok di gak balas sih? Ini mah udah malam.."
Lay yang dari tadi menunggu kedatangan arkanza di depan gerpang universitas sama sekali tidak datang.
" terpaksa gue jalan yah.."
Pelan-pelan lay berjalan dan akhirnya melangkahkan kaki lebih cepat.
07:12 MALAM RUANG TAMU RUMAH.
arkanza yang sedari tadi duduk di sofa menunggu kedatangan lay di depan pintu.
*klik ( pintu terbuka )
" huhh..capek juga..kaki gue kek mau patah "
Lay tiba dengan wajah yang benar-benar pucat dan nafas yang tidak teratur.
Arkanza yang menatap tajam lay ingin kini tertawa dingin dengan pelan.
" heh, "
" ?, arkanza? Lo! Lo kok gak jempht gue? "
Dengan marah lay berjalan ke arah arkanza dengan kepalan di kedua tangannya.
" kenapa? " tanya dingin arkanza
Belum sempat lay menjawab tangannya sudah ditarik arkanza ke dalam pelukannya.
" kamu,kamu itu gak pantas naik mobil saya, cantikkk "
Arkanza kini memegang dagu lay membuat lay kaget dan menatap kedua mata arkanza.
" eh, es batu lo mau ngapain? " tanya lay dengan tajam.
" es batu? " tanya balik arkanza
" iya lo es batu yang susah bangat di ajak ngobrol " jawab tegas lay
" ooh? Es batu yah " arkanza
Kini arkanza membalikkan posisinya dengan lay, lay yang duduk di sofa arkanza yang ada di atas lay.
Berusaha mendorong arkanza dari tubuhnya itu hanya membuang-buang waktu lay
" hei jahui gue lo dekat bangat arkan "
" kenapa? Saya kan suami kamu " arkanza
" su-suami? Jadi lo anggsp serius perjodohan ini? " tanya lay
" kalo iya kenapa? Harusnya kan kita melakukan hubungan suami istri bukan? "
Pertanyaan dari arkanza membuat lay terdiam kaku dan cemas.
" haha..ternyata kamu lucu juga yah jika panik "
Kemudian arkanza menarik tubuhnya berdiri dan berjalan ke arah kamar.
Lay tetap saja terpaku dan berusaha mencerna perkataan arkanza sebelumnya.
" tadi? Tadi dia bilang apa yah? "
09:30 MALAM
Lay berjalan memasuki ruangan kerja arkanza sambil membawa sebuah kue.
" Arkan lo mau coba kue buatan gue gak? Enak looh " tawar lay kepada arkanza
" taruh aja nanti saya makan " jawab arkanza
" okee "
Lay kemudian berjalan keluar ruangan.
" kue? Hm..lebih mirip..ayam? " ucap arkanza
" haha..cewek ini boleh juga yah " ucap lagi arkanza.
09:10 PAGI
" lay hari ini lo ke kampus? " tanya arkanza
" eh? Gak kok " jawab lay
" lo mau ikut gue ke kanyor gak? " tanya lagi arkanza
" wahh boleh bangat dogg " jawab lay
Kemudian lay berlari ke arah kamar.
" gue ganti baju dulu yahh tunggu" ucap lay.
Arkanza kemudian duduk di sofa menunggu kedatangan lay.
beberapa detik kemudian
" baju gue udah pas gak? " tanya lay
Kini arkanza berhenti memainkan ponselnya dan menoleh ke arah lay.
" gimana? " lay
Arkanza kemudian berjalan ke arah lay
Setelah itu ia memeluk lay dalam tubuhnya mengangkat kepala lay menatap kedua matanya.
" arka- "
Belum selesai lay berbicara aklanza kemudian menc***m bibir lay dengan lembut dan pelan.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Mereka menikmati bi**r satu sama lain dan akhirnya berhenti.
"Huhh..huh..hhu..arkanza..lo.." ucap pelan lay
" ayo sekaeang kita ke kantor " arkanza
Arkanza kini menggenggam tangan lay dan membawanya ke mobil.
1 JAM KEMUDIAN
Mereka telah sampai di kantor dan berjalan berdampingan.
" itu siapa yah? "
" karyawan baru kah? "
"Apa dia asistem baru tuan arkan? "
" mereka semua kok natap gue yah? " tanya lay kepada arkanza.
" mereka kepok " jawab arkanza
DI RUANGAN ARKANZA
CEO TUAN MUDA MHAERPIN ARKANZA ALDRIC
" woow ternyata nama lo bagus bangat arkan.."
Mata lay sedari tadi menatap papan nama di meja arkan.
" kenapa? Mau anak kita nanti pake nama saya? " tanya arkanza
" ish anak anak " oceh kecil lay
" lay saya mau rapat dulu kamu tunggu sebentar disini yahh jika butuh makan ada di ruangan itu oke? " jelas arkanza
" iya oke " jawab lay
BEBERAPA MENIT SETELAB ARKANZA PERGI RAPAT
Lay begitu bosan dan bosan
" ahaa..gue ngapain yah? Bosan juga lama-lama disini , apa gue keluar aja yah jalan-jalan? " ucap lay
" keluar dehh bosan " lay
Dan lay kemudiankeluar dari ruangan arkanza dan berjalan-jalan kesekeliling kantor lay.
Tiba-tiba saja lay berhenti melihat seseorang dihadapannya yang juga menatap lay.
" and..andkay? " ucap pelan lay
" dia? Dia andkay kan? " ucap lagi lay.
like + bunga biar semangat deh/Smile/