NovelToon NovelToon
Metalmorfosis

Metalmorfosis

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: PiEl

Buat kalian yang bukan favorit di keluarga, semangat, ya.. Kalian hebat sudah berhasil menebalkan hati sampai detik ini.

🍁🍁🍁🍁🍁

Dibanding-bandingkankan dengan orang lain, itu sudah jadi hal umum.
tapi bagaimana jika kamu dibandingkan dengan adikmu sendiri?

Seperti halnya yang dialami oleh Zinnia Nashira.

Dia muak karna terus menerus menjadi pembanding dengan Navya, adiknya. Jadi ia melarikan diri dengan pemberontakan.

Sementara Ren, masih betah melajang bahkan saat umurnya sudah menginjak kepala tiga.

Namun pertemuannya dengan Zinnia mampu membuat hari-hari Ren lebih menyenangkan.

"kak Ren! Pacaran yuk, kak."

*****
Apakah Ren akan menetapkan pilihannya kepada Zinnia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PiEl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. Tidak Seperti Yang Terlihat

Pagi ini seperti baisa, Zinnia sudah berangkat bekerja sejak pukul setengah sembilan pagi. Bahkan setelah ia sampai di lapak Pak Jaya, gerobaknyapun belum muncul disana. Zinnia memutuskan untuk menunggu sambil duduk di tembok pembatas halaman setinggi lutut orang dewasa yang ada di sepanjang trotoar. Pembatas itu di tanami dengan tanaman hias di tengah-tengahnya.

Sesekali ia akan melirik dan menelisik ke arah kantor Ren. Berharap dapat berjumpa atau setidaknya melihat pria itu. Namun sampai Pak Jaya datang dengan mendorong gerobaknya, Zinnia masih tidak melihat batang hidung Ren.

“Wah. Cepet banget datengnya, Zinnia?” Tanya Pak Jaya sambil menata posisi gerobak ke tempat biasanya.

“Mumpung semangatnya lagi full, Pak. Hehehehe.”

“Gimana keadaanmu? Udah baikan? Kemarin karyawan di FD Corp ngasih tau aku kalau kamu lagi gak enak badan. Siapa itu? Pacarmu?”

Mungkin yang di maksud Pak Jaya adalah Ren. Soalnya kemarin Ren bilang kalau ia akan memberitahu Pak Jaya kalau Zinnia sedang tidak enak badan dan tidak bisa masuk kerja.

“Udah sembuh, Pak. Gak parah kok sakitnya. Bukan pacar, Pak. Cuma kenalan aja.” Jawab Zinnia.

Selebihnya, Zinnia sibuk menata barang dagangan mereka. Sambil sesekali ia melirik ke arah kantor Ren walaupun masih belum berhasil melihat pria itu.

“Oh iya, Zinnia. Nanti bapak bisa minta tolong, gak?” Ujar Pak Jaya.

“Apa, Pak?”

“Nanti abis siang kan bapak sama Ibu mau kondangan. Ada kerabat yang pesta. Jadi bapak minta tolong kamu nanti kalau dagangannya udah habis, gerobaknya tolong anterin ke rumah bapak ya?”

“Siap, Pak.” Zinnia mengutarakan ketersediannya.

Saat masih pagi begini, masih belum banyak pelanggan yang datang ke lapak mereka. Baru saat di atas jam 12 siang, apalagi saat jam makan siang, Zinnia dan Pak Jaya sampai di buat kewalahan akibat pelanggan yang menumpuk.

Jadi di waktu luang begini, biasanya Zinnia menghabiskan waktu untuk sekedar bermain ponsel. Melihat-lihat media sosialnya dan sesekali membagikan fotonya di sana.

Namun kesenangannya itu tak bertahan lama. Entah kenapa, saat ia berselancar di ponselnya, waktu akan begitu cepat berlalu. Sampai tidak sadar kalau satu persatu pelanggan mulai memadati lapak.

“Zinnia, tolong anterin ini ke gedung FD Corp. Ke ruangan tim legal.” Perintah Pak Jaya.

Mendapat perintah itu, Zinnia langsung sigap mengambil nampan yang berisi dua mangkuk bakso beserta perlengkapannya. Dan dengan sumringah ia berjalan menuju ke gedung FD corp. Berharap bertemu dengan Ren disana.

Orang-orang di gedung itu sudah mengenal siapa Zinnia. Jadi ia tidak perlu meminta izin lagi kepada resepsionis untuk naik dan mengantarkan pesanan pelanggannya.

Zinnia sedang berjalan di lobi saat ia melihat Ren yang juga sedang mengobrol bersama dengan seorang bule dan beberapa orang indo lainnya di salah satu sofa di lobi. Membuat Zinia berhenti di jarak yang tidak terlalu jauh dengan mereka.

Senyuman otomatis milik Zinnia langsung mengembang menyambut Ren yang nampak sedang serius mengobrol bersama si pria bule dengan menggunakan bahasa inggris yang sangat fasih. Senyumannya itu dibalas oleh Ariga yang juga tersenyum padanya.

Tapi tidak dengan Ren. Pria itu terlihat bersikap biasa saja dan hanya melihatnya sekilas. Bahkan Zinnia bisa merasakan aura dingin yang mengikuti pria itu.

Ren hanya melihat sekilas lantas melengos sambil kembali sibuk mengobrol dengan tamunya. Ia sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Zinnia yang sedang memasang wajah sumringah kepadanya.

Hal itu membuat Zinnia sedikit terkejut. Membuat senyumannya menghilang seketika. Ia berfikir apa mungkin dia telah melakukan kesalahan sehingga Ren nampak marah padanya? Apa yang membuat Ren seacuh itu padanya? Pria itu bahkan tak mau tersenyum sedikitpun dan terus berbicara serius dengan tamunya.

Apa mungkin karna tamu itu merupakan tamu penting sehingga tidak boleh ada yang mengganggunya?

Tidak mendapatkan balasan atas keramahannya, akhirnya Zinnia kembali berjalan meninggalkan Ren yang rupanya mengikutinya dengan ujung matanya.

Zinnia masuk ke dalam lift kemudian naik untuk mengantarkan pesanannya. Sesampainya di lantai 5, ia segera pergi menuju ke ruangan tim legal.

“Bakso!” Zinia memberitahu.

“Oh, sini! Sini!” Panggil seorang wanita muda berkacamata yang masih sibuk dengan komputernya. Begitu juga dengan pria yang ada di meja di sampingnya.

Zinnia segera berjalan menuju ke meja wanita itu kemudian meletakkan nampan baksonya di sana.

“Mau di tunggu apa gimana?” Tanya Zinnia.

“Tunggu aja, ya? Gak lama kok makannya. Takut nanti gak sempet balikin mangkuknya.” Jawab wanita itu.

“Iya, kak. Kalau gitu aku mau ke kamar mandi dulu.” Pamit Zinnia. Itu hanya alasannya. Padahal ia enggan menunggui orang makan yang pastinya akan membosankan sekali.

Zinnia berjalan ke kamar mandi wanita dan langsung masuk ke dalam salah satu bilik yang kosong. Sementara ada dua wanita yang sedang merapikan dandanan mereka di depan kaca washtafel. Dua wanita itu sedang mengobrolkan seseorang.

“Neg banget tau lihat tingkahnya yang sok anggun itu. Caper sama atasan biar selalu di puji. Kalau aku udah malu banget jadi cewek penjilat kayak gitu.”

“Ya namanya juga punya banyak kelebihan. Cantik, seksi, plus pintar. Jadi buat apa kalau gak di gunain buat ngejilat atasan?”

“Saking gak tau dirinya, kemarin bokongnya di pegang Pak Denis aja itu si Navya diem aja. Bukannya ngelawan apa gimana.”

“Ya mungkin dia suka kali di remes-remes bokongnya sama Pak Denis.”

Zinnia yang mendengar semua pembicaraan itupun langsung terkejut. Ternyata yang sedang mereka bicarakan adalah Navya, adiknya. Entah kenapa, ia merasa tidak terima mendengar Navya di jelek-jelekkan begitu. Ingin ia menjambak duo uler keket itu.

Walaupun hubungannya dengan Navya tidak terlalu baik, tapi Navya tetap adiknya. Dan ia tetap tidak tahan mendengar ada oerang lain yang menghina Navya seperti itu.

Zinnia buru-buru mengancingkan celananya. Ia hendak keluar dan menghajar duo tempe itu. Tapi ia menghentikan langkahnya saat ia baru saja keluar dari bilik. Ternyata, Navya juga ada disana. Gadis itu menendang kasar pintu bilik hingga menimbulkan suara keras.

Brak!!!

Duo uler keket langsung terkejut dan terbelalak. Mereka langsung tak berkutik saat melihat Navya menatap marah kepada mereka.

Dan tanpa aba-aba, Navya langsungmerangsek dan menjambak kedua wanita itu dengan masing-masing tangannya. Hingga mereka berdua histeris berusaha melepaskan diri. Namun ternyata cengkeraman Navya jauh lebih kuat. Tangannya tak mau lepas dari rambut lawan-lawannya.

“Dasar tukang iri. Bilang aja kalian gak punya prestasi apapun disini! Bisanya cuma ngegibahin orang aja. Punya otak tu dipake buat mikirin kerjaan! Bukan buat iriin prestasi orang lain!” Bentak Navya langsung.

Tapi mereka tak mau tinggal diam juga. Mereka lantas ikut membalas menjambak rambut Navya. Dan terjadilah pergulatan hebat dengan saling jambak satu sama lain.

“Kamu itu yang kegatelan!”

Sementara Zinnia hanya jadi penonton saja. Ia bahkan mendukung Navya walaupun dengan suara lirih.

1
Rahmaniar
suka banget cerita nya....banyak makna kehidupan dapat di ambil dari ceritanya
Rosy Putri
aku suka novel semua cerita nya lucu nya ada.. bhagia pasti.. yg penting menghibur..
Rosy Putri
jin jin...
Rosy Putri
si jin ada ada aja... 🤣🤣
Rosy Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Y_이14
lucu banget ya Tuhan
Fina Fitriani
bagus... cerita nya,,selalu dan selalu menguras air mata dan berakhir happy ending.... aku suka.. lanjut ah.....
Titha
keren
Fitri Ani
Luar biasa
Jamilah Hidirmanto
aq tambah semangat bacanya
Jamilah Hidirmanto
/CoolGuy//Tongue//Chuckle/
Jamilah Hidirmanto
/Drool//Sleep//Joyful//Doubt//Scowl/
Ummu Faliha
Luar biasa
Zieya🖤
aku curiga sana si Burhan ..
Zieya🖤
Zinnia makhluk paling ajaib
😂😂😂😂
Zieya🖤
yang lagi cemburu
😂😂😂😂
Zieya🖤
kasian si Gerry😂😂😂😂
Dwi ratna
kk urutan novel klrga prianggoro si yg mn dlu ini, aq bca prima trz ksni?
Pucuk Labu🍁: 1.Semesta Rai.
2. My Handsome Rich Husband.
3. Metalmorfosis.
4. One Night Stand With My Ceacy Boss. (ini lanjutannya Metalmorfosis)
total 1 replies
Dwi ratna
enk bgd y jd org kya, mau apa tinggal bli tinggal tunjuk jg gk mikirin bsok ada uang gk y bt mkn....😔
Dwi ratna
nyesek deh, aq pernh dposisi itu jin
Dwi ratna: BanGeD pokoke
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!