NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

"Bagaimana sekarang? apa kau masih tak mengakuinya Clara?" tanya Raka "Baiklah, lebih baik kita bahas lagi nanti karena nyawa putrimu lebih penting dari semua dramamu ini." kata Raka kembali mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang "Segera carikan darah golongan A sekarang, dan bawa kemari sekarang." kata Raka langsung menutup panggilannya.

Clara hanya menunduk takut, sementara Sarah terlihat bungkam.

Tak berapa lama Darah yang dibutuhkan Raisa sudah datang, Raka menyuruh anak buahnya untuk mencarikan pendonor, beruntung anak buahnya segera mendapatkan pendonor dan Raisa segera ditangani oleh dokter hingga akhirnya keadaan mulai stabil dan bisa melewati masa kritisnya.

Kini tinggalah Clara yang sedang disidang oleh keluarganya dan juga keluarga Raka, Clara terlihat menunduk takut.

"Apa benar yang dikatakan Raka, jawab Papa Clara?" tanya Herman Papa Clara.

"Eng-enggak Pa, Raisa anak Raka." kata Clara takut.

"Udah ketauan juga masih nggak mau ngaku yaa." sinis Raka.

Segera Raka mengeluarkan map lalu memberikan pada Herman.

"Om liat aja kelakuan putri Om selama jadi istri saya." kata Raka.

Herman penasaran, membuka map yang ternyata isinya foto yang sudah dicetak. Herman terkejut dan marah melihat foto foto itu akhirnya melempar ke wajah Clara "Apa maksudnya ini Clara?" tanya Herman geram.

Clara terkejut, begitu juga dengan Rita dan Sarah yang tak kalah terkejut melihat foto Naya yang sedang bercinta dengan pria yang berbeda beda.

"Astaga, Mama nggak nyangka kamu setega ini sama Raka, padahal selama ini Mama udah dukung kamu dan memaksa agar Raka mau menikah denganmu, tapi ini balasan nya? mama kecewa sama kamu." kata Rita pada Clara yang sudah menangis sedangan Sarah hanya diam tak bisa membela putrinya lagi.

"Sekarang semua saya serahkan sama kamu Raka, sebagai orangtua Papa sudah gagal mendidik Clara untuk menjadi istri yang baik, jika kamu ingin mengembalikan pada kami, Papa terima." kata Herman yang sudah sangat malu dengan tingkah Clara.

"Papa.." cegah Sarah.

"Ya, saya memang berniat mengembalikan Clara Om, tante, meskipun Om dan Tante tidak bisa menerimanya saya akan tetap memgembalikan Clara, karena saya sudah memberi banyak kesempatan Clara untuk berubah namun nyatanya, semua masih sama saja." kata Raka.

"Saya permisi om, tante.'" pamit Raka "Ayo Ma kita pulang." ajak Raka pada Mama nya yang terlihat masih shock.

Saat Raka dan Rita sudah berdiri, akan keluar dari rumah Herman, suara Clara menghentikan langkah mereka.

"Semua ini karena kamu Raka, jika saja kamu memberikan cinta untuk ku, jika saja kamu bisa menerimaku, aku juga tak akan selingkuh dibelakangmu seperti ini, aku juga wanita normal yang butuh nafkah batin Raka!" teriak Clara mengebu gebu.

"Benarkah?" sinis Raka "Apa kau ingin tau kenapa aku tak menyentuhmu?" tanya Raka.

"Kau pikir aku bodoh? aku sudah tau kau hamil bahkan sebelum kita menikah, kau ingin aku menyentumu agar kau bisa menjadikan anak itu sebagai anakku kan? tapi sayangnya aku tidak menyentuhmu hingga membuatmu frustasi dan menggugurkan kandunganmu waktu itu, lalu kau hamil lagi dengan pria yang sama dan menjebak ku agar tidur denganmu!  kau berhasil karena akta Raisa ada namaku, tapi aku tau itu bukan anakku, kau semenjijikan itu dan bagaimana aku bisa menyentuhmu?" kata Raka yang membuat Clara semakin tercekat, tak menyangka Raka sudah tau segalanya.

"Alasan ku tetap bertahan bukan karena Raisa, karena aku menunggumu berubah, menunggumu agar kau bisa jadi ibu yang baik untuk Raisa, menunggu jika saja aku bisa membuka hatiku untukmu, tapi kenyataannya, semua sia sia, bahkan kau tega meninggalkan Raisa setiap hari hanya karena kesenanganmu semata," jelaas Raka.

"Dan kukatakan padamu, jika kemarin adalah kesempatan terakhir untukmu, besok aku akan mengurus surat kita dipengadilan." kata Raka sebelum Ia mengandeng tangan Rita dan mengajaknya keluar.

Clara malu dan sakit karena didepan orangtuanya Raka membongkar semuanya, bahkan kebencian terlihat sekali dari raut Herman sang Papa.

"Papa kecewa sama kamu Clara, jangan harap Papa bisa bersikap baik sama kamu setelah ini." kata Herman langsung meninggalkan Clara yang masih menangis.

"Kenapa kamu bisa sebodoh ini Clara! bagaimana kita bisa menguasai harta warisan Aji agung jika kamu saja tidak bisa menaklukan putranya malah membuat hal bodoh semacam ini." kesal Sarah pada putrinya itu.

Aji Agung adalah suami dari Rita, setelah meninggal semua harta kekayaan Aji Agung menjadi milik Raka putra semata wayangnya. Sarah adalah teman arisan Rita, yang sangat menginginkan Clara menikah dengan Raka agar bisa menguasai harta warisan Aji Agung yang sangat banyak.

Namun sayangnya, bukan mendapatkan harta malah mendapatkan malu, ibarat kata tidak jadi untung malah buntung.

"Kau sudah membuatku malu Raka, lihat saja aku pasti akan membalasmu!"

....

Kini Raka dan Rita sudah berada dimobil,

"kenapa kamu hanya diam selama ini Raka? kenapa kamu nggak memberitahu Mama tentang semua yang kamu alami ini?" tanya Rita pada Putranya, masih tak menyangka menantu kesayangan itu bisa melakukan hal semurahan itu sebagai wanita.

"Apa Mama bakal percaya sama aku kalau aku bilang semua ke mama? bahkan dulu waktu aku menolak perjodohan ini, Mama melakukan segala cara agar aku bisa menikah sama dia," balas Raka yang membuat Rita hanya diam.

Rita ingat, dia memang ingat telah memaksakan perjodohan ini pada putranya, bahkan Ia sempat membantu Clara untuk merencanakan segala cara agar Raka bisa putus dengan kekasihnya dan menikah dengan Clara wanita yang Rita pilihkan, Rita ingat, Ia benar benar ingat itu.

"Maafkan Mama, Raka.. Mama juga nggak nyangka Clara seperti itu." kata Rita menyesal.

Ya siapa sangka, Clara wanita cantik dan ramah bisa melakukan semua ini.

"Ya udahlah Ma, toh semua juga udah berlalu." kata Raka.

"Lalu bagaimana dengan Raisa?" tanya Rita yang memang sudah menyanyanggi Raisa yang ternyata bukan cucu kandungnya.

"Semua tergantung Clara Ma, kalau Clara nggak mau ngerawat, ya bakal Raka ambil hak asuhnya." jelas Raka "Mau gimanapun Raka udah sayang sama Raisa Ma." kata Raka mengingat selama 3tahun semenjak Raisa lahir, Raka lah yang membantu merawat dan membesarkan Raisa. mungkin akan terasa berat untuknya berpisah dari Raisa.

"ya sudah, apapun yang terbaik buat kamu Mama akan dukung mulai sekarang." kata Rita  putranya.

"Termasuk jodoh ma? Mama nggak bakal nyariin aku istri lagi kan?" tanya Raka.

"Enggak, Mama nggak akan maksa kamu buat nikah sama pilihan Mama lagi." kata Rita "Mama udah kapok." kata Rita.

"Bagus deh, jadi Raka bisa kenalin Naya sama Mama." kata Raka.

"Naya?" Rita sepertinya mengenal nama itu.

"Naya pacar kamu dulu itu?" tanya Rita memastikan.

"Iya, Mama inget?" Tanya Raka yang entah mengapa membuat Raut Rita berubah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!