Berawal dari sebuah kesepakatan untuk merebut perhatian seorang pria dan setelah itu meninggalkan nya setelah berhasil mengambil hati si pria tersebut. Sinta harus terjebak dalam situasi hatinya yang mulai mencintai Edzard Prayoga, pria beristri yang sudah membuatnya mengerti akan arti cinta. Keinginan untuk menyembuhkan sang ayah, nyatanya membawa Sinta dalam situasi yang rumit, akankah Ia tetap menerima Edzard setelah kesepakatan itu selesai? Ataukah justru dirinya harus meninggalkan pria beristri yang kini telah membuatnya benar-benar jatuh cinta?
Novel author yang bertajuk Pelakor untuk kali pertama, mohon untuk bijak karena kisah ini hanya fiktif belaka 🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Melinda
Pagi itu rupanya adalah pagi yang membahagiakan untuk Sinta, sedikit demi sedikit gadis itu mulai meluluhkan hati sang mertua, setidaknya ini akan membantunya untuk mempengaruhi Ratna agar Edzard segera mungkin menceraikan Melinda.
"Baiklah! Aku berangkat dulu, tolong jaga Mama, Aku senang akhirnya Mama perlahan bisa menerima kehadiranmu, dan setelah ini Aku akan jujur kepada Mama jika Aku sudah menikahimu." ucap Edzard sembari mengusap wajah Sinta.
Sinta tersenyum dan berkata. "Iya, Mas! Secepatnya ceraikan istrimu! Dan setelah itu kita akan bersatu!"
Edzard memeluk Sinta, sementara Kailee terlihat menarik-narik ujung jas Edzard, berharap dirinya juga ikut di peluk oleh sang Daddy.
"Daddy jahat! Masa Aku nggak di peluk sih Dad?" ucap polos gadis itu. Edzard melepas pelukannya dan meraih tubuh mungil sang Putri.
"Hupp, Ah anak Daddy minta di peluk juga kayak Mbak Sinta? Tentu dong Sayang! Daddy kan sayang sama Kailee."
Edzard menggendong putrinya sekaligus memeluk nya dengan sayang. Kemudian Edzard beranjak pergi sembari membawa Kailee dalam pelukannya.
"Daaa Mbak Sinta! Nanti jangan lupa jemput Kailee, ya!" ucap gadis itu sembari melambaikan tangannya.
"Iya, Sayang! Tentu saja."
Sinta membalas lambaian tangan Kailee dan tersenyum kepadanya. Hingga akhirnya mobil Edzard keluar dari halaman luas rumah mereka.
Sinta membalikkan badannya hendak menuju ke dapur. Namun, tiba-tiba saja Melinda berdiri tepat di belakangnya, membuat gadis itu sangat terkejut.
"Nyonya Melinda! Ada yang dapat Saya bantu!" seru Sinta alih-alih menawarkan bantuan.
Melinda menyilangkan kedua tangannya, dengan tatapan yang sinis wanita itu telah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Sinta dari rumah Edzard.
"Sinta! Aku ingin kamu pergi ke swalayan, tolong belikan Aku ini!" Melinda memberikan secarik kertas berisi daftar belanjaan yang akan Ia beli. Sinta menerimanya dan segera melakukan perintah Melinda.
"Baik Nyonya!" jawabnya sembari beranjak pergi keluar rumah, Namun tiba-tiba saja Ratna memanggilnya Sinta dan menyuruh gadis itu untuk menemaninya.
"Tunggu, Sinta!"
Sinta menghentikan langkahnya saat Ratna tengah memanggil dirinya, sementara Melinda tampak terkejut melihat Ratna yang tiba-tiba menghentikan Sinta untuk pergi.
"Mama! Sinta aku suruh ke swalayan untuk membeli barang-barang kebutuhanku, kenapa Mama malah menghentikannya, ini adalah tugasnya, Ma!" ucap Melinda kepala sang mertua.
Sinta mendekati Ratna dan berkata. "Ada apa, Nyonya! Ada yang dapat Saya bantu?" tawarnya dengan tersenyum.
"Kamu temani Aku sebentar, Aku ingin kamu buatkan Aku bubur ayam!" jawab Ratna.
"Tapi Nyonya! Tadi Nyonya Melinda sedang menyuruh saya untuk ke swalayan sebentar, jadi Saya harus bagaimana, Nyonya!" ujar Sinta menjelaskan. Kemudian Ratna tampak sedang memanggil Meggy untuk menggantikan Sinta pergi ke swalayan.
"Meggy! Meggy! Cepat kemari!"
Tak berselang lama Meggy datang menghampiri Ratna dan berkata. "Ada apa Nyonya!"
"Kamu gantiin Sinta ke swalayan, Sinta! Berikan catatan itu kepada Meggy, biar dia yang belanja. Kamu tetap di sini, tidak usah kemana-mana, masak saja bubur ayam, cepat!" titah Ratna sembari menatap wajah Melinda.
Kemudian Sinta memberikan catatan itu kepada Meggy, sementara Melinda terlihat sangat kesal, usahanya untuk membuat Sinta keluar rumah jadi gagal.
"Sial! Gara-gara perempuan tua itu, rencanaku jadi gagal!" batin Melinda.
Sinta segera pergi ke dapur, sementara Meggy beranjak pergi ke swalayan untuk menggantikan Sinta.
Melinda menghampiri Ratna yang saat itu sedang duduk di kursi roda.
"Kenapa Mama sekarang lebih membela gadis Pelakor itu, Ma? Kenapa?"
"Apa maksudmu, Mel! Aku tidak mengerti!" jawabnya santai.
"Bukankah Mama sangat membenci gadis itu, dia sudah merusak hubunganku dengan Mas Edzard, Ma! Apa Mama sudah lupa?" seru Melinda.
"Sudahlah, Mel! Mama tidak mau membicarakannya ini lagi," putus Ratna sembari pergi meninggalkan Melinda. Tapi, Melinda terus memaksa Ratna untuk mengatakan, kenapa Ratna bisa berubah pikiran.
"Tunggu, Ma! Aku ingin penjelasan dari Mama, kenapa Mama melakukan itu padaku, Ma?" paksa Melinda yang terus mendesak Ratna untuk berterus terang.
"Dulu Mama sangat percaya kepadamu, Mel! Tapi setelah Aku melihat sesuatu yang ganjil darimu, saat itu Aku baru sadar kenapa Edzard sampai berselingkuh darimu, rupanya kamu juga tidak setia pada putraku." ungkap Ratna yang membuat Melinda begitu marah.
"Apa maksud Mama! Mama menuduh ku selingkuh? Begitu! Atas dasar apa Mama memfitnah ku sekeji itu, apa!" bentak Melinda dengan kasar. Wanita itu rupanya terbakar emosi, Ia meluapkannya kepada sang mertua dengan mencecar dan menghardiknya.
"Dengar, Ma! Aku menikah dengan Mas Edzard hanya karena terpaksa, jujur saja Aku sebenarnya tidak pernah berharap untuk menjadi istri seorang pria brengsek seperti Mas Edzard, semuanya ini Aku lakukan karena Aku tetap menginginkan saham besar milik Mas Edzard jatuh ke dalam genggaman ku, setelah Aku mendapatkan semuanya dari Mas Edzard, maka Aku pun akan meninggalkannya, buat apa hidup dengan laki-laki durjana seperti dia, masih untung Crisan tidak menyuruh orang untuk membunuhnya, perbuatan Mas Edzard sudah sangat memalukan keluarga besar Verdova. Harusnya Mama berterima kasih kepada ku, karena Aku mau menikah dengan Mas Edzard."
Mendengar penuturan dari menantunya, Ratna tampak memegangi dada sebelah kirinya, Ia tak menyangka jika Melinda tega melakukan hal itu kepadanya.
"Hahh ... sekarang Mama alih-alih membela gadis Pelakor itu, silahkan! Tapi, Aku tidak akan biarkan gadis itu hidup lebih lama, Aku akan segera melenyapkannya, dan setelah semuanya Aku dapatkan dari Mas Edzard. Maka, Aku tidak Sudi menjadi menantumu lagi!" hardik Melinda sembari menatap wajah sang mertua dengan tajam.
"Ka-kamu benar-benar jahat!"
Ratna tampak meringis kesakitan, jantungnya berdetak begitu cepat dan terasa begitu nyeri. Disaat yang bersamaan Sinta datang dan melihat Ratna yang terlihat kesakitan.
Sinta segera berlari menghampiri Ratna dan segera menolong wanita itu.
"Nyonya! Nyonya kenapa? Astaga Saya harus segera menghubungi dokter!" Sinta hendak berjalan menuju telepon rumah. Namun tiba-tiba saja Melinda menghadang jalannya.
"Mau kemana kamu?"
"Nyonya! Biarkan Saya menghubungi dokter, Nyonya Ratna butuh bantuan dokter, tolong minggir Nyonya!" pinta Sinta sembari memaksa pergi menuju telepon yang ada di sudut ruangan. Tapi rupanya Melinda tetap menghalangi Sinta untuk menelepon Dokter.
Sinta mencoba melawan dengan mendorong tubuh Melinda, sehingga membuat wanita itu jatuh tersungkur dan kepalanya terbentur lantai.
"Awwww ...." Melinda tampak memegang kepalanya yang terasa pusing, hingga akhirnya ia pingsan di atas lantai.
Sinta tidak mempedulikan Melinda yang sedang terjatuh, Ia segera menghubungi dokter agar segera datang untuk memeriksa kondisi Ratna.
Setelah Sinta menghubungi dokter, kemudian Ia membawa Ratna ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuh Ratna dengan pelan-pelan. Sementara Melinda tampak di bopong oleh pelayan lainnya dan membawanya ke dalam kamar.
Ratna tampak masih memegang dadanya, Ia tidak menyangka jika sang menantu yang selama ini Ia sayangi tega menikam Edzard dari belakang.
...BERSAMBUNG...
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
CURIGA SI CRISAN INI ISTRI DIMAS, PSTI INGIN BLAS DENDAM KE MELINDA.
plg ga ada ksh smpe.nikah nasib melinda sama ibu nya dan smpe anak itu laghir. dipanjangin aja gpp
sukses
semangat
mksh
mantap