NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.Mahkota perak

Tekanan mental predator yang dilepaskan Ren membuat atmosfer di dalam Aula Penghakiman begitu pekat, hingga beberapa tetua Dewan Tertinggi di barisan belakang jatuh pingsan karena kehabisan napas. Kardinal Malakai, yang biasanya memegang kendali atas jutaan penganut faksi suci, kini gemetar hebat dengan ujung pedang hitam Ren yang terasa dingin di bawah dagunya.

"K-Kau... jika kau membunuhku di sini... seluruh divisi militer Kekaisaran akan meratakan Perbatasan Barat..." Kardinal Malakai mencoba mengancam, meski suaranya terputus-putus oleh rasa takut yang mendalam.

Ren menarik sudut bibirnya, menampilkan seulas *smug* dingin yang penuh kepuasan taktis. "Biarkan mereka mencoba. Pada saat mereka tiba di perbatasan, mereka hanya akan menemukan pasukan *Blood Golem* yang siap mencabik zirah mereka. Dan kau... tidak akan hidup cukup lama untuk melihatnya."

**"Hahaha! Benar sekali, Ren! Potong saja lidah pak tua ini, dia terlalu banyak bicara!"** Crimson berseru haus darah di dalam benak Ren.

Namun, Ren tidak langsung mengayunkan pedangnya untuk mengeksekusi sang Kardinal. Otak cerdasnya tahu bahwa membunuh Malakai saat ini hanya akan menciptakan kekosongan kekuasaan yang tidak perlu. Ia membutuhkan pion yang ketakutan untuk mengendalikan ibu kota dari balik layar.

*Sret.*

Ren membalikkan pergelangan tangannya, mengubah arah bilah *Crimson Edge* tiruan dan menepuk pipi Malakai dengan sisi datar pedangnya yang dingin.

"Aku akan memberimu satu kesempatan untuk tetap bernapas, Kardinal," Ren berbisik halus, nadanya begitu tenang namun sarat akan manipulasi yang mencekik. "Tandatangani maklumat pembubaran faksi bangsawan Van Asche, dan nyatakan bahwa hak kelola mutlak atas Reruntuhan Gorgona serta wilayah Perbatasan Barat berada di bawah otoritas independenku tanpa campur tangan Kekaisaran."

Malakai menelan ludah dengan susah payah. Menatap sepasang mata crimson Ren yang menyala intens dengan guratan streaks merah mematikan, ia tahu tidak ada pilihan lain jika ingin melihat matahari esok hari.

"A-Aku... aku akan menandatanganinya..." ucap Malakai dengan suara parau, seluruh harga dirinya runtuh total di atas altar sucinya sendiri.

### Penguasa Baru di Balik Tirai

Sepuluh menit kemudian, selembar dokumen emas dengan stempel darah suci resmi Kekaisaran telah berada di tangan Lyra. Gadis itu memeriksa segelnya dengan senyuman sinis yang penuh kemenangan, lalu melirik Ren yang sedang menyarungkan pedang hitamnya dengan gerakan elegan.

"Semuanya sah, Ren," Lyra berbisik, menyembunyikan dokumen itu di balik jubahnya. "Ibu kota sekarang secara hukum telah menyerahkan perbatasan kepadamu. Faksi bawah di akademi juga sudah mulai bergerak menguasai pos-pos logistik yang ditinggalkan keluarga Van Asche."

Ren berbalik memunggungi tribun Dewan Tertinggi yang masih membatu ketakutan. Jubah hitam beratnya berkibar saat ia melangkah menuruni tangga marmer Aula Penghakiman yang kini telah ternoda oleh darah para ksatria elit.

Rambut perak abu-abunya yang berantakan bergerak ditiup angin yang menerobos masuk dari jendela istana yang pecah. Sesungging *dangerous smirk* yang dingin terukir di wajah tampannya saat ia menatap ke arah pintu keluar.

Hari ini, Istana Putih telah berlutut tanpa perlu diruntuhkan. Sang **Blood Sword Master** kini melangkah kembali menuju kegelapan perbatasan, bukan lagi sebagai murid akademi yang terbuang, melainkan sebagai penguasa absolut yang memegang kendali atas masa depan seluruh benua kini ia adalah wujud dari semua ketakutan manusia akan menjadi raja dunia dan sejarah yang baru akan di hormati sekaligus di takuti

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!