Gara-gara menyerempet mobil seorang CEO, seorang gadis terpaksa membayarnya dengan menjadi pengasuh anak dari seorang CEO kaya raya, Dion Mahesa.
Nafa Maheswari, gadis cantik yang bekerja sebagai kurir pengantar paket, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena Ia harus menjadi pengasuh untuk membayar kerugian akibat ia telah menyerempet mobil Dion, Dion meminta pertanggungjawaban dari Nafa, karena Ia tidak memilih uang, maka Nafa terpaksa banting setir menjadi pengasuh anak laki-laki berumur lima tahun. Di mana Dion dan istrinya telah bercerai, dan anak mereka, Dion yang mengasuhnya. Anak itu bernama Alaska Mahesa.
Kehadiran Nafa membuat Alaska sangat senang, bukan hanya Alaska yang senang tapi sang Ayah pun ikut bahagia, cinta mulai bersemi di antara mereka, akankah Alaska bisa membuat keduanya bersatu? Sementara Nafa sendiri sudah memiliki tunangan.
Novel ini untuk event Anak Genius, mohon dukungannya ya 😊❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengambil handuk
"Hmm ... baiklah! Tapi jangan lama-lama." Dion melepaskan tangannya dari pinggang sang istri, kemudian Nafa segera beranjak pergi ke kamar mandi. Dion tersenyum melihat kepergian sang istri yang sedang bersiap untuk malam pengantin mereka. Tiba-tiba saja Dion mendapati ponselnya berdering dan Ia pun segera mengangkat telepon nya.
Tampaknya Dion sedang menerima telepon dari kolega bisnisnya, Ia pun keluar dari kamar dan berdiri di atas balkon kamarnya, rupanya Dion terlihat berbincang serius dengan koleganya tersebut. Sementara di dalam kamar mandi, Nafa segera membersihkan dirinya sebelum akhirnya Ia akan menunaikan kewajibannya sebagai istri sah seorang pengusaha kaya raya yang merupakan bosnya sendiri saat dirinya masih bekerja sebagai kurir pengantar paket.
Setelah beberapa menit, Nafa selesai melakukan ritual mandinya, Ia pun berusaha mencari penutup tubuhnya sebelum Ia keluar dari kamar mandi. Namun, rupanya di dalam kamar mandi tidak tersedia handuk baru. Ia pun lupa jika handuknya tadi masih berada di atas ranjang tidurnya.
"Astaga! Bagaimana Aku bisa keluar dari sini jika tidak ada handuk? Nggak mungkinlah Aku bugil terus keluar, idiiih malunya nggak ketulungan, apalagi dilihat sama dia, malu." ucap Nafa sembari bingung harus memakai apa saat dirinya keluar dari kamar mandi. Perlahan Ia pun mulai membuka pintu kamar mandi dan memeriksa apakah suaminya masih ada di dalam kamar. Nafa melihat kamar yang terlihat sepi dan sepertinya Dion tidak ada di dalam kamar.
"Hmm sepi, kayaknya suamiku nggak ada, dia pasti keluar. Mumpung dia nggak ada, mending keluar sekarang saja, daripada kedinginan bisa-bisa keriput nih kulit." ucapnya lirih sembari membuka pintu kamar mandi itu lebih lebar, hingga akhirnya satu kaki nan mulus keluar dari dalam kamar mandi, dengan tubuh yang polos sembari menutupi dua buah bongkahan daging yang ada di dadanya, mungkin takut terjatuh Nafa melindungi dua bongkahan itu dengan satu tangannya, sementara tangan yang satunya tampak berada di antara paha, menutupi tempat angker yang tentu saja membuat mata laki-laki tak kuasa untuk menahan hasratnya.
Nafa mulai berjalan mendekati ranjang tidurnya sembari sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa sang suami tidak ada di dalam kamar.
Di waktu bersamaan, Dion sudah selesai berbicara dengan koleganya lewat telepon, kemudian Ia mulai masuk lagi ke dalam kamarnya. Dalam beberapa langkah, saat dirinya tiba di tengah pintu, Dion melihat pemandangan yang sangat indah dan menawan, sungguh membuat mata laki-lakinya tidak bisa berkedip sama sekali, Ia melihat Nafa yang sedang berjalan dengan tubuh polosnya, alangkah indahnya pemandangan yang teramat eksotis ini.
Nafa tidak menyadari jika suaminya sedang memperhatikan dirinya, Ia pun tetap santai berjalan untuk mengambil handuk yang berada di atas ranjang tidurnya. Jarak kamar mandi dan tempat tidur sekitar sepuluh langkah, sedangkan letak pintu balkon berada di belakang Nafa, sehingga Nafa tidak tahu jika suaminya sudah melihatnya telanjang bulat. Tentu saja lekukan tubuh Nafa terpampang dengan jelas, sungguh bersih tak ternoda.
Dion perlahan mengikuti langkah kaki Nafa, sungguh gadis itu tidak tahu jika dirinya sedang diikuti oleh suaminya sendiri. Hingga akhirnya Nafa tiba di dekat ranjang tidurnya dan segera meraih handuk untuk menutupi tubuhnya sebelum sang suami datang. Alih-alih ingin mengambil handuk, tiba-tiba Nafa dikejutkan dengan sebuah tangan yang menahan handuk yang akan Ia ambil.
Spontan Nafa melihat tangan itu, terlihat sebuah cincin pernikahan mereka melingkar pada jari manis pemilik tangan besar itu, seketika Nafa membalikkan badannya dan Ia sangat terkejut melihat sang suami yang berdiri di belakangnya dan berusaha menghimpit dirinya.
"Haaa ... kamu, Mas!" Nafa membulatkan matanya saat melihat wajah suaminya yang sudah siap untuk menghajar dirinya.
Nafa tidak bisa lagi lari dari hadapan Dion, karena pria itu sudah menangkap basah sang istri yang tentunya Dion tidak usah bersusah payah untuk melucuti pakaian sang istri.
"Kamu cantik sekali, Sayang! Sangat besar dan seksi." ucapnya dengan senyum menyeringai.
...BERSAMBUNG ...
endingnya jgn gitu lah,
tp kok tergantung...MMG dh abis ke?