Kau begitu Rupawan, Kau begitu menawan, Kau yang pertama ku cinta dalam diamku, namun takkan pernah kusebut namamu dalam setiap doa di setiap sujudku.
Jangan Cintai aku
Biar aku yang mencintaimu
Jangan melihat kearahku
Biar aku yang melihat kearahmu
Aku begitu takut terluka...
Apalagi jika luka itu ku dapat darimu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dr. xiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Katakan kalau kamu Gak Cemburu
Siang Cafe "Heart"
Hh.... emang siapa sih si Hana Hartono itu sampai kamu sebegitu ekstrimnya... tanya jordan yang kini duduk dihadapan Adrika yang memangku Chandrama.
Sring...seketika Adrika menatap tajam jordan, jordan bergidik ngeri, nona nya ini memang lebih menakutkan dari pada kakek herlambang.
Hei....berhentilah menembakan laser dar' mata cantikmu.... kau bisa membunuhku karna hatiku takkan sanggup mengatasinya... ucap jordan menggoda.
Ya asisten Adrika ini adalah cucu laki-laki satu-satunya dari almarhum ajudan kakek herlambang yang berusia 4 tahun diatas Adrika dan dibesarkan sebagai penjaga Adrika sejak kecil. Pria tampan berwajah sedikit blasteran namun bahkan berdarah Jawa tulen, Pria intelek, bertinggi 189 CM, gagah, bertubuh sexy, dan begitu setia pada Adrika.
Hhh...kalau kau tak bisa mengatasinya kau mau apa??? tanya adrika cuek dan membiarkan Chandrama bermain dengan jari-jari Adrika.
Menjadikan kamu Kekasihku... goda Jordan seraya mengedipkan sebelah matanya.
Lalu bersaing dengan pria-pria tampan yang mengejar mu... hhh...kalau pun aku menjadi kekasihmu, bukankah seharusnya yang menjadi sainganku itu para wanita-wanita di sekitarmu, bukan Pria-pria tampan disekitarmu... ledek Adrika.
hhmmmm..??? bukankah itu lebih baik, dari pada menghabiskan waktumu untuk marah karna cemburu dengan kehadiran seorang wanita yang berusaha menggoda suamimu yang kelihatannya begitu sulit di raih namun ternyata begitu mudah digoda oleh wanita selevel Hana Hartono itu... ejek Jordan.
Jordan memang begitu pintar untuk menusuk hati Adrika, hingga membuat Adrika tak pernah segan menunjukan luka, tangis, marah dan bahkan racunnya dihadapan Jordan yang begitu mengenalnya itu.
Sudah ku bilang aku gak cemburu, aku hanya menyingkirkan satu alasan yang bisa membuat putraku kehilangan papanya.... ucap Adrika sambil memegangi jari-jari mungil Chandrama yang tampak anteng dipangkuannya.
Jordan pun menarik kursi tepat dihadapan Adrika.
Hei.... lihat mataku, katakan kalau kamu memang tak cemburu...ucap Jordan memegang wajah Adrika untuk menatapnya.
Adrika tak bicara, matanya bergetar, Air matanya tanpa terasa mengalir begitu saja.
Yah...Adrika cemburu, Ia marah dan .....Takut.
Jika akhirnya Jagadta bisa mengambil kesimpulan kalau Adrika pernah menaruh hati pada Anggara, Maka hanya Jordan-lah yang tahu kalau Adrika sudah lama mengisi hatinya untuk seorang Jagadta, saat 8 tahun lalu sang kakek menunjukkan dan menekankan pada Adrika kalau Jagadta adalah calon suaminya.
Adrika tetap diam, hanya mengamati dan sesekali mengetahui kabar Jagadta dari berita tv dan radio. Mengetahui Jagadta baik-baik saja dan kelihatan bahagia itu sudah lebih dari cukup untuk Adrika.
Namun, sungguh Adrika tak pernah menyangka ia harus bertatap muka untuk pertama kalinya saat Cynthia memperkenalkan Jagadta sebagai pacarnya setahun lalu.
Hancur... Bibir Adrika bahkan begitu keluh untuk mengucap selamat.
Bahkan Adrika mati-matian mengubur rasanya yang tumbuh perlahan untuk Jagadta selama 8 tahun. Apalagi saat ia tahu Jagadta begitu mencintai Cynthia, membuatnya mati-matian menolak perjodohan itu. Adrika tak mau memiliki nasib yang sama seperti mamanya, hanya memiliki status saja.
Namun jalan cerita yang allah tulis untuk Adrika begitu jelas, membuat Adrika harus berbalik arah kembali ketempat semulanya menyandang status istri sah seorang Jagadta Herlambang, sesuatu yang begitu ia impikan namun tak pernah berani ia minta di setiap doa di setiap sujud di sepertiga malamnya.
Adrika justru hanya meminta kebahagian untuk Cynthia dan Jagadta. Karna Adrika lebih memilih tak berada diantara-nya, namun allah begitu jenakanya memaksa Adrika tak bisa menolak kenyataan yang harus ia terima.