Penculikan di masa lalu ternyata menjadi awal dari kisah cinta Clareta Jasmine Rafaela Wesly. Putri kesayangan Quenza Alana dan Devano Fernandez.
Artur Kenneth Jhonson, si korban penculikan yang di bantu oleh Alana berjanji akan menjadikan putrinya istri masa depannya. Dan hal tersebut tercapai, namun perjalanan mereka setelah menikah tidak semudah yang di bayangkan. Keguguran akibat kesalahpahaman serta penculikan kedua oleh orang tak di kenal yang ternyata dalang di balik kecelakaan di masa lalu mewarnai kisah mereka.
Bisakah keduanya tetap konsisten dengan ikrar cinta yang mereka ucapkan saat pernikahan atau hubungan keduanya malah semakin renggang hingga terjadi perpisahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamu Bulanan
Sesampainya di apartemen, Artur langsung menurunkan Jasmine dan kembali ke perusahaanya. Dia harus pergi ke perusahaan karena ada rapat mengenai kerja sama dengan perusahaan Wesly dan juga QA Crop.
Jasmine yang tidak memiliki jadwal memutuskan untuk beristirahat. Beberapa hari ini dia sangat sibuk di klinik hewan, dia juga cukup lelah setelah menghadiri pernikahan Martin dan Naura yang penuh dengan drama.
Waktu berjalan dengan cepat, tepat saat pukul 6 sore. Artur sudah kembali ke apartemennya, dia sengaja pulang cepat karena Jasmine tidak membalas pesan atau bahkan mengangkat teleponnya.
Saat di depan pintu, Artur beberapa kali mengetuk pintu. Namun sayangnya Jasmine tidak kunjung membuka atau bahkan mengeluarkan suara. Hal itu membuat Artur menjadi khawatir karena dia tahu bahwa Jasmine sama sekali belum meninggalkan apartemennya semenjak tadi siang.
“ sayang buka pintunya, apa yang sedang terjadi pada mu “ ucap Artur sambil mengetuk pintu.
Sudah 15 menit Artur memanggil sambil mengetuk pintu Jasmine. Namun wanita itu sama sekali tidak membukanya, Artur bahkan sangat ingin mendobrak pintu apartemen Jasmine karena tidak kunjung mendapatkan respon dari sang pemilik.
“ sayang, buka pintunya “
Saat Artur ingin mengetuk lagi, tiba-tiba saja dia mendengar suara berjalan dari dalam. Setelah itu pintu terbuka dan betapa terkejutnya pria itu saat melihat wajah pucat Jasmine.
“ ada apa dengan mu ? mengapa wajah mu sangat pucat sayang “ ucap Artur cemas.
“ tamu bulanan ku datang dan perut ku sangat sakit “ ucap Jasmine lemah.
Ketika Artur mendengar kata-kata tamu bulanan, dia menjadi bingung dan langsung berfikir negatif. Artur berfikir bahwa ada tamu yang datang ke apartemen Jasmine dan membuatnya terluka.
“ katakan pada ku siapa tamu itu dan dimana dia membuat mu terluka “ ucap Artur cemas.
Jasmine yang mendengar kata-kata Artur langsung terperangah, dia bahkan mencoba menahan tawanya dan melupakan rasa sakit di perutnya.
“ astaga, tamu bulanan itu bukan manusia “
“ lalu apa ? “
“ itu semacam kegiatan yang selalu datang pada semua wanita “
“ aku masih belum mengerti “
“ berikan ponsel mu pada ku “ ucap Jasmine kesal.
Artur yang masih penasaran dengan arti tamu bulanan langsung memberikan ponselnya pada Jasmine. dia bahkan tidak sabar untuk menunggu jawaban yang sedang di cari oleh wanita itu.
Setelah beberapa menit mencari pengertian tamu bulanan di internet, Jasmine akhirnya memberikan ponsel tersebut kepada sang pemilik. Dia juga meminta Artur membaca kata-kata yang sudah dicarinya.
Saat Artur membaca pengertian tamu bulanan, wajahnya menjadi malu. Namun dia juga tidak langsung menutup ponselnya karena masih penasaran dengan hal-hal seperti itu.
“ jadi tubuh mu sakit setiap kali datang bulan ? “ tanya Artur setelah selesai membaca.
“ iya, itu sebabnya aku tidak bisa membuka pintu dengan cepat “
“ mengapa kau tidak mengatakan pada ku ? bagaimana jika kondisi mu menjadi parah karena terlambat di tangani “
“ ini merupakan hal yang biasa terjadi pada ku, jadi berhentilah khawatir “
“ tapi kau tampak sangat kesakitan “
“ aku hanya perlu tidur “
“ baiklah, sekarang kau harus beristirahat
Aku akan membuatkan teh jahe untuk mu agar sakitnya berkurang “
“ apakah kau bisa “
" tentu saja bisa "
" tapi aku tidak yakin, bagaimana pun kau pria yang sibuk dan tidak pernah ke dapur. Aku takut dapur ku akan terbakar karena ulah mu "
“ aku tidak akan membuat kerusakan. Lagi pula kita belum mencobanya, mungkin saja teh buatan ku sangat enak “
“ baiklah, tapi jangan sampai ada kebakaran di apartemen ku “
Artur hanya berdehem saat mendengar perkataan Jasmine, sejujurnya dia memang tidak pernah masuk dapur atau bahkan membuat teh. Namun saat ini dia sangat ingin melakukan sesuatu yang dapat mengurangi rasa sakit Jasmine setelah membaca di internet bahwa teh jahe bisa mengurangi rasa nyeri saat datang bulan.
Ketika Jasmine masuk ke kamarnya, Artur bergegas ke dapur dan mulai membersihkan jahe lalu memotongnya. Dia juga merebus air sebanyak 2 gelas hingga mendidih, setelah mendidih. Artur menambahkan bubuk teh serta jahe ke dalam rebusan air lalu menutupnya kembali. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya teh itu di angkat. Keberhasilan membuat teh jahe itu Artur dapatkan setelah menonton sebuah video tentang membuat teh di youtube.
Saat semuanya telah selesai, Artur membawa teh yang sudah di tuangkan ke gelas menuju kamar Jasmine. Ketika Artur masuk, dia dapat melihat secara jelas bagaimana Jasmine menahan rasa sakitnya.
“ minumlah ini, aku akan membuatkan sekantung air hangat untuk di letakan di atas perut mu “ ucap Artur lembut.
Jasmine hanya bisa mengangguk pelan, dia juga memaksakan diri untuk menghabiskan teh jahe buatan Artur. Jasmine tidak ingin pria itu kecewa karena tidak menghargai hasil jerih payahnya saat membuat teh.
Setelah 20 menit berlalu, Artur akhirnya kembali. Dia membawa sekantung air hanya yang entah dari mana dia dapatkan.
“ letakkan ini di atas perut mu “
“ terima kasih “
“ tidak perlu berterima kasih, ini sudah tugas ku. Apakah tehnya enak ? “
“ iya, perut ku juga mulai membaik “
“ syukurlan kalau begitu “
“ apakah kau sudah makan malam ? “
“ belum, kau tenang saja. Aku akan makan setelah mandi “
“ kalau begitu sekarang mandilah. Aku sudah membaik “
“ tidak, aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian “
“ kau bisa mengunjungi ku lagi nanti, kata sandinya adalah tanggal lahir ku “
Entah mengapa Jasmine sangat nyaman dengan kehadiran Artur, dia bahkan merasa memiliki teman dan seseorang yang selalu siap siaga untuknya.
“ baiklah, setelah makan dan mandi aku akan datang lagi “
“ iya “
Setelah itu Artur pergi meninggalkan apartemen Jasmine. Ketika kembali ke apartemen, Artur langsung mandi dan memesan makan malam cepat saji agar bisa segera menemani Jasmine.
Saat semuanya telah selesai, Artur bergegas kembali ke apartemen Jasmine. Dia bahkan langsung masuk ke kamar dan terkejut saat melihat Jasmine sedang bersiap-siap untuk pergi.
“ kemana kau ingin pergi ? “
“ aku harus membeli pembalut di minimarket yang ada di depan apartemen kita “
“ apakah tidak bisa besok siang “
“ tidak, pembalut ku habis dan aku baru menyadarinya “
“ kalau begitu biarkan aku yang membelinya, ini sudah malam dan tidak baik untuk mu keluar “
“ apakah kau yakin? “
“ iya, kalau begitu aku pergi dulu. Jangan mencoba untuk kabur malam ini “
“ baiklah “
Setelah itu, Artur pergi meninggalkan Jasmine. Pria itu langsung berjalan menuju minimarket yang tepat berada di depan apartemen mereka.
Saat memasuki minimarket, para wanita yang ada di dalamnya menjadi terpana ketika melihat ketampanan Artur. Mereka bahkan bertanya-tanya siapa Artur karena mereka baru pertama kali melihat wajah asing Artur.
“ dimana letak pembalut ? “ Tanya Artur pada kasir wanita.
“ silahkan lurus berjalan dan di sisi kanan, anda akan melihat pembalut dari berbagai merek “ ucap sang kasir malu-malu.
“ terima kasih “
Artur sama sekali tidak merasa malu ketika bertanya menganai pembalut, baginya itu hal yang cukup wajar mengingat sebentar lagi dia dan Jasmine akan menikah. Jadi saat menikah dia akan melihat atau bahkan di minta untuk membeli pembalut lagi oleh istrinya.
Sesampainya di tempat yang di arahkan, Artur dapat melihat dengan jelas berbagai jenis tipe pembalut dan dia tiba-tiba saja teringat jika dirinya tidak menanyakan ukuran berapa serta merek apa yang selalu di gunakan Jasmine.
“ lebih baik aku mengambil setiap ukuran dari masih-masing merek “ ucap Artur memutuskan. Sejujurnya dia melakukan hal itu karena ponselnya ketinggalan sehingga dia tidak bisa menghubungi Jasmine.
Setelah mengatakan hal itu, Artur mulai memasukan setiap ukuran dari masing-masing mereka. Dia bahkan tidak menyadari bahwa trolinya di penuhi dengan berbagai jenis pembalut dan dia juga menjadi pusat perhatian para wanita yang ada di dalam minimarket.
Saat Artur melihat bahwa semunya telah lengkap, Artur langsung mendorong trolinya ke tempat kasir untuk membayarnya. Sang kasir yang melihat begitu banyaknya bungkusan pembalut menjadi tercengang dan tidak percaya.
“ apakah anda membeli pembalut sebanyak ini untuk ibu dan saudari anda tuan ? “ tanya sangat kasir penasaran.
“ tidak, ini untuk istri ku. Aku lupa membawa ponsel sehingga tidak bisa menghubunginya dan kami baru saja menikah sehingga aku masih belum tahu apa yang sering dia gunakan “ ucap Artur dengan sengaja.
Pria itu tahu bahwa sang kasir terlihat tertarik dengannya dan itu membuatnya tidak suka. Jadi dia memutuskan mengatakan hal-hal seperti itu untuk membuat para wanita yang ada di minimarket termasuk sang kasir tahu bahwa dia sudah menikah serta tidak suka di ganggu.
“ anda suami yang sangat perhatian “ ucap sang kasir patah hati.
Setelah selesai membayar, Artur langsung membawa 3 bungkusan besar yang berisi pembalut. Sesampainya di apartemen, Jasmine yang sedang menunggu di ruang tamu terperangah saat melihat barang bawaan Artur.
“ apa yang kau beli sampai sebanyak itu ? “
“ aku membeli pembalut, karena aku tidak tahu apa yang sering kau gunakan maka ku putuskan untuk mengambil setiap ukuran dari masing-masing merek “
“ astaga, mengapa bisa sebanyak ini. Aku bahkan tidak tahu bagaimana menghabiskannya “
“ kau bisa membuangnya jika tidak suka, aku tidak merasa keberataan “
Saat mendengar perkataan Artur, Jasmine memutuskan untuk diam dan mengambil satu bungkus pembalut lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengganti.
Artur yang melihat kepergiaan Jasmine memutuskan untuk mengikutinya, dia bahkan hampir masuk ke dalam kamar mandi bersama dengan Jasmine jika saja wanita itu tidak memarahinya.
“ apa yang sedang kau lakukan ? “
“ aku ingin melihat bagaimana benda itu di gunakan “
Jasmine yang mendengar hal itu menjadi malu, dia tahu bahwa Artur benar-benar tidak tahu tentang pembalut dan datang bulan.
“ jika kau ingin aku membunuh mu maka coba saja untuk mengikuti ku ke dalam “
Artur terdiam saat mendengar kata-kata Jasmine, dia tidak menduga bahwa Jasmine akan marah saat dia ingin melihatnya menggunakan pembalut.
“ baiklah, aku akan menunggu mu di luar “
Setelah mendengar hal itu, Jasmine akhirnya lega dan bergegas masuk ke kamar mandi. Artur yang melihat itu hanya bisa diam serta memutuskan menunggu Jasmine di depan pintu.
Saat Jasmine selesai dan keluar, Artur langsung mengajaknya beristirahat. Pria itu juga mengatakan padanya bahwa malam ini dia akan tidur di bawah beralaskan karpet yang cukup tebal serta bantal yang sengaja di bawanya dari apartemen sebelum menemui Jasmine.
“ selamat malam sayang, semoga mimpi indah “ ucap Artur lembut.
“ selamat malam juga, di lemari ada sebuah selimut tebal. Ambilan, aku tidak ingin kau sakit besok pagi karena kedinginan “ ucap Jasmine.
“ baik “
Setelah itu, Jasmine memutuskan menutup matanya. Dia cukup lelah hari ini dan perutnya juga sudah membaik akibat pertolongan Artur.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa