Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.
Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.
Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!
Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.
Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi
Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!
"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Koridor Api dan Batasan Fisik Mentah
Cahaya merah membara memancar dari ujung lorong, memantulkan bayangan Lin Huang dan Ye Qingyue yang memanjang di dinding batu. Suhu di sekitar mereka melonjak drastis dalam hitungan detik. Jika ruang bawah tanah di bawah Paviliun Harta Karun Gales terasa seperti tungku biasa, maka koridor di depan mereka ini terasa seperti inti dari gunung berapi yang siap meledak.
Dinding-dinding lorong selebar lima meter itu terbuat dari batu bata magma yang meleleh, meneteskan cairan kental berwarna oranye terang yang membakar lantai hingga mendesis. Di sepanjang koridor sejauh seratus meter itu, kobaran api berwarna biru keputihan berkobar dengan ganas, memuntahkan hawa panas yang sanggup melelehkan senjata besi tingkat tinggi sekalipun.
"Api Pencahar Jiwa..." Ye Qingyue menghentikan langkahnya tepat di ambang batas koridor. Ekspresi wajah surgawinya berubah menjadi sangat serius. "Lin Huang, ini bukan api elemen biasa. Ini adalah api spiritual yang dirancang khusus untuk membakar kotoran di dalam jiwa, tetapi bagi kultivator fana, api ini akan membakar habis meridian dan dagingmu jika kau tidak menggunakan pelindung Qi murni."
"Masalahnya, Pak Tua Cang Xuan—atau siapa pun nama dewa pengkhianat itu—sengaja melarangku menggunakan Qi murni untuk tugas jam ketiga ini, Dewi," Lin Huang menyeringai pahit, melirik pergelangan tangan kirinya.
Teks digital berwarna hitam di kesadarannya terus berdetik tanpa belas kasihan.
[00:54:20]
[00:54:19]
[Peringatan! Penggunaan Qi murni atau pelindung energi apa pun di dalam Koridor Api Pencahar Jiwa akan memicu deteksi sistem. Hukuman: Kematian Instan secara Otomatis!]
Lin Huang menarik napas dalam-dalam. Udara yang dihirupnya terasa seperti membakar tenggorokannya. Dia menatap ke arah koridor api dengan binar mata yang dipenuhi oleh kegilaan sejati seorang anti-hero. Dia baru saja memulihkan energi Qi-nya hingga seratus persen menggunakan pil tingkat bumi, namun sekarang sistem justru menyegel seluruh energi tersebut dan memaksanya mengandalkan tubuh telanjang.
"Hanya kekuatan fisik mentah..." Lin Huang menggumam. Dia perlahan melepas jubah hitam barunya yang berdebu, menyisakan tubuh bagian atasnya yang telanjang.
Di bawah pantulan cahaya api biru keputihan, kulit tubuhnya memancarkan pendaran warna perunggu keemasan yang teramat padat. Otot-ototnya yang terbentuk sempurna berkedip dengan kilau mistis—inilah hasil evolusi dari Fondasi Tubuh Perunggu Kuno (Fase 2).
"Lin Huang, kau benar-benar yakin?" Ye Qingyue menatap punggung tegap Lin Huang. Ada seuntai kekhawatiran yang tidak bisa dia sembunyikan di balik mata peraknya. "Meskipun fisikmu telah berevolusi, berjalan seratus meter di bawah panggangan api itu tanpa pelindung Qi adalah penyiksaan yang setara dengan pemurnian senjata pusaka. Rasa sakitnya akan langsung menghantam jiwamu."
Lin Huang menoleh sedikit, memberikan sebelah kedipan mata yang penuh kelancangan kepada sang Dewi. "Dewi Ye, jika aku mati di sini, siapa lagi yang akan membawamu kembali ke Alam Atas untuk menghancurkan kepala musuhmu? Tenang saja, tubuhku ini jauh lebih keras daripada batu makam ini!"
Boom!
Tanpa membuang waktu satu detik pun, Lin Huang melangkah lebar, menyeberangi garis pembatas dan langsung masuk ke dalam badai Api Pencahar Jiwa.
Sssssssss—!!!
Begitu tubuhnya bersentuhan dengan kobaran api biru keputihan, Lin Huang langsung melebarkan matanya dengan raungan tertahan. "Ughaaaa!!!"
Rasa sakit yang teramat dahsyat, yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya, langsung menyerang seluruh saraf tubuhnya. Api itu tidak langsung membakar kulit perunggunya menjadi abu, melainkan menembus pori-pori kulitnya, merayap masuk seperti jutaan semut api yang membara, langsung memanggang daging, urat, dan sumsum tulangnya.
Sesuai kata Ye Qingyue, api ini mengincar jiwa! Rasa sakitnya bergaung langsung di dalam lautan kesadarannya, membuat kepalanya terasa seperti akan pecah menjadi dua.
[00:48:12]
Setiap detik terasa seperti satu tahun. Lin Huang memaksakan kakinya untuk melangkah maju. Langkah pertama... langkah kedua... langkah ketiga. Setiap kali kakinya menginjak lantai batu magma yang meleleh, kulit telapak kakinya mengeluarkan asap putih yang pekat.
Namun, di tengah siksaan yang luar biasa mengerikan itu, sebuah keajaiban yang dipicu oleh sifat keras kepalanya mulai terjadi. Fondasi Tubuh Perunggu Kuno Fase 2 di dalam tubuhnya, yang selama ini dipicu secara paksa oleh ramuan sistem, kini mulai bereaksi secara alami terhadap tekanan eksternal yang ekstrem.
Api Pencahar Jiwa yang mencoba membakar jiwanya justru mulai membakar habis sisa-sisa kotoran fana (impurities) yang masih mengendap di dalam sumsum tulang Lin Huang. Pendaran warna perunggu keemasan di kulitnya perlahan-lahan berubah menjadi lebih murni, memancarkan kilau emas sejati yang semakin terang seiring dia melangkah lebih dalam ke dalam koridor.
"Bakar aku! Hanya segini kemampuan apimu, hah?!" Lin Huang meraung gila di tengah kobaran api. Wajahnya berkerut menahan sakit, darah segar yang keluar dari bibirnya yang digigit langsung menguap menjadi gas sebelum sempat jatuh ke tanah.
[00:30:00]
Dia telah mencapai jarak lima puluh meter—setengah jalan dari koridor maut. Tubuh Lin Huang kini sepenuhnya diselimuti oleh api biru keputihan, membuatnya tampak seperti dewa perang yang lahir dari dalam tungku api surgawi.
Di ujung koridor masuk, Ye Qingyue berjalan perlahan mengikuti dari belakang, menjaga jarak aman agar tidak mengganggu ujian Lin Huang. Mata periknya menatap sosok tegap pemuda itu dengan keterkejutan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Pemuda fana ini... dia benar-benar menggunakan api penyiksaan dewa untuk menempa fisiknya secara paksa! Keberanian dan kegilaan seperti ini adalah sesuatu yang bahkan jarang ditemukan di antara para jenius tiada tara di Alam Atas.
"Lin Huang... kau benar-benar monster sejati," Ye Qingyue berbisik pelan.
Huuuung—!
Tiba-tiba, saat Lin Huang mencapai jarak delapan puluh meter, koridor api itu bergetar. Kobaran api di depan mereka mendadak memadat, membentuk sesosok bayangan raksasa berbentuk burung phoenix api yang memancarkan tekanan spiritual yang sangat menindas.
Burung api itu mengepakkan sayapnya, melepaskan gelombang ombak api vertikal yang siap menyapu bersih apa pun di jalurnya. Tanpa adanya Qi murni untuk bertahan, hantaman langsung dari ombak api padat ini bisa menghancurkan struktur tulang Lin Huang yang sedang bertransformasi.
[00:05:12]
"Waktunya tinggal sedikit... aku tidak boleh berhenti di sini!" Lin Huang menyipitkan matanya yang menyala merah akibat panas.
Alih-alih melambat atau mencoba menghindar, Lin Huang justru mengambil langkah serang yang ekstrem. Dia memicu teknik pergerakan yang baru dikuasainya di jam sebelumnya, namun karena tidak bisa menggunakan Qi, dia memaksakan kekuatan fisiknya untuk meledakkan momentum pergerakan murni.
"Langkah Bayangan Langit—Fase Fisik!"
Boom!
Tubuh Lin Huang melesat maju bagai peluru emas murni yang ditembakkan dari meriam, meninggalkan jejak kaki yang hancur lebur di lantai magma. Kecepatannya memecah hambatan udara, menerobos lurus menembus kepakan sayap burung phoenix api tersebut.
Duar!!!
Benturan keras terjadi antara tubuh fisik mentah Lin Huang dengan pusaran api padat. Kulit perunggu keemasannya retak di beberapa tempat, mengeluarkan cipratan darah emas yang langsung terbakar. Namun, dengan tekad gila yang menolak untuk mati, Lin Huang berhasil menembus tubuh phoenix api tersebut, meluncur lurus keluar dari ujung koridor seratus meter dan mendarat berguling di lantai batu yang dingin di seberang aula.
Brak!
Lin Huang terkapar telentang di lantai, napasnya memburu dengan sangat hebat hingga dadanya naik turun dengan ekstrem. Seluruh tubuhnya mengeluarkan asap putih, dan kulit keemasannya kini memancarkan pendaran cahaya emas murni yang sangat bersih tanpa noda—Fisik Perunggu Kuno Fase 2 telah mencapai kesempurnaan mutlak (Perfect Mastery).
[00:00:10]
[00:00:09]
Tato di pergelangan tangannya bergetar dengan pendaran cahaya hitam yang perlahan memudar, berganti menjadi rangkaian teks sukses.
[Tugas Berantai Ketiga Selesai Sempurna!]
[Keberhasilan 100%. Anda telah menembus Koridor Api Pencahar Jiwa menggunakan kekuatan fisik mentah.]
[Sinkronisasi Hadiah Berhasil: Menguasai 'Teknik Pemurnian Jiwa Api Suci (Fase 1)'!]
[Pemberitahuan Mode Berantai: Memulai hitungan mundur otomatis untuk Tugas Berantai Keempat...]
[00:59:59]
[00:59:58]
Lin Huang menatap langit-langit makam yang gelap dengan senyuman gila yang kembali menghiasi wajahnya, meskipun tubuhnya terasa lemas seperti tanpa tulang. "Hahaha... jam keempat... bawa kemari apa pun yang kau punya, keparat!"
Ye Qingyue melangkah keluar dari koridor api yang kini perlahan meredup setelah ujian selesai. Dia berjalan mendekati Lin Huang, lalu tanpa suara, dia kembali menarik sapu tangan es murninya dan berlutut di samping pemuda itu, perlahan mengusap luka retakan di dahi Lin Huang dengan kelembutan yang tersembunyi di balik ketegasannya.
"Kau selamat, Lin Huang," Ye Qingyue berkata lembut, mata periknya menatap langsung ke dalam mata Lin Huang. "Tetapi labirin ini semakin dalam, dan jam pasirmu tidak akan pernah berhenti. Bersiaplah, karena di jam berikutnya, aku merasakan ada sesuatu yang jauh lebih purba sedang terbangun di dasar makam ini."