NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Gosip Kantor

...Lantai tiga puluh gedung Arkananta Group selalu memiliki kebiasaan rutin di setiap pagi, yaitu kedisiplinan tingkat tinggi yang dibalut aroma kafein yang tajam....

... Namun, bagi Rania, hari ini rasanya seperti sebuah keajaiban yang nyata....

...Tadi pagi-pagi sekali sebelum berangkat kerja, ia sudah menyetorkan amplop cokelat tebal berisi uang tunai tujuh puluh lima juta rupiah ke bagian administrasi rumah sakit....

... Validasi pembayaran telah dicetak, jadwal operasi ring jantung ibunya telah dijadwalkan untuk hari Senin depan, dan semua ancaman pemutusan fasilitas obat-obatan non-BPJS menguap begitu saja....

... Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, Rania bisa bernapas dengan paru-paru yang terasa lapang....

...Meski tubuhnya masih menjerit kesakitan akibat hanya tidur tiga jam, dan jemarinya lecet karena harus melanjutkan tugas raksasa menyortir arsip lima tahun terakhir di gudang bawah tanah, suasana hati Rania sedang berada di titik paling bahagia....

...Sekitar pukul sepuluh pagi, ketika kepalanya mulai berdenyut akibat deretan angka-angka laporan tahunan yang membosankan, Rania memutuskan untuk pergi ke pantri utama. ...

...Ia membutuhkan segelas kopi hitam tanpa gula untuk menyokong kesadarannya agar tidak tumbang di depan komputer....

...Begitu melangkah mendekati pintu kaca pantri yang sedikit terbuka, langkah kaki Rania mendadak memelan. ...

...Suara tawa genit dan bisik-bisik heboh khas para staf wanita terdengar bersahut-sahutan dari dalam, mengalahkan suara mesin kopi yang sedang menderu otomatis....

..."Eh, serius demi apa?! Pak Arkan nolak lagi anak pemilik maskapai itu?" Suara bersemangat itu milik Citra, staf senior dari divisi humas yang terkenal memiliki radar gosip paling tajam di seluruh gedung....

..."Iya, Jeng! Kemarin malam ibunya Pak Arkan sendiri yang datang bawa foto-foto silaturahmi keluarga. Cantik banget, lulusan London, kurang apa coba? Tapi kata sekretaris pribadi pak Arkan, Pak Arkan cuma bilang 'tidak tertarik' dengan muka sedingin es kutub. Sadis banget, kan?" sahut meli, salah satu analis keuangan yang sedang bersandar di meja konter pantri sambil memegang cangkir tehnya....

...Rania melangkah masuk dengan sangat tenang, berusaha seminimal mungkin tidak menarik perhatian. ...

...Ia mengambil cangkir keramik putihnya, lalu berdiri di depan mesin kopi, berpura-pura sangat sibuk menekan tombol opsi espresso....

..."Gila ya... aku kadang mikir, Pak Arkan itu sebenarnya manusia atau bukan sih? Atau jangan-jangan dia itu sejenis robot AI yang diprogram cuma buat nyari duit?" Citra mendesah frustrasi, mengaduk teh boba di tangannya....

... "Nggak pernah kelihatan pacaran, nggak pernah senyum, nggak pernah ramah sama cewek. Tipe wanita idealnya kayak gimana coba? Apakah harus yang selevel menteri atau secerdas pemenang Nobel?"...

..."Kalau menurutku sih, Pak Arkan itu tipe pria yang suka wanita mandiri, anggun, berwibawa, dan super elegan," Meli berspekulasi dengan mata berbinar-binar, menatap langit-langit pantri seolah sedang membayangkan sosok dewi korporat....

... "Wanita yang kalau jalan itu bunyinya high heels mahal, yang bahasanya formal banget, dan kalau ngomongin fashion minimal harus merk Chanel atau Hermes. Pokoknya yang berkelas dan perfeksionis banget, mirip kayak dia!"...

...Pffftt!...

...Rania buru-buru menyandarkan bibir cangkirnya ke mulut, meneguk kopi hitamnya yang masih mengepul panas demi menyembunyikan kedutan hebat di sudut bibirnya....

... Kopi yang sangat pahit itu nyaris saja menyembur keluar dari hidungnya saat mendengar analisis "cerdas" dari para seniornya tersebut....

...Wanita mandiri yang elegan?...

... Yang pakai high heels mahal dan tas Hermes?...

... Rania berteriak histeris di dalam benaknya, menahan tawa yang begitu hebat hingga dadanya berguncang samar....

...Kalian semua salah besar, wahai para senior! ...

...Bos tiran kalian yang super dingin dan perfeksionis itu, yang kalau di kantor mukanya kayak mau makan orang, ternyata kalau malam hari luluh sama cewek yang pakai baju pelayan dengan rok mini berenda hitam-putih! ...

...Dia suka sama cewek yang rambutnya cokelat madu dikuncir dua, yang matanya abu-abu palsu, dan yang paling penting dia suka makanan yang ditiup pakai mantra 'Moe Moe Kyun'!...

...Rania memutar tubuhnya perlahan, memunggungi mesin kopi dan bersandar pada meja konter, menikmati kopinya dengan senyum kecut yang sangat misterius. ...

...Ada rasa kemenangan rahasia yang luar biasa manis yang mendadak membuncah di dalam dadanya....

... Rasa lelah, rasa dongkol akibat dihina, semuanya runtuh dan digantikan oleh kepuasan batin yang tak ternilai harganya....

...Jika para wanita di lantai tiga puluh ini tahu bahwa sang CEO idaman mereka yang sedingin es kutub itu bersedia membayar lima kali lipat tarif VVIP hanya untuk duduk canggung di sofa remang sambil telinganya memerah karena malu melihat pelayan kafe mengedipkan sebelah mata, seluruh gedung Arkananta Group pasti akan mengalami gempa bumi massal. ...

...Fakta itu bisa menghancurkan reputasi Arkan dalam waktu kurang dari satu detik. ...

...Dan rahasia itu kini tersimpan dengan sangat aman di dalam kepala seorang sekretaris magang culun yang selalu mereka remehkan....

..."Eh, Rania," panggil Citra tiba-tiba, memecah lamunan Rania....

... Citra menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang agak merendahkan. ...

..."Kamu kan yang paling sering masuk keluar ruangan Pak Arkan buat antar dokumen minggu ini. Kamu pernah nggak sengaja lihat dia teleponan sama cewek gitu? Atau lihat ada barang cewek tertinggal di ruangannya?"...

...Rania buru-buru membetulkan posisi kacamata bulat besarnya yang meluncur turun di hidungnya. ...

...Ia memasang kembali wajah culun, polos, dan sedikit ketakutan yang biasa ia peragakan di siang hari....

..."E-eh? Nggak pernah, Kak Citra," jawab Rania dengan suara yang sengaja dicicitkan, memberikan ekspresi sebodoh mungkin....

... "Pak Arkan kalau di dalam ruangan selalu bicara soal laporan keuangan atau revisi draf saya yang berantakan. Beliau... sangat menakutkan. Saya bahkan tidak berani menatap matanya kalau sedang bicara."...

...Meli mendesah, mengibaskan tangannya kecewa. ...

..."Yah, nanya sama anak magang mah percuma. Mana paham dia soal begituan. Jangankan nyari tahu tipe ideal Pak Arkan, ngurusin arsip di bawah tanah aja mukanya udah kayak mau pingsan gitu."...

...Citra tertawa kecil, menyetujui ucapan Meli. ...

..."Iya juga sih. Ya udah yuk, balik ke bilik. Bentar lagi jam makan siang, takut si bos keluar ruangan terus nyariin."...

...Kedua staf wanita itu berjalan keluar dari pantri sambil melanjutkan obrolan mereka yang tak ada habisnya tentang gosip kencan para konglomerat Jakarta. ...

...Begitu pintu kaca pantri tertutup rapat dan menyisakan Rania sendirian di dalam ruangan, pertahanan Rania runtuh sepenuhnya....

...Rania meletakkan cangkir kopinya di atas meja konter, lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan. ...

...Bahunya berguncang hebat karena tawa yang akhirnya pecah tanpa suara....

... Ia tertawa hingga air mata geli menyembul di sudut mata di balik kacamata tebalnya....

..."Dunia ini benar-benar gila," bisik Rania di sela-sela tawanya yang mereda, menyeka air mata gelinya dengan ujung jari....

... "Pak Arkan... kalau Anda tahu sekretaris magang yang Anda hukum menyortir dokumen lima tahun terakhir ini adalah 'Milky' yang Anda beri tip tujuh puluh lima juta tadi malam, apakah Anda masih bisa bicara soal profesionalisme di depan saya?"...

...Rania menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum kemenangan yang masih terukir jelas di wajahnya. ...

...Rasa percaya dirinya yang sempat hancur lebur akibat perlakukan kejam Arkan tadi pagi kini pulih seutuhnya. ...

...Pria itu boleh saja menguasai siang harinya, menjadikannya budak korporat yang tak berdaya di kantor. ...

...Tetapi Rania tahu pasti, begitu malam tiba dan lampu-lampu kota Jakarta mulai menyala, di bawah temaramnya Dark Moon Maid Cafe, dialah yang memegang kendali penuh atas hati sang monster....

...Dengan langkah kaki yang kini terasa jauh lebih ringan dan penuh energi baru, Rania meraih cangkir kopinya, meneguk habis sisa cairan hitam yang pahit itu, lalu melangkah keluar dari pantri....

... Ia siap kembali ke neraka gudang arsip bawah tanah dua dengan senyuman rahasia yang tidak akan pernah bisa ditebak oleh siapa pun di perusahaan ini....

1
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!