NovelToon NovelToon
WARIS [ END ]

WARIS [ END ]

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

Novel ke.12 Judulnya = TERROR.

Kematian Eyang yang kuanggap wajar, ternyata menyimpan rahasia nan kelam.
Turut membawaku ke dalam ambang kematian. Menarikku semakin dalam, seolah cahaya tak dapat lagi terlihat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WASIAT EYANG RATMI

Sekitar pukul sembilan malam, Bayu dan Mayang sampai di rumah. Tampak buk Inah dan mbak Yanti yang telah menanti.

"Non Mayang.. mas Bayu.. kok baru pulang?" tanya buk Inah sembari menghampiri keduanya.

"Iya buk Inah, sedikit macet tadi," jawab Bayu.

"Silakan duduk mas Bayu, saya buatkan teh hangat!"

"Gak usah buk, saya mau langsung balik! Mayang juga sudah lelah. Biar dia bisa langsung beristirahat."

"Oh begitu."

Bayu mengalihkan pandangannya pada Mayang. Saling memandang sembari mengulas senyuman. Sesaat kemudian, Bayu berpamitan dan meminta Mayang untuk tidak begadang, Mayang mengiyakan.

"Wah, ada yang beda kayaknya," ledek mbak Yanti setelah Bayu berlalu pergi.

"Beda apanya Yan?"

"Itu tuh buk Inah, non Mayang sama mas Bayu.."

"Loh.. kenapa? ada apa memangnya?"

Paham akan arah pembicaraan mbak Yanti, Mayang lekas melempar pelan bungkus permen ke arahnya membuat mbak Yanti tertawa sekaligus yakin tentang apa yang ia duga. Alhasil, mbak Yanti terus mendesak agar Mayang mengakuinya.

"Iya-iya, mbak Yanti benar. Aku sama Bayu sudah jadian," jelas Mayang dengan pipi yang merona.

"Tuh kan.."

Kabar gembira ini disambut baik oleh mbak Yanti dan juga buk Inah. Keduanya adalah saksi atas kesetiaan serta kesungguhan yang Bayu lakukan selama ini. Mereka pun berharap kalau hubungan Mayang dan Bayu dapat berlanjut hingga ke jenjang pernikahan.

"Eh, mas Bayu sudah melamar kan non?" tanya mbak Yanti mempertegas.

"Tadi sih sudah tapi kan proses menuju ke sana masih jauh."

"Ah, gak jauh-jauh amat. Tinggal ngenalin non Mayang ke orang tuanya saja. Pasti langsung diterima, yakin saya."

"Emang bisa semudah itu?"

"Bisalah, pasti bisa."

"Kalau masalah kenal sih, aku sudah kenal. Cuma dulu statusnya masih teman."

"Gak masalah, merubah status jadi calon istri gak susah kok."

Mbak Yanti dan buk Inah kian gencar menggoda Mayang tersipu dan kemudian meminta keduanya bubar sebab ia ingin mandi lalu tidur.

"Mau direbusin air panas non?"

"Bolej bu Inah, tolong ya!"

"Iya, tunggu sebentar, saya siapkan!"

"Iya," jawab Mayang seraya melenggang masuk ke dalam kamar.

...🌟🌟🌟...

Di tempat lain, Bayu baru sampai di rumah. Ia letakkan semua bawaan seraya lekas membersihkan diri di kamar mandi. Usai mandi, ibunya telah menanti. Menanti kabar dari misi putranya untuk melamar Mayang. Ternyata, telah lama Bayu merencanakannya dan telah mendapat restu juga dari ibunya.

"Alhamdulillah kalau Mayang bersedia menerima lamaranmu!" ucap si ibu dengan wajah sumringah.

"Pada dasarnya, Mayang anak yang baik. Perihal yang lainnya, bisa diarahkan dan dididik. Kasihan juga dia, belum menikah tapi kedua orang tuanya, sudah meninggal. Kamu, jangan menyakiti hati anak orang! kalau sudah serius dengan Mayang, jangan main-main dengan yang lain!" imbuh ibunya.

"Enggaklah buk, Bayu sudah mantap dan yakin untuk menjatuhkan pilihan kepada Mayang. Walaupun perjalanannya cukup panjang juga sampai Bayu menyadari tentang perasaan ini."

"Hati-hati loh Bay! sebentar lagi kamu aktif bekerja. Pegang duit sendiri dan bertemu banyak perempuan yang lain. Godaan itu banyak, kamu harus tetap teguh pada pendirian!" ucap ibunya mewanti-wanti.

"Iya buk, jangan khawatir! Bayu tidak akan bermain api!"

"Baguslah kalau begitu, ibuk percaya sama kamu. Itu, sudah ibuk hangatin sayuran, kamu makan ya!"

"Iya buk, siap."

"Setelah itu, cepat tidur! jangan telponan muluk sama si Mayang! biarin dia beristirahat!"

"Iya buk."

...🌟🌟🌟...

Sekitar pukul setengah sebelas malam, Mayang pun tidur. Tidur yang nyenyak setelah melewati hari yang indah. Begitu hening, tenang hingga lamat-lamat, ia merasakan kalau ada tangan yang sedang membelai rambutnya.

"Tangan ini.. siapa?"

Mayang membuka matanya perlahan dan terlihatlah eyang Ratmi yang tersenyum ke arahnya.

"Eyang..?"

"Iya Mayang."

"Eyang masih hidup? bukannya eyang sudah.."

Eyang Ratmi kembali tersenyum seraya perlahan mengayunkan tangannya dan seketika itu juga, muncul sebuah tayangan di dinding kamar layaknya sedang menonton televisi. Di sana, ada eyang Ratmi yang sedang duduk di ranjang kamarnya. Di tepian ranjang, ada bu Endah, ibu Mayang dan juga pak Danu, ayah Mayang. Wajah ketiganya terlihat serius. Sesaat kemudian, eyang Ratmi mengatakan sesuatu kepada kedua orang tuanya.

"Endah, Danu.. ibuk bisa merasakan kalau waktu ibuk sudah tidak lama lagi. Entah besok atau lusa, cepat atau lambat pasti ibuk menuai apa yang telah ibuk perbuat. Sejujurnya, ada penyesalan di hati ibuk. Ibuk ingin bertaubat tapi sepertinya, sudah terlambat. Lain halnya dengan kalian, kalian berdua masih memiliki banyak kesempatan. Bertaubatlah dan mulailah hidup yang baru! cari cara agar semua ini dapat dihentikan! ibuk tidak ingin hal ini terus berlanjut hingga anak keturunan nanti."

Bu Endah dan pak Danu saling berpandangan.

"Buk, ibuk terlalu banyak berpikir. Ibuk hanya sakit biasa dan sebentar lagi akan sembuh seperti sedia kala," jawab bu Endah.

"Endah, harta memang menyilaukan tapi jangan sampai kalian terlambat untuk sadar dan bertaubat!"

"Hemm.. iya Endah mengerti. Untuk saat ini, lebih baik ibuk beristirahat agar kondisi ibuk lekas pulih!"

"Ibuk serius, kalian jangan mengabaikan peringatan ibuk!"

"Iya buk, kami mengerti. Ibuk sedang sakit, tidak boleh banyak pikiran! ibuk juga harus peduli dengan diri sendiri!" sahut pak Danu.

Mendengar ucapan menantunya, eyang Ratmi menjadi diam. Setelah itu, kedua orang tua Mayang keluar dari kamar. Beberapa jam setelahnya, eyang Ratmi dinyatakan meninggal. Tak ada seorang pun di sampingnya ketika nyawa terlepas dari raga. Bersamaan dengan itu, tayangan di dinding, sirna. Kini, eyang Ratmi yang berada di hadapan Mayang, menggenggam tangan cucunya sembari meremasnya pelan. Seolah memberikan isyarat kalau Mayang harus melakukan apa yang tidak mau dilakukan oleh kedua orang tuanya. Tanpa mengatakan apa-apa, Mayang dapat memahami semuanya. Sepersekian detik kemudian, matanya mengerjap. Suasana masih hening yang tampaknya, hari masih gelap.

Mayang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ketika sadar kalau yang baru saja ia alami adalah mimpi. Sebuah mimpi yang terasa begitu nyata. Mimpi tentang pesan dari eyang Ratmi untuk Mayang lakukan. Mayang mengatupkan kedua telapak tangan di wajah seraya memejamkan matanya.

"Eyang, jadi itu wasiat terakhir eyang?"

"Orang tuaku tidak mengindahkannya dan bernasib sama seperti eyang."

"Sekarang, eyang ingin aku mencari cara untuk lepas? ya, aku sedang melakukannya. Eyang tenang di sana! cucumu akan terus berusaha!"

...🌟 BERSAMBUNG 🌟...

1
siyuk sie
Hallo kak apa kabar?
Saya barusan rilis judul baru tapi genre romance.

Dinda Di Ujung Senja.
Jangan lupa mampir ya...
Makasih ☺️
Fatimah Bibi
baguuuss..seru
siyuk sie: terima kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 𝒕𝒉𝒐𝒓 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
siyuk sie: Terima Kasih kak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒍𝒉𝒂𝒎𝒅𝒖𝒍𝒊𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 🤲🤲👏👏
siyuk sie: ikut seneng ya.. 😁
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝒎𝒂𝒔 𝑮𝒂𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒅𝒓 𝒊𝒃𝒖 𝒎𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒅 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕𝒊 𝒍𝒈 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒓𝒂𝒎
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒚𝒈 𝒋𝒅 𝒑𝒆𝒏𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒐𝒓𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒕𝒂 𝒊𝒔𝒕𝒊𝒒𝒐𝒎𝒂𝒉 𝒚𝒂 👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒃𝒂𝒌 𝒀𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝒌𝒆𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒔𝒉 𝒎𝒆𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒈𝒐𝒚𝒂𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒉𝒓𝒔𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒌𝒊𝒕" 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒊𝒏 𝒔𝒉𝒐𝒍𝒂𝒕 𝒘𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒂𝒉 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒐𝒏𝒌 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒐𝒍𝒖𝒔𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒌𝒏 𝒅𝒊𝒂𝒎 𝒂𝒋𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒍𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 👍👍👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒚𝒈 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒌𝒍 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒆𝒌𝒖𝒕𝒖 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒍𝒊𝒏𝒈𝒍𝒖𝒏𝒈 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒋𝒖𝒋𝒖𝒓 𝒂𝒋𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑩𝒂𝒚𝒖 𝒔𝒊𝒉 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒃𝒂𝒘𝒂 𝒕𝒅 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒅𝒊 𝒃𝒊𝒔𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒎𝒂𝒎𝒂 𝒏𝒚𝒂 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆 𝒎𝒂𝒌 𝑹𝒖𝒎𝒊𝒕 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒏𝒚𝒌 𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒑 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒌
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 𝑴𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒄𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒉 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒎𝒆𝒍𝒖𝒍𝒖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!