NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:128.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Siang itu, suasana rumah terasa jauh berbeda.

Sejak pagi, Evan beberapa kali terlihat menghampiri Laras dengan alasan melihat Aurora atau sekadar menanyakan apakah wanita itu membutuhkan sesuatu. Perhatian yang berlebihan itu tentu tidak luput dari pandangan para pelayan.

Di dapur, beberapa pelayan mulai berbisik pelan.

"Menurutmu, hubungan Tuan sama Nona Laras biasa saja?"

"Aku juga merasa aneh. Tuan sekarang sering sekali mencari Nona Laras."

"Jangan-jangan..."

Belum sempat mereka melanjutkan dugaan masing-masing, suara langkah kaki menghentikan percakapan itu.

Evan berdiri di ambang pintu, tatapannya dingin.

"Apa yang sedang kalian bicarakan?"

Seluruh pelayan langsung menundukkan kepala.

"Maaf, Tuan..."

"Kami hanya..."

"Cukup!" Suara Evan terdengar tegas.

"Aku tidak suka ada orang yang membicarakan urusan pribadiku. Mulai sekarang, fokus saja pada pekerjaan kalian. Dan satu lagi."

Evan menatap mereka satu per satu.

"Hargai setiap keputusan yang kuambil. Kalau ada yang tidak suka silakan pergi dari rumah ini."

Ruangan langsung sunyi. Tak seorang pun berani membalas.

"Maaf, Tuan."

Evan mengangguk singkat, lalu meninggalkan dapur.

Di kamar Aurora.

Laras sedang duduk di sofa sambil memangku bayi mungil itu. Aurora tertawa kecil ketika Laras menggoyangkan boneka kelinci di depan wajahnya.

"Lucunya anak Ibu..." Laras segera mengoreksi ucapannya.

"Eh ... maksudku anak Mbak."

Ia tersenyum tipis, lalu mencium lembut pipi Aurora. Tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu.

"Laras."

"Masuk saja, Tuan."

Pintu terbuka.

Evan masuk dengan senyum yang sudah beberapa hari ini tak pernah lepas dari wajahnya. Sedangkan Laras tetap bersikap biasa.

"Tuan mencari saya?"

Evan mengangguk. "Ada yang ingin kutanyakan."

"Apa itu?"

Evan duduk di kursi yang berada tepat di hadapan Laras.

"Kalau nanti kita menikah. Kamu ingin mahar apa?"

Laras tampak terkejut. "Tuan ... Saya tidak menginginkan apa pun. Saya tidak pernah memikirkan soal itu."

Evan tersenyum. "Tidak mungkin. Setiap wanita pasti punya keinginan. Coba katakan."

Laras menggeleng pelan. "Kalau memang Tuan ingin memberi sesuatu ... Saya hanya punya satu permintaan."

"Apa?"

"Saya ingin tetap menjadi ibu pengasuh Aurora."

Evan mengernyit. "Hanya itu?"

"Iya."

"Saya ingin selalu berada di dekat Aurora. Saya sangat menyayangi bayi ini."

Evan tersenyum kecil, lalu menggelengkan kepala.

"Kenapa harus menjadi ibu pengasuh?"

Laras menatapnya bingung. "Maksud Tuan?"

Evan berkata dengan penuh keyakinan,

"Nanti setelah kita menikah ... Aku akan mengurus semua dokumen yang diperlukan. Kamu akan menjadi satu-satunya ibu Aurora. Tidak perlu lagi menjadi pengasuh. Kita akan membesarkannya bersama."

Jantung Laras berdegup keras. Namun, wajahnya tetap tenang.

"Tuan ... itu terlalu berlebihan. Saya tidak membutuhkan semua itu. Saya hanya ingin berada di sisi Aurora."

Evan tersenyum lembut. "Lalu soal mahar ... Aku sudah memikirkannya. Aku akan memberikan rumah ini kepadamu."

Laras menatap Evan beberapa detik. Rumah ini, rumah yang dulu adalah miliknya. Rumah yang ikut dirampas bersamaan dengan perusahaan, kehidupan, dan putrinya.

Di balik senyum tenangnya, hatinya dipenuhi rasa getir.

'Rumah ini memang milikku sejak awal. Sudah seharusnya kembali kepadaku. Kamu mungkin sudah lupa. Bagaimana kejamnya kamu menghancurkan hidup Amelia. Mengambil perusahaan, memalsukan pernikahan, bahkan merampas bayi yang ku lahirkan. Tapi aku ... tidak pernah melupakan semuanya.'

Lamunan Laras buyar saat mendengar tawa kecil Evan. Pria itu kini sedang menggelitik telapak kaki Aurora hingga bayi mungil itu terkikik geli.

Pemandangan itu tampak hangat. Seolah mereka adalah keluarga yang bahagia. Namun, hanya Laras yang tahu. Di balik tatapannya yang lembut dan senyumnya yang menenangkan, tersimpan kebencian yang begitu dalam. Kebencian yang selama ini ia sembunyikan dengan sangat sempurna.

Dan sebentar lagi, Evan akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan semua yang pernah ia rebut dari seorang wanita bernama Amelia.

Di sisi lain.

Kediaman keluarga Baskara. Sebuah map berwarna cokelat dibanting keras ke atas meja. Carolin berdiri dengan napas memburu. Wajahnya memerah dipenuhi amarah, sementara kedua tangannya mengepal erat.

"Papa lihat ini!" Suara Carolin menggema memenuhi ruang keluarga.

Tuan Baskara yang sedang membaca koran mengangkat kepalanya perlahan.

"Ada apa lagi?"

Carolin menyodorkan beberapa lembar dokumen.

"Mas Evan ... Dia benar-benar mengajukan gugatan cerai! Dia sudah mengurus semua berkasnya!"

Tatapan Tuan Baskara langsung berubah tajam. Ia membaca beberapa lembar dokumen itu dengan saksama. Evan telah memulai proses perceraian secara resmi.

"Kurang ajar..." Gumamnya pelan.

Carolin menggigit bibirnya hingga hampir berdarah.

"Papa tahu apa yang paling membuatku marah? Dia ingin menikahi wanita itu! Pengasuh itu! Dia bahkan tidak menunggu proses perceraian selesai."

Air mata kemarahan mulai mengalir di pipi Carolin.

"Apa kurangnya aku? Aku yang membuat dia dikenal. Aku yang memperkenalkannya kepada keluarga Baskara. Tapi sekarang ... dia malah membuangku demi wanita kampung itu!"

Tuan Baskara meletakkan dokumen di atas meja. Wajahnya tampak dingin.

"Tenangkan dirimu."

"Bagaimana aku bisa tenang, Pa? Dia mempermalukanku! Kalau berita ini sampai keluar ... karierku juga akan ikut hancur!" Carolin mengusap air matanya dengan kasar.

Sorot matanya kini berubah dipenuhi kebencian.

"Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menghancurkan Evan. Dan wanita bernama Laras itu ... akan kubuat menyesal karena sudah berani merebut suamiku."

Tuan Baskara berdiri, lalu menepuk pelan bahu putrinya.

"Dengar baik-baik. Kalau Evan memilih melawan keluarga Baskara ... maka dia harus siap menanggung akibatnya."

Carolin mengangguk pelan. Namun, senyum dingin mulai terukir di sudut bibirnya.

"Papa ... kali ini aku tidak hanya ingin bercerai. Aku ingin dia kehilangan semuanya. Perusahaan, harta, nama baik. Bahkan, wanita yang sekarang dia bela mati-matian. Aku akan menghancurkan mereka sampai tidak bisa bangkit lagi."

Tanpa disadari Carolin. Di saat ia sedang menyusun rencana untuk menjatuhkan Evan. Ada seseorang yang telah lebih dulu mengambil kendali atas perusahaan yang menjadi sumber kekuatan pria itu.

1
Ummee
beneran tamat kak?
nggantung kak😭
masih pensaran siapa yg bikin Elang celaka
Ummee: insyaAllah kalo ada rezeki lebih ya kak, maafff🙏
ini lagi fokus kebutuhan anak.
semoga kakak di lancarkan rezeki nya oleh Allah, Aamiin🤲
total 4 replies
Ummee
malang benar nasib Elang, kak author...
Ummee
kenapa merasa bersalah? kan yg salah bapak nya evan krn menggambil uang perusahaan
Ummee
apa Laras tdk pakai seragam baby sitter?
Ummee
ya iyalah, Aurora takut sama kamu mak lampir, u uppss🤭
Ummee
penasaran, misal ada di dunia nyata, si bayi DNA nya ikut siapa ya? 🙏
Ummee: oke kak, mkasih infonya🥰🙏
total 2 replies
Alfin Jambak
krnapa tidak ada sambungan dari kisah si elang
siska bejo
untuk cerita elang sudah selesai sampai disini kak
Aditya hp/ bunda Lia
nama grup wa nya apa aku cari gak ada
Aisyah Alfatih: DM aja wa ku kak nantinaku undang ke grup
total 3 replies
Keinara Leticia
mau banget kak
Keinara Leticia
mau kak
Aisyah Alfatih: gabung ke grup yang ada di sini ya nanti ada Wanya
total 1 replies
Yani
Ka, mau gabung link
Aisyah Alfatih: boleh kak langsung masuk grup kak
total 1 replies
tenny
seruu
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus kak 💪🥰🥰🥰
Si Memeh
karya mu emang selalu bagus dn seru thooooorrrr 👍👍👍
Woro Septi
tamat ya ga jelas
Aisyah Alfatih: untung di lanjut sampai tamat kak,karna gagal retensi 🫣
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya hebat! tapi masih misterius
Dewi Ansyari
Astaga Elang kasihan celaka😭😭😭,semoga bisa selamat
Dewi Ansyari
Kasihan Elang cinta yg tidak pernah terbalaskan 😭😭
Dewi Ansyari
Tunghulah kehancuran kamu Evan,Carolin dan tuan baskara,sebentar lagi kalian akan mendapatkan ganjarannya 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!