NovelToon NovelToon
Cinta Sendiri

Cinta Sendiri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:110.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hanny sun

Zira harus pindah sekolah karena ulah Refan yang membuat sahabatnya menjauh darinya. Bukan karena ada paksaan tapi karena itu adalah pilihan yang tepat. setidaknya ia tidak akan berjumpa lagi dengan Refan cowok dingin dan kasar itu.

Setelah pindah Zira menjadi lebih tertutup dari sebelumnya dan tidak ingin bersahabat dengan siapapun lagi. Karena bukannya persahabatan harus didasari kepercayaan. Kecuali Deva cewek tomboi yang berhasil menjadi sahabat Zira satu-satunya.

7 tahun berlalu Zira kembali bertemu dengan Refan di waktu dan tempat yang tidak terduga. Dan mendadak orang tua Refan menjodohkan Zira dengan Refan. Sedangkan ibu Zira setuju dan meminta Zira berhenti kabur seperti dulu.

Apa yang akan terjadi dengan Refan dan Zira selanjutnya ?

IG @hanmiiie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanny sun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahar

“Dev. hiks..hiks” berlari memeluk Deva yang sudah duduk di kursi Cafe.

“kenapa” kebingungan dengan sikap Zira

“minggu depan aku mau nikah”

Deva membulatkan matanya karena terkejut “haaa... kok tiba-tiba. Sama siapa?

“dengan Refan. Apa yang harus aku lakukan” Zira pun menceritakan semua masalah yang sulit di hadapinya saat ini.

"kayaknya si Refan itu mengeseli banget ya suka buat masalah sama lu. Kalau dia cinta sama lu kan bisa di ungkap kan.”

“ngomong apa sih. dia enggak cinta sama gue dev. Dia cintanya sam Tias”

“Terus kenapa dia tidak menikah dengan wanita itu? Kalau gitu kamu tidak perlu terima ajakan nya. Nanti aku pinjamkan uang papa”

“enggak. Itu bukan solusi. Aku tidak mau persahabatan kita di nilai dari uang”

“justru karna kita sahabat makanya saling bantu.”

“tapi aku tidak pernah bantu lu”

“perlu gue list satu persatu bantuan lu ke gue. Dengar ya Zira aku bukan seperti teman di sekolah lu yang dulu. Demi cowok rela mengorbankan sahabat yang bahkan sama sekali tidak peduli dengan cowok yang mendekatinya. Makanya sampai sekarang lu jomblo kan. Jadi jangan buat hidup lu susah lagi dengan kehadiran orang yang tidak bisa menjaga lu.” Celoteh Deva kesal

"jangan marah bisa. Gue lagi pusing banget dev"

"ibu gimana? setuju"

"banget dev. lu tau apa kata ibu 'Zira… ibu tidak mau ya kamu kabur lagi seperti dulu. udah cukup ayah yang kamu repotkan dulu. Lagian Refan itu anak baik. Pamali kalau kamu menolaknya'. Peningkan lu dengarnya"

"kalau ibu udah bilang gitu. Gue bisa apa zi"

“Zira” panggil seseorang. Zira pun menoleh ke sumber suara.

“Dimas. Sedang apa di sini” Zira.

“tadi jemput Yuka. Biasa papa mamanya sok sibuk. Sedangkan Refan sibuk menyiapkan mahar untuk wanita yang di cintainya dan Kianu menemani Refan ” Jelas Dimas dengan nada kesal

“oya haha..Yuka nya mana?”

“itu lagi makan es krim. Katanya dia ingin makan es krim seperti saat di jemput Refan” Dimas

“waaah Rindunya” Zira senyum bahagia melihat Yuka yang duduk di kursi samping meja mereka

“kenapa tidak pernah ikut ngumpul? Mereka juga sering menghubungi kamu tapi kenapa tidak pernah di angkat atau di balas?”

“lu tau sendiri aku tidak suka keramaian ”Zira

“tapi mereka ingin sekali memperbaiki kesalahpahaman dulu” Dimas

“Bilangi ke wanita-wanita yang Rindu dengan Zira itu. Masa lalu yang buruk tidak perlu di ulang tapi di kubur dalam-dalam atau hanya jadi patokan masa depan untuk tidak berteman dengan orang yang salah.” Deva menyeletuk dengan ekspresi kesal.

“Deva. Jangan gitu dong” Zira memohon untuk tidak berkata kasar dengan Dimas.

“lu siapa. Berani ceramahi kita. Masalah itu harus di perbaiki agar tidak ada salah paham lagi”

“Oya. Yang bermasalah kan kalian. Bukan Zira. Anggap saja kalian tidak pernah berteman dan satu sekolah dengannya. Toh yang membuat mereka sadar juga karena Zira pindah. Kalau Zira tidak pindah kalian tetap akan memperlakukan dia dengan sama. Mem..bu..liii” Tegas Deva menunjuk Dimas

Dimas terdiam karena kata-kata yang di ucapkan Deva emang benar kenyataannya.

“siapa sih nih orang ra” Dimas dengan wajah kesal

“maaf dim. Ini sahabat aku Deva. Deva ini Dimas dia teman aku di sekolah dulu dan dia seorang polisi.” Zira memperkenalkan Dimas dan Deva

“ooh polisi. Saya harap bapak bisa adil lagi dalam memilih mana yang benar dan salah.” Deva

“aku cukup adil untuk tidak memperkeruh suasana. Dan bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin”

“Oya. Berbeda pendapat itu wajar ya kan. Dan memilih untuk tidak berteman lagi juga wajar kan”

Dimas memicingkan matanya menahan kesal” waaah lu minta di ha...” bicara Dimas terhenti saat Yuka datang langsung memegang tangannya.

“om dari mana. Yuka cariin” Yuka mendongak melihat Dimas

“Hai Yuka” Zira melambaikan tangan.

“kak Zila. Kak Deva” Jerit Yuka kegirangan.

“hai Yuka cantik” Deva tersenyum manis

Dimas yang melihat Deva yang bisa langsung merubah ekskresi. Karena tidak senang dan kesal melihat Deva.

“Yuka kenal dengan wanita jadi-jadian ini” Dimas menunjuk Deva.

“maksud om siapa. Ini kak Deva Cantik” Jelas Yuka.

“ucapkan lah kata-kata yang baik saat berhadapan dengan anak-anak. Anda tidak mau jadi ayah yang buruk nantinya kan” Deva dengan nada kesal dan melotot melihat Dimas

“sudah guys. Kalian sudah besar tidak malu apa di lihat in anak kecil” Zira yang bangkit lalu memeluk Yuka.

•••

Zira datang ke kantor Refan. Namun karena Refan tidak ada dia menunggu di dalam ruangan Refan.

"Refan" Seorang wanita yang baru menyelonong masuk.

Zira bangkit dari duduknya "Tias. Refannya lagi di luar."

"Zira kenapa kamu di sini. Bukannya kamu sudah mengundurkan diri?"

"Refaaan...Dari mana wanita ini tau kabar itu. Dasar Es Batu." Batin Zira.

"hm... iya. Tapi aku ada sedikit urusan dengan Refan"

"Urusan apa? nanti aku sampaikan"

"Tidak perlu. Aku bisa bilang sendiri ke Refan"

"kan kamu tau sendiri kalau aku tunagannya Refan. Jadi aku harus tau segala urusannya"

Zira mengerutkan keningnya "Tepatnya mantan tunangan nona. Gue yang calon istrinya saja tidak umbar" Batin Zira kesal.

"Aku akan bicara sendiri dengan Refan. Karena ini privasi" Tegas Zira

Tias menatap Zira tidak senang dan senyum yang di tunjukkannya tadi juga sudah hilang.

Setelah mereka dalam keadaan hening. Terdengarlah suara pintu yang di buka. ternyata itu Refan. Tias pun langsung berdiri dari duduknya menghampiri Refan.

Tias menggandeng tangan Refan "Refan. Kamu dari mana saja. Aku nungguin kamu tau" Dengan suara manja.

"Lepas." sebelum Refan tau kalau ada Zira disana. Karena zira tetap duduk tanpa bersuara sedikitpun.

"Oke. Kamu pasti lelah ya"

"Selanjutnya jangan pernah lakukan itu lagi. Karena aku akan menikah. Aku enggak mau istriku salah paham"

Tias membulatkan matanya "kamu menikah dengan siapa?" Bentak Tias.

Sebelum Refan menyebut nama wanita yang akan menjadi Istrinya. pembicaraannya langsung di potong oleh Zira "Refan. aku mau bicara" sudah dalam keadaan berdiri dan berjalan mendekati meja Refan

Refan Tersenyum melihat Zira "Zira. Kamu dari tadi di situ?"

Zira mengangguk. "kok enggak kabari mau ke kantor?"

"aku kira kamu di kantor jadi aku langsung datang. dan aku enggak enak kalau menghubungi kamu. takut ganggu kerja."

Refan tersenyum menghampiri Zira. namun Zira menjauh dan menyilangkan tangannya membentuk X .

"kalian pacaran" tanya Tias yang dari tadi memperhatikan gelagat Refan.

dengan serentak mereka menjawab "iya" Refan. "Tidak" Zira.

"Oya. Kami enggak pacaran" Refan tersenyum menatap Zira yang sudah membulatkan matanya menatap Refan.

"jangan bercanda deh fan. Kamu ini buat aku takut saja."

"Tapi dia calon istriku" Lanjut Refan.

"Fan. kamu jangan main-main ya. Sejak kampan kamu suka sama wanita seperti dia"

"Tias. Bisa tolong keluar. Sepertianya ada yang ingin di sampaikan Zira dengan ku"

"lu ngusir gue demi dia?"

Refan tidak menjawab pertanyaan Tias. Karena merasa di abaikan Tias pun langsung keluar dari ruangan Refan.

"ada apa" mendekatkan dirinya ke zira lalu langsung memeluk pinggang Zira sampai badan mereka saling menempel.

"Fan. Gue belum jadi istri lu ya. Lepas enggak"

"Enggak mau. Salah kamu datang ke kawasan ku"

"perasaan di rumahku lu juga gini. Enggak perduli kawasan siapa"

Refan melepas pelukannya dan menarik tangan zira ke sofa untuk duduk "Ada apa. Kalau untuk bahas Tias aku tidak mau dengar"

Zira mengerutkan keningnya "Sepertinya kamu ingin sekali aku membahasnya"

"Kamu tidak paham bahasa indonesia. Pantas nilai sekolah kamu jelek" Refan

Zira menatap Refan kesal "Aku mau bilang. Permintaan aku yang kemarin batalkan saja"

"Permintaan kamu yang mana"

"Rumah, mobil dan uang 1M. Lagian semua keperluan acara sudah dari mami papi kamu. Ibu aku sama sekali tidak mengeluarkan biaya."

"Ooo jadi kamu mau maharnya Cincin saja"

"iya. dan tidak perlu berlian juga"

"kenapa?. Akukan sudah menyanggupinya"

"karena sebaik-baiknya Perempuan adalah yang meminta mahar sedikit. Aku enggak mau jadi wanita tidak baik"

Refan tersenyum "Tapi Sebaik-baiknya laki-laki adalah yang paling banyak memberikan maharnya."

"Fan. Tapi enggak segitu juga kan! kamu bisa lebihkan sedikit saja. mungkin gram cincinya gitu" memelas.

"kamu pingin aku cium dengan membuat ekspresi seperti itu ?"

"jangan macam-macam. Aku lagi serius" membulatkan matanya menatap Refan yang duduk di sampingnya.

"Semua sudah di siapkan mami. Kalau kamu berani bilang saja ke mami."

Zira terdiam memikirkan ucapan Refan "Ayo aku antar pulang" Menari tangan Zira. Zira hanya mengikut sambil terus memikirkan caranya bicara dengan maminya Refan.

1
Olis Setiawati
thor terus kelanjutan Dimas sma deva , kianu sama raya gimana
melodyfatma: iya Thor
total 2 replies
Pipit Rinda Susanti
Mohon Maaf lahir dan batin🙏🙏🙏🙏
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 2 replies
Esther Wuntu
sru ni critax.....romantis en exzien mantafff thor lnjt tyusss🙏💪
Astuty Fazrin
up upnya mana ini
Yeni Purwaningsih
di tunggu lanjutannya
Anggi Leonora Gombong
ko aku ky ga suka karakter nya zira....ya...lemah...tak mandiri manja...ga asyik orgnya
Astuty Fazrin
maña upnya
Martina Alfarizqi
semangat
Martina Alfarizqi
5 like
Martina Alfarizqi
8 like semangat
Martina Alfarizqi
semangat
Martina Alfarizqi
semangat.
Martina Alfarizqi
semangat
Martina Alfarizqi
semangat up
Astuty Fazrin
upx 2 minggu sekali ya
Hanny Sun 💎: Sebenarnya author sudah Up dari hari sabtu. Tapi sampai sekarang masih direview huhu 😖. Sabar yaa
total 1 replies
Susi Ana
like, mampir ya
Martina Alfarizqi
semangat.
Martina Alfarizqi
semangat
Joejoe
ternyata oh ternyata fita😒
Martina Alfarizqi
semangat up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!