Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Kehancuran Keluarga Malik
JEGEEEERRR
Bagai petir di siang bolong, apa yang Emily dan Edward dengarkan seperti mimpi buruk. Emily berdiri, dengan tubuh bergetar. Kakinya melangkah, mendekati dua pelaku tindakan tidak senonoh di depannya.
"JANUAAAAAARRR"
BRUAGH
"AAARRGGHHHTT" Januar berteriak keras, merasakan sakit luar biasa di dada dan punggungnya. Emily menendang dada Januar, dengan begitu kuatnya. Sampai pria itu terpental, dengan punggung terjerembab keras di atas lantai.
"MAS JANU" teriak Ratih, ia mendekati Januar dan membantunya untuk kembali duduk.
Mendengar panggilan Ratih, Emily tertawa. Bukan tawa kebahagiaan, namun tawa karena kehancuran mentalnya.
"HAHAHAHAHA... sungguh indah panggilan itu, MMASS JANNUU? Ya Allah... bagaimana bisa aku sebodoh ini? Bagaimana bisa aku tak curiga, dengan kedeketan kalian? Bila di ingat kembali, kedekatan kalian memang tidaklah wajar. Ternyata insiden pemerkosaan yang terjadi pada ku dulu, sudah kalian rencanakan. Dan itu adalah sebuah kesengajaan, demi mendapatkan uluran tangan dari keluargaku? Januuu.... kamu tidak lupakan siapa aku dulu?" Emily menurunkan tubuhnya
Lutut kiri di letakkan di lantai, dan lutut kanan di jadikan sandaran tangannya. Tatapan kecewa dan luka hilang, berubah menjadi tatapan penuh kebencian.
GLEK
Januar melupakan siapa Emily, saat istrinya masih gadis dulu. Istrinya adalah juara Taekwondo Internasional, bisa melumpuhkan Emily dulu merupakan keberuntungan baginya. Saat itu, Emily yang tengah merayakan kemenangan nya. Januar jebak, dengan memasukan obat perangsang pada minumannya.
"Kukira dulu, kamu adalah pria luar biasa. Karena mau bertanggung jawab dan menerima aku, yang sudah kotor. Tapi ternyata pelaku yang mengotori aku dulu, adalah kamu sendiri. Coba kamu pikir, apa yang akan terjadi selanjutnya?" Emily menoyor kening Januar
"APA YANG KAMU LAKUKAN, BAGAIMANA PUN DIA ADALAH SUAMIMU" teriak Ratih, Emily langsung menoleh dan menatap tajam pada wanita itu.
"Hampir aku melupakan mu, terima kasih sudah di ingatkan." Emily berdiri, tanpa babibu
GRETT
"KYAAAAAA... LEPASKAN, LEPASKAN... SAKIIIITT... MAS JANU, TOLONG RATIIH!!!" teriak Ratih
Ia merasakan sakit di kulit kepalanya, jambakan Emily tidak main-main. Bahkan Emily memaksa Ratih berdiri, tanpa melepas jambakan tersebut.
PLAK
"KYAAAAA"
PLAK
"KYAAAAA"
"SAKIT SIALAN, LEPASKAN!!!" teriak Ratih lagi
"Kamu dan dia bersekongkol, membawa putriku keluar dari rumah. Membuat skenario, bila kamu tewas karena menyelematkan Dhira. Mempermainkan mental ku, dengan dalih rasa bersalah. Memasukkan putrimu, agar aku mau mengurusnya. Aku mengabaikan putriku, hanya demi putrimu. Karena rasa bersalah, yang terus di tekankan oleh Januar. Dan kini, kalian berhasil. Aku di benci putriku sendiri, bahkan mungkin... dia sudah tak mengakui ku seorang ibu. Karena luka batinnya, takkan pernah bisa di sembuhkan." ucap Emily
"DAN SEMUA INI ADALAH ULAHMU, ULAARRRR" desis Emily, ia menarik Ratih. Membuat wanita itu berjalan terseok-seok, karena Emily belum melepaskan jambakan di tangannya. Para tamu yang ada di sana, segera menyingkir. Memberi jalan pada Emily, karena penasaran dengan apa yang akan di lakukan wanita tersebut.
BUAGH
Ruangan itu langsung hening, terkejut dengan apa yang di lakukan Emily.
BUAGH
"KYAAAAAA... SSSAAAkkiitt... hiks, lepaskan aku. Aku mohon, ini sakit." mohon Ratih
"Aku hanya membayar, apa yang di lakukan Januar pada putriku dulu. Demi membela putrimu yang jalang, jangan salah kan aku. Salahkan kekasih hatimu..." ucap Emily, sembari kembali membenturkan kepala Ratih di dinding.
"EMILYYY" teriak Januar tak terima, melihat kekasih hatinya di sakiti. Dengan susah payah, ia mendekati Emily. Lalu memaksa Emily, melepaskan jambakan di rambut milik Ratih.
Emily terkekeh, sembari mengangkat kedua tangannya.
"Aku tak menyentuh kekasih hatimu Januar, tapi...
BUAGH
"UGH"
Emily menendang perut Januar, sangat keras. Yakin bila ada organ dalam yang terluka, tapi ia tak peduli. Ratih sudah tak sadarkan diri, sedangkan Janu... dia meringkuk karena rasa sakit di perutnya.
Setelahnya Emily menangis, semua orang di sana paham dengan apa yang di rasakan wanita itu. Emily berbalik, berjalan lunglai ke arah Dhira.
"Mommy tau... bila mommy takkan pernah mendapatkan maaf darimu, tapi... mommy tetap meminta maaf, atas semua yang sudah lakukan padamu. Mommy takkan mengatakan pembelaan, karena mommy sadar sudah salah. Meski tak ikut menganiayamu, mommy tetap salah karena diam. Mommy minta maaf, maafkan mommy. Maaf..." ucap Emily, dengan menatap kosong ke arah Dhira
Dunianya hancur, bukan karena Januar yang berkhianat. Namun karena sebuah fakta, bila putrinya akan membenci dia seumur hidup.
"Mommy berharap... kamu akan selalu bahagia di dalam keluarga Mubarak, mommy bersyukur kamu mendapatkan suami, keluarga dan teman-teman yang baik. Sekali lagi, maafkan mommy sayang. Penyesalan ini, biar mommy rasakan sampai nanti." Emily menundukkan setengah punggungnya
'Sampai aku menghembuskan nafas terakhir, anggap saja ini adalah hukuman untukku.' lanjutnya dalam hati
DEG
Dhira menahan sekuat tenaga, agar tangisannya tak pecah. Ia memang tak memiliki perasaan apapun.... tadi. Tapi sekarang, ia seolah ikut merasakan luka yang di rasakan sang ibu. Dhira memalingkan wajahnya, ia tak siap bila harus memaafkan ibunya sekarang. Rasa sakit itu nyata, masih ada dan tak bisa di lupakan. MEMAAFKAN MEMANG MUDAH, TAPI MELUPAKAN LAH YANG SULIT.
"Dhira... kakak..." belum selesai Edward bicara, Dhira langsung pergi menarik Arkan. Arkan tak banyak bicara, ia pun membawa Dhira pergi dengan motornya.
BRUGH
"MOMMYYY" teriak Edward, saat sang mommy tak sadarkan diri. Tak lama polisi datang, membawa Januar dan Ratih. Selain karena perselingkuhan yang di laporkan Aulia, mereka juga menjadi tersangka utama dari sekian banyak kejahatan. Dengan bukti konkrit dari Aulia, yang tak bisa di ganggu gugat.
"Bubar bubar, tontonan sudah selesai. Saya ucapkan banyak terima kasih, karena sudah menghadiri pernikahan sederhana putr-putriku." ucap bu Ayu, mengusir para tamu undangan. Dan sebagai warga konoha, yang mendadak menjadi seorang jurnalis gosip.
Mau tak mau, mereka pun bubar. Meski sangat penasaran, dengan kondisi Emily.
.
.
Saat ini di dunia maya, sedang ramai berita tentang Januar dari keluar Malik. Berita itu, sampai ke tangan keluarga besar Malik. Tangan tua dan berkeriput pemimpin keluarga Malik, bergetar hebat saat melihat semua itu.
"Tidak... tidak mungkin, ini pasti salah.. Januar... anak sialan itu, dia... menghancurkan semuanya. ANAK SIALAN!!!"
BRAAKK
Pria itu membanting ponsel, milik asistennya. Sang asisten, hanya bisa menghembuskan nafas pasrah.
"MALIK PASTI HANCUR, SINCLAIR TAKKAN MEMAAFKAN HAL INI!!! Habis sudah... keluarga Malik, akan hancur sampai ke menjadi abu." ucap pria, yang ternyata ayahnya Janu.
"AKH" teriak pria tua itu, seraya memegang dadanya.
"TUAN" teriak asistennya, sampai ayahnya Janu tak sadarkan diri.
.
.
BRSSSHHHH
"Menangislah sayang..." ucap Arkan, Dhira menatap pria yang belum lama saha menjadi suaminya.
Bahu Dhira bergetar, kedua matanya memerah, Dhira langsung memeluk Arkan.
"AAAAAAAAAAAA..... AAAAAAAAAAA...." Dhira menangis keras, dalam pelukan sang suami. Ia merasa sesak, dadanya terasa begitu berat. Ia memang tak peduli, dengan apa yang terjadi pada keluarga kandungnya. Tapi... melihat ekspresi hancur dan terluka di wajah sang mommy, itu sangat menyayat hatinya.
Rupanya.... ia tak bisa memungkiri, bila ia masih memiliki rasa sayang pada sang mommy.
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
votenya emak🥰
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪