NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Akhir pekan ini Siska kembali ke apartemennya karena merasa keadaan sudah kondusif. Dinzy merasa kehilangan karena hampir satu bulan Siska tinggal bersamanya.

 

"Mbak Siska hati-hati ya, kalau ada apa-apa langsung kabarin aku" ucap Dinzy

 

"Iya Dinzy, aku pasti kabarin kamu. Kamu sesekali nginep apartemen aku dong"

"Minggu depan ya Mbak"

"Oke, beneran ya.

"Bener..."

 

Siska meninggalkan rumah Dinzy, sementara Dinzy melanjutkan aktifitasnya. Ditengah kegiatannya, ia mendengar suara ketukan pintu. ia pun segera keluar dan berfikir yang datang adalah Siska yang mungkin lupa dengan barangngnya.

 

Ceklek!

 

"Pak Luca" ucap Dinzy

 

"Hai Din, saya ganggu gak?"

"Oh, gak Pak. Silahkan masuk"

 

Luca masuk ke dalam rumah Dinzy yang berukuran tidak besar tersebut, kemudian duduk di sofa yang berada diruangan tersebut.

 

"Pak Luca dari mana, kok tiba-tiba mampir"

"Dari kantor, terus karena melewati rumah kamu jadi mampir. Oh ini saya bawa makanan, kita bisa makan bersama teman kamu juga"

"Mbak Siska sudah kembali ke apartemennya Pak, baru saja berangkat. Tadi saya pikir yang datang Mbak Siska"

 

"Oh gitu, ya sudah kita makan berdua saja"

"Pak Luca mau minum apa? Teh atau kopi?"

"Air mineral aja"

"Baik Pak"

 

"Pak, kita makan di sana saja, di meja makan lebih nyaman"

"Oh, gak apa-apa saya masuk sampai ke dalam?"

"Gak apa-apa Pak, Pak Luca gak akan nyaman makan disini. Mari Pak"

"Oke Din, terimakasih"

 

Luca berjalan mengikuti Dinzy, kemudian mereka duduk di meja makan. Dinzy membantu untuk menyajikan makanan tersebut, lalu keduanya menikmati makan siang bersama.

 

"Enak?" tanya Luca

 

"Enak Pak, kebetulan saya suka pedas. Pak Luca gak apa-apa makan pedas?"

"Saya juga suka pedas Din"

"Oh begitu"

"Besok libur kan?"

"Iya Pak"

"Mau jalan sama saya?"

"Kemana Pak?"

"Saya belum tahu, kalau kamu ada ide juga tidak apa-apa, kita bisa pergi"

"Oke Pak"

"Mau dijemput jam berapa?"

"Saya ikut Pak Luca saja, soalnya aPak Luca pasti sibuk"

"Buat kamu, saya skip semuanya"

 

Dinzy tersenyum menatap Luca, sementara Luca tetap santai seperti tidak ada beban saat mengatakan hal tersebut.

 

Setelah makan, Dinzy membereskan meja makan. Lalu memotong buah untuk Luca, mereka terlihat seperti pasangan suami dan istri.

 

"Siska sebelumnya tinggal dimana Din?"

"Di apartemen samping mall Pak"

"Terus, dia disini karena?"

"Ada masalah Pak, Mbak Siska di serang orang. Sampai harus jual mobil, dan tinggal disini sampai keadaan kondusif"

"Kenapa gak lapor polisi?"

"Saya kurang tahu Pak. Mungkin sudah"

"Hmm begitu. Bahaya sih, takutnya dia masih di incar"

"Saya sudah bilang untuk tinggal disini saja, tapi Mbak Siska tetap ingin kembali ke apartemennya Pak"

 

"Kamu juga harus hati-hati Din, karena kamu orang yang dekat dengan Siska. Kalau ada sesuatu, segera hubungi saya, jangan sungkan"

"Terimakasih Pak"

 

Hampir 3 jam lamanya Luca berada di rumah Dinzy, Luca pun meminta izin untuk pulang karena hari mulai sore.

 

"See you Din"

"Baik Pak"

 

Luca meninggalkan rumah Dinzy, ia kemudian masuk dan kembali melajutkan kegiatannya yang belum selesai.

 

Perasaan Dinzy begitu bahagia saat ini, sesuatu yang hilang dari hatinya mulai terisi oleh kedatangan Luca yang membawa bentuk kebahagiaan yang lain.

 

Dinzy tidak sabar menunggu besok, dia segera membuka lemari pakaiannya dan mencari beberapa pakaian terbaiknya untuk jalan bersama Luca.

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!