NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:95.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Tidak butuh waktu lama bagi asisten berpengalaman seperti Arya untuk mendapatkan nomor kontaknya Ayu. Melalui relasinya di area manajemen mal, Arya berhasil menuturkan niatnya dan langsung menghubungi ponselnya Ayu. Di balik telepon, Arya menyampaikan dengan nada sopan namun misterius bahwa ada sosok penting yang sangat ingin bertemu dengannya malam ini terkait hal yang amat mendesak.

Tepat pukul sembilan malam, jam operasional salon tempatnya bekerja pun usai. Ayu memoles ulang riasannya tipis-tipis seraya bergegas merapikan tasnya. Rasa penasaran membumbung tinggi di dalam dadanya. Siapa gerangan sosok misterius yang sampai mengutus seorang asisten untuk menemuinya?

Lokasi pertemuan yang disepakati pun tak jauh dari mal tempatnya bekerja, yakni di sebuah lounge dan klub malam eksklusif yang baru beberapa minggu beroperasi di kawasan tersebut.

Langkah kaki Ayu sedikit melambat saat memandangi kemewahan bangunan di hadapannya.

'Duh... semoga orang yang ingin bertemu denganku ini bukan orang jahat atau berniat buruk,' batin Ayu mulai merasa gugup, meremas tali tasnya erat-erat.

Tepat saat ia mendekati pintu masuk klub yang megah, sesosok pria tinggi berpakaian setelan jas formal melangkah keluar menghampirinya. Pria itu tak lain adalah Arya.

Namun, begitu pandangan mata Arya jatuh pada sosok Ayu yang berdiri di bawah pendar lampu jalan, Arya seketika terpaku di tempatnya. Rambut pirang sebahu yang terurai indah dan garis wajah wanita itu entah mengapa begitu mirip dengan sosok mantan kekasih Arya yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Kenangan manis nan menyakitkan mendadak melintas di kepalanya.Dan Arya pun baru tersadar akan hal itu.

Arya refleks menggelengkan kepalanya kuat-kuat untuk menyadarkan diri.

'Ish, apa yang kau lakukan, Arya! Fokus pada pekerjaanmu. Ingat, di dalam sana Tuan Zaky sudah menunggunya!' tegurnya pada diri sendiri di dalam hati.

Ayu yang menyadari dirinya dipandangi secara intens oleh pria berjas rapi itu mendadak salah tingkah. Pipinya memerah, tersipu malu.

Arya berdehem pelan untuk menutupi kecanggungannya. "Maaf membuat Anda menunggu, Nona Ayu. Mari ikut saya ke dalam. Kebetulan Tuan saya sudah menunggu Anda di ruang VVIP," ujar Arya sangat sopan seraya merentangkan tangannya, memberi petunjuk arah.

"A...ah, iya, Mas... mari," jawab Ayu agak terbata.

Langkah kaki Ayu terasa makin berat saat menyusuri lorong berdesain mewah menuju lantai atas. Suara musik dentuman bas yang remang-remang dari lantai dansa perlahan meredup ketika mereka memasuki koridor khusus ruang VVIP yang kedap suara. Rasa gugup, cemas, dan penasaran bercampur aduk menjadi satu di dalam benak wanita berambut pirang itu.

Hingga akhirnya, Arya berhenti di depan sebuah pintu kayu jati berukir megah. Dengan gerakan mantap, Arya mendorong pintu tebal tersebut.

Pintu terbuka lebar, memperlihatkan sebuah ruangan lounge VVIP yang sangat luas dengan pencahayaan hangat. Di atas sofa kulit yang panjang, duduk seorang pria dengan kemeja yang dua kancing teratasnya terbuka dan lengan yang digulung hingga siku. Wajahnya tampak tegas, menyimpan duka mendalam sekaligus aura dominan yang amat kuat.

Ayu melangkah masuk satu pijakan, dan begitu pandangannya menangkap jelas sosok di dalam ruangan itu, matanya seketika melotot tak percaya. Mulutnya ternganga, pasokan udara di tenggorokannya mendadak tertahan.

"P... Pak Zaky?!" seru Ayu dengan suara tertahan, menunjuk pria di hadapannya dengan gestur yang benar-benar terkejut setengah mati.

Zaky beranjak dari tempat duduknya dengan gerakan tenang namun penuh penekanan. Ia merentangkan tangannya, mengisyaratkan Ayu untuk duduk di sofa empuk di hadapannya. Wajah Ayu tampak makin tegang dan sedikit pucat, atmosfir dingin dan pekat yang menguar dari sosok Presdir muda ini benar-benar membuatnya canggung. Di sudut lain, Asisten Arya berdiri tegak dan setia di samping sofa mewah Tuannya dengan posisi siap siaga.

Ayu akhirnya mendaratkan tubuhnya dengan sangat berhati-hati, menatap lurus ke arah Zaky.

"Kenapa Pak Zaky mengajak saya ketemuan di tempat seperti ini? Dan... ada hal apa yang membuat Pak Zaky ingin bertemu dengan saya?" tanya Ayu mencoba memberanikan diri, meski nada suaranya sedikit bergetar.

Zaky tak mau membuang waktu. Ia menyandarkan siku di atas lutut, menatap Ayu dengan sorot mata yang penuh oleh kelelahan dan rasa Frustrasi.

"Ayu, tolong katakan padaku... apakah telah terjadi sesuatu pada Arumi?" desak Zaky to the point. "Mengapa tiba-tiba dia selalu menghindari ku? Kenapa dia membuang muka dan memilih menyerah untuk tidak menerimaku lagi? Padahal aku sudah menjelaskan semuanya... seluruh kebenaran tentang masa lalu itu!"

Mendengar pertanyaan bernada putus asa dari pria di hadapannya, Ayu menghela napas panjang. Ada rasa prihatin yang mendalam menyelinap di dadanya.

'Rupanya Pak Zaky benar-benar tidak tahu apa yang dilakukan ibunya,' batin Ayu.

Ayu menegakkan posisi duduknya. Sepertinya sudah saatnya ia membongkar kebenaran pahit ini demi Arumi.

"Pak Zaky... kalau Anda mau tahu kenapa Arumi berubah dingin dan memilih mundur, itu semua karena perbuatan ibu kandung Anda sendiri!" cetus Ayu tanpa ragu.

Ayu lantas membeberkan semuanya tanpa ada yang ditutupi. Ia menceritakan bagaimana malam itu Nyonya Maya secara tiba-tiba mendatangi kontrakan mereka, bertindak angkuh, serta melontarkan kata-kata kejam yang merendahkan dan menginjak-injak harga diri Arumi di depan matanya sendiri.

Brak!

Mendengar penuturan Ayu, Zaky sontak berdiri dari sofanya dengan rahang menegang hebat. Urat-urat di lehernya menegang, dan matanya membelalak penuh amarah.

"Apa?! Jadi... jadi semua kehancuran ini gara-gara ulah Ibuku?!" bentak Zaky, suaranya menggelegar menahan emosi yang meluap-luap.

"Betul sekali, Pak Zaky!" potong Ayu tegas. "Itu sebabnya Arumi memilih untuk menyerah dan akhirnya mau menerima perjodohannya dengan Pak Kades di kampung!"

Deg!

Jantung Zaky rasanya berhenti berdetak seketika. Rasanya seperti disambar petir di siang bolong.

"Perjodohan... dengan Pak Kades?" bisik Zaky, matanya melotot tak percaya. Seluruh persendiannya mendadak terasa lemas.

"Aku harus segera menemui Arumi di kontrakan sekarang juga!" seru Zaky panik, menyambar jasnya yang tersampir.

"Percuma, Pak Zaky! Arumi sudah pulang ke kampung halamannya tiga hari yang lalu," ujar Ayu menghentikan langkahnya Zaky. Ayu menghela napasnya, sejujurnya ia sendiri tidak rela jika sahabatnya harus menikah dengan pria yang tidak dicintainya. Ayu tahu betul bahwa Arumi dan Zaky adalah dua insan yang saling mencintai setengah mati, hanya saja ujian hubungan mereka terlampau berat. "Bahkan... mungkin besok acara lamaran Arumi dengan Pak Kades akan segera dilaksanakan."

Informasi itu menjadi pukulan paling telak bagi Zaky. Pria itu mencengkeram jemarinya hingga telapak tangan dan kuku jarinya memutih. Amarah, penyesalan, dan ketakutan akan kehilangan Arumi selamanya bergejolak dahsyat di dalam jiwanya.

"Aku akan menemui Arumi di kampung halamannya malam ini juga!" ujar Zaky dengan nada dingin yang menusuk tulang, rahangnya mengeras sempurna. "Tapi sebelum itu... aku akan menemui Ibuku terlebih dahulu dan menanyakan hal ini. Ibuku harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini!"

Bersambung...

1
Teh Euis Tea
mungkin dulu citra tidur sm yudistira trs hamil dan menjebak zaky
mungkin dulu yudi miskin makanya citra ninggalin yudi?
achh penasaran bgt
Nadja 🎀
jangan bilang dulu citra benci Yudi miskin.. makanya meninggalkan yudi. makanya pura-pura di tidurin biar zaky bertanggung jawab karena zaky orang kaya jg harta jg sengaja keluarga Zaky benci arumi pantas saja terungkap!
Nar Sih
sabar zaky ,jika memang azzam bukan putra kandung mu gk apa ,,anggap si kmbr tetap putra putri mu
Nar Sih
waah...ank siapa si kmbr yaa
Iffanaya 😽
nah loh...apa mungkin kalo Azam dan azzura anaknya dokter Yudistira yg pernah pny hubungan sama citra 🤔
Arum Dyah
jangan2 anaknya dokter itu lagi...🤭🤭
Teh Euis Tea
nah loh jd si kembar anak siapa itu?
mana si citra udah meninggal lg jd ga bisa nanya
berarti dulu si citra jebak zaky untuk tanggung jawab sm anak yg di kandung, kasian zaky 🥹
neny
tuh kan,,aq dah felling dr awal,,mereka bkn anak Zaky,,citra menjebak Zaky dan membuat Zaky hrs bertanggungjawab pdhl itu anak dr laki2 lain
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa azam azzura bukan anak kandung nya zaky 🤔
vania larasati
lanjut kak
Aisyah Suyuti
menarik
Ana
ikut bahagia 🤗
mimief
atu pasangan lagi yg belum bahagia Thor
Wisnu Ama indah?
apakabar tu berdua
mimief
cie.

cieeeee
pak Arya
mimief
pasti urusan ayu yaaa
mimief
tapi kenapa ya
Ama pelakor jaman sekarang
udah pada rada lain yaa

🤣
mimief
wah...orang sakit
bisa jadi perang dunia ke 2 ini
kalau nemuin lipstik di jas nya 😱
Nar Sih
seneng nyaa arumi bnr,,di ratukan oleh suami juga sikembar azam azzura dan gk ketinggalan ibu mertua
Ana
ga sabar nunggu bab selanjutnya 🤗🤗
Ana
ceritanya bagus banget 🤗luar biasa 👍
Ana: sama-sama kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!