NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Joni yang sedang menahan dua monster sempat melirik ke arah Gondrong. Awalnya ia mengira sahabatnya bakal terus lari sambil cekikikan seperti biasa. Namun yang dilihatnya justru berbeda.

Gondrong menghentikan langkahnya. Ia berdiri diam dengan kedua kaki terbuka selebar bahu. Perlahan ia menarik napas panjang, sementara aura berwarna kebiruan mulai berkumpul di sekitar kepalanya. Tidak seperti Heavy Punch milik Joni yang memusatkan tenaga di tinju, seluruh energi Gondrong justru mengalir ke dahinya.

"Hehehe... udah capek lari."

Monster di depannya langsung mengaum lalu menyeruduk dengan kecepatan penuh.

Namun Gondrong tidak bergeming.

"Skill Brawler..."

"Head Crush!"

DUAAARRR!!

Gondrong justru melesat lebih dulu. Seluruh aura di kepalanya berubah menjadi lapisan energi yang padat. Dalam sekejap, dahinya menghantam kepala monster dengan benturan yang memekakkan telinga.

BRAAAKKK!!

Suara retakan tulang terdengar jelas.

Monster itu terpental belasan meter, menghantam beberapa batang pohon sebelum akhirnya tergeletak tak bergerak.

Monster Eliminated

"Hehehe..."

Gondrong mengusap dahinya santai.

"Nah, beres."

Joni sampai melongo.

"Bujug dah.. itu kepala apa beton?"

Gondrong nyengir lebar.

"Bukan."

"Kepala keluarga."

"Tai."

Gondrong terkekeh lagi.

"Brawler juga ada banyak tipe, Jon. Lo kan fokus ke Defense, jadi kuat nahan serangan sama gerak lo lumayan lincah."

"Nah, gue beda."

"Gue ambil jalur Intelligence Brawler."

Joni mengernyit.

"Lah, Brawler kok Intelligence?"

"Iya."

"Gaya bertarungnya paling lemot."

Gondrong menunjuk dahinya.

"Tapi kekuatan magis yang bisa gue salurin ke tubuh jauh lebih besar dibanding tipe lain."

Joni baru mengangguk paham.

"Pantesan..."

"Jadi kepala lo itu isinya otot semua?"

"Hehehe..."

"Bukan."

"Isinya ingus."

"Anjir..." Joni langsung menutup hidung sambil mundur selangkah.

"Jangan deket-deket gue kalau lagi ngomong begitu."

Mereka berdua tertawa sebentar. Namun tawa itu tidak berlangsung lama.

BIIIP! BIIIP!

Jam tangan keduanya berbunyi hampir bersamaan.

Peringatan! Terdeteksi gelombang monster baru. Jumlah: 12 Perkiraan Level: 9–12 Arah: Barat Laut

Senyum Joni langsung menghilang.

Gondrong juga berhenti tertawa.

"Hehehe..."

"Kayaknya..."

"Kali ini kita beneran lari dulu aja, Jon."

Joni dan Gondrong saling berpandangan. Belum sempat mereka menyusun rencana, belasan monster sudah menerobos semak-semak dari segala arah. Kali ini bukan hanya Reckless bandit tetapi juga beberapa serigala bertaring panjang dan kadal batu sebesar kerbau.

Tanah bergetar setiap kali mereka berlari, sementara auman mereka menggema memenuhi hutan. Melihat jumlahnya, wajah Joni langsung berubah serius. Ini jelas bukan pertarungan yang bisa diselesaikan dengan satu atau dua pukulan.

"Heavy Punch!"

DUAAARRR!!

Gelombang udara menghantam seekor serigala hingga terpental. Namun di saat yang sama, dua monster lain sudah menyeruduk dari sisi kanan. Joni berhasil menangkis salah satunya, tetapi monster kedua menghantam bahunya dengan keras.

BRAKK!

Tubuhnya terpental dan berguling beberapa meter. Belum sempat berdiri, seekor kadal batu mengayunkan ekornya.

DUUAGG!!

Punggung Joni kembali dihantam hingga napasnya tercekat.

Di sisi lain, Gondrong juga mulai kewalahan. Head Crush miliknya memang mampu menjatuhkan monster hanya dengan sekali benturan, tetapi gerakannya terlalu lambat untuk menghadapi lawan sebanyak ini. Baru saja ia merobohkan satu monster, tiga lainnya langsung mengerubunginya.

BUGH! BRAK!

Tubuh Gondrong terpental menghantam batu besar. Darah mengalir dari pelipisnya, sementara salah satu lengannya mulai gemetar karena benturan keras.

"Hehehe..." tawanya kini terdengar lemah. "Jon... kayaknya... kita apes bener."

Joni memaksakan diri berdiri. Seragamnya sudah robek di sana-sini, wajahnya penuh darah dan debu. Ia mencoba kembali mengumpulkan energi untuk Heavy Punch, tetapi tubuhnya mulai menolak bergerak. Tenaganya hampir habis.

"Sial..."

Monster-monster itu kembali mengepung. Mata mereka memancarkan cahaya merah lapar. Perlahan mereka mendekat, seolah menikmati mangsa yang sudah tidak mampu melawan.

Tepat ketika monster pertama hendak menerkam...

"Woiii! Abang!"

Suara seorang gadis menggema dari balik pepohonan.

WUSSHH!!

Sinar hijau keemasan menyapu area pertarungan.

Laras berlari mendekat sambil membawa tongkat Qigong di tangan kanannya. Ujung tongkat itu memancarkan lingkaran sihir berwarna hijau yang terus berputar.

"Healing Spring!"

FWOOOSSHH!!

Gelombang energi hangat langsung menyelimuti tubuh Joni dan Gondrong. Luka-luka mereka perlahan menutup, memar mulai memudar, dan rasa nyeri yang tadi hampir membuat mereka pingsan berangsur-angsur menghilang.

"Hegh..."

Joni mengembuskan napas lega.

"Badan gue... enakan."

Gondrong juga menggerak-gerakkan lengannya yang tadi hampir patah.

"Hehehe... hidup lagi."

Namun bukannya tersenyum, Laras justru memasang wajah kesal.

"Kalian ini gimana, sih?!"

Joni dan Gondrong langsung terdiam.

"Masuk Dimensi Monster tanpa persiapan?"

Laras menunjuk jam tangan mereka.

"HP Potion kalian mana?"

"..."

"Kok diam?"

Gondrong menggaruk kepala.

"Hehehe... lupa."

"Lupa?!"

Laras sampai memegangi dahinya.

"Abang! Kak Joni! Sebelum berburu itu harus ke NPC Nurse dulu! Beli HP Potion, MP Potion, sama perban darurat. Itu pelajaran pertama yang diajarin ke semua mahasiswa!"

Joni hanya nyengir kaku.

"Hehe... kirain nggak perlu."

"Nggak perlu katanya!"

Laras mengembuskan napas panjang.

"Kalau aku sama teman-teman Qigong nggak lewat sini, kalian berdua mungkin udah jadi makanan monster."

Joni dan Gondrong saling melirik.

Lalu...

"Hehehe..."

"Hehehe..."

"Masih sempat ketawa?!"

Plak!

Tongkat Laras mendarat pelan di kepala mereka berdua.

"Besok-besok jangan asal nekat lagi!"

"Iya..."

"Iya..."

Keduanya menjawab kompak sambil mengusap kepala, tak berani membantah lagi.

Setelah keadaan benar-benar aman, Joni, Gondrong, dan Laras akhirnya sepakat membentuk sebuah party. Dengan adanya seorang Brawler tipe Defense, Brawler tipe Intelligence, dan seorang Healer dari Qigong, komposisi mereka terasa jauh lebih seimbang.

Sebelum kembali berburu, Laras lebih dulu menyeret mereka menuju NPC Nurse yang berada di pos peristirahatan Zona Hijau. Di sana mereka menukarkan beberapa Monster Core hasil buruan dengan HP Potion, Mana Potion, serta beberapa perban darurat.

"Heh, sekarang ngerti kan pentingnya beli potion?" tanya Laras sambil melipat kedua tangan.

"Iya..."

"Iya..."

Joni dan Gondrong menjawab kompak. Kali ini mereka benar-benar tidak berani membantah.

Berbekal perlengkapan yang jauh lebih lengkap, mereka kembali memasuki hutan. Perburuan pun berubah jauh lebih mudah. Joni menjadi tameng di garis depan, menahan serangan monster dengan tubuhnya yang semakin kuat.

Gondrong sesekali melesat menggunakan Head Crush untuk menjatuhkan monster yang lengah, sementara Laras berdiri di belakang sambil terus mengayunkan tongkat Qigong.

Setiap kali Joni atau Gondrong terluka, cahaya hijau dari tongkat Laras langsung menutup luka mereka dalam hitungan detik. Berkat kerja sama yang solid, puluhan monster berhasil mereka kalahkan tanpa mengalami cedera serius.

Waktu terus berlalu. Monster Core semakin menumpuk di dalam tas mereka, sementara angka pengalaman pada jam tangan terus bertambah. Hingga akhirnya...

DENG!

DENG!

Jam tangan ketiganya berbunyi hampir bersamaan.

LEVEL UP!

Level 9 → Level 10

"Hehehe! Naik lagi!" seru Gondrong sambil tertawa lebar.

"Lumayan juga," gumam Joni puas.

Laras ikut tersenyum melihat kedua temannya akhirnya berhasil mencapai Level 10.

Belum sempat mereka melanjutkan perburuan, suara bel besar menggema ke seluruh Dimensi Monster.

DENGGG... DENGGG... DENGGG...

Di saat yang sama, suara para master terdengar melalui alat komunikasi yang terhubung ke seluruh jam tangan mahasiswa.

"Seluruh mahasiswa Sacred Gate, harap segera menuju portal keluar. Dimensi Monster akan ditutup dalam lima menit. Ulangi, seluruh mahasiswa segera tinggalkan dimensi!"

Tanpa membuang waktu, para mahasiswa dari berbagai jurusan mulai berlari menuju portal. Joni, Gondrong, dan Laras pun ikut bergabung bersama rombongan. Sesaat kemudian, mereka berhasil keluar tepat sebelum pusaran portal perlahan mengecil dan akhirnya menghilang.

Begitu kembali ke halaman Kampus Sacred Gate, Joni langsung menghela napas panjang. Wajahnya dipenuhi senyum puas. Hari pertamanya di Dimensi Monster berjalan jauh lebih baik dari yang ia bayangkan.

Ia berhasil naik tiga level dalam sehari, memperoleh banyak Monster Core, bahkan mendapatkan pengalaman bertarung yang tidak akan pernah ia lupakan.

Namun, kalau ditanya apa yang paling membuatnya bahagia hari itu, jawabannya bukan level, bukan juga Monster Core. Tapi tentu saja laras.

Sepanjang perburuan, gadis itu berkali-kali menyembuhkan luka-lukanya, mengingatkannya saat ceroboh, bahkan tak segan memarahi dirinya demi keselamatan mereka.

Diam-diam Joni tersenyum sendiri.

"Kalau tiap masuk Dimensi Monster satu party sama Laras..."

"Kayaknya gue betah berburu tiap hari." batin joni

Di sampingnya, Gondrong melirik dengan tatapan curiga.

"Hehehe..."

"Jon."

"Apa?"

"Lo senyum-senyum sendiri ngeliatin adik gue lagi, ya?"

Joni langsung batuk kecil.

"Uhuk... ng-nggak lah."

"Hehehe..."

"Kalau bohong, muka lo lebih merah daripada tomat."

Ilustrasi joni, gondrong dan laras

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!