NovelToon NovelToon
Mr. Adipramana Memilihmu

Mr. Adipramana Memilihmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:679.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Pasha

Siapa yang menyangka akan berjodoh dengan seseorang dari masa kecil.

Rendra Adipramana seorang Presiden Direktur dari Perusahaan Adipramana Group. Perusahaan yang dikenal besar dan ternama mampu membuat orang iri dengan yang berhasil bekerja disana.

Berusaha memperbaiki masa depan dan memiliki pendamping hidup yang tepat itulah yang menjadi tujuan hidupnya. Melewati rintangan hidup tidak membuatnya menyerah walaupun di satu waktu Rendra berhenti berjalan karena sahabat yang selalu bersamanya meninggal dengan cara tragis.

Sampai Rendra akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari masa kecilnya. Amelia Hanindayana yang ternyata adalah seorang bawahannya sendiri.

Bagaimanakah perjalanan kisah cinta Rendra dan Amelia?

Ikutin aku di Instagram ya, follow @amandyapasha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekasih Baru

Enam bulan berlalu

Rendra yang masih sama perawakannya dan juga sifat dengan sikapnya. Rendra tetap menjalankan rutinitasnya setiap hari sebagai presdir di perusahaannya, sebagai anak ngerangkap kakak di rumahnya, dan menjadi seorang kekasih yang penuh perhatian untuk kekasihnya.

Langit yang menunjukkan sudah siang namun jam masih berada di pukul sebelas yang berarti Rendra masih berada di kantornya untuk melakukan pekerjaan yang sudah sebagaimana mestinya.

Dzzrt..., Dzzrt...,

Suara ponsel Rendra berdering ia pun mengambil ponsel yang ada di sebelahnya melihat siapa yang meneleponnya ia segera mengangkatnya.

"Halo sayang." ucap Rendra yang pertama kali membuka pembicaraan.

"Sayang, nanti kita makan siang bareng ya. Aku tunggu kamu di Restoran XX." ucap seseorang yang ada di seberang sana.

"Kamu mau disana?" Rendra yang kaget kekasihnya yang ingin makan siang di restoran miliknya. Karena, hampir setiap hari mereka makan siang disana tanpa ada rasa bosan.

"Iya sayang aku ingin disana saja." jelas orang yang diseberang sana.

"Oke sayang, nanti siang aku kesana ya." jawab Rendra dengan suara lembutnya.

Rendra langsung mengakhiri panggilannya dan melanjutkan pekerjaannya supaya tidak menumpuk saat jam makan siangnya.

Ia melakukan pekerjaannya dengan lebih tertata dan waktu yang lebih di koordinir karena sebelumnya ia sama sekali hanya fokus dengan pekerjaannya. Sekarang ia sudah mempunyai waktu yang cukup untuk menjalani hidupnya.

Selama enam bulan ini dirinya hanya bekerja dan menjadi seorang sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Tidak ada hal berbeda lainnya dan hanya hal itu saja yang berbeda.

Satu jam berlalu waktu sudah menunjukkan pukul dua belas ia langsung menyelesaikan pekerjaannya dan menutup laptopnya dan meninggalkannya dalam ruangannya karena pasti tidak akan ada yang berani untuk mengambilnya.

Ia berjalan menuju lift khusus presdir ditemani dengan Rio seperti biasa asisten yang selalu ada disisinya. Mereka berdua memasuki liftnya, Rio menekan tombol untuk turun ke basement gedung dan masuklah ke dalam mobil. Rio yang mengemudi sedangkan Rendra duduk di kursi belakang dengan santainya.

Rio langsung melajukan mobilnya tanpa banyak berpikir ke Restoran XX karena sebelum berangkat Rendra sudah memberitahu Rio kemana tujuannya untuk makan siang.

Rendra menyandarkan kepalanya pada kursi mobil sambil memejamkan matanya untuk istirahat sebentar. Setelah sudah sampai di restorannya ia keluar dengan pintu yang dibuka oleh dirinya sendiri.

Memasuki restoran tersebut yang terbilang cukup mewah dan makanannya juga sudah pasti mahal. Dia masuk sambil melihat sekelilingnya untuk mencari kekasihnya yang sudah menunggunya.

Nah, itu dia. Rendra.

Rendra berjalan menghampiri kekasihnya yang sudah menunggu dan langsung duduk di kursi kosong tepat berada di hadapannya. Rio yang mengikuti duduk di meja sebelah mereka karena tempat yang mereka duduki hanya untuk berdua sedangkan mereka bertiga.

"Sayang, kamu sudah lama?" tanya Rendra kepada kekasihnya itu dengan suara lembut.

"Belum kok sayang. Baru sepuluh menit yang lalu."

Rio yang duduk di meja sebelah tepat bersebelahan dengan Rendra walaupun berjarak merasa Rio sedang menguping dengan gayanya yang sedang menaruh tangannya di samping telinganya seperti sedang menjahili Rendra yang sedang berpacaran.

Walaupun Rendra tahu tanpa Rio harus seperti itu pasti suara dirinya dan juga pacarnya itu terdengar jelas di telinganya.

"Rio, lo ganggu disini. Pergi sana!" ucap Rendra dengan ketus karena kesal dengan sikap Rio yang mengesalkan.

"Eh, jangan gue juga mau makan siang." Rio.

“Tapi, tidak perlu mengganggu.” Tegas Rendra.

"Haha..., Lo lupa ya siapa yang kenalin lo sama Carol kan gue. Jadi karena gue lah kalian bisa pacaran. Iya kan carot?" jawab Rio sambil memberikan wajah mengejeknya.

"Carol kak Rio, bukan Carot." ucap carol dengan santai kepada sahabatnya Rendra itu. Carol memanggil Rio dengan sebutan kakak karena Rio lebih tua darinya. Sedangkan, untuk Rendra dia memanggil dengan sebutan sayang karena Rendra adalah pacarnya.

"Iya, iya." Rio.

"Kalau begitu, lo disini cukup diam." sambil menatap mata Rio dengan tajam sebagai tanda perintah tidak ingin dibantah.

"Iya, pak bos." Rio pun mengalah.

Rendra memanggil pelayan dan pelayan itu pun memberikan menu kepada Rendra dan juga Carol. Mereka memesan menu makanan dan minuman yang berbeza. Mereka mengembalikan menu itu kepada pelayan itu dan menunggu makanan itu sampai.

Lima belas menit menunggu makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka langsung menyantap makanan itu berbarengan. Di sela-sela makan mereka juga saling menyuapi makanan yang ada dipiringnya ke mulut pasangannya.

Rio yang melihat pemandangan indah itu sangat geram dan merasa iri karena dirinya jomblo.

Flashback

Enam bulan sebelumnya.

Tepat hari ini dimana Rendra pulang lebih awal untuk memikirkan hidup selanjutnya karena umurnya pun sudah terbilang sudah siap untuk menikah.

Rendra yang sedang berada dikamar duduk santai di sofa sambil menonton televisi masih menggunakan baju kerjanya terasa tubuhnya sangat lengket. Ia pun berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.

Setelah selesai sudah rapi dengan handuk yang melilit di pinggangnya beranjak ke ruang pakaian untuk ganti baju. Setelah itu ia duduk kembali di sofa mulai berpikir dengan otaknya yang sudah mulai tenang karena siraman air dingin saat ia mandi tadi.

Oke, kita mulai berpikirnya

Rendra, lo mau apa? Wanita seperti apa? Bentuknya bagaimana? Sifatnya seperti apa? Sikapnya seperti apa? Ayok, Rendra coba berpikir mau yang mana...

Tapi, kalau berdasarkan bentuk nanti tidak bertahan lama.

Kalau berdasarkan sifat dan sikapnya kalau sifatnya brutal bagaimana?

Kalau wanita itu sudah pernah punya suami bagaimana?

Kalau dapatnya sama dengan yang waktu itu bagaimana? Cih, yang waktu itu. Siapa dia?

Duh, bagaimana ini?

Tuhan, Tolong kasih jawaban!

Oke, seperti ini saja. Tuhan berilah petunjuk siapa wanita yang tepat untukku.

Rendra yang berpikir dan berkata di dalam hatinya tampak bingung dan pusing. Setelah berpikir cukup lama Ia mencoba membuat panggilan dengan Rio dan orang itu pun langsung mengangkatnya.

"Halo, kenapa Ren?" tanya orang di seberang sana.

“Rio, lo punya teman wanita?” Tanya Rendra tanpa ragu.

“Setiap hari saja gue selalu bareng sama lo. Kapan gue ada waktu untuk berteman.” Sahut Rio apa adanya.

“Adik lo atau saudara lo, tidak ada sama sekali?” Tanya Rendra memastikan.

“Hemm…, ada deh.” Jawab Rio sambil berpikir sejenak.

“Siapa? Kirim nomor dia ke gue sekarang.” Pinta Rendra dengan tegas.

“Siapa saja boleh. Haha…, memangnya untuk apa?” Tanya Rio penasaran.

“Buat jadi calon mantu.” Jawab Rendra jelas.

“Hah? Yakin?” Rio yang tampak ragu.

“Hemm.” Jawab Rendra singkat.

“Hemm…,” Rio yang tampak berpikir tidak tahu akan menjawab apa.

“Kenapa? Kirim saja nomornya ke gue sekarang.”

“I, iya, iya.” Jawab Rio pasrah.

"Tolong kasih informasi lengkap tentang wanita yang lo tahu itu." Perintah Rendra kepada Rio.

"Siap, tapi jangan menyesal ya nanti."

"Hemm."

"Oke, siap."

Rendra pun langsung menyudahi panggilannya.

Sampai akhirnya Rendra mendapatkan informasi yang ia butuhkan tentang Carol tidak ada sesuatu yang buruk tentangnya. Ia mulai merasa Carol adalah wanita yang tepat untuknya.

Rendra mengirim pesan kepada Rio untuk mengingatkannya untuk mengirimkan nomor Carol kepadanya. Dari situlah Rendra mulai melakukan pengenalan dan pendekatan kepada Carol.

Flashback Off

Hubungan Rendra dan Carol berjalan dengan baik sampai hari ini dengan adanya rasa cinta dan juga sayang di hati mereka masing-masing yang tumbuh bersamaan kala itu yang memperkuat cinta mereka. Walaupun hubungan mereka tergolong masih sangat muda dan belum cukup lama.

Setelah makan siang selesai mereka kembali ke kesibukkan masing-masing. Rendra bekerja kembali ke kantor sedangkan Carol yang mengurus salah satu butik miliknya sendiri yang diberikan oleh Rendra kembali ke butiknya.

Selain Rendra yang sudah memiliki kehidupan barunya. Ternyata hari ini juga menjadi kesempatan indah dimana Amelia akan mulai merasakan hari-hari kedepannya sebagai mahasiswa. Amelia memiliki prestasi yang bagus dan ia juga dikenal pintar di kampusnya yang membuat Amelia bisa mempercepat masa kuliahnya hanya menjadi dua tahun saja.

Hari ini adalah hari pertama Amelia kuliah di Universitas terbaik di negaranya sekaligus di Asia. Universitas ini juga ternyata salah satu universitas yang berada di bawah naungan Perusahaan Tama Group melainkan milik ayahnya sendiri.

Amelia sangat bahagia kini dirinya sudah dewasa dan mulai bisa menjalankan semuanya sendiri tanpa bantuan orang tuanya. Karena ia juga ingin memberikan contoh kepada adiknya untuk semangat belajar.

 

Bersambung.

1
Liesdiana Malindu
kok di beri uang sih?
Liesdiana Malindu
kok Rendra gak bisa tegas ya? mau2 aja di porotin, biasanya laki2 yg sudah di tipu akan mengusir kekasih nya dan mengambil semua fasilitas yang sudah di berikan. ini kok malah mau memberi uang lagi??
Liesdiana Malindu
bagaimana dgn janji pertemuan dgn Cantika? jadi gak? Krn hari itu dia minta Rio untuk buat janji temu dgn Cantika besok sekarang kok sudah mau ke Inggris sja?
Liesdiana Malindu
pegal jari2 Krn keseringan digesek, spasi antar kalimat kok sampai berbaris-baris, emang cara penulisan seperti ini ada di tata naskah ya? belajar bahasa Indonesia dan tata cara penulisan di mana sih? kok bisa lulus ya? 🤔🤔🤔😎
Liesdiana Malindu
sudah Tdk ingin dengan Cantika, tapi kok masih minta di restui, ngomong opo too??🙄🙄🙄🙄😎
Liesdiana Malindu
kok ada ya asisten yg kaya Rio ini,,yg membiarkan saja bosx di peralat wanita. biasanya asisten itu mati2an melindungi bosx dari wanita seperti ini. terus ini wanitanya kok terang2an gitu Bilang hanx membutuhkan uang. 🤔🙄🙄
Siti Mas Ulah Ulah
si rio?????
Etik Etik
nyimak sek
Berdo'a saja
ku baca akhirnya kini
Berdo'a saja
ku baca akhirnya
Berdo'a saja
ku baca
ria onits
bertele2
💟노르 아스마💟
koq Amelia gk tau lok Rendra itu kkx Kiran ...kn mereka sahabatan?
ah ...sudahlah nikmati aja baca ceritax ...hihihi
💟노르 아스마💟
itu koq Rendra baik bener ya ckckck
Gheannysa Alishanaya
hadir
Gheannysa Alishanaya
jekardah hadir
Amanda Pasha: Wkwk... ngakak
total 1 replies
Janah Husna Ugy
waw 300M???
Janah Husna Ugy
belum tau dia, klo yg beli sultan
Janah Husna Ugy
cuma suami halu yg ada sempurna itu,,
Janah Husna Ugy
bagaimana nasib caroll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!