NovelToon NovelToon
Sunny Day For Us

Sunny Day For Us

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina0801

Empat bersaudara Jafar, Ira, Iskan, dan Tina harus berjuang melawan kehidupan yang keras dan tidak adil bagi mereka, yang dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tua mereka.

Jafar, sebagai kakak tertua yang kini masih duduk di kelas 12 terpaksa berhenti sekolah dan mencari pekerjaan, serta banting tulang untuk menghidupi ketiga adiknya yang masih sekolah.

Dan Ira, yang kini baru duduk di kelas 10 berusaha dengan sangat baik, belajar dengan giat dan bekerja paruh waktu untuk membantu sang kakak.

Serta Iskan, yang kini masih duduk di kelas 8 selalu bertugas untuk menjaga adik bungsunya-Tina yang masih duduk di kelas 5 SD.

Masalah demi masalah terus berdatangan kepada mereka. Membuat hidup mereka sangat menderita dan terkadang tertimpa oleh rasa putus asa. Lantas, akankah mereka berhasil membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik?

Yuk, ikuti kisah mereka. Jangan lupa like dan komen yah! Semoga para readers suka ama ceritanya.

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina0801, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 24

Pagi pun telah tiba. Karena hujan yang sangat lebat semalam. Arif terpaksa menginap. Ira yang sudah bangun dari shubuh membuat nasi goreng untuk sarapan.

Semua orang sudah bangun pagi-pagi sekali kecuali Arif yang masih terlelap dalam tidurnya. Jafar pun tak segan membangunkan Arif dengan kasar.

"Hoi, bangun! Kebo amat nih anak tidurnya."

"Emang iyah. Tapi, ada satu jurus lho, Kak. Yang ampuh banget buat ngebangunin tidurnya kak Arif," sambar Al memberitahu rahasianya.

"Serius? Gimana caranya?" tanya Jafar tertarik juga.

Al pun membisikkan sesuatu di telinga Jafar. Lalu kemudian keduanya saling menatap jahil disertai senyuman usil mereka. Jafar pun melakukan apa yang Al bisikkan padanya.

Jafar pun bersiap dan meniup telinga Arif. Sehingga Arif pun meloncat kaget dan terbangun langsung dari tidur lelapnya. Karena Arif paling tidak tahan jika ada yang meniup telinganya. Bahkan ketika ia tidur lelap pun tetap bisa merasakannya.

Arif menggeleng dengan cepat dan mengorek telinga kirinya yang tadi ditiup oleh Jafar. Tatkala semua orang hanya bisa tertawa karena kejahilan Jafar dan Al. Pagi itu rumah mereka terasa lebih hangat dari sebelumnya. Rumah mereka keluar tawa yang begitu lepas setelah sekian lama tak pernah ada tawa seperti itu lagi.

Mungkin kehadiran Al dan Arif bisa dibilang membawa berkah bagi kehidupan mereka supaya lebih berwarna.

"Siapa yang niup telinga gue? Al? Loh kan yang melakukannya?" geram Arif sembari menatap Al marah.

Al langsung bersembunyi dibelakang Jafar untuk berlindung.

"Makannya kalau tidur jangan kebo! Semua orang udah bangun pagi-pagi dan bersiap-siap. Kamu malah enak-enakan tidur," sahut Jafar mengomelinya.

"Astaga! Lagi pula masih sangat pagi, toh!" seru Arif hendak tidur lagi.

"Kak Arif, kata ibuku gak baik kalau bangun terlalu siang. Nanti rezeki kita dipatok ayam lho!" seru Tina ikut bersuara dan menasehati Arif.

Seketika Jafar dan Ira melirik ke arah Tina secara bersamaan. Bahkan kedua ekspresi mereka berubah masam seketika saat mendengar kata "ibu".

Tina langsung menutup rapat-rapat mulutnya. Ia lupa kalau ia sudah berjanji tidak akan pernah membicarakan tentang ibunya lagi. Walau Jafar dan Ira sangat tahu kalau Tina belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi. Dan pastinya dalam hatinya masih tersimpan rasa rindu terhadapnya.

"Maaf," ucap Tina langsung meminta maaf kepada kedua kakaknya. Ia tidak bermaksud menghancurkan suasana hangat dan ceria pagi ini.

Jafar tersenyum. "Tidak papah. Sebaiknya, kita sarapan dulu, lagi pula Al harus pulang, kan? Nanti terlambat ke sekolah," balas Jafar mencairkan lagi suasana yang sempat meredup.

Arif bisa menilai apa yang terjadi. Meskipun ia tidak tahu kenapa mereka begitu sensitif saat membicarakan ibu mereka sendiri, tetapi Arih bisa memahami keadaan dan suasana ini. Lagi pula sejak semalam ibu mereka tidak pulang sama sekali. Kini ia tahu bahwa ?mereka hidup tanpa orang tua saat ini.

Arif pun mencoba mengembalikan suasana menjadi sebelumnya.

"Jam segini sarapan? Gak kepagian gitu? Terus mana ada sarapan cuma nasi digoreng aja. Sarapan itu kayak roti kek, susu, itu baru sarapan," oceh Arif sengaja berbicara seperti itu agar suasananya tak mencanggung.

Jafar langsung saja menjewer telinga Arif. "Banyak omong. Kalau gak mau sana pulang saja. Sarapan di rumahmu saja!" seru Jafar.

"Tahu nih, Kak Arif. Banyak maunya, wleee!" sambar Al sambil menjulurkan lidahnya.

"Nih, bocah ikut-ikutan aja, sih! Pulang sono!" balas Arif tak mau kalah.

"Suka suka Al dong! Lagi pula di rumah selalu sepi. Lebih baik disini. Walau sederhana, tetapi sangat hangat dan nyaman. Gak kayak di rumah. Makan aja sendiri-sendiri. Sibuk masing-masing. Gak pernah tuh duduk bareng kayak gini, sambil ngobrol dan bercanda," ungkap Al berterus terang pada semuanya.

Tina sekarang mengerti. Ternyata Al hanya kesepian. Karena itu, ia lebih betah bersama mereka ketimbang pulang ke rumahnya.

Bahkan Arif memang tahu betul seperti apa kesibukkan orang Al. Jadi, ia tak banyak omong lagi dan hanya duduk ikut bergabung dengan mereka.

"Iyah deh, iyah..."

"Kenapa duduk?" tanya Ira menyela.

"Mau makanlah!" balas Arif.

"Enak aja! Cuci muka dulu sana!" tergurnya.

Arif pun bangkit kembali dan pergi untuk mencuci mukanya yang kusut karena baru bangun tidur.

1
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bawang merah Mahal thor ampe ikut deres air may aku😭😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
seriap baca karyanya ka tina pasti ikut mewek😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ya Allah kuatkan ka kanya tina😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
tina masih kecil harus merasakan sakit parah apa tina umurnya udah ga lama
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
baru aja kebahagian mereka di mulai sudah di uji dengan sakitnya tina semoga penyakitnya tidak parah
Ifah
Tetap semangat 💪😉🤗
Imarin
Saling dukung yok kak, baca novel juga "Cinta Jarak Jauh berujung Miris"
Jae-Tina: Iyah kak.. nanti mampir
total 1 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ga up ka
Jae-Tina: Masih di riview kak
total 1 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kalau ada gcnya bisa aku promoin tiap GC karya kaka
Jae-Tina: Iyah kakak makasih
total 5 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
semangat ka upnya
Jae-Tina
Makasih Kakak udah jadi pembaca setia... Moga kakak tetap sehat biar bisa terus dukung karya aku😊
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: Amiin ka
total 1 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
belum ada GC nya ya aku sudah kirim bunga biar up lagi😁
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kenapa setiap baca dapet banget rasa ampe nyyesek aku cengeng tiap baca pasti bawang bombay😭 terharu sama empat bersaudra
zha
sedih bawang Bombay😭😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
belum up
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
sedih banget bawang bombay deres nig😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ya Allah dimana hati nurani para tetangganya ga ada Belas kasihan sama sekali untuk menolongnya
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
makin rumit kasian anak2 men jadi korban
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ya ampun kasian iskan semoga ada yg membantunya
diananaibaho18
aku suka aku suka😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!