NovelToon NovelToon
Selir Tawanan Kaisar

Selir Tawanan Kaisar

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:237.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ciber Ara

Li Jihyun dijadikan selir sebagai tawanan kaisar Long Jian. Tapi Li Jihyun bukanlah gadis biasa melainkan reinkarnasi dari seorang pembunuh bayaran terkemuka di abad 21. Dengan ingatan di kehidupan sebelumnya dia pun berusaha bertahan hidup dan menguasai istana. Apakah Li Jihyun berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ciber Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

"Yang mulia selir agung," kepala Li Jihyun bergeser. Gadis itu mengernyitkan dahi melihat Yona datang tergopoh menghampirinya.

"Ada apa?" tanya Li Jihyun ketus. Dayang itu berhenti tepat dihadapan Li Jihyun. Napasnya terengah engah. Alis mata Li Jihyun menukik tajam.

"Menteri ... menteri ..." ucap Yona terbata bata. Dayang itu menelan ludah sebelum melanjutkan perkataannya. Dia menarik napas dan diembuskan pelan "... Pertahanan datang berkunjung. Katanya ada yang penting," ucap Yona membuat Li Jihyun segera duduk.

"Siapa katamu? Menteri pertahanan? Apa maksudmu Gong Jihon?" tanya Li Jihyun memastikan yang diangguki cepat Yona. Mata gadis itu seketika berbinar. Sudah lama dia tak bertemu dengan sahabat baik ayahnya. Dia menatap Yona dengan sumringah. "Suruh dia masuk," titahnya yang diangguki Yona lagi.

Dayang itu berbalik dan bergegas menghampiri pintu. Tak lama seorang pria tua itu memasuki kamar Li Jihyun. Suara batuknya terdengar memecah keheningan. Gadis itu menatapnya antusias. Gong Jihon berhenti dihadapan Li Jihyun dan membungkuk hormat. "Lama tak bertemu yang mulia selir agung. Bagaimana keadaan anda?" kata Gong Jihon sopan.

"Kabarku baik paman Gong," ujarnya membuat Gong Jihon mangut mangut. Dia mengusap janggutnya yang memutih. Mata Li Jihyun melirik Yona yang berdiri dibelakang Gong Jihon. "Yona siapkan teh untuk kami," titah Li Jihyun yang diangguki patuh Yona.

"Baik yang mulia," jawabnya segera meninggalkan kamar. Menyisakan Gong Jihon dan Li Jihyun berduaan.

"Duduklah paman," ujar Li Jihyun mempersilakan pria itu duduk dikursi yang sudah tersedia. Gong Jihon pun langsung duduk dan berhadapan dengan Li Jihyun. "Apakah ada yang mau paman bicarakan denganku?" tanya Li Jihyun membuat Gong Jihon terbatuk batuk lagi.

Seperti biasa Li Jihyun adalah orang yang peka. Tidak ada yang bisa menyembunyikan sesuatu di belakangnya. Dia pasti bisa mengetahuinya melalui gelagat orang yang dihadapinya. Itulah instingnya selama menjadi pembunuh bayaran dikehidupan sebelumnya. Sampai dikehidupan keduanya pun insting itu masih mengikutinya. Meski tidak setajam dulu tapi dia masih lebih hebat dari kebanyakan orang dizaman ini.

"Maafkan saya yang mulia selir agung," kepala Gong Jihon tertunduk. Hatinya diselimuti kegelisahan dan rasa bersalah. Perkataan Long Jian terus tergiang ditelinga. Membuat dia tak punya pilihan lain selain mendatangi Li Jihyun. Orang yang berkuasa di istana setelah Long Jian.

Hela napas terdengar. "Tujuan paman terlihat jelas," kata Li Jihyun membuat tubuh Gong Jihon menegang.

Sudah jelas? Apa dia mengetahui sesuatu? batin Gong Jihon mengangkat kepalanya. Mata mereka saling bertemu.

"Paman Gong tampak gugup. Berarti benar ada sesuatu, kan?" terka Li Jihyun yang diangguki lemah Gong Jihon. Gadis itu tergelak pelan. Dia menghirup udara sebanyak banyaknya.

"Maafkan saya yang mulia selir agung. Saya tak pantas meminta bantuan anda ditengah kondisi anda yang sedang tidak baik," ucap Gong Jihon dengan rasa bersalah. Kepalanya sudah tertunduk. Tak berani bertatapan dengan gadis yang seumuran cucunya. Gadis semuda itu sudah berperang politik dalam istana. Tekad dan kepandaian dalam dirinya tidak menyurutkan langkahnya untuk mundur. Dia bahkan sudah menduduki posisi selir agung dalam kurun waktu singkat.

Banyak orang mengagumi keberuntungannya. Tapi tak jarang ada orang yang menghujatnya. Namun seperti biasanya, Li Jihyun tak pernah mempedulikan mereka. Dia hanya sibuk berkutat dengan urusannya membalaskan dendam pada Long Jian.

"Katakan saja paman Gong. Sudah tugasku membantu kalian," ucap Li Jihyun dengan lembut. Air mata pria renta itu berjatuhan. Kepalanya semakin menunduk dalam.

"Yang mulia selir agung. Saya akan melakukan apapun untuk anda. Bahkan jika harus menyerahkan nyawa saya sekalipun," ucap Gong Jihon tiba tiba bersimpuh di lantai. Hal ini sedikit mengejutkan Li Jihyun. Pria yang sudah dianggap kakeknya itu sampai bersikap begitu. Berarti masalah kali ini bukanlah masalah yang mudah.

"Paman berdirilah," pinta Li Jihyun lembut.

"Tapi yang mulia ..."

"Tidak apa. Sekarang berdirilah. Paman sudah tua. Tak sepantasnya paman melakukan hal itu," bujuk Li Jihyun membuat pria renta itu kembali berdiri. "Sekarang duduklah dan ceritakan masalah paman," ucap Li Jihyun lagi. Gong Jihon duduk dengan patuh. Tangan Li Jihyun memegang tangan keriput Gong Jihon. Gong Jihon tersentak dan menatap Li Jihyun.

Gong Jihon menarik napas dan diembuskan pelan. Perasaan Gong Jihon pun langsung membaik. "Yang mulia kaisar meminta Gong Heng ikut berperang," mata Li Jihyun terbelalak saking kaget. Gong Heng adalah nama cucu Gong Jihon yang dikatakan oleh Long Jian.

"Bukankah Gong Heng sakit? Bagaimana mungkin kaisar menyuruh Gong Heng ikut berperang?" tanya Li Jihyun memastikan. Pria renta itu menghela napas lagi. Dia pun tak menduga selepas mengantarkan laporan, kaisar memberikan perintah tidak masuk akal. Bukan rahasia umum jika Gong Heng menderita penyakit yang tak bisa disembuhkan sejak kecil. Bahkan dia harus hidup didalam rumah sepanjang melewati dari tahun ke tahun. Dia juga pernah mengalami kondisi hidup maupun mati. Uang Gong Jihon pun sering hampir menipis karena obat yang diminum Gong Heng terbilang mahal. "Jika saya tidak melaksanakan perintahnya. Dia akan membantai semua penghuni rumah," ujar Gong Jihon lagi.

"Kaisar gila!" rutuk Li Jihyun dengan amarah membuncah. Tangannya sudah terkepal erat.

"Yang mulia anda sebaiknya-"

"Tidak apa paman Gong. Anda tak perlu risau. Tak ada siapapun disini. Dayang itu kusuruh menghidangkan teh," ujar Li Jihyun mengibaskan tangan santai. Sudah jelas dia yang membuat Yona bergerak pergi. Cuma dengan alasan teh. Dayang itu akan berlama lama didapur sambil memastikan teh yang bagus untuk diminum tamunya.

Gong Jihon menghela napas. "Anda tidak berubah sama sekali."

Li Jihyun berdecak sambil menyilangkan tangan didada. "Aku anggap itu pujian," ujar Li Jihyun. "Katakan padaku apa yang menganggumu paman Gong. Agar aku bisa membantumu menyelesaikannya."

"Ini memang memalukan tapi saya mohon agar anda mencabut perintah yang mulia kaisar mengenai perang ini," pinta Gong Jihon membuat Li Jihyun menghela napas pelan.

"Paman bagaimana jika aku mengantikan posisi Gong Heng," usul Li Jihyun mengejutkan Gong Jihon.

"A-Apa maksud anda yang mulia selir agung? Anda sudah gila?" protes paman Gong tergagap. Li Jihyun terkekeh.

"Apakah anda meremehkan saya menteri Gong Jihon?" tanya Li Jihyun menaikkan alis mata sebelah. Gong Jihon terdiam seketika.

Li Jihyun sejak masih kecil sudah menunjukkan bakatnya. Dimulai dari masalah politik sampai ilmu berpedang yang dia punya. Bahkan dia sudah bisa menggunakan pedang diusia yang masih terbilang muda. Diusia 10 tahun dia sudah berhasip menjatuhkan lawan yang setara prajurit istana. Tapi bakat itu hanya diketahui segelintir orang. Mereka cuma mengetahui Li Jihyun ahli dalam strategi.

"Yang mulia silakan nikmati tehnya," ucap Yona membuat mulut Gong Jihon kembali mengatup rapat. Yona dengan cekatan menghidangkan teh di atas meja yang tersedia. "Silakan diminum yang mulia dan tuan Gong," ucap Yona lagi yang diangguki Gong Jihon.

1
Baboros
Novel yang bagus. Andai saja konflik utamanya kamu menggunakan permainan pikiran dan trik bukan fisik mungkin novel ini akan lebih bagus.
orang yang hidupnya penuh dengan kekerasan seperti itu biasanya punya masa lalu yang kelam dan tidak akan mudah mencelakai orang yang di anggap mainannya karena mereka akan kesepian nantinya.
biasanya mereka akan menggunakan toko itu sebagai bahan permainan atau bahan gabut. permainan pikiran seperti novelku Mr. R 😊🥰🥰✌️✌️✌️🙏🙏🙏🙏
Baboros
gadis kecil itu sepertinya selir li di kehidupan sebelumnya, Krend
Baboros
kenapat tidak pake karakter Indo dan kawinkan dengam budaya Indo kayak Wiro Sableng, cuma karangan fiktif tapi di terima khalayak luas, Ciber 😊😅😅✌️
Sutami Andriani
👍
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
ciber ara: terimakasih kak
total 1 replies
azka aldric Pratama
MC ceweknya kurang kuat ,masih kalah Ama kaisar 😏😏😏😏
azka aldric Pratama
Thor pas flashback dunia modern GK di tulis jd bingung 🥺🤧🤧🤧
ciber ara: ah itu 😅 ad sedikit kendala waktu penulisannya
total 1 replies
azka aldric Pratama
keren MC ceweknya Badas 👏👏👏 pertahankan 👍👍👍👍
nyebelline♋❗❗❗🤪
ach.... aku penasaran sama gadis itu....
Linda Waty
berikan musuh menikmati kebahagiaan y dulu sebelum kehancuran mendatangkan...
✊ thor ❤️❤️❤️❤️❤️
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
kereeen,,, 👍👍👍
d tunggu kembali karya barunya thor,,,
semangaaat,,, 🔥🔥🔥
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐: sama2,,, 😊😊
total 2 replies
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
semangaaat,,, 🔥🔥🔥
MFay
Eng,ing,eng pembalasan akan dimulai! senang saya kalau perempuannya tangguh
ciber ara: terimakasih kak 🙏🙏
total 1 replies
up up up up
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
Crazy up up up,,,
Sitisaipul
kok nanggung sich...lagi tegang nich
Dewi
Sifat Li Jihyun yang selama ini ditahan akhirnya Terluapkan. Keji dan sadis, bayangin pembantai di keluarga Xu
up up up up
Dewi
Kena batunya kedua penjaga itu
Dewi
Musuh dalam selimut, Lien
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!