NovelToon NovelToon
Teror Mahar Mewah

Teror Mahar Mewah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Perjodohan / Balas Dendam / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Penuh dengan Misteri. 👺👺

Vivana Gadis desa berusia 21 tahun di paksa menikah dengan seorang pria kota yang baru saja bertemu dengan Ayahnya.

Hanya karena pria tersebut memberikan sebuah perkebunan yang cukup luas, Ayahnya rela menjadikan Vivana syarat pembayaran buat menikah.

Bukannya kebahagiaan di dapatkan Vivana setelah menikah. Pria yang menikahi Vivana adalah seorang Psikopat dan MAHAR MEWAH bernilai fantastis pemberian pria tersebut malah menjadi TEROR yang merenggut beberapa orang tercinta dan terdekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Pertanyaan Fanny?

🍃🍃Masjid 🍃🍃

Setelah melakukan Ibadah sholat Isya’, lanjut mengaji, kemudian masuk tausyah singkat yang selalu di bawakan oleh Pak Ustad. Aku, dan Fanny duduk di syaf belakang barisan khusus perempuan. Sedangkan Baskara dan Mas Valdi duduk di syaf barisan depan khusus pria.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.” Salam Pak Ustad kepada para jama’ah yang hadir.

“Wa’alaikumsalam warah matullahi wabaraktu.” Sahut aku dan para jama’ah lainnya menjawab salam dari Pak Ustad.

“Tidak henti-hentinya saya mengucap rasa syukur kepada Allah subahanaa wata’aala, atas izinya sekali lagi malam ini kita bisa berkumpul di dalam Masjid kita tercinta dengan keadaan sehat jasmani dan juga rohani.” Pak Ustad menatap satu-persatu jama’ah yang hadir, kemudian tatapanya terhenti kepadaku. “Malam ini saya ingin membawakan tema tausiya ‘Tentang mengingatkan seseorang yang salah jalan’, termasuk untuk diri kita sendiri.”

Pak Ustad mengarahkan jari telunjuk tangan kanan ke atas langit.

وَ مَنْ يُهَا جِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي ا لْأَ رْ ضِ مُرَ ا غَمًا كَشِيرً ا وَ سَعَةً، وَ مَنْ يَخُرْ جْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَا جِرً ا إِ لَى اللَّهِ وَ رَ سُو لِهِ شُمَّ يُدْ رِ كْهُ ا لْمَوْ تُ فَقَدْ وَ قَعَ أَ جْرُهُ عَلَى اللَّهِ، وَكَانَ اللَّهُ غَفُو رًا رَ حِيْمًا.

Bahasa Indonesia :

Waman yuhajir fee sabeeli allahi yajid fee alardi muraghaman katheeran wasAAatan, waman yakhruj min baytihi muhajiran ila Allahi warasoolihi thumma yudrikhu almawtu faqad waqAAa ajruhu AAala Allahi, wakana Allahu ghafooran raheeman.

Artinya :

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Pas Ustad meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, perlahan ia menatap satu-persatu jama’ah yang hadir. “Saudaraku! Marilah kita sama-sama meninggalkan dunia hitam, bekerja di bidang haram, dan tinggalkanlah pertemanan yang tidak sehat.” Pak Ustad menggerakkan jari telunjuk tangan kanan ke kiri/kanan. “Pak Ustad! Jika saya tidak memiliki teman dan pekerjaan buat kebutuhan makan dan kebutuhan saya untuk setiap harinya gimana? Dan saya sudah terbiasa menjalani itu semua. Misalnya ada pertanyaan yang seperti itu.

Saya akan menjawab, Anda pasti bisa meninggalkannya. Jangan takut! Jangan takut jika kita kehilangan itu semua-“ Pak Ustad mengarahkan jari telunjuknya ke atas langit. “Allah sudah mempersiapkan hal baik buat diri kita yang ingin berubah, dan Allah sudah memberikan rezekinya buat kita yang mau kembali di jalan yang lurus.”

Potong Fanny menjujung tinggi tangan kanannya. “Pak Ustad. Saya ingin bertanya.”

“Iya, silahkan anak muda.”

“Jika seseorang menikah dengan memberi mahar pernikahan dengan cara yang tidak halal itu gimana?” Tanya Fanny terlihat serius.

“Apa Baskara akan melamarmu dengan uang yang tidak halal Fan?” Sambung salah satu Ibu jama’ah memutus pertanyaan Fanny.

Fanny menggertak Ibu jama’ah. “Sewot aja. Urusin-urusan Mu.” Ketus Fanny.

“Hem.” Sahut Ibu jama’ah berdecak kesal.

Pak Ustad menggeleng. “Astaqfirullah al-azim.” Pak Ustad mengelus dadanya. “Jika kita tidak memiliki uang buat membayar Mahar Mewah, maka berikanlah calon pengantin kita Mahar yang sepantasnya. Sesuai dengan keuangan kita, tidak perlu memaksakan diri untuk memberikan lebih tapi dengan cari uang yang tidak halal. Begitu juga dengan calon pengantin wanitanya, kita tanya dulu sama calon mempelai pria, sanggup tidak dirinya untuk memberikan mahar yang kita inginkan. Jika tidak sanggup maka jangan paksa dia, supaya ujung-ujungnya tidak terkesan seperti pemaksaan.”

“Oh!” Sahut Fanny mengangguk seperti memahami maksud ucapan dari Pak Ustad. Lain di dalam hati Fanny. ‘Sebenarnya aku mengerti tentang hal ini, yang aku ingin kan itu jawaban yang lain bukan yang ini. Tapi, ya sudah lah.’ Batin Fanny merasa tidak puas.

“Berhubung sudah jam 10:30 malam, tausiyah malam ini kita akhiri dengan kalimat ‘Alhamdulillah’. Assalamalaikum waramatulahi wabaraktu.” Ucap Pak Ustad menutup perjumpaan pengajian dan tausiyah malam ini.

Seperti biasa, Fanny menahan lengan tangan kananku, mendekatkan bibirnya di daun telinga kananku. “Tunggu dulu, jangan main pulang-pulang saja, siapa tahu Pak Ustad ingin bertanya kepada kamu.” Ucap Fanny menggigit giginya sendiri.

“Iya-ia.” Sahut mengangguk.

“Eh! Kalian tidak ikutan pulang Fan?” Tanya salah satu Ibu jama’ah yang selalu ikut campur.

“Tidak. Kami mau berpacaran habis ini.” Ketus Fanny, tangan kanan melambai. “Hush! Pergi sana, jangan kepo-kepo kali, entar kerutan di wajah bertambah.”

Ibu jama’ah menaikan sudut bibir bagian atas, menghentak kaki kanan, dan melangkah pergi bersama 4 Ibu jama’ah lainnya meninggalkan Masjid.

“Astaqfirullah al-azim. Neng Fanny kenapa selalu sewot begitu dengan Ibu-ibu jama’ah yang hadir. Tidak boleh seperti itu, Neng.”

Pak Ustad sampai menggelengkan kepalanya melihat Fanny selalu ketus dan tidak pernah tersenyum kepada jama’ah wanita.

“Buat apa berpura-pura baik, padahal hati tidak suka. Mereka itu selalu mau tahu urusan orang lain, terus menghibah. Buat apa baik kepada manusia seperti mereka, gak guna.”

Pak Ustad tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku, Baskara dan Mas Valdi hanya menggeleng melihat tingkah dan sikap Fanny yang sudah biasa kami lihat, jadi sudah tak heran lagi. Pak Ustad beralih pandang kepadaku.

“Anak muda yang duduk diam di sana, bagaimana kabar kamu?” Tanya Pak Ustad.

Aku mengarahkan tangan kananku ke diriku sendiri. “Saya, Pak Ustad. Panggil saja saya, Vivana.” Ucap Vivana memperkenalkan dirinya.

“Iya, Neng Vivana apa masih terus di teror hantu wanita itu?”

Aku mengangguk. “Iya, Pak. Bukan hanya hantu wanita saja yang meneror diriku, tapi Pak tua yang kemarin jasadnya di temukan di ladang jagung di desa kita juga meneror ku.” Sahutku menambahkan teror baru yaitu Pak tua tukang kebun yang meninggal mengenaskan dan jasad nya di buang di ladang jagung tak jauh dari kediaman rumahku.

Fanny, Baskara, mas Valdi dan Pak Ustad, mengelus dada.

“Astaghfirullah al-azim.” Ucap mereka serentak.

“Kenapa kamu tidak bilang sama kami Vivana.” Sambung Fanny terdengar cemas, kedua tangan memegang kedua punggung tangan ku.

Aku mengulas senyum tipis. “Kejadiannya sore tadi Fan, aku juga tidak tahu kenapa aku di teror. Padahal aku tidak bersalah, tapi kenapa hantu-hantu itu datang menemui aku.”

“Bisa jadi Neng Vivana mengetahui semua hal tentang kematian mereka, atau pembunuhnya ada hubungannya dengan Neng Vivana. Kalau begitu Neng Vivana harus sering-sering membaca ayat kursi, dan ayat suci al-qur’an lainnya, agar hantu-hantu itu berhenti mengganggu Neng Vivana.” Sahut Pak Ustad mengingatkan aku akan terus membaca ayat suci al-qur’an agar terbebas dari teror hantu wanita dan Pak tua.

Aku menggeleng. “Saya tidak bisa menghafal dan saya buta huruf tentang ayat yang ada di dalam al-qur’an Pak Ustad.” Ucapku jujur, jujur saja aku memang tidak tahu bagaimana cara membaca ayat kita suci al-qur’an.

Fanny memukul pelan bahu kananku. “Tenang saja, aku akan menuliskan ayat suci al-qur’an ke dalam bahasa Indonesia. Selagi senggah kamu bisa membacanya.” Fanny berdiri, tangan kanan memegang pergelangan tangan kananku. “Mari kita pulang, mampir ke rumah Valdi. Ini tidak bisa di biarkan terlalu lama.”

...Bersambung.......

Terimakasih sudah mampir. 😘😍

Jika ada penulisan yang kurang rapih atau salah, mohon di mengerti.

Silahkan tinggalkan jejak, agar aku bisa kembali meninggalkan jejak di Kamu. 😘😘

1
Nengnong Ipin
horor bgt si thor
Nengnong Ipin
spertinya bara dan Santo pelakunya...sadis bgt mereka
Nengnong Ipin
sepertinya emang bara yg merampas harta janda kaya raya itu...
makanya datang terus meneror
Nengnong Ipin
kyanya hntu itu yg menyerupai s bibi
sereeeemmm
Nengnong Ipin
ayah yg dbutakan harta
Nengnong Ipin
semua masih misterius....
Nengnong Ipin
itulah akibatnya klo mnyombongkn diri
Nengnong Ipin
seneng deh SMA Fanny...
Nengnong Ipin
orang misterius LG🤔
Nengnong Ipin
kasihan vivana...jdi dia yg terus d teror
Nengnong Ipin
Fanny yg sewot...🤣
Nengnong Ipin
ayah tirikah...🤔
Nengnong Ipin
makin seru...
Nengnong Ipin
kasian vivana jdi korban
Nengnong Ipin
lanjut Thor...
Nengnong Ipin
kyanya itu kalung punya janda kembang yg meninggal
Nengnong Ipin
gregetan SM fanny
sari. trg: terimakasih sudah mampir kak, ☺️😊
total 1 replies
Nengnong Ipin
kasian vivana n Valdi cintanya terhalang mahar😞
Nengnong Ipin
lanjut kak
Rini Antika
Aku rasanya ingin pingsan dengar emas 10 kg..😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!