NovelToon NovelToon
Obsesi Mr.Mafia

Obsesi Mr.Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Satu malam dengan seorang Mafia sama dengan maut?

Myra Mahira tak pernah menyangka liburan singkat di Bali akan mempertemukannya kembali dengan Al—anak laki-laki menyebalkan yang dulu menghilangkan cincin peninggalan ibunya.

Namun Al bukan lagi bocah badung yang ia kenal. Kini ia adalah Silas Al Wolfe, pria tampan, dingin, dan penuh rahasia yang mampu membeli apa pun dengan kekuasaan dan uang.

Saat hidup Myra hancur karena hutang 500 juta, Silas menawarkan jalan keluar yang tak pernah ia bayangkan.

Sebuah kesepakatan yang seharusnya berakhir dalam semalam berubah menjadi pernikahan yang tak pernah Myra inginkan. Dibawa ke New York membuatnya tahu siapa Silas Al Wolfe sebenarnya.

Bagi Silas, Myra bukan sekadar istri. Dia adalah obsesi yang tak akan pernah ia lepaskan.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OMM — BAB 17

DRAMA SEORANG ISTRI?

“Kau baik-baik saja? Bagaimana di sana?” tanya Silas sembari menatap ke Kael yang baru saja tiba di pelabuhan.

Dua pria itu saling berhadapan. Angin laut berhembus kencang meski di pagi hari yang cerah. Hingga kedua mata Silas sedikit menyipit karena terpaan matahari.

“Semuanya aman, Tuan. Saya baik-baik saja.” kata Kael yang masih menatap tegas.

“Ada kendala kecil saat saya dan yang lainnya kembali kemari.” Kael mengikuti Silas yang beralih menatap lautan. “Anak buah Valen sempat menyerang kami. Tapi kami berhasil menyingkirkannya.”

Mendengar itu, Silas menyeringai kecil membayangkan wajah sialan Valen Moreau.

“Dia bosan hidup sepertinya.”

“Mungkin saja, Tuan.” balas Kael begitu yakin. “Apa perintah Anda?”

Pria bermata cokelat itu masih mengamati lautan yang luas. Kedua alisnya berkerut dan kedua tangannya berkacak pinggang.

“Kita tunggu reaksinya. Biarkan dia berulah, kita fokus menyelesaikan masalah dengan Bianco. Aku semakin muak dengannya.”

Pria berjas hitam dan kaos hitam itu mengangguk faham.

***

Sementara di Mansion S.A.W. Myra duduk bersama Hana, dalam keadaan masih mengenakan piyama tidurnya.

Ia menatap Hana tanpa berpaling saat mereka duduk di sofa ruang tengah yang hening. “Mereka bukan anak kandung Silas?”

Ia mengulang lagi ucapan Hana yang baru saja memberitahunya hal tersebut. Dan kali ini, Hana kembali mengangguk.

“Iya.” Jawabnya tanpa senyuman. “Tuan Silas hanya merawatnya saja. Tapi mereka bukan anaknya.”

Myra terdiam sejenak mendengar pengakuan tersebut. Ia diam menatap lurus hingga kembali mengingat wanita semalam, Markie.

“Lalu... La-lalu siapa Bianco? Semalam Silas mengajakku ke sana. Aku bertemu beberapa orang di sana— ”

“Termasuk nyonya Markie.” potong Hana. Myra tak bisa berkata-kata. “Ibu kandung tuan Elion dan nona Elina.”

“Dia istrinya Silas?”

Hana tersenyum kecil. “Tenang saja, Nyonya. Anda satu-satunya istri tuan Silas. Dan kedatangan Anda di sana sudah mengguncang mansion Bianco.”

Wanita itu bersandar pusing memikirkan siapa Bianco dan siapa ini, itu?

Sementara Hana masih memperhatikan Myra seolah-olah dia sedang meneliti sesuatu. “Ada pertanyaan lain?”

Wanita Asia itu menoleh ke Hana dengan wajah lebih tenang meski sedikit kesal. Dan ia kembali duduk tegap, penasaran.

“Kau pasti tahu siapa diriku dan kenapa Silas menikahiku, Hana. Aku tidak begitu mengenalnya, tapi bagaimana bisa dia menjadi seperti ini?”

“Aku akan memberitahu. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu, Hana.”

Suara Silas yang tegas seketika mengagetkan Myra. Namun Hana nampak santai-santai saja dan menuruti perintah Silas saat itu juga.

“Senang berbincang denganmu, Nyonya. Tapi aku harus kembali bekerja!” kata Hana tersenyum lalu menatap Silas dan pergi keluar dan berpapasan dengan Kael.

Keduanya saling menyapa seperti akrab namun tetap profesional seperti biasa.

Sementara di ruang tengah itu. Myra hanya memejamkan matanya dan masih duduk di sofa panjang.

“Aku akan memberitahumu. Katakan, apa yang ingin kau ketahui?” Silas melangkah maju dan Myra menatapnya.

“Tidak ada. Aku tahu kau akan berbohong.”

“Kau yakin Hana tidak berbohong?”

Wanita itu diam beberapa detik. “Iya. Aku... percaya. Setidaknya bukan dirimu.” ketus Myra. “Dan jangan membunuhnya hanya karena masalah ini.”

“Dia terlalu berharga untuk bisnis ku.” mata Silas menelusuri istrinya dari atas sampai bawah, lalu berkerut alis. “Segarkan dirimu. Kau terlihat seksi memakai piyama. Dan ini hampir siang.”

Wanita itu sekilas menatap piyamanya sendiri lalu kembali menatap sinis ke suaminya yang masih berdiri tenang di dekat sofanya.

Sampai akhirnya Myra berdiri. “Di mata pria mesum, apapun yang aku pakai akan terlihat seksi. Menjijikan.” ucapnya yang berbalik pergi meninggalkan Silas di sana.

Pria itu diam menatap kepergiannya dengan mata tajam. Namun dia menyukai cara bicara Myra sejak dulu.

“Dia wanita menyebalkan bukan?”

“Tapi Anda menginginkannya.” balas Kael yang baru tiba di sana.

Silas terdiam, lalu menoleh ke Kael. “Ke ruanganku. Aku ingin membahas soal Lynda.”

Pria itu mengangguk patuh dan mengikuti langkah Silas menuju ruangan pribadinya.

Bukannya segera masuk ke kamar dan mandi. Myra justru masih mengintip diam-diam dengan wajah penasaran hingga ia mengendap-endap mengikuti langkah Silas dari belakang dan berakhir masuk ke ruang pribadi.

“Ada penjaganya.” gumam Myra pasrah. Namun dia masih menatap penuh penasaran.

Namun dia tak bodoh. Myra melangkah maju menghampiri penjaga di sana sehingga pria itu menatap penuh kehati-hatian.

“Tolong aku. Cincin pernikahan ku jatuh di sana. Tuanmu pasti akan marah jika aku tidak menemukannya.” kata Myra sembari menunjukkan jari manisnya yang memang tidak ada cincin.

“Saya benar-benar minta maaf, Nyonya. Saya tidak bisa meninggalkan tempat ini.”

“Lalu bagaimana dengan nasibmu nanti jika dia tahu cincin pernikahan kami hilang dan anak buahnya tidak mau membantuku.” kata Myra.

Seketika pria berjas hitam itu menatapnya tegang. “Saya akan mencarinya, Nyonya.”

Pria itu bergegas pergi. Myra menatap kepergian anak buah tadi hingga ia bergegas mendekat ke pintu mencoba mendengarkan namun tak mendengar apapun, saat hendak membuka pintu itu perlahan. Myra sontak kaget ketika Silas membuka pintu itu dan menatap tajam ke Myra.

Kedua mata wanita itu terbuka lebar. “Ak-aku... Aku... ”

“Kau ingin mendengar sesuatu?” suara Silas yang tenang namun berat itu benar-benar membuat jantung mata berdetak kencang.

“Ti-tidak. Kenapa aku harus...”

“Di mana penjaga di sini?”

Hendak melangkah maju. Myra langsung menahan tubuh Silas dengan wajah panik. “Tolong jangan hukum dia. Ak-aku yang bersalah, aku memintanya mencarikan cincin ku.”

Kedua alis Silas berkerut marah dan langsung meraih pergelangan tangan kiri Myra dan menatap ke jari manisnya.

“Ke mana cincin mu?”

“Aku menyimpannya. Sungguh.. Ada di saku ku, lihat.” ia menunjukkan cincinnya dari saku piyama sehingga Silas menatap heran.

Bahkan Kael yang ada di belakang Silas pun menahan senyum saat Myra berbohong agar bisa mendengar percakapan di dalam.

Pria itu kembali menatap Myra. “Kau tahu, karena ulahmu nyawa siapa saja bisa melayang.”

Wanita itu menelan ludah tak bisa berkata-kata. Hingga Silas mencengkram pergelangan tangan Myra dan membawanya pergi ke kamar pribadi mereka.

Tentu saja Myra tak bisa berkutik selain diam dengan jantung berpacu cepat.

Sementara di sisi ruangan lain. Anak buah Silas masih sibuk mencari-cari.

“Hei, kau.” panggil Penelope yang berdiri tak jauh dari arahnya.

Pria itu menatap.

“Kembalilah ke pekerjaan mu. Nyonya Myra cuman bercanda, dia sudah pergi bersama tuan Silas.” ujar Penelope.

“Cincinnya belum ketemu.”

“Cincinnya sudah ketemu.” kata wanita paruh baya itu dengan jelas hingga akhirnya pria itu menghela nafas panjang dan kembali ke pekerjaan awalnya.

Sementara di kamar. Bukannya berhenti. Silas malah membawa Myra masuk ke kamar mandi tepat di bawah shower yang ia nyalakan.

”Apa yang kau lakukan? Aku bisa mandi sendiri.” celetuk Myra yang hendak menerobos pergi, namun Silas mendorongnya dan berhenti di air shower yang membasahi tubuh wanita itu.

“Ya. Tapi nanti. Aku akan membantumu agar kali ini kau tidak berulah lagi.”

“Yang benar saja. Aku bukan anak kecil dan pergilah.” tegas Myra.

Mata Silas yang tajam membuat wanita itu menatap balik. Hingga tangan Silas langsung membuka kasar piyama Myra dan melucutinya saat itu juga.

Tentu saja Myra berteriak-teriak bak seseorang yang tengah dilecehkan. Namun Silas tak peduli dan tetap kukuh melakukannya sampai istrinya itu benar-benar bertelanjang bulat.

1
Kinara Widya
lanjut..
Tiara Bella
okey gpp Thor ....ada kita baca gk ada ya is okey....😍
Tiara Bella
oh begono ceritanya markie....
Four.: ho,oh begono
total 1 replies
vnablu
ayoo Thor semangat uppo nyaa 😄😄😄
Four.: wokayyy😁
total 1 replies
vnablu
jadii Silas sama Markie itu iparr tapi siapa sihh suaminya Markie apakah suaminya Markie itu kakak kandung Silas atauu hanya kayak sebatas mengganggap bahwa saudara.... banyak banget teka-teki nihh🤔🤔🤔
Four.: suami Markie itu Cassian
total 1 replies
Eci Rahmayati
banyakkkk bgt musuhnya 🤔
Four.: sedikit kok /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
semangat terusss upp kak author
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
vnablu
siapa lagii sihh dalang di balik kejadian yang terjadi pada Elion... kasihan tauu padahal Elion anak kecil yang nggak berdosa 😔😔
Four.: ho,oh/Sweat/
total 1 replies
Kinara Widya
Pedro kah
Four.: 😱😱 mungkin aja, tapi.... emang iye
total 1 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
giliran anak nya udh mati elion markie ibu kandungnya br datang dia....dan siapa yg bunuh elion klu bukan Valen....
Four.: yakinnn Valennnn /Chuckle/
total 1 replies
vnablu
selalu semangat yaaa thorr berkarya nyaa ak selalu support kamuu dehh untuk setiap cerita.... apalagi kalau tentang mafiaa tambah sukaaa akuuu 😄😄😄... pokoknya semangat terusss yaa dan jagaaa kesehatan buat othor
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
vnablu
bisa-bisanya orang itu menjadikan seorang anak kecil korban yang untuk cuma menjadi alat balas dendam pastii nihh orangnya yang kemarin kannn ... tunggu ajaaa ya kamu nanti pokoknya jangan kasih ampun tuhh orang.. padahal kan Elion nggak salah apaa" 😭😭
Four.: iya, gimana Elina nyaaaa pasti kena mental /Sweat/
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
biad444p bisa bisanya anak tidak berdosa di bunuh mana di depan adeknya lagi
Four.: tau tuh
total 1 replies
Tiara Bella
kasian Elion meledak.... kejam bngt anak kecil dijadiin sasaran....
Four.: ho,oh/Toasted/
total 1 replies
Eci Rahmayati
ngeriiii ny
Four.: /Panic//Panic//Panic//Sweat/
total 1 replies
Eci Rahmayati
itu lah mengapa silassss memilih kamu myra.. karna kamu seperti singa 🦁 betina segoll bacokk🤣🤭
Four.: ah bisa aja
total 1 replies
Tiara Bella
gk ada takutnya km myra....
Four.: dibuat santai saja 😌
total 1 replies
Eci Rahmayati
aku kamu mah bangg suka isenggg GK di kasih tau wanitanya tua 🤣🤭
Four.: hahaha iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
wah silas km manas² myra ya....
Four.: tau tuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!