Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.
Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?
Ikuti Kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Koloni Pertama Manusia dan Rahasia Planet Baru
Sejak keberhasilan Horizon One mencapai orbit, dunia memasuki era baru.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, sebuah perusahaan swasta berhasil menciptakan kendaraan antariksa yang jauh melampaui teknologi konvensional.
Dan orang di balik semua itu hanya satu.
Alviano Revende Xafier.
Namun bagi Alviano sendiri, perjalanan itu baru saja dimulai.
Karena sistem telah memberikan misi baru.
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Peradaban Tahap 4
Target:
Membangun Koloni Pertama di Luar Bumi
━━━━━━━━━━━━━━━
Hadiah:
???
━━━━━━━━━━━━━━━
Pagi hari.
Markas utama Aether Dynamics.
Seluruh ilmuwan senior berkumpul.
Di layar besar muncul sebuah planet.
Bukan bumi.
Sebuah planet yang berada di sistem bintang terdekat yang telah dipetakan.
Nama:
Elysia-01
━━━━━━━━━━━━━━━
Informasi Planet:
Jarak:
4,2 tahun cahaya
Ukuran:
0,9x Bumi
Atmosfer:
Tidak stabil
Suhu:
Dapat dikendalikan
Air:
Tersedia
Potensi:
Tinggi
━━━━━━━━━━━━━━━
Ruangan menjadi sunyi.
Karena semua orang memahami arti data tersebut.
Sebuah dunia baru.
Elena berdiri di depan layar.
"Secara teori."
katanya.
"Planet ini bisa dihuni."
"Tapi masalahnya..."
Ia mengganti tampilan.
"Kita belum pernah mengirim manusia sejauh itu."
Salah satu ilmuwan mengangguk.
"Jaraknya terlalu jauh."
"Dengan teknologi sekarang, perjalanan bisa memakan waktu puluhan ribu tahun."
Alviano duduk tenang.
Karena mereka belum mengetahui semua yang ia miliki.
Pusat Peradaban Dewa.
Malam hari.
Ia kembali masuk ke sistem.
Kali ini ia membuka:
━━━━━━━━━━━━━━━
Planetary Development System
━━━━━━━━━━━━━━━
Pilihan:
• Terraforming
• Koloni Otomatis
• Kapal Generasi
• Sistem Kehidupan Buatan
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano langsung tertarik.
Ia membuka Terraforming.
━━━━━━━━━━━━━━━
Terraforming Planet
Elysia-01
Biaya:
300.000 Poin Peradaban
━━━━━━━━━━━━━━━
Status:
Tersedia
━━━━━━━━━━━━━━━
Tanpa ragu.
Ia mengaktifkan.
"Gunakan."
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Terraforming Dimulai
Estimasi Waktu:
180 Hari
━━━━━━━━━━━━━━━
Dalam sekejap.
Ribuan data muncul.
Atmosfer.
Suhu.
Komposisi udara.
Sistem air.
Semuanya mulai disesuaikan oleh sistem.
Namun tentu saja.
Di dunia nyata.
Manusia tidak melihat proses itu.
Yang mereka tahu hanyalah satu hal.
Aether Dynamics menemukan planet yang berpotensi menjadi rumah kedua manusia.
Berita itu menggemparkan dunia.
Media:
"Manusia Akan Memiliki Rumah Kedua?"
"Alviano Memulai Era Kolonisasi Antariksa"
"Apakah Bumi Akan Memiliki Saudara?"
Pemerintah berbagai negara mulai bereaksi.
Karena ini bukan lagi sekadar bisnis.
Ini masa depan spesies manusia.
Di sebuah konferensi internasional.
Perwakilan dunia bertanya:
"Apakah proyek ini milik satu perusahaan?"
"Atau milik seluruh umat manusia?"
Pertanyaan itu langsung menyebar.
Karena semua orang ingin tahu.
Apa tujuan Alviano sebenarnya?
Beberapa hari kemudian.
Alviano akhirnya muncul di depan publik.
Konferensi global.
Ribuan wartawan hadir.
Kali ini bukan tentang saham.
Bukan tentang teknologi.
Tetapi tentang masa depan manusia.
Alviano berdiri di panggung.
Tenang seperti biasa.
"Saya tahu banyak yang bertanya."
"Kenapa perusahaan saya melakukan semua ini?"
Ruangan sunyi.
"Jawabannya sederhana."
Ia melihat layar besar.
Menampilkan bumi.
"Kita memiliki satu planet."
"Tapi manusia selalu berkembang."
"Suatu hari nanti, bumi tidak akan cukup."
Kalimat itu membuat semua orang diam.
"Perjalanan menuju bintang bukan tentang meninggalkan bumi."
"Tapi memastikan manusia memiliki masa depan."
Pernyataan itu langsung mendapat reaksi besar.
Bahkan banyak orang yang sebelumnya mengkritik Alviano mulai berubah pandangan.
Karena mereka melihat.
Ia tidak sedang membangun kekayaan.
Ia sedang membangun peradaban.
Sementara itu.
Project Elysia berjalan.
Enam bulan kemudian.
Sistem memberikan notifikasi.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Terraforming Berhasil
━━━━━━━━━━━━━━━
Planet Elysia-01
Status:
Layak Huni
━━━━━━━━━━━━━━━
Atmosfer:
Stabil
Air:
Aman
Suhu:
Optimal
━━━━━━━━━━━━━━━
Ketika data itu muncul.
Seluruh dunia kembali terdiam.
Karena ini berarti...
Manusia berhasil menciptakan dunia kedua.
Namun masih ada satu masalah.
Bagaimana mengirim manusia?
Aether Dynamics mulai membangun kapal generasi baru.
Nama:
Ark One
Bukan sekadar kapal.
Melainkan kota bergerak.
Di dalamnya terdapat:
Sistem pertanian
Rumah tinggal
Laboratorium
Rumah sakit
Sistem pendidikan
Sebuah miniatur peradaban manusia.
Pembangunan berlangsung cepat.
Karena teknologi dari Pusat Peradaban Dewa membantu mempercepat proses.
Sementara itu.
Alviano menerima laporan.
━━━━━━━━━━━━━━━
Ark One
Kapasitas:
10.000 manusia
Perjalanan:
6 bulan
━━━━━━━━━━━━━━━
Kecepatan:
Teknologi Fusion Drive+
━━━━━━━━━━━━━━━
Elena melihat data itu.
Masih sulit dipercaya.
"Dengan teknologi biasa."
katanya.
"Perjalanan ini mustahil."
Alviano tersenyum.
"Tapi kita tidak menggunakan teknologi biasa."
Hari keberangkatan akhirnya tiba.
Lokasi:
Pusat Peluncuran Aether Dynamics.
Ribuan manusia berkumpul.
Bukan hanya ilmuwan.
Tetapi juga keluarga.
Insinyur.
Dokter.
Guru.
Orang-orang yang akan menjadi penghuni pertama Elysia.
Di depan Ark One.
Alviano memberikan pidato.
"Hari ini."
"Kita tidak hanya mengirim kapal."
"Kita mengirim harapan."
Hitungan mundur dimulai.
10...
9...
8...
Ark One naik.
Namun berbeda dari roket biasa.
Ia bergerak dengan tenang.
Masuk atmosfer.
Keluar bumi.
Menuju ruang angkasa.
Dari bumi.
Seluruh dunia melihat perjalanan itu.
Untuk pertama kalinya.
Manusia meninggalkan bumi bukan untuk sementara.
Tetapi untuk membangun rumah baru.
Beberapa jam kemudian.
Ark One mengaktifkan Fusion Drive.
Cahaya besar muncul.
Dan kapal itu melaju menuju bintang.
Di ruang pribadi.
Alviano melihat sistem.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Peradaban Tahap 4
Progress:
70%
━━━━━━━━━━━━━━━
Namun tiba-tiba.
Notifikasi lain muncul.
Bukan hadiah.
Melainkan pesan baru.
━━━━━━━━━━━━━━━
Peringatan:
Terdeteksi Sinyal Eksternal
Asal:
Tidak Diketahui
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano langsung diam.
Untuk pertama kalinya.
Sistem menampilkan sesuatu yang bukan berasal dari bumi.
Kemudian muncul informasi tambahan.
━━━━━━━━━━━━━━━
Kemungkinan:
Peradaban Luar Angkasa
━━━━━━━━━━━━━━━
Level:
Tidak Diketahui
━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Alviano menyipit.
Selama ini ia berpikir manusia sedang menuju luar angkasa.
Ternyata...
Ada kemungkinan sesuatu di luar sana sudah mengetahui keberadaan mereka.
Di kejauhan.
Di antara bintang-bintang.
Sebuah sinyal misterius terus mengirim pesan.
Menuju arah bumi.
Dan tanpa diketahui siapa pun...
Perjalanan manusia menuju bintang baru mungkin bukan hanya tentang menemukan dunia baru.
Tetapi juga...
Menemukan penghuni lain di alam semesta.
[Tamat Bab 27]