NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Rania menatap langit-langit kamarnya dengan sedih sekaligus merasa hampa, pernikahannya dengan Ardi merupakan pernikahan yang dia inginkan karena di pikir mereka saling mencintai setelah beberapa tahun dia menikah barulah dirinya sadar jika Ardi memanfaatkan dirinya saja.

"Aku akan ambil tawaran rumah sakit untuk seleksi rumah sakit cabang, aku harus lepas dari mereka setelah sidang perceraian ku, bagaimanapun caranya".

drt.. drt... Suara seringan telpon menghentikan lamunannya.

Dia menatap malas kearah handphone yang menampilkan nomor baru yang dia yakin itu adalah ibu Ardi, panggilan itu terputus dan kembali terhubung lagi, dengan malas dia mengangkat telpon itu.

Dia memang sudah memblokir nomor handphone mertuanya yang lama tapi ternyata mertuanya selalu menelponnya dengan nomor baru yang tidak dia kenal

"Assalamu'alaikum". Jawabnya dengan malas.

"Walaikumsalam salam, kamu sedang apa nak?". Tanya diseberang telpon dengan basa basi yang memuakkan.

"Saya sedang ingin istirahat, kenapa?".

Dia menatap layar ponselnya yang masih tersambung tapi nada bicara yang dia dengar tidak terlalu jelas mungkin jaringan sedang terganggu atau orang diseberang sana yang memang tidak bagus.

"Ada apa?". Tanyanya dengan pelan penuh penekanan.

Merasa ada yang tidak beres, ibunda Ardi itu berusaha mengatakan sesuatu

"Hallo Rania, Halo, maafkan ibu soal tadi yah nak, jangan diambil hati, ibu hanya tidak ingin kamu berpisah dari Ardi". Ucapnya dengan memelas.

Dia berusaha menjaga nada suaranya agar terdengar merasa bersalah agar Rania iba.

Mendengar apa yang ingin dibahas mertuanya dia pun mendengus sinis.

"Kalau mau membahas itu, aku tutup saja telponnya, aku tidak peduli kalian menyesal atau tidak yang terpenting enyah dari hidupku dan jangan menampakkan wajah kalian lagi karena aku sudah tidak peduli". Jawabnya dengan penuh penekanan.

Sudah habis rasa hormatnya kepada mantan ibu mertuanya ini, dulu saat mereka masih bersama, keluarga Ardi selalu menghinanya tapi saat tahu semua itu adalah miliknya bukannya sadar diri dan meminta maaf, mereka malah bertingkah licik ingin mengambil semua miliknya, dan sekarang pura-pura meminta maaf,

"Dasar manusia tidak tahu malu". Umpatnya dalam hati

"Jangan seperti itu nak, tolong maafkan sikap ibu yah, ibu hanya ingin kamu kembali pada Ardi makanya ibu sangat marah saat kamu menggugat cerai Ardi, ibu sangat menyesal nak". Ucapnya memelas.

Rania mendengus sinis, dia sangat yakin perempuan parubayah itu hanya berakting untuk mendapatkan simpati agar dia memaafkannya setelah itu langsung merampas haknya, dia pikir dia tidak tahu.

"Bodoh amat bu, saya tidak mau kembali pada keluarga ibu terutama pada Ardi, dia hanya lelaki tidak tahu diri dan tidak tahu Terima kasih seperti anak ibu itu, lebih baik ibu carikan dia mangsa baru yang bisa ibu memanfaatkan dan kuras uangnya, saya mah ogah". Ucapnya dengan lantang.

Ningsih yang berada diseberang telpon mengepalkan tangannya sekaligus menahan emosi agar tidak meledak dan memaki Rania seperti tadi, dia harus bisa membujuk Rania untuk bertemu di suatu tempat dan dia harus bisa.

Dia akan menjalankan rencana yang dia susun bersama Adel agar Rania bisa kembali pada mereka bagaimana pun caranya

"Ibu ingin mengajak kamu makan malam bersama diluar nak, ibu akan traktir dan sekaligus meminta maaf, mau yah". Bujuknya lagi dengan suara menahan amarah.

Rania mengangkat alisnya pelan, mendengar perkataan mertuanya yang mengajaknya diluar tanpa alasan membuat dirinya langsung curiga, dia yakin mertuanya itu merencanakan hal buruk kepadanya saat itu.

"Saya tidak mau, lagian mana ada uang kalian, gaji Ardi saja hanya cukup untuk kalian saja, ini sok mau mentraktir saya, kalian yakin". Ucapnya Dnegan nada mengejek.

Ibunda Ardi mengepalkan tangannya tidak terima tapi berusaha tetap tenang, rencananya tidak boleh gagal.

"Ibu punya uang kok nak, ibu traktir kamu Makana apapun itu jangan khawatir soal uang, mau yah". Bujuknya untuk kesekian kalinya

"Saya sibuk, ajak saya keluarga ibu yang lain, saya banyak pekerjaan, saya tutup dulu".

Rania bersiap untuk menghentikan pembicaraan itu dengan mematikan panggilan tapi langkahnya terhenti saat mendengar teriakan panik dari ibu Ardi itu

"Tunggu nak, jangan tutup telponnya dulu". Cegahnya nyaris berteriak.

" Apalagi sih?". Kesalnya

Dia sudah capek dan ingin beristirahat tapi keluarga Ardi terus saja mengganggunya, sungguh menyebalkan.

"Tolonglah nak, setelah itu ibu tidak akan ganggu kamu, ibu akan pergi dan tidak akan menampakkan wajah ibu di depanmu asal kamu mau ibu ajak bertemu dan makan bersama".

Rania mengenal nafas jengkel, dia semakin yakin jika ibu mertuanya itu merencanakan sesuatu yang entah apa itu yang pastinya itu bukan hal yang bagus.

"Saya tidak peduli, berhenti meneror saya Dnegan nomor baru yang tidak masuk akal, saya tidak akan kembali pada keluarga kalian apapun yang terjadi".

Dia langsung mematikan telponnya dan kembali memblokir nomor yang baru saja dipakai ibu Ardi untuk menelponnya, dia sangat yakin jika ibunda Ardi itu telah merencanakan sesuatu yang lebih jahat.

"Kalian tidak akan bisa menjebak ku, aku bukan anak kecil yang bisa kalian tipu sesuka hati".

"Hallo, hallo". Ucap Ningsih setengah kesal.

Dia melihat handphonenya yang ternyata panggilan itu sudah terputus, dia menghantam handphonenya itu pada sofa disebelahnya dengan sangat kesal.

"Ada apa Bu, apa katanya?". Adel yang berada disebelah sang ibu langsung bertanya begitu melihat wajah sang ibu yang tidak ramah sama sekali.

"Itu si Rania sialan itu, dia tidak mau ibu ajak ketemuan, dia menolak katanya sibuk, mana lagi dia sempat menghina ibu habis-habisan". Sungutnya Dnegan wajah memerah karena emosi.

Mendengar itu Adel hanya menghela nafasnya kasar, ibunya ini memang keras kepala, tadi dia sudah melarang ibunya untuk menghubungi Rania tapi tetap saja dilakukannya nyatanya malah berakhir seperti ini.

"Kan sudah aku bilang Bu, percuma ibu telpon kak Rania dia tidak akan mau dan merespon apa perkataan kita, jadi biarkan aku sendiri yang bekerja dan melakukan hal itu". Ucapnya Dnegan senyum licik.

Dia akan menyuruh orang untuk menculik Rania dan membawanya ketempat yang seharunya dia tentukan setelah itu kakaknya harus melakukan tugasnya nanti dengan dia beri obat perangsang dan penyubur kandungan agar Rania bisa langsung hamil.

"Tapi nak, bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan Rania itu, dia saja tidak mau ibu ajak secara baik-baik".

Adel tersenyum sinis dan licik, dia menatap ibunya dengan tatapan penuh kemenangan.

"Aku sudah punya cara Bu, ibu harus memaksa kak Ardi untuk melakukan apa yang kukatakan pastikan dia tidak berulah

"Memang apa yang ingin kamu lakukan nak?, jangan aneh-aneh nanti kita masuk penjara". Ucapnya dengan khawatir.

"Tenang saja Bu, kak Rania pasti kembali pada keluarga kita".

1
Zaza Sajaah
lanjut
Heny
Rania gercap aqu pada mu rania
Heny
Ayo rania lawan mrk jng takut sm benalu
irena
harus dikasih kapok itu Valeria...
Linda yani
waww
Thewie
ya ampun.. manusia gak punya malu dan otak🤣🤣
irena
bagus si adel menikah terus dapat mertua yg sangat kejam melebihi ibunya dan punyanipar melebihi si adel yg suka mengompori... biar si adel tau rasa dan ibunya melihat adel diperlakukan seperti itu
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Rania lepas juga dari suami dan keluarganya yg benalu , semoga Rania dapat pengganti yg lbh baik lagi .
Heni Setiyaningsih
dasar orang tua gak bener /Scream/
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!