NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 24

Pemimpin Topeng Hitam itu mencengkeram pergelangan tangan Kevin yang melilit lehernya.

Sepatu larsnya menendang-nendang udara kosong seiring oksigen yang kian menipis di dadanya.

Di balik robekan kain topengnya, matanya yang melotot penuh dengan urat darah mengekspresikan kengerian yang teramat sangat.

"Ugh... l-lepash... g-gue... gue bakal ngomong..."

rintihnya dengan suara parau yang hampir habis.

Kevin mengibaskan tangannya dengan kasar, mengempaskan tubuh pria itu ke lantai tanah warkop hingga terbatuk-batuk darah.

Kevin berdiri menjulang di atasnya, kedua tangannya tenggelam di saku celana, sementara aura Tubuh Baja Dewa masih memancar pekat, membuat suhu di sekitar Warkop Berkah terasa sedingin es.

"Satu nama."

"Jangan coba-coba bikin gue nanya dua kali," desis Kevin dingin.

Pria bertopeng itu memegangi lehernya yang memar merah keunguan.

"B-Bos Besar kami... dia... Anggota Dewan Kota... Pak Haryono Wijaya... Beliau... Beliau adalah adik kandung Jenderal Wijaya Senior!"

DEG.

Kevin mengernyitkan dahi sedalam-dalamnya. Fakta baru ini langsung tersinkronisasi dengan Otak Ensiklopedia Dewa miliknya.

"Haryono Wijaya? Jadi ini konflik internal keluarga Wijaya?"

"I-Iya..." lanjut si pemimpin dengan tubuh gemetaran.

"Pak Haryono dari dulu mengincar kendali penuh atas aset properti Wijaya Group di Margonda dan proyek pengembangan sirkuit GDC."

"Tapi Jenderal selalu menolak membagi saham."

"Makanya... Pak Haryono menyewa kami, pembunuh bawah tanah, buat menyingkirkan Jenderal pake racun kelopak hitam itu..."

"dan menyerobot ruko nomor 88 sebagai basis pencucian uang kami!"

Di sudut warkop, Nabila yang sedang memeluk ayahnya, Cak Umar, menahan napas mendengar konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan lingkaran elite penguasa kota.

Ding!

[Misi Utama Selesai Sempurna (100%)! Data Konspirasi Faksi Rahasia Depok Utara Telah Terkumpul Lengkap.]

[Membuka Hadiah Utama Profesi Minggu 4:]

Kepemilikan Sah 51% Saham Rumah Sakit Pusat Medika Depok resmi dialihkan ke rekening investasi Pengguna (Surat elektronik bukti sah telah dikirim).

Kunci dan Lokasi Brankas Logam Mulia 10 Kilogram telah ditambahkan ke dalam Inventori Sistem.

Hubungan dengan Nabila: Level Maksimum 'Ikatan Jiwa Abadi' (Target berkomitmen penuh mendukung apa pun masa depan Anda).

Kevin melirik Nabila dan Cak Umar.

Dia melangkah mendekati mereka, lalu berlutut untuk menyamakan tinggi badannya dengan Cak Umar yang masih meringis menahan sakit di perutnya.

Kevin menempelkan telapak tangannya di dada Cak Umar, mengalirkan sisa Sentuhan Pemurni Qi miliknya.

Dalam hitungan detik, memar di tubuh pria paruh baya itu memudar dan napasnya kembali plong.

"Cak Umar, Nabila... Maafkan saya."

"Karena urusan saya, kalian jadi terseret bahaya seperti ini,"

ujar Kevin tulus, matanya menatap Nabila dengan kelembutan yang kontras dengan aksinya beberapa menit lalu.

Nabila menggeleng cepat, air mata haru menetes di pipinya.

Dia langsung memeluk leher Kevin dengan erat, mengabaikan kehadiran sisa-sisa penyerang yang terkapar.

"Gak apa-apa, Kak... Yang penting Kak Kevin selamat."

"Nabila takut banget tadi kalau Kakak kenapa-kenapa..."

Kevin menepuk punggung Nabila pelan. "Mas aman, Nab."

"Sekarang, Mas titip Cak Umar ya. Tolong kunci pintu rumah rapat-rapat."

"Mas harus menyelesaikan satu urusan terakhir malam ini juga, biar kalian dan Viola bisa tidur tenang besok-besok."

Nabila melepaskan pelukannya, menatap mata Kevin dengan kepasrahan dan kepercayaan penuh.

"Janji ya, Kak... Kakak harus balik ke warkop lagi?"

"Janji," senyum Kevin.

Dia berdiri, berbalik menatap pemimpin Topeng Hitam yang masih meringkuk di lantai.

"Lu. Berdiri. Bawa gue ke kediaman Haryono Wijaya di dekat perbatasan Jagakarsa sekarang juga. Pakai mobil lu."

Pria itu buru-buru berdiri patuh tanpa berani membantah sekejap pun.

Kevin berjalan menuju NMAX hitamnya yang ringsek bagian depannya akibat benturan tadi. Namun, sebelum dia menyentuh setang motor, layar hologram Sistem berkedip dengan warna keemasan yang megah.

Ding!

[Evaluasi Profesi Minggu 3 & 4 Selesai. Sistem Mendeteksi Pengguna Telah Menguasai 4 Wilayah Sektoral di Depok: Jalan Margonda (Properti), GDC (Kuliner/Sosial), Rumah Sakit (Medis), dan Faksi Bawah Tanah.]

[Mempersiapkan Transisi Menuju Minggu Pemungkas (Minggu 5): Pembukaan Plot Harem Terbuka Lebar!]

[Pemberitahuan Darurat: Viola terdeteksi sedang menyusup sendirian ke kediaman pamannya, Haryono Wijaya, setelah mencuri dengar rekaman interogasi Dr. Lukman di rumah sakit! Target Viola dalam bahaya penyanderaan tingkat tinggi!]

Kevin mengepalkan tinjunya hingga urat-urat di lengannya menonjol sekeras baja.

"Bocah nekat itu... bener-bener gak bisa diem di tempat aman!"

Kevin melompat ke dalam mobil MPV hitam milik komplotan Topeng Hitam, mencengkeram kerah baju si pengemudi.

"Injak gasnya sampai mentok."

"Kalau dalam sepuluh menit kita gak sampai di kediaman Haryono, kepala lu yang bakal gue jadiin sutil nasi goreng berikutnya!"

Mobil MPV itu melesat membelah kegelapan malam Depok, menuju babak penentuan dari konspirasi berdarah dinasti Wijaya.

Bagaimana cara Kevin menghancurkan benteng pertahanan terakhir Haryono Wijaya dan menyelamatkan Viola yang terjebak di dalam sana?

Apakah identitas Kevin sebagai 'Manusia Tingkat Dewa' akan terbongkar sepenuhnya di depan keluarga Wijaya?

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!