Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
"Bendefidh.. Apa yang kau takutkan hm? kenapa kau bertengkar dengan kak Bendri?" tanya Denna perlahan
Bende diam sejenak, ia memeluk erat gadisnya dan mulai menceritakannya
"Bendri memperhatikanmu saat bermain dengan Ken, dan dia juga mengatakan kalau dia akan menjadikanmu Ibu untuk Ken. Kau tahu itu artinya kan" lirihnya dengan terus memeluk erat Denna, seolah gadis itu akan benar-benar pergi darinya
"Ck.. Kau cemburu?" tanya Denna sedikit membuat Bende malu
"Kau masih menanyakannya?" tanya Bende
"Baiklah Pak CEO muda ternama yang ternyata cengeng wkwk" jahil Denna pada Bende agar membuat pria di hadapannya itu berhenti berfikir terlalu jauh
"Aku mencintaimu" ucap Bende di dengan perlahan, ia merasa was-was kerena Denna enggan menjawabnya
"Dennastasya Yura! Aku mencintaimu" ulangnya sekali lagi dengan lantang, dan Denna hanya tersenyum sumringan
"Love you more" jawabnya
Mendengar jawaban Denna, ingin rasanya Bende melompat setinggi mungkin untuk mendefinisikan betapa bahagia dirinya saat ini.
Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah, ia mengelurkan benda kecil dan cantik dari kotak itu. Lalu menarik tangan Denna memasakan sebuah cincin di jari manisnya.
"Hari ini, aku melamarmu. Kau resmi menjadi tunanganku dan kita akn segera menikah" ucapan Bende membuat Denna sedikit terhenyak
"Bendefidh, tidak seperti ini caranya kau ha.."
"Aku tidak peduli, kau adalah calon istriku" potongnya
"Baiklah, tapi aku memiliki satu permintaan" ucap Denna membuat Bende menaikkan sebelah alisnya
"Hanya satu? kenapa tidak dua, tiga, empat, lima puluh, sera.."
"Stttttt.. Diam dan dengarkan aku" cegahnya dengan menutup mulut Bende yang tak berhenti menyerocos
"Baiklah nyonya Wilson, bicaralah" pasrahnya
"Mulai sekarang, kau harus memanggil paman & bibiku dengan panggilan Ayah Bunda"
"Apa alasannya aku harus memanggil mereka Ayah Bunda?" tanya Bende
"Bnedefidh, Paman adalah adik ayahku. Hanya mereka berdua yang ku miliki, mereka juga tidak memiliki anak. Aku sedang membiasakannya sekarang, bagaimanapum mereka telah merawatku sejak kecil" jelas Denna dengan raut muka sedih
"Apapun yang kau inginkan akan ku berikan, kecuali kau meminta pergi dariku" jawabnya
.
Di mansion utama, kediaman A. Wilson. Sejak perdebatan antara Ayah & anak tadi, mereka lebih menutup mulut.
Kini Wina sedang menumpahkan kekesalannya pada suaminya, ia terus menangis sejak Bende melangkahkan kaki meninggalkan Mansion A. Wilson
"Seharusnya dulu aku tak mendengarkanmu! jika saja aku tak ikut bersamamu, mungkin sekarang putraku tetap disini bersamaku!" marah mama Wina dengan air matanya
"Kau lihat saja ulah putramu itu! Apa dia sopan berbicara dengan orang tuanya?! anak pembangkang seperti itu yang kau tangisi?" jawab papa Elson dengan amarahnya tak kalah menggebu dari istrinya
"Sudah cukup!!" pemilik suara tertua di antara mereka, Oma Queena sedari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan anak dan menantunya itu. Namun kali ini ia sangat geram hingga membuatnya harus turun tangan
"Aku bangga pada cucuku Bende, aku bangga tanpa kalian ia bisa sukses di bidang yang selama ini ia tempuh! kalian yang membuatku kecewa! jika almarhum papa kalian masih hidup hingga sekarang, mama yakin dia tidak akan pernah setuju dengan perlakuan kalian kepada anak kalian sendiri!" ucapan Oma Queena bagaikan peluru yang menancap di hati Elson & Wina, keduanya hanya diam mendengarkan orang tua mereka berbicara
"Harusnya kau belajar dari Mamamu! lihat perjuangan mama membesarkanmu, saat perusahan di ambang batas ketumbangan, papa Antonio meninggal. Sejak itu kalian masih kecil kan, mama membuktikan bahwa dia bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk kalian, mama berjuang untuk menegakkan kembali perusahaan yang di ambang kehancuran itu, kau tak pernah berfikir Elson!!" mendengar ucapan mama Wina ada sedikit penyesalan di hatinya, benar yang ucapkan istrinya. Ia telah gagal menjadi ayah, bahkan ia tidak melihat bagaimana perkembangan Bende saat kecil
"Ini juga kesalahanku, aku bodoh, aku gagal menjadi ibu yang baik" tambah mama Wina yang terus menangis
"Mama sangat kecewa denganmu Elson, apa mama pernah membedakanmu dengan kakak dan adik-adikmu?" ucap Oma Queena yang mulai menitihkan air matanya, mengingat bagaimana perjuangannya dulu membesarkan keempat putranya. Papa Elson hanya menundukkan kepalanya
"Apalagi yang lebih sakit dari ini hikss.. Anakku sendiri bahkan ragu pada Mama kandungnya sendiri" tangis Mama Wina semakin pecah, kala ia ingat Bende menanyakan anak siapa ia sebenarnya