NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Pintu kamar mandi terbuka perlahan, Raga melangkah keluar dengan rambut yang masih, hanya mengenakan handuk putih tebal yang melilit erat di pinggangnya, menampakkan tubuhnya yang tegap.

‎‎Wajahnya tidak lagi riang seperti saat pertama kali dia datang. Alisnya terus berkerut rapat, rasa gelisah dan tidak tenang semakin menggerogoti hatinya. Sudah lima hari ia berada di luar kota, sudah lima hari pula Risa sama sekali tidak mengangkat teleponnya, tidak membalas satu pun pesan singkat maupun pesan suara yang ia kirimkan bertubi-tubi.

‎‎Biasanya, meskipun ia pergi berhari-hari, Risa selalu membalas dengan cepat, selalu menanyakan kabar, selalu berbicara lembut. Tapi kali ini, keheningan itu terlalu panjang, terlalu dingin, membuat hati Raga terasa tidak nyaman, seolah ada sesuatu yang buruk sedang terjadi di rumah.

‎‎Ia segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas, jari-jarinya bergerak cepat menekan nomor kontak istrinya sekali lagi. Layar ponsel berdering lama, berdering sampai suara sambutan otomatis terdengar kembali, sama seperti sebelum-sebelumnya. Tidak ada jawaban. Tidak ada suara lembut Risa yang selalu ia dengar setiap hari.

‎‎Raga menghembuskan napasnya kasar.

‎‎"Ada apa dengan wanita itu sebenarnya? Kenapa tidak mau dihubungi sama sekali?" gumamnya pelan, rasa kesal, cemas, dan bingung bercampur jadi satu. "Biasanya dia selalu ada untukku, kenapa tiba-tiba jadi begitu dingin dan menjauh?"

‎‎Pikirannya mulai berkeliaran, rasa curiga sedikit demi sedikit muncul. Apakah Risa tahu sesuatu? Apakah ada orang yang memberitahu tentang keberadaannya bersama Amelia di sini? Atau apakah istrinya itu mulai berani melawan dan mengabaikannya karena sudah merasa cukup?

‎‎Saat Raga masih sibuk memandangi layar ponsel dengan wajah gelisah, tiba-tiba sepasang tangan lembut dan halus melingkar erat di pinggangnya dari belakang. Tubuh yang lembut dan hangat menempel rapat di punggungnya, diikuti suara manja dan lembut milik Amelia yang berbisik tepat di telinganya.

‎‎"Mas… hari ini sudah berapa puluh kali kamu mencoba menelpon dia. Sudah lima hari kita disini, Mas malah terus-terusan memikirkan istri Mas yang bahkan tidak peduli sama sekali pada Mas," bisik Amelia, bibirnya menyentuh lembut kulit leher Raga, gerakannya menggoda dan manja.

‎‎Tangan Amelia bergerak perlahan naik ke dada Raga, mengusap kulitnya dengan lembut, sementara tubuhnya semakin menempel erat.

‎‎"Lupakan saja dulu dia, ya? Disini cuma ada aku, cuma ada kita, Mas." lanjut Amelia, suaranya semakin lembut dan memikat. "Mbak Risa cuma wanita kaku, bahkan dia tidak bisa memberikan apa yang Mas butuhkan. Mas sudah terlalu lama hidup dalam kesepian bersamanya, sekarang biarkan aku yang menggantikan semua itu."

‎‎Raga mengerjap pelan, rasa gelisah di hatinya perlahan mulai teralihkan oleh sentuhan hangat dan lembut itu. Aroma tubuh Amelia yang harum dan menggoda masuk ke hidungnya, suara manja wanita itu membuat pikiran kacau di kepalanya perlahan mulai menghilang.

‎‎Ia tahu, ia sudah bersalah besar pada Risa yang setia dan sabar. Tapi rasa nyaman dan rasa puas yang selalu ia dapatkan dari Amelia membuatnya lemah, membuatnya tidak sanggup menolak.

‎Meskipun di dalam hatinya masih tersisa rasa bersalah dan rasa cemas yang tidak hilang, perlahan-lahan ia mulai menyerah. Ia memutar tubuhnya, menghadap Amelia yang tersenyum manis, lalu mengangkat dagu wanita itu dengan jari tangannya.

‎‎"Kamu benar, Sayang…" bisik Raga pelan, suaranya sudah tidak lagi tegang. "Dia memang tidak seperti kamu. Dia kaku dan tidak pernah bisa mengerti apa yang aku inginkan. Aku sudah terlalu lama menahan diri, terlalu lama hidup dengan perasaan yang tidak pernah terpenuhi."

‎‎Amelia tersenyum lebar, senyum penuh kemenangan, lalu segera menarik leher Raga ke arahnya.

‎‎"Kalau begitu, jangan pikirkan hal yang tidak penting lagi. Fokus saja pada kita berdua… pada kebahagiaan kita," ucap Amelia pelan sebelum bibirnya menyambar bibir Raga dengan penuh nafsu.

‎‎Raga membalas ciuman itu dengan penuh gairah. Semua rasa cemas, semua rasa bersalah, semua pikiran tentang Risa yang tidak mengangkat teleponnya, semuanya ia buang jauh-jauh dari kepalanya. Ia memeluk tubuh Amelia erat, seolah wanita itu adalah satu-satunya tempat pelariannya, lalu membawa tubuh wanita itu perlahan menuju ranjang.

‎‎Suasana kamar itu kembali panas dan penuh gairah, suara desahan dan bisikan manja bergema memenuhi ruangan tertutup itu. Mereka kembali terjerat dalam hubungan terlarang yang penuh dosa itu, melakukan hal yang sama berulang kali.

-

‎Setelah rasa lelah akibat kebersamaan panas itu menyerang seluruh tubuhnya, Raga akhirnya tertidur pulas. Di sampingnya, Amelia masih terjaga dengan mata yang terbuka lebar. Perlahan-lahan, ia menggeser tubuhnya menjauh agar tidak membangunkan Raga, lalu dengan gerakan sangat pelan dan hati-hati, ia meraih ponselnya yang diam-diam dia sembunyikan di sudut meja untuk merekam kegiatan panas mereka barusan.

‎‎Amelia membuka file rekaman video itu, bibirnya melengkung membentuk senyum licik, matanya berbinar penuh kepuasan.

‎‎Ia segera membuka aplikasi pesan, menghubungi kakak kandungnya yang selalu mendukung segala rencananya. Tanpa ragu sedikitpun, Amelia mengirimkan file video itu beserta pesan singkat yang tertulis jelas.

‎‎[Kirimkan video ini ke istri Mas Raga, Kak. Setelah kami pulang dari luar kota nanti, aku ingin dengar dia meminta cerai dari Mas Raga.]

‎‎Bagi Amelia, rekaman itu bukan sekedar kenangan. Itu adalah senjata terkuatnya, jalan pintas yang akan membuatnya bisa memiliki Raga sepenuhnya dan menyingkirkan Risa selamanya. Ia sudah bosan menjadi wanita simpanan yang disembunyikan, ia ingin menjadi satu-satunya wanita di sisi Raga, menjadi nyonya besar yang dihormati semua orang.

-

-

-

‎‎Cahaya matahari pagi masuk lembut lewat jendela ruang makan, menyinari meja yang sudah tertata rapi dengan berbagai hidangan hangat yang disiapkan Bi Ani.

‎‎Risa keluar dari kamar dengan langkah pelan, wajahnya datar tanpa ekspresi, masih membawa sisa rasa lelah dan luka dari kejadian kemarin.

‎‎"Silakan makan, Non Risa. Semuanya masih hangat," ucap Bi Ani dengan nada lembut.

‎‎Risa hanya mengangguk pelan, lalu duduk di kursi makan. Ia mengambil sendok, mencoba memakan sedikit makanan itu, meskipun rasanya hambar di lidah. Baru saja ia memasukkan suapan kedua ke mulutnya, suara notifikasi pesan di ponselnya terdengar memecah keheningan.

‎‎Risa melirik sekilas pada ponselnya yang tergeletak diatas meja disampingnya, layar ponselnya menyala menampilkan notifikasi dari nomor tidak dikenal.

‎‎Ia berhenti makan, meletakkan sendok perlahan, lalu meraih ponsel itu dengan tangan yang sedikit kaku. Tanpa menunggu lama, dia menekan layar untuk membuka file video itu.

‎‎Awalnya layar hanya gelap sedikit, sebelum akhirnya gambar terlihat jelas di hadapan matanya. Darah di tubuh Risa seketika berhenti mengalir, napasnya tertahan keras di tenggorokan saat melihat video suaminya yang sedang bermain gila dengan wanita selingkuhannya diatas ranjang.

‎"Ah Amelia... kamu sangat nikmat sayang... ahhhhh..."

‎‎Suara berat dan penuh nafsu milik Raga terdengar jelas dari rekaman itu, berulang kali mendesahkan nama wanita lain dengan penuh cinta.

-

-

-

Bersambung...

1
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
eeeeeeeaaaaaaa ee ee eaaaaaa eeeeeaaaaa 🤣🤣🤣🤣
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
gak say biar icik bos yang langsung turun tangan 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!