Li Zie adalah putri dari seorang Menteri, Li Zie putri bangsawan yang menikah dengan seorang Jenderal yang sangat ia cintai.
Namun saat ia telah sampai ke kediaman Jenderal Wang sebagai pengantin, saat itulah topeng sang Jendral di buka, dan memperlihatkan taringnya.
"Aku menikahi mu hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarga ku, " Jendral Wang.
Saat itulah hidupnya berubah drastis, karena suaminya selalu menyiksanya. Namun bukan hanya Li Zie yang tersiksa, Jenderal Wang pun merasa sakit saat harus melihat Li Zie tersiksa.
Perlahan bukti terungkap. Jika menteri Li tidak terlibat dalam pembantaian itu, ia hanya di jadikan kambing hitam.
Orang yang selama ini di anggap penolong oleh Jenderal Wang , adalah pelaku yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Li Zie yakin jika masih banyak lagi orang-orang di kediaman suaminya, berada dalam kendali Xi Duan, Li Zie kembali kalah sebelum bertarung.
Padahal Li Zie adalah korban. Tapi Xi Duan mampu membalikkan keadaan, hingga pelaku menjadi korban dan korban menjadi pelaku.
Namun ia tidak boleh menyerah, ia harus bisa meyakinkan suaminya meski itu terasa begitu mustahil, Li Zie harus bisa mengikuti permainan Xi Duan.
Kedua mata Li Zie berkaca-kaca, isak tangisnya terdengar begitu pilu, ia terlihat begitu menyedihkan, Jenderal Wang yang memang mencintai Li Zie, membuat hatinya berdenyut, ia sungguh tidak tega melihat Li Zie seperti ini, Jenderal Wang mendekati istrinya.
"Kakak Wang pasti tidak percaya padaku, 'kan? " ujar Li Zie lalu kembali terisak.
Jenderal Wang memeluk istrinya, "Zie'er, Aku akan mencari kebenarannya, untuk saat ini Aku tidak bisa membuat keputusan, Aku tidak bisa melukaimu lagi, atau pun menyakiti Xi Duan," ujar Jenderal Wang dengan perasaan campur aduk.
"Aku hanya berharap semoga bibi tidak mendengar kabar Xi Duan, jika tidak entah apa yang bisa kulakukan, Aku sungguh tidak bisa membuat bibi merasa sedih," ujar Jenderal Wang yang benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.
"Jika tidak percaya padaku tidak apa... Kakak Wang bisa mengantarkan Aku kembali ke kediaman kegadisanku," ujar Li Zie dengan pilu. jantungnya begitu berdebar-debar khawatir justru Jenderal Wang mengiyakan.
"Zie'er, jangan berpikir macam-macam, kamu adalah istriku jadi jangan berpikir untuk pergi dariku," ujar Jenderal Wang dengan tegas, ia tidak rela istrinya pergi, selama dua hari tidak bertemu dengan Li Zie, hidupnya terasa membosankan, ia butuh Li Zie untuk menemani hidupnya.
"Bukankah suamiku juga memiliki Xi Duan. Jadi jika Aku pergi-" Ucapan Li Zie langsung terpotong saat Jenderal Wang membungkam mulutnya.
Jenderal Wang mengusap bibir Li Zie yang basah dengan ibu jarinya, "Berhenti berpikir untuk pergi dariku, bahkan kematian pun tidak bisa memisahkan kita," ujar Jenderal Wang yang memang sudah benar-benar mencintai Li Zie, untung saja ia tidak terlambat menyadarinya.
"Dan Xi Duan, Aku tidak pernah berpikir macam-macam, Xi Duan sudah ku anggap sebagai adikku sendiri," ujar Jenderal Wang yang tentu saja Li Zie tidak mempercayainya bagitu saja.
"Kenapa menatapku seperti itu? " ujar Jenderal Wang.
"Suamiku bilang, jika Xi Duan sudah di anggap sebagai adik sendiri. Jika memang benar tidak mungkin berani memeluknya bahkan di hadapanku," ujar Li Zie yang kini sudah terlihat tenang, dan justru kini terlihat sedang cemburu.
Jenderal Wang tersenyum melihat sikap istrinya, "Apa ini bertanda jika istriku sedang cemburu?"
Jenderal Wang menatap mata teduh Li Zie yang begitu menenangkan, tanpa melepaskan pelukannya, "Maaf Zie'er, saat itu Aku berpikir jika Aku sangat membenci Zie'er, dan Aku ingin menyakiti Zie'er dengan cara apapun. Tapi harus Zie'er ketahui, saat Aku berusaha melukai Zie'er, saat itu juga di sini terasa sakit," ujar Jenderal Wang menujuk dadanya sendiri, ia berkata tanpa ada yang di tutup tutupi.
Hati Li Zie merasa lega, ia begitu percaya dengan apa yang suaminya katakan, hati sulit untuk di bohongi. "Tapi suamiku, Aku merasa jika Xi Duan menyukai mu, maksudku Xi Duan menyukaimu sebagai seorang wanita menyukai pria," ujar Li Zie memberitahukan kecurigaannya.
"Ya, Xi Duan memang pernah mengatakannya, namun Aku tidak bisa menyukainya karena Xi Duan sudah ku anggap sebagai adikku, bibi begitu baik padaku, jadi Aku juga harus menjaga Xi Duan sebagai balas budi ku pada bibi dan paman Xi, " ujar Jenderal Wang berterus terang.
Perkataan Jenderal Wang membuat hati Li Zie menjadi tenang, namun masih ada harapan bukan jika bibi Xi memohon pada Jenderal Wang. "Ah kenapa hidupku begitu rumit" batin Li Zie.
Li Zie tidak ingin berpikir terlalu jauh, ia menatap Jenderal Wang lalu kembali berkata, "Suamiku, tentang masalah ini-" Li Zie tidak melanjutkan ucapnya.
"Aku tidak ingin orang lain tahu jika Aku mempercayai Zie'er, Aku merasa ini sangat janggal, Aku harus menyelidikinya dengan hati-hati," ujar Jenderal Wang yang diangguki Li Zie. bagi Jenderal Wang tidak mungkin tangan selembut kapas itu mampu menyakiti orang.
Jenderal Wang yang datang dengan perasaan marah, kini justru begitu tenang, wajah dan sikap Li Zie yang lembut dapat mengubah kemarahan Jenderal Wang dengan mudah. Jenderal Wang sungguh tidak percaya jika istrinya yang lembut mampu melukai orang. Lalu kenapa Xi Duan bisa terluka, ini masih menjadi teka-teki.
...****************...
Di paviliun yang berbeda.
Seorang wanita yang wajah terluka kini ia sedang berbaring santai di atas ranjang, dengan kaki yang di pijat lembut oleh pelayannya, ia adalah Xi Duan, "Aku ingin segera melihat apa yang kakak Wang lakukan padanya," ujar Xi Duan tersenyum penuh kemenangan.
Komen apa ya guysss 🫰🫰🫰🫰