Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.
Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.
Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.
"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kapal Terbang Sembilan Surga
Pelabuhan udara di luar Kota Linhai adalah tempat yang luar biasa megah.
Di sanalah kapal-kapal terbang raksasa—struktur kayu mistis yang ditenagai oleh formasi kristal energi kuno—bersandar di antara menara-menara batu tinggi yang menembus awan. Di bawah langit yang mulai meninggi, Kamar Dagang Sembilan Surga menunjukkan taring ekonominya dengan barisan kapal mewah yang siap melintasi benua.
Zhou Yu berjalan melewati dek utama kapal terbang dengan langkah konstan. Token perunggu pemberian Gu Feng terbukti sangat sakti.
Para petugas pelabuhan langsung membungkuk hormat tanpa berani menanyakan nama atau memeriksa isi barang bawaannya begitu melihat logo Kamar Dagang Sembilan Surga pada token tersebut. Nama samaran Yu Ling kini resmi terdaftar sebagai salah satu penumpang kelas atas di kabin privat lantai tiga.
Wusss!
Gemuruh pelan dari formasi kristal energi terdengar bergetar di bawah lambung kapal. Perlahan namun pasti, kapal kayu raksasa itu terangkat dari dermaga batu, membelah awan pagi, dan melesat tinggi menuju langit biru lepas.
Kota Linhai yang riuh di bawah sana perlahan mengecil hingga akhirnya lenyap di balik hamparan awan putih.
Di dalam kabin pribadinya yang tenang dan kedap suara, Zhou Yu langsung duduk bersila di atas ranjang kayu. Dia tidak berniat membuang-buang waktu sedetik pun.
Meskipun dia baru saja meremukkan seorang Tetua ranah Pendirian Fondasi Tingkat 2 dengan satu pukulan, Zhou Yu tidak membiarkan kesombongan membutakan matanya.
'Sektor luar dan kota pelabuhan kecil seperti Linhai bukanlah tolak ukur sejati,' batin Zhou Yu sambil mengalirkan energinya.
'Di wilayah ibu kota klan utama, ada para tetua inti dan paman sialanku, Zhou Gung, yang kemungkinan besar telah menyentuh atau bahkan mantap di ranah Inti Emas (Golden Core). Fondasi Hitam Sembilan Tingkat milikku memang kuat, tapi aku harus terus memantapkan energinya.'
Zhou Yu memejamkan mata, membiarkan Abyssal Qi hitam keperakan mengalir dengan sirkulasi penuh di sepanjang meridiannya yang kokoh berkat Tulang Naga Iblis. Dia memurnikan sisa-sisa energi pasca-pertempuran di gerbang kota, mengunci setiap tetes kekuatan ke dalam altar fondasi gaib di dantiannya.
Setelah beberapa jam bermeditasi, Zhou Yu memutuskan untuk keluar ke dek kapal guna mencari udara segar sekaligus mengamati situasi. Udara di ketinggian ribuan meter terasa sangat dingin dan berangin kencang, namun bagi fisik monster Zhou Yu, embusan angin itu bahkan tidak mampu membuat kulitnya merinding.
Dia berjalan mendekati pagar pembatas dek bagian belakang, menarik tudung jubah hitamnya agar tidak terlalu mencolok.
Di sudut dek yang tidak jauh darinya, tampak sekelompok kultivator muda berpakaian mewah dari klan-klan kecil sedang berkumpul sambil menikmati cawan arak mereka. Percakapan mereka yang bersemangat langsung tertangkap oleh indra pendengaran tajam Zhou Yu.
"Apakah kalian sudah mendengar? Turnamen Penerus Klan Zhou bulan depan akan menjadi acara terbesar di wilayah timur tahun ini!" ucap seorang pemuda dengan kipas lipat di tangannya.
"Tenu saja! Bukan hanya turnamennya, tapi pengumuman pertunangan Zhou Feng dengan peri Lin Xinyue dari Sekte Pedang Suci adalah magnet aslinya. Kudengar Zhou Feng baru saja menembus ranah Pendirian Fondasi Tingkat 4 di usianya yang baru dua puluh tahun! Benar-benar jenius tiada tanding."
"Hmph, dengan hilangnya mantan Pemimpin Klan Zhou setahun lalu, faksi Zhou Gung benar-benar berhasil membalikkan keadaan. Putra pertamanya, Zhou Yu yang dulu dikabarkan jenius fana itu, kabarnya sudah diasingkan ke pulau terpencil dan dibiarkan membusuk sebagai sampah."
Mendengar namanya sendiri disebut sebagai "sampah yang membusuk", ekspresi Zhou Yu di balik tudung jubahnya sama sekali tidak berubah. Sudut bibirnya hanya terangkat membentuk seringai dingin.
'Bersenang-senanglah sesuka kalian selagi bisa,' batinnya kejam.
"Kakek, lihat pemuda berjubah hitam di sana itu. Dia terasa sangat aneh," sebuah suara bisikan lembut dan jernih dari arah berlawanan tiba-tiba mengalihkan perhatian Zhou Yu.
Di sudut dek bagian depan, berdiri seorang gadis muda berusia sekitar enam belas tahun dengan pakaian gaun sutra ungu yang anggun, ditemani oleh seorang pelayan tua berambut putih yang mengenakan pakaian pelayan polos. Gadis itu menunjuk ke arah Zhou Yu dengan pandangan penasaran.
Pelayan tua itu menyipitkan matanya, menatap punggung Zhou Yu yang terbalut jubah hitam.
Di mata orang biasa, Zhou Yu terlihat seperti manusia fana tanpa fluktuasi Qi sama sekali. Namun, sang pelayan tua yang sebenarnya menyembunyikan kultivasi ranah Inti Emas (Golden Core) tingkat tinggi itu mendadak merasakan firasat buruk.
Instingnya mengatakan bahwa di dalam tubuh pemuda fana di depannya, ada sesosok monster purba yang sedang tertidur!
"Nona Muda, jangan terlalu lama menatap pemuda itu," bisik sang pelayan tua dengan nada yang sangat serius dan protektif. "Dia... sangat berbahaya. Jenis bahaya yang tidak bisa diukur dengan ranah kultivasi luar."
Gadis berbaju ungu itu terkejut mendengar penilaian setinggi itu dari kakek pelayannya yang biasanya sangat angkuh terhadap kultivator muda.
Ngenggggggg! Ngenggggggg!
Sebelum gadis itu sempat bertanya lebih lanjut, suara sirene alarm gaib dari formasi kapal terbang mendadak berbunyi dengan sangat nyaring dan memekakkan telinga!
Lampu-lampu kristal di sepanjang dek kapal langsung berkedip merah terang, menandakan situasi darurat tingkat tinggi. Kapal terbang raksasa itu mendadak berguncang hebat, membuat beberapa kultivator muda yang sedang minum arak tadi langsung terhuyung dan menjatuhkan cawan mereka.
"Gawat! Ada serangan! Kita memasuki wilayah berburu binatang buas udara!"
Seorang pramugara kapal berlari ke dek dengan wajah pucat pasi, berteriak panik ke arah para penumpang. "Semua penumpang segera kembali ke kabin masing-masing! Kita disergap oleh kawanan Burung Kondor Hitam pemakan daging tingkat tinggi!"
Auuuurrrkkk!
Dari balik gumpalan kabut awan tebal di depan kapal, terdengar suara pekikan nyaring yang menusuk gendang telinga.
Puluhan bayangan makhluk terbang raksasa dengan bentangan sayap selebar belasan meter mulai bermunculan, mengunci jalur terbang kapal dengan mata mereka yang merah kelaparan!