NovelToon NovelToon
KARMA POLIANDRI

KARMA POLIANDRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhaken

Asih, bunga desa itu berlari diantara pekatnya malam. Dari kejauhan terdengar teriakan orang-orang yang mengejarnya dengan marah.Suara riuh membuat Asih semakin ketakutan dan melayang menuju kompleks pekuburan di desa itu yang masih terbuka liang lahatnya. Perempuan itu masuk ke liang lahat dan tanah kuburanpun tertutup disertai suara gemuruh dan getaran hebat seperti gempa. "Semua mundur. Biar aku yang akan mengunci perempuan itu didalam kuburnya!!” teriak Ahmad

Asih bunga desa yang terlibat cinta terlarang dengan pak Lurah yang tampan dan tajir dinikahi secara siri oleh pak Lurah.Namun untuk menutupi pernikahan siri mereka, Asih kemudian dinikahkan dengan Ibrahim tanpa diceraikan terlebih dahulu oleh pak Lurah. Asih yang sombong karena kecantikannya kembali berselingkuh dan dinikahi seorang konglomerat yang akan membangun Mall di desanya.

Bagaimanakah nasib Asih selanjutnya ? Akankah Asih memilih salah satu diantara ketiga suaminya itu ? Ikuti dan dapatkan jawabannya disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhaken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 : Dewi masih Curiga.

Malam semakin larut. Prabowo melangkah keluar rumah dengan secangkir kopi hangat ditangannya. Hawa dingin menyeruak begitu Prabowo membuka pintu. Walau tidak berada di pegunungan, tapi cuaca dingin selalu menyelimuti kampung ini.

Purnama menampakkan wajah indahnya. Bintang-bintang bertaburan bak beribu kunang-kunang dilangit malam. Prabowo duduk disalah satu kursi malas di teras rumahnya yang besar dan megah.

Dia menghirup kopi ditangannya dengan perlahan. Matanya terpejam menikmati sensasi yang dirasakannya malam itu.

Tiba-tiba Wajah Asih nampak di langit malam membuat Prabowo terkesiap. Perempuan cantik kekasihnya itu tersenyum kepadanya, sangat mempesona..Prabowo tak ingin berkedip, takut bayangan wajah Asih lenyap dari pandangannya.

Namun tak lama berselang, tiba-tiba wajah cantik Asih berubah menjadi wajah Dewi istrinya.

Prabowo tersentak kaget. laki-laki itu mengucek-kucek matanya, berharap bayangan wajah Dewi menghilang dan berganti dengan wajah cantik Asih kekasihnya.

Namun percuma, tetap saja wajah Dewi tak mau hilang, bahkan kini menyeringai kearahnya.

"Pah..!" tiba-tiba Prabowo dikejutkan oleh lengkingan suara Dewi. Perempuan itu kini telah berdiri berkacak pinggang didepannya.

Duh...ternyata beneran Dewi...apes bener aku !!! gerutu Prabowo dalam hati.

"Prabowoooo...!!!" teriak Dewi melihat reaksi suaminya yang mengabaikan panggilannya.

"Oh...eh..mah, astagaaa...mamah ngagetin papah aja!" Prabowo terlonjak, buru-buru menegakkan tubuhnya dan menatap Dewi.

Perempuan itu cemberut. Jelas terlihat raut kekesalan diwajahnya.

"Kamu punya hubungan apa dengan perempuan di aula kecamatan tadi?" tanya Dewi dengan wajah gusar.

"Siapa?..Lho..kan sudah papa bilang tadi mah, dia bukan siapa-siapa papa. Wajar kan kalo papa melambaikan tangan ke warga dan menyapa mereka. Mau itu laki-laki ataupun perempuan. Papa harus tetap terlihat low profile sebagai seorang pejabat didepan mereka," kilah Prabowo.

"Tapi kalian saling lempar senyum dan tatap-tatapan. Itu bukan tatapan biasa pah. Jujur saja napa ?, dia itu siapa ?". Dewi masih tak percaya. "kalian punya hubungan ?"

Prabowo tertawa. Dia berdiri dan merangkul istrinya. Dewi menepis tangan Prabowo, masih kesal kepadanya.

"Mah.. biar papa kasi tau ya. Disini tuh gak ada satupun perempuan yang bisa menyaingi kecantikan mamah. Kalah jauh mereka," Prabowo mulai merayu. Taktik yang selalu jitu untuk menaklukkan Dewi.

Prabowo tau benar, Dewi suka sekali dipuji.

Dewi masih manyun. Namun rayuan Prabowo perlahan mulai bisa meredam amarahnya. Laki-laki itu berdiri dan memeluk pinggang ramping Dewi. Diciumnya tengkuk istrinya itu.

"Lagipula mah, masa papa harus masang wajah masam ke masyarakat yang menyapa suamimu yang seorang Camat dan ganteng ini?" tanya Prabowo berkelakar.

"Bodo ah...!!" Dewi melepaskan pelukan Prabowo. "Awas aja pah. Kalau ketahuan kamu selingkuh dari aku...MATI kamu. Kuhabisi pula perempuan gundikmu itu!!" ancam Dewi. Rona wajahnya berubah serius.

Prabowo tau, Dewi tidak main-main dengan ancamannya.

"Tenang aja mah. Gak bakalan deh papah selingkuhin mamah, suer..!," jawab Prabowo sambil mengangkat kedua jarinya, menutupi perasaannya yang sebenarnya.

Dewi melangkah masuk meninggalkan Prabowo yang masih ingin menikmati malam di teras rumah mereka.

Sebaiknya aku ngingetin Asih agar lebih berhati-hati. Dan untuk sementara ini jangan bertemu dulu, pikir Prabowo

Haaah...tapi aku akan merindukan Asih, merindukan liarnya kekasihku itu di atas ranjangku !!

______________

Di dalam rumah...

Dewi mengintip Prabowo melalui celah gorden yang sedikit terbuka. Dia merasakan jika Prabowo sedang menyembunyikan sesuatu yang besar darinya.

Dewi memang bukan asli orang kampung itu. Makanya wajar jika Dewi tidak mengenali Asih apalagi mengetahui masa lalu mereka.

Tapi Dewi bukanlah perempuan bodoh yang mudah dibohongi. Dia perempuan yang pintar, cerdik, sombong dan...kejam.

Yaa...Dewi sanggup berbuat apa saja untuk memenuhi keinginannya. Statusnya sebagai putri tunggal keluarga kaya raya dan pejabat ternama membuat Dewi terbiasa untuk mendapatkan segalanya.

Apapun yang dia mau tidak pernah tidak dia dapatkan, termasuk informasi tentang perempuan-perempuan di masa lalu Prabowo.

Sebelum datang di kampung ini, Dewi telah memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi Prabowo dan mencari tau tentang masa lalu suaminya.

"Aku akan menemukan perempuan itu. Gundik yang kamu sembunyikan dariku!!" bisik Dewi tajam..

Senyum sinis tersungging disudut bibir Dewi. "Serapi apapun kamu sembunyikan dia dariku...akan aku temukan!!"

Langit malam yang tadinya cerah bertabur bintang, tiba-tiba berubah kelam. Tak tampak lagi cahaya purnama, tertutup oleh gerombolan awan tebal yang tiba-tiba muncul disertai angin kencang, percikan cahaya kilat disertai petir yang menyambar menimbulkan bunyi berderak dilangit malam.

Dewi menutup kembali gorden jendela begitu dilihatnya Prabowo yang berdiri hendak masuk. Tak ingin diketahui Prabowo, dewi berlari masuk ke kamarnya.

"Nampaknya hujan akan turun disertai badai malam ini. Hmm... sebaiknya aku tidur. Aku yakin, Prabowo tidak akan kemana-mana di cuaca seperti ini," Dewi menarik selimut dan menutupi tubuhnya. Perempuan itu memutuskan untuk tidur.

_____________

Sementara itu di rumah Asih...

Cuaca malam yang tiba-tiba berubah membuat beberapa orang yang sedang berbincang dengan Bapak dan Ibrahim di teras rumah memutuskan untuk pulang.

"Kami pulang dulu Pak Imam, nak Ibrahim. Nampaknya malam ini akan ada badai di kampung kita," pamit salah seorang warga sambil menatap langit malam yamg tiba-tiba berubah.

"Iya pak, kami juga," yang lain menimpali.

"Baiklah bapak-bapak. Silahkan," Bapak mempersilahkan tamu-tamunya untuk pulang. Mereka saling berjabatan tangan dan pulang ke rumah masing-masing.

Setelah semua tamunya pulang, Bapak memutuskan untuk masuk. "Jangan tidur terlampau nyenyak Im. ikhtiar...jaga-jaga jika badai benar-benar datang," Bapak mengingatkan Ibrahim sebelum orang tua itu masuk.

"Iya pak," jawab Ibrahim sambil mengangkat gelas-gelas bekas kopi yang telah kosong dan membawanya ke dapur.

Asih yang duduk menemani mak dan Ulfa hanya diam saat Bapak melewati mereka.

"Asih, bantu suamimu. Bawa dan cuci gelas-gelas itu!" perintah mak yang melihat anak perempuannya hanya diam saja melihat Ibrahim yang memegang gelas-gelas kotor.

Bapak hanya menoleh sekilas dengan ujung matanya dan kemudian masuk ke kamar.

"Asih....!!!" mak menepuk lengan Asih membuat perempuan itu berpaling.

"Asih mau tidur mak," jawab Asih acuh tak acuh, seolah tak mendengar perintah maknya.

"Kamu ini nduk, kenapa susah banget dengar ucapan mak!?" tanya mak menyesali sikap putrinya yang akhir-akhir ini makin tak perduli, apalagi sejak kedatangan Prabowo dan istrinya di kampung ini.

Asih tak menjawab keluhan maknya. Perempuan itu malah berdiri dan berjalan ke kamar. Mak geleng-geleng kepala dan mengelus dadanya.

"Sudah mak. Biarkan saja. Biar saya yang melakukannya," ucap Ibrahim, tak ingin mertuanya kepikiran sikap Asih.

Mak mengangguk. "Ulfa..ayoo, bobo sama nini," ajak mak. Ulfa yang memang sudah mengantuk berdiri dan mengikuti nininya.

Ibrahim yang belum mengantuk memutuskan untuk duduk di ruang tamu, sendiri...

Laki-laki itu masih memikirkan siapa gerangan orang asing yang membuntuti Asih tadi siang. "Siapa orang itu dan mengapa dia secara diam-diam mengikuti Asih?..," tanya Ibrahim penasaran.

________

:

1
Alastrax
lanjut lah
Mega Arum
Lama bgt up nya.. sampai lupa jalan crtanya
Dadang Komarudin
sangat bagus
Dadang Komarudin
lanjutanya mana Thor
Dhaken
thanks say
Lina Zascia Amandia
Lanjutannya mn Kak?
Lina Zascia Amandia
Ya Allah Asih, Asih dableg banget jadi orang.... ayo Kak smgt...
Lina Zascia Amandia
Typo; darah Ibrahim = darah Prabowo.
Lina Zascia Amandia
Kasian bgt Ibrahim kena getahnya.
Lina Zascia Amandia
Kak kemana aja, kangen nih tegur sapa Kakak di NToon.... kita saling sapa lagi dong, hbsnya Kak Dhaken lama ga up.
Lina Zascia Amandia
Idihhhh, giliran dicuekin Prabowo dia baru mikirin Ibrahimmm
Lina Zascia Amandia
Kabur kali tuh si Prabowo klo udh merasakan apem Asih.... wkwkwk
Lina Zascia Amandia
Kak, yg Tentara ku suamimu kok blm up?
Lina Zascia Amandia
Runyam bgt ya layak kehidupan yg dijalani Asih. Keren Kak, setiap kata2 yg ditulis Kk Dhaken, ngalir bagai air. Kata2nya ngalir dan ceritanya menarik. Tinggal rajin up date sm promo.
Dhaken: siaaap...🙏🙏😍👍
total 3 replies
Lina Zascia Amandia
Kerennnn tapi serem..... poliandri Booo....
Lina Zascia Amandia: Ok lanjut.... nanti lanjut lg bacanya dicicil...
total 2 replies
Lina Zascia Amandia
Karya br Kak Dhaken, like dulu n fav sbb Diana jg blm kelar bacanya.... yg ini nyusul ya.... sukses Kakkk
Lina Zascia Amandia: Ikut aja Kak, alur yg beda dari yg lain... jgn CEO aja yg ikutan.... wkwkwk...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!