NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.2 Pertemuan

Tepat saat pintu ruang tamu terbuka. Seorang pelayan membungkuk hormat, mengantarkan seorang gadis masuk ke dalam ruangan.

​Daren membalikkan badannya, dan untuk pertama kalinya, matanya menangkap sosok Nadia.

​Gadis berusia tiga puluh tahun itu berjalan dengan langkah yang anggun namun penuh kesopanan. Dia mengenakan gaun terusan sederhana berwarna pastel yang membingkai tubuhnya dengan pas. Rambutnya disanggul rapi, memperlihatkan lehernya yang jenjang dan wajahnya yang bersih tanpa riasan berlebih. Sinar matanya lembut, memancarkan ketenangan yang anehnya sempat membuat Daren terpaku sesaat sebelum egonya menguasai dirinya kembali.

Nenek Lusi," sapa Nadia dengan suara yang lembut dan menyejukkan, langsung menghampiri wanita tua itu dan mencium tangannya dengan takzim.

​"Nadia... kemarilah. Kenalkan, ini Daren. Cucu Nenek calon tunanganmu," ujar Nenek Lusi dengan binar bahagia yang tak mampu disembunyikan.

​Nadia menoleh, menatap Daren. Senyum ramah tersungging di bibirnya yang tipis, namun sambutan yang ia terima justru sebaliknya. Daren menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan merendahkan, seolah Nadia adalah hama yang mengacaukan hidupnya yang sempurna.

Saat Nenek Lusi sengaja mengalihkan perhatian untuk berbicara dengan pelayan di sudut lain, Daren memanfaatkan momen itu untuk melangkah mendekati Nadia. Dia membungkuk sedikit, mendekatkan wajahnya yang dingin ke telinga Nadia, menyisakan jarak yang sangat tipis namun terasa begitu mengintimidasi.

​"Jangan pernah berpikir kamu bisa menjadi ratu di rumah ini, Nadia," bisik Daren, suaranya begitu rendah dan tajam hingga mampu membuat bulu kuduk berdiri. "Aku menerima pertunangan ini hanya demi warisan Nenek. Di mataku, kamu tidak lebih dari seorang gadis oportunis yang memanfaatkan situasi. Ingat posisimu, dan jangan pernah berharap setetes pun cinta dariku."

​Nadia tertegun. Detak jantungnya sempat berpacu cepat mendengar kalimat kejam yang dihunjamkan pria di hadapannya itu.

Namun, alih-alih menangis atau ketakutan, Nadia justru menarik napas dalam-dalam. Dia menegakkan pembawaannya, menatap langsung ke dalam mata hitam Daren yang pekat. Ada ketahanan batin yang kuat di balik kelembutan matanya.

​"Saya tahu alasan saya di sini, Tuan Daren," jawab Nadia dengan suara yang tetap tenang dan anggun, tanpa getaran ketakutan sedikit pun. "Dan saya tidak pernah meminta apa pun yang bukan menjadi hak saya."

​Daren sedikit terkejut melihat respons Nadia yang tidak goyah oleh gertakannya, membuat rasa kesal di dadanya semakin membuncah.

...----------------...

Di tempat lain, di sebuah kafe mewah di pusat kota, seorang wanita dengan pakaian branded ketat dan riasan wajah yang tajam sedang menggenggam ponselnya dengan erat hingga jemarinya memutih. Elsa baru saja menerima kabar tentang pertemuan Daren dan Nadia dari orang tua Daren.

"Halo Elsa," terdengar suara Bu Siska saat Elsa mengangkat handphone nya yang berdering tadi.

"Halo Tante, Ada apa?" tanya Elsa pada Bu Siska setelah menjawab sapaan dari mamanya Daren itu.

"Elsa, Kamu tahu Nenek Lusi sudah gila dia," ucap Bu Siska dengan nada suara kesal.

"Gila. Memangnya kenapa Tante? Ada apa?" tanya Elsa bingung.

"Nenek akan menjodohkan Daren dengan gadis kampung yang bernama Nadia itu."

"Hah! kenapa bisa begitu? Memangnya gadis itu siapa Tante?" Elsa mulai merasa kesal.

"Dia adalah gadis yang pernah menyelamatkan Nenek dari kecelakaan beberapa Minggu lalu itu," Bu Siska menjelaskan pada Elsa.

"Lantas. Apa hubungannya dia dengan Daren dan kenapa tiba-tiba Nenek Lusi berniat menjodohkan gadis itu dengan Daren?" Elsa mulai emosi.

"Nenek menganggap dia gadis yang baik dan punya hati yang tulus karena telah menyelamatkan nyawa Nenek waktu itu dan dia tidak mau di beri imbalan uang oleh Nenek."

"Terus karena itu Nenek mau menjodohkannya dengan Daren?"

"Ya."

"Tidak! itu bukanlah alasan untuk menjodohkan gadis kampung brengsek itu dengan Daren!" terdengar Elsa memekik dari seberang.

"Tante juga gak habis pikir dengan jalan pikiran Nenek, Tante sudah bicara dengan Nenek kalau gadis kampung itu tidak pantas di jodohkan dengan Daren karena hal itu juga akan menurunkan reputasi keluarga besar Wijaya di mata kalangan elite bisnis, tapi Nenek tetap dengan pendiriannya."

"Nenek Lusi apa-apaan sih...! aku sangat yakin Tante kalau perempuan kampung itu sudah pasti dia meracuni pikiran Nenek Lusi sampai-sampai Nenek Lusi berpikiran untuk menjodohkan dia dengan Daren."

"Ya. Kamu benar Elsa, pasti gadis kampung itu sudah menghasut Nenek agar menjadikannya istri Daren."

"Tidak Tante! Ini tidak akan terjadi, aku tidak akan membiarkan perempuan kampung itu merebut Daren dari aku." Suara Elsa terdengar penuh amarah.

"Tante juga tidak akan membiarkan gadis kampung tidak tahu malu itu menjadi istri Daren dan masuk ke dalam keluarga besar Wijaya," suara Bu Siska pun sarat dengan amarah.

​Wajah cantik Elsa berubah menjadi menyeramkan karena amarah. "Gadis sialan. Berani-beraninya dia merebut Daren dan posisi nyonya besar dariku!" desis Elsa dengan penuh kebencian. Matanya berkilat licik. "Kita lihat saja seberapa lama kamu bisa bertahan, Nadia. Aku akan memastikan hidupmu hancur sebelum kamu sempat menyentuh sepeser pun uang keluarga Wijaya."

...----------------...

"Daren," ucap Nenek Lusi setelah selesai berbincang dengan pelayan tadi dan kembali ke sofa di mana Nadia dan Daren sedang duduk di sana.

Daren yang terlihat sedang duduk agak jauh dari Nadia terlihat menoleh dengan malas pada Nenek Lusi yang memanggilnya tadi.

"Ya," jawab Daren dingin.

"Apa kamu sudah berbincang-bincang dengan Nadia perihal pertunangan kalian yang akan segera Nenek laksanakan."

Daren mengangkat wajahnya menatap Nenek Lusi dingin.

"Sudah," jawab Daren pendek dan kaku.

"Bagaimana menurutmu tentang Nadia?" Nenek Lusi sengaja memancing Daren.

"Dari awal aku sudah bilang ke Nenek kalau tidak ada yang lebih menarik dari Elsa karena Elsa adalah yang terbaik bagiku dan tidak ada yang bisa menggantikan Elsa, siapapun itu," tajam dan cukup menghujam ucapan Daren tapi Nenek Lusi tidak marah dia tetap tenang menghadapi cucunya itu.

"Ya saat ini di mata kamu yang terlihat hanyalah Elsa, siapa tahu dengan seiringnya waktu kamu nanti bisa melihat siapa yang lebih baik antara Elsa dan Nadia," Nenek tersenyum bijak tapi Daren tidak menggubrisnya dia malah membuang muka.

"Tidak akan!" pekik Daren yang kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan pergi dari ruang tamu itu tanpa pamitan pada Nenek Lusi.

Nenek Lusi tersenyum tipis melihat tingkah Daren, kemudian Nenek Lusi mengalihkan pandangannya pada Nadia yang masih duduk di kursi sofa di hadapannya itu.

"Nadia, kamu jangan tersinggung dengan sikap Daren yang seperti itu, Dia memang anak yang keras kepala," ucap Nenek pada Nadia.

"Iya Nek, saya tidak apa-apa. Tapi...apa tidak sebaiknya Nenek urungkan saja niat Nenek untuk menjodohkan saya dengan Daren," Nadia bicara dengan sangat hati-hati sekali takut Nenek Lusi tersinggung oleh ucapannya.

"Kenapa harus di urungkan Nadia?" tanya Nenek Lusi mengerutkan kedua alisnya menatap Nadia.

"Em...Daren sudah punya pacar yang sangat dia cintai Nek, dan saya tidak mau menjadi perusak hubungan mereka."

"Kamu tenang saja Nadia, Aku yang lebih tahu segalanya. Pertunangan ini harus tetap berjalan dan tidak ada satupun yang bisa menggagalkannya," ucap Nenek Lusi tajam membuat Nadia tidak bisa berkata apa-apa lagi.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!