Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Api Hitam Keemasan
Di dalam gua vulkanik yang temaram, cahaya keemasan yang meledak dari tubuh Ye Xuan menerangi bebatuan yang meleleh. Hawa panas dari Dragon Qi miliknya berpadu dengan suhu kawah, menciptakan tekanan udara yang membuat napas ketiga Murid Inti itu seketika sesak.
Ma Teng menyipitkan matanya, menutupi keterkejutan yang sempat melintas.
"Ternyata kau menyembunyikan kultivasimu. Pembentukan Fondasi Awal?" Ma Teng mencibir dingin, kembali mendapatkan kepercayaan dirinya. "Pantas saja kau bisa bertingkah begitu arogan. Tapi di hadapan tingkat Menengah Puncak sepertiku, fluktuasi Qi-mu itu hanyalah nyala lilin di depan badai!"
Ma Teng memberi isyarat tangan. "Serang dia dari jarak jauh! Jangan biarkan dia mendekat. Kuras Qi-nya sampai habis!"
"Baik, Kakak Ma!"
Dua murid di sisi kiri dan kanan secara serempak menyalurkan Qi mereka ke dalam pedang. Keduanya melompat mundur, menjaga jarak, lalu mengayunkan pedang mereka ke udara.
Seni Pedang Angin Puyuh: Bilah Pemotong Angin!
Puluhan bilah angin berwarna cyan melesat membelah udara, membawa suara siulan tajam yang memekakkan telinga. Serangan ini dirancang untuk menguliti target dari segala arah tanpa memberikan kesempatan untuk menangkis.
Menghadapi badai bilah angin yang mematikan itu, Ye Xuan tidak mundur selangkah pun. Senyum iblis di wajahnya semakin lebar.
Ia memutar Tombak Besi Hitam di tangannya dengan satu gerakan pergelangan tangan yang luar biasa halus. Ia tidak lagi membuang tenaga secara membabi buta. Dengan kendali kekuatan yang telah ia latih selama tiga hari, Ye Xuan menebas ke depan dalam sudut yang presisi, menciptakan pusaran angin pertahanannya sendiri.
TRANG! KLAAANG!
Bilah-bilah angin Qi milik kedua kultivator Pembentukan Fondasi Awal itu hancur berantakan saat menyentuh sisi tumpul tombak Ye Xuan. Bahkan sebelum mereka menyadari bahwa serangan jarak jauh mereka tidak berguna, sosok Ye Xuan tiba-tiba memudar dari pandangan mereka.
"Terlalu lambat."
Bisikan dingin itu terdengar tepat di telinga murid yang berada di sebelah kiri.
"A-apa?!" Murid itu membelalakkan matanya dengan ngeri. Kecepatan Ye Xuan di bawah perlindungan Tulang Emas Primordial benar-benar setara dengan hantu!
Tanpa ampun, ujung tumpul gagang tombak Ye Xuan menghantam dada murid itu dengan gerakan menusuk yang pendek namun padat tenaga.
BAM!
Dada murid itu melesak ke dalam, tulang rusuknya hancur berkeping-keping dan menusuk jantungnya sendiri. Ia terlempar menabrak dinding gua, tewas seketika sebelum tubuhnya menyentuh tanah berbatu.
"Satu," hitung Ye Xuan santai.
"BAJINGAN!! MATI KAU!" Murid kedua di sisi kanan meraung marah bercampur panik. Ia mengabaikan taktik jarak jauh dan menerjang maju, menusukkan pedangnya langsung ke arah leher Ye Xuan dengan kekuatan penuh.
Namun, Ye Xuan bahkan tidak menoleh. Tangan kirinya yang bebas melesat keluar layaknya patukan ular berbisa, menangkap bilah pedang spiritual tingkat menengah itu dengan tangan kosong!
KRAAAK!
Sama seperti yang ia lakukan di Hutan Mati, jari-jari Ye Xuan yang diselimuti sisik emas transparan meremukkan bilah pedang itu dengan mudah. Di saat murid itu membeku karena syok melihat senjatanya hancur, tangan Ye Xuan meluncur maju dan mencengkeram wajahnya.
Pusaran naga di dalam dantian Ye Xuan berputar brutal.
"Sutra Naga Pelahap Langit: Telan!"
SSSHHHH!
Jeritan tertahan terdengar dari sela-sela jari Ye Xuan. Energi esensi dan Qi Pembentukan Fondasi Awal murid itu disedot secara paksa dengan kecepatan yang mengerikan. Hanya dalam tiga detik, pemuda yang sehat itu berubah menjadi mumi kering.
Ye Xuan melepaskan tangannya, membiarkan mayat kering itu jatuh ke tanah berdebu, lalu menoleh menatap Ma Teng.
"Dua," ucap Ye Xuan, senyumnya kini terlihat seratus kali lebih menyeramkan di mata Ma Teng.
Seluruh kejadian itu berlangsung kurang dari sepuluh tarikan napas! Dua ahli Pembentukan Fondasi Awal dibantai seperti ayam cacat.
Keringat dingin membasahi punggung Ma Teng. Ia akhirnya menyadari bahwa monster di depannya ini bukanlah sesuatu yang bisa ia tangani. Teknik yang bisa menghisap esensi manusia dalam sekejap mata? Ini adalah iblis murni!
"K-kau... kau berani membunuh sesama Murid Inti?! Balai Disiplin Sekte akan memburumu sampai ke ujung dunia!" ancam Ma Teng, suaranya bergetar hebat. Kakinya tanpa sadar melangkah mundur menuju pintu keluar gua.
"Balai Disiplin?" Ye Xuan tertawa meremehkan. "Kalian sendiri yang mengikutiku ke tempat terpencil ini untuk membunuhku tanpa saksi. Bukankah wajar jika aku menggunakan metode yang sama pada kalian? Terlebih lagi..."
Mata hitam Ye Xuan memancarkan kilatan keemasan yang mematikan. "...selama tidak ada yang hidup untuk bercerita, siapa yang akan tahu?"
Mengetahui bahwa tidak ada jalan keluar tanpa perlawanan, Ma Teng menggigit lidahnya hingga berdarah. Ia membakar esensi darahnya, mendorong kultivasi Puncak Pembentukan Fondasi Menengah-nya hingga ke batas maksimal!
"Jangan terlalu sombong, Sampah! Aku akan menunjukkan padamu perbedaan sejati dari alam kultivasi!"
Ma Teng mengayunkan pedangnya ke langit-langit gua. Qi berwarna merah darah dan biru air menyatu, membentuk ilusi seekor hiu raksasa yang melayang di udara, memancarkan tekanan spiritual yang sangat berat.
Seni Pedang Hiu Pemecah Ombak: Taring Pemusnah!
Hiu Qi raksasa itu melesat ke bawah, rahangnya terbuka lebar siap untuk mencabik Ye Xuan dan menghancurkan seluruh area gua. Angin kencang yang dihasilkan serangan ini menggores bebatuan di sekitarnya. Ini adalah serangan setara dengan Pembentukan Fondasi Akhir!
Namun, menghadapi serangan fatal ini, Ye Xuan perlahan mengangkat Tombak Besi Hitam-nya.
"Perbedaan alam? Biar kutunjukkan padamu apa arti 'mutlak' yang sesungguhnya."
Ye Xuan tidak menggunakan Qi Emas biasa. Dari ujung jarinya, seutas api kecil berwarna emas dengan inti hitam legam merambat naik, menyelimuti bilah tebal tombaknya. Suhu di dalam gua yang sudah panas, tiba-tiba melonjak gila-gilaan, hingga udara di sekitarnya terdistorsi.
Ini adalah Api Naga Gagak.
Ye Xuan mengayunkan tombak raksasanya dari bawah ke atas, membelah udara dengan ayunan sempurna yang menyatukan kekuatan seratus ribu kati dan kekuatan pembakaran dari Darah Gagak Emas.
BOOOOOM!!!
Tombak hitam yang menyala itu bertabrakan langsung dengan Hiu Qi raksasa milik Ma Teng.
Tidak ada kebuntuan. Tidak ada pergulatan tenaga.
Hanya dalam sepersekian detik, Api Naga Gagak membakar habis Qi milik Ma Teng seolah itu adalah kertas kering yang dilempar ke dalam kawah lahar. Hiu raksasa itu menguap tanpa sisa!
"TIDAAAKKK!!"
Momentum dari tombak Ye Xuan tidak berhenti. Ayunan itu terus melaju, menghantam langsung pedang spiritual di tangan Ma Teng.
KLANG! KRAAK!
Pedang kebanggaan Ma Teng hancur berkeping-keping. Sisa gelombang kejut dari ayunan tombak itu menghantam dada Ma Teng dengan brutal. Tubuhnya terlempar ke udara seperti layang-layang putus, memuntahkan darah yang bercampur dengan serpihan organ dalamnya, lalu menghantam dinding gua hingga menciptakan kawah kecil.
Ma Teng merosot ke tanah. Tulang-tulang di dadanya remuk sepenuhnya. Ia mencoba bernapas, namun darah terus menyumbat tenggorokannya. Ia menatap pemuda berjubah putih yang kini berjalan mendekatinya dengan langkah santai.
"M-monster..." bisik Ma Teng putus asa.
Ye Xuan menancapkan tombaknya di samping kepala Ma Teng. Ia berjongkok, menatap murid senior itu dengan mata sedingin es.
"Kembalilah ke neraka, dan sampaikan pesanku pada dewa kematianmu. Zhao Feng akan segera menyusul."
Tangan Ye Xuan mencengkeram tenggorokan Ma Teng. Pusaran naga kembali aktif.
Kultivasi Puncak Pembentukan Fondasi Menengah yang sangat padat mengalir deras ke dalam meridian Ye Xuan. Berbeda dengan dua murid sebelumnya, energi Ma Teng memberikan dorongan yang luar biasa signifikan pada pusaran Qi di dalam dantian Ye Xuan.
Tubuh Ma Teng layu hingga menjadi abu.
Ye Xuan berdiri di tengah gua yang sunyi. Ia mengayunkan tangannya, menyebarkan abu tersebut, lalu berjalan menuju mayat Ular Sisik Api Beracun dan duduk bersila di atas lantai batu yang hangat.
"Tiga kultivator elit dan satu Inti Iblis Tingkat 3. Ini sudah lebih dari cukup," gumam Ye Xuan puas.
Ia mengeluarkan Inti Iblis merah menyala itu dan menggenggamnya dengan kedua tangan.
Sutra Naga Pelahap Langit beroperasi pada kapasitas penuh. Energi brutal dari Inti Iblis dan Qi dari tiga kultivator yang baru saja ia serap mulai digabungkan, disaring, dan dipadatkan oleh pusaran naganya.
Tubuh Ye Xuan mulai bersinar keemasan. Tulang-tulangnya berderak nyaring, otot-ototnya semakin padat. Uap putih bercampur sedikit gas racun yang berhasil ia murnikan mengepul dari atas kepalanya.
Hanya dalam waktu dua jam, fluktuasi Qi di tubuh Ye Xuan mencapai puncaknya, membengkak bagaikan balon yang siap meledak.
BZZZT!
Sebuah gelombang kejut transparan menyapu gua, memadamkan sisa-sisa api di dinding.
Aura Ye Xuan melonjak tajam, melampaui hambatan sebelumnya dan mencapai kestabilan baru.
Pembentukan Fondasi Awal Puncak!
Meskipun belum sepenuhnya menembus ke tingkat Menengah, fondasinya kini setebal dan sekokoh gunung. Qi di dalam dantian-nya telah berubah sepenuhnya menjadi danau kecil berwarna emas kemerahan.
Ye Xuan membuka matanya, tersenyum tipis. "Misi selesai. Dan sekarang... saatnya kembali untuk menukarkan poin kontribusi ini dengan sesuatu yang lebih berguna sebelum Turnamen Inti Sekte dimulai."
Menyimpan Tombak Besi Hitam-nya, Ye Xuan melangkah keluar dari gua vulkanik.