NovelToon NovelToon
Unbeatable Girlfriend

Unbeatable Girlfriend

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Menyembunyikan Identitas / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:326.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Risa Jey

•Unbeatable Girlfriend —Pacar yang Tak Terkalahkan•

Clarish Deonal Martin, esper tersembunyi yang dikatakan mewarisi kekuatan dewa. Ia cerdas, licik dan pandai memeras kekayaan orang. Namun ia selalu menganggap dirinya miskin meski uang dalam kartunya bernilai ratusan juta dolar.

Setelah mengenal Elnathan Deminthor, pewaris keluarga sekaligus pemimpin kelompok mafia, hidup gadis itu berubah. Ia membantu Elnathan dalam situasi apa pun, bahkan jika itu adalah konspirasi musuh.

Namun pada saat yang sama, Clarish harus mengorbankan kebebasannya sendiri untuk keluarga Deminthor. Dan tentunya demi Elnathan yang selama ini ia sukai diam-diam.

Akankah keduanya bisa mengatasi semuanya bersama-sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Ulang Tahun yang Kacau

Sophia penasaran dengan beberapa pemain musik seperti yang dikatakan Armen. Tapi dia tidak mau berkeliaran saat ini.

Lupakan saja. Melihat seorang pemain musik memainkan alat musik mereka tidaklah jarang. Ia sering melihatnya di beberapa hotel ternama atau restoran bintang sekian.

Ia tersenyum pada Clarish. "*My darling*, apakah kamu ingin mencoba minum anggur?"

"Anggur? Dulu aku pernah mencobanya, not good." Clarish menggelengkan kepala.

Sophia mengambil dua gelas anggur dari pelayan yang berkeliling membawa nampan penuh gelas anggur.

"Yang ini pasti enak, anggur kelas atas, mahal. Sayang jika tidak mencicipinya." Ia menyerahkan segelas anggur merah pada gadis itu.

Karena penasaran, Clarish pun mencobanya sedikit. Rasanya memang enak seperti yang dikatakan Sophia. Benar saja, anggur kelas atas sangat enak.

"...."

Armen melihat interaksi keduanya. Dia mengira jika saat ini Sophia sedang menjerumuskan gadis itu ke jalan yang salah.

Ia pun hanya mengarahkan mereka untuk duduk di tempat yang telah disediakan oleh Elnathan. Adiknya tidak bisa dibiarkan berbaur dengan banyak orang. Tidak tahu musuh menyamar menjadi siapa kali ini.

Sophia dan Clarish duduk di sofa di sisi lain. Di meja, ada banyak jenis camilan yang disajikan. Clarish sudah menghabiskan segelas anggur tanpa mengerutkan kening.

"Nona Clarish, apakah kamu tidak akan mabuk jika minum sekaligus?" Armen khawatir.

"Tidak. Anggur jenis ini tidak akan membuatku mabuk," jawabnya.

Melihatnya benar-benar tidak terlihat seperti orang mabuk, Armen menghela napas lega.

"Lalu anggur jenis apa yang bisa membuatmu mabuk?"

Tampaknya Clarish serius memikirkan ini. "Entahlah. Mungkin anggur peri baik-baik saja."

Sudut mulut Armen berkedut. "Anggur peri? Kamu bercanda, ya? Di sana ada anggur seperti itu di dunia ini?"

Clarish tidak menimpalinya dan hanya tersenyum. Hanya dia yang tahu atau mungkin hanya para esper yang tahu tentang anggur peri.

Anggur peri lebih memabukkan dari pada jenis anggur apa pun di dunia ini. Selain terbuat dari beberapa embun bunga peri yang terpelihara oleh aura supernatural, beberapa madu bunga dan dari buah difermentasi bersama.

Rasanya enak dan membuat ketagihan. Tapi sayang sangat memabukkan.

Sementara itu, Sophia sudah sedikit mabuk.

"Jangan mabuk. Jika kamu mabuk, Elnathan pasti akan menyalahkan ku," ujar Armen khawatir.

"Aku tahu, aku tahu." Sophia tidak begitu bodoh untuk mabuk di acara seperti ini. Siapa tahu dia mungkin akan diculik oleh musuh lagi nanti.

Pesta ulang tahun berjalan lancar. Raul mengajak para tamu untuk menikmati pemandangan di halaman belakang. Di mana para pemain musik mulai bekerja keras untuk membuat alunan musik yang indah.

Semua orang tampak gembira di pesta ini dan mengucapkan kata-kata baik untuknya. Tumpukan hadiah ulang tahun menggunung di aula.

"Nathan, apakah itu adikmu?" tanya Raul saat ada kesempatan mengobrol berdua dengan Elnathan.

Ia melihat seorang wanita bergaun hitam panjang yang menampilkan lekukan tubuh yang indah. Rambutnya yang dikeriting gantung sangat mempesona.

Elnathan menggoyangkan gelas anggurnya. "Ya."

"Gadis di sampingnya juga terlihat bagus." Raul tidak bisa melihat wajah Clarish karena sosok ya yang memunggungi.

Kali ini Elnathan juga melihat Clarish dalam gaun merah seksi. Ia tidak mempertanyakan dari mana gaun itu berasal. Pasti Sophia yang memilihnya. Hanya adiknya yang akan memikirkan beberapa ide bengkok untuk mendandani Clarish sepanas mungkin.

Elnathan menyesap anggurnya untuk melembapkan tenggorokan.

Raul tidak tahu bahwa tatapan Elnathan yang sedikit dalam saat melihat Clarish. Dia memanggil seorang pelayan, meminta Sophia dan gadis di sampingnya itu untuk datang.

Meski Raul juga menyukai para wanita cantik, dia tidak playboy seperti Armen. Setidaknya, ia masih bisa menghormati wanita dan tidak memaksa mereka untuk one night stand dengannya.

Tak lama, Sophia dan Clarish berjalan ke arah Raul dan Elnathan berada. Sophia tidak terlalu sopan saat menyapa Raul dan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

"Kenapa tuan muda Raul meminta kami berdua untuk datang?" tanya Sophia.

Raul menggelengkan kepala. "Bukan apa-apa. Sudah lama tidak melihatmu. Kamu semakin cantik sekarang. Tidak heran Nathan selalu khawatir jika aku akan menyukaimu," jawabnya sambil bercanda.

Ia melihat Clarish yang diam saja di samping Sophia. Ia tertegun untuk waktu yang lama sebelum akhirnya dehaman Elnathan menyadarkannya kembali ke dunia nyata.

Kecantikan Clarish tidak bisa dianggap seperti operasi plastik, tapi lebih baik dari pada operasi plastik.

Wajahnya sangat halus dengan sedikit ekspresi kekanak-kanakan. Kulitnya juga putih bersih.

"Sophia, siapa ini?" tanyanya penasaran.

Sophia memperkenalkan Clarish padanya. "Sahabatku, Clarish. Kami sudah berteman sejak kecil.

"Kalau begitu ... Bisakah aku memanggilku nona Clare?" Raul jarang tertarik pada seorang gadis sebelumnya.

Siapa yang tahu, panggilan itu ditolak oleh Elnathan sebelum Clarish membuka suara.

"Tidak mungkin. Clarish memiliki posisi yang sama seperti Sophia. Panggil dia dengan benar."

Raul sedikit terkejut dengan perkataannya. "Nathan, gadis ini bukan milikmu bukan?"

Bahkan jika itu teman Sophia, tampaknya Elnathan tidak akan memedulikannya terlalu banyak.

Elnathan menggelengkan kepala. "Tidak," jawabnya ringan.

Namun Raul merasa jika Elnathan hanya tidak suka dia menghampiri Clarish. Ia meminta keduanya duduk dan mengobrol dengan baik.

Tak lama, terdengar beberapa teriakan disertai suara tembakan di aula. Hal tersebut membuat para tamu lainnya kebingungan dan waspada. Di sini, Raul juga tidak memiliki memiliki ekspresi yang baik.

"Apa yang terjadi? Siapa yang membawa senjata api ke pesta ini?" tanyanya.

Yang lain menggelengkan kepala. Benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Hingga salah satu dari tamu wanita diam-diam memerhatikan Elnathan, lalu mengeluarkan pisau buah entah dari mana asalnya.

Beberapa suara aneh suara terus menerus berbisik di telinga wanita itu untuk membunuh Elnathan. Suaranya seperti sebuah bisikan tak terlihat.

Setelah terpengaruhi oleh suara bisikan itu, wanita itu seketika menerobos keluar kerumunan dan berlari ke sisi Raul seraya menodongkan pisau buah yang disembunyikannya.

"Matilah!" Wanita itu menatap Raul dengan kebencian besar.

Adegan itu tak disangka-sangka oleh banyak orang.

"Tuan muda, menghindar!" Anak buah Raul berteriak dan buru-buru mengambil langkah.

Raul terkejut dengan wanita itu yang tak tahu dari mana asalnya datang.

Hanya saja di saat wanita itu hendak mengayunkan pisau buah ke arah Raul, Clarish menyadarinya.

Clarish dengan santai menjulurkan kakinya ke depan, menghalangi jalan wanita itu. Ia menyadari jika pihak lain terkena bisikan supernatural untuk mencelakakan orang. Dalam sekejap, wanita itu tersandung dan akhirnya tersungkur.

"Aduh!" Wanita itu tersadar setelah merasakan sakit di lututnya.

Dengan cepat, pengawal Raul pun menahannya.

"*My darling*, apakah kakimu sakit?" Sophia merasa jika dia baru saja keluar dari tempat menegangkan.

"Tidak," jawabnya santai.

Clarish memang tidak merasa jika kakinya sakit setelah membuat wanita itu tersandung. Setelah wanita aneh itu berhasil diamankan, Clarish sengaja membersihkan sisa mantra jahat.

Ada pun pesta ulang tahun ini, sayangnya harus terhenti karena percobaan pembunuhan.

Beberapa orang yang terluka akibat serangan acak itu pun dilarikan ke rumah sakit.

1
Rina Arie
good book /Drool/
C a l l i s t o ®
Ciee ati ati calon jodoh nya bermula di sini 🤣
Faidah Tondongseke
Sangat bagus 🥰
Q1n9 Yu3R
Luar biasa
Rezqhi Amalia
mampir Thor,

Mampir juga donk di novel aku "Mengejar cinta sang idola"
레이디핏
Waduhhhh stres berat langsung si Clare😂😂
레이디핏
Jadi clarish siapa dan seberapa kuat kekuatannya
POPPYJES
ini novel ketiga yang aku baca dari author. dan seperti biasa nggak kalah seru dengan yg lain
POPPYJES
keren banget
Binti Shl
keren.tapi kenapa iklannya makin banyak 1bab 3iklan lamaaa🤬
Binti Shl
clare kesannya jadi murahan tapi berhubung latarnya di LN ,yaa ok lah😀
Annisa Djafar
mantap Thor ceritanya
Binti Shl
wah cari mati si Michelle
Binti Shl
apa rahasia clare dan Nathan ya🤔
Binti Shl
aku juga paling gak suka warna pink
Puch🍒❄
hahahha😂 aduh lucu banget lg🤣🤣
Nizly
Luar biasa
zylla
Astaga El 🤣🤣🤣
zylla
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
zylla
😱😱😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!