Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang lugu dan polos bernama Ellena Putri Anggara. Kini di usianya yang masih 18 tahun, Ia terpaksa harus menikah muda karena di jodohkan oleh orang tuanya. Yang beralasan demi mengikat tali persahabatan kedua orang tuanya dengan calon mertuanya sekarang akan lebih kuat.
Namun, ternyata Ellena akan menikah dengan laki-laki matang berusia 25 tahun yang memiliki seorang kekasih yang sangat Ia cintai. Dari kisah ini Ellena terus berjuang untuk mendapatkan cinta dari suaminya. Akankah Ellena bisa mendapatkan cinta dari suaminya? Ataukah Ellena akan mendapatkan kebencian dari suaminya? Dan apakah pernikahan mereka akan bertahan? Atau sebaliknya?
~Ingin tahu kelanjutannya seperti apa? mari di simak dan di baca ya, semoga suka😄
~HAPPY READING~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risma ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
~HAPPY READING~
🐜🐜🐜
Buggh!
Suara pukulan keras mendarat lagi. Semakin keras Wisnu memukul dinding itu. Semakin banyak darah yang mengalir di tangannya. Namun, pria itu tidak menghiraukannya sama sekali.
Dan tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan apa yang Wisnu lakukan.
"Wisnu! Cukup!!" teriak orang itu, dan mencegah tangan Wisnu yang akan memukul dinding lagi.
"Enggak! Lepasin! Percuma aku hidup sudah tidak berguna lagi!! Hikss... hikss..., Levina pergi bersama cowo lain dan sekarang Ellena juga pergi ninggalin Aku sendirian. Arrgghh!" Wisnu menepis tangan orang yang mencegahnya dan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
"Apa yang kau katakan, Nak? Mana istri kamu? Kemana dia pergi?" tanya orang itu yang tak lain adalah Mamanya Wisnu.
"Kemana Ellena?! Kenapa kau biarkan dia pergi?! Dia kan masih sakit!" tanya Papanya Wisnu yang sudah mulai emosi karena mendengar Ellena pergi, "Jawab Papa! Kemana istrimu pergi?!!" tanya Pak Dedi yang tak lain adalah Papanya Wisnu, sambil menggoyang-goyang tubuh Wisnu.
Wisnu tersadar bahwa yang datang adalah Papa dan Mamanya. Ia tidak bisa berkata apa-apa, Ia takut Papa dan Mamanya akan sangat marah dengan dirinya yang sudah mengecewakan Ellena.
Papa dan Mamanya Wisnu sengaja datang ke rumah Wisnu berniat untuk menjenguk Ellena. Karena mereka datang ke rumah sakit, tetapi tidak ada Wisnu dan Ellena di sana. Mereka kira Ellena telah kembali ke rumahnya. Orang tua Wisnu bisa masuk ke dalam rumah Wisnu karena di saat mereka membunyikan bel tidak ada orang yang berniat membukakan pintu. Mereka pun mencoba membuka pintu rumahnya yang ternyata tidak di kunci.
Papa dan Mamanya Wisnu terus menanyakan keberadaan Ellena. Namun, Wisnu hanya terdiam sambil menangis.
"Cepet katakan! Dimana Ellena?!!" tanya Papa Wisnu dengan nada yang lumayan tinggi.
"Hikss... hikss...," Wisnu melirik ke televisi yang sedari tadi masih menyala memberitakan tentang kecelakaan, "Itu Ma, Pa." ucap Wisnu sambil menunjuk ke televisi.
Papa dan Mamanya hanya mengerutkan keningnya. Bertanda bahwa mereka tidak mengerti apa yang Wisnu katakan. Mengapa Wisnu membawa-bawa berita kecelakaan itu? Yang dia tanyakan itu istrinya. Mengapa dia membawa-bawa berita itu? Itu yang menjadi pertanyaan kedua orang tuanya.
"Apa yang kau maksud?" tanya Mama Rina sambil terus mengerutkan keningnya.
"Lihat saja, itu seperti Ellena. Hikss... hikss...," ucap Wisnu sambil menangis.
Mama Rina terus menatap televisi sambil mendengarkan berita itu. Ia sangat terkejut ketika melihat korban itu sangat mirip dengan menantunya. Ya walaupun wajahnya tidak terlihat jelas.
"Tidak! Tidak mungkin! Istri kamu kan baru pulang dari rumah sakit, seharusnya dia istirahat di kamarnya! Hikss... hikss...," Mama Rina menggeleng-gelengkan kepalanya dan butiran-butiran bening lolos dari manik-manik matanya.
"Enggak, Ma. Ellena kabur dari rumah sakit dan sekarang barang-barangnya juga sudah tidak ada di sini," ucap Wisnu. Mata pria itu sudah sembab karena menangis. Luka yang ada di tangannya tidak dia pentingkan sama sekali.
"Apa yang kau katakan, Wisnu?! Kenapa istri kamu sampai berani kabur dengan kondisi badannya yang masih lemah?! Tidak mungkin dia akan kabur jika kau tidak menyakitinya!!" Papanya Wisnu sudah mulai emosi. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus Ia katakan kepada orang tuanya Ellena, jika korban kecelakaan tersebut benar-benar Ellena.
"Maafkan aku Pa. Hikss... hikss..., Ellena pergi karena aku sering jahatin dia. Hikss... hikss...," Wisnu mengakui kesalahannya dan sekarang dia memohon di kaki Papanya.
Pak Dedi sudah benar-benar emosi. Dia menyuruh Wisnu untuk berdiri. Setelah Wisnu berdiri, dan tiba-tiba.......
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di wajah tampan Wisnu yang sudah sembab karena air matanya. Pria itu hanya meringis kesakitan, ya mau gimana pun juga dia harus terima balasannya. Dulu dirinya yang sering menampar Ellena, apalagi pas di saat Ellena sedang sakit.
"KAMU BENAR-BENAR SUDAH NGECEWAIN PAPA!! APA YANG HARUS PAPA KATAKAN KEPADA ORANG TUA ELLENA, JIKA KORBAN KECELAKAAN ITU BENAR-BENAR ELLENA?!" bentak Pak Dedi dengan suara yang benar-benar tinggi.
"Kau tidak bisa menepati janji! Kau janji akan jaga Ellena dan tidak akan menyakitinya! Tapi sekarang nyatanya apa?! Hah! Hikss..... hikss...," tambah Pak Dedi dan kini air matanya sudah lolos karena merasa sedih atas kabar Ellena yang sudah meninggal karena korban kecelakaan.
Plak!
Tamparan keras itu kembali mendarat pada wajah tampan Wisnu. Pak Dedi benar-benar kecewa dengan Wisnu.
"PAPA BENAR-BENAR SANGAT KECEWA DENGAN KAMU!!" teriak Pak Dedi.
Pak Dedi hampir saja ingin memukuli Wisnu. Namun, Mama Rina mencoba untuk mencegahnya.
"Arrgghh!!" teriak Pak Dedi yang akan memukul anaknya. Namun, sudah di cegah oleh Mamanya.
"Sudah, Pa! Cukup!!" teriak Mama Rina dan menahan tangan suaminya, "Lebih baik sekarang kita ke tempat kecelakaan itu. Kita pastiin kalau itu Ellena atau bukan.
"Huft!" Pak Dedi mengumpat, "Ya sudah ayo! Awas saja kalau itu benar-benar Ellena. Papa akan sangat marah sama kamu!" ucap Pak Dedi sambil menatap Wisnu tajam.
Mereka pun pergi ke tempat kejadian itu dengan menggunakan dua mobil.
🍁🍁🍁
Setelah beberapa menit kemudian. Mereka telah sampai di tempat kejadian tersebut. Ya memang di sana sudah banyak orang, polisi dan wartawan juga ada.
Wisnu bergegas turun dari mobilnya dan berlari menuju tempat yang terdapat korban kecelakaan itu. Orang tua Wisnu yang melihat Wisnu turun dari mobil dan berlari pun mengikutinya.
Setelah sampai di sana. Wisnu dan orang tuanya ingin mendekati korban kecelakaan itu yang masih tergeletak. Ya memang mobil Truk yang menabrak korban oleng dan akhirnya sedikit menindih tubuh korban. Walaupun tubuhnya sudah tertindih sedikit, tetapi itu benar-benar mirip banget dengan Ellena. Hanya wajahnya saja yang belum jelas karena sudah di lumuri banyak darah.
*****
Jenazah korban sudah di bereskan dan ingin di bawa ke rumah sakit. Namun, tiba-tiba ada yang mencegahnya.
"Tunggu!" teriak seseorang dengan mata yang sudah sembab karena menangis. Semua yang ada di sana melihat ke arah sumber suara.
"Vinaa! Maafin Mama, Nak. Hikss... hikss...," orang itu tiba-tiba berkata seperti itu sambil menangisi jenazah korban.
Wisnu dan keluarganya yang sedari tadi sudah ada di situ. ketika mereka sedang menangis, tiba-tiba merasa heran dengan orang itu. Yang Ia tahu korban itu adalah Ellena, tetapi kenapa ada orang yang memanggil dengan nama Vina?
>Bersambung......
Hello! Teman-teman semua maaf yah jika ceritanya gak nyambung, soalnya ku rasa ada kesalahan teknis 🙏😁 Sekali lagi maaf yah kalau ceritanya kurang bagus dan banyak typonya 🙏
Teman-teman aku mau minta maaf. Kayaknya aku bakal jarang up deh, soalnya hp ku suka di sita ama ortu. Apalagi bentar lagi masuk sekolah, itu juga gak tau di perpanjang lagi atau enggak 😒 Jadi aku minta kepada teman-teman, jika kalian suka sama ceritanya jangan bosen menunggu yah😅 Tapi aku janji jika ada waktu senggang pasti aku bakal up kok, demi kalian 😄
LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA JANGAN LUPA😆 BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT
See you guys ❤️❤️